Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

UJI EVALUASI FISIK SEDIAAN DAN UJI EFEKTIVITAS PENYEMBUHAN LUKA BAKAR DERAJAT II GEL EKSTRAK BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb) PADA KELINCI JANTAN Atika Mestika; Luky Dharmayanti; Gina Lestari
Jurnal Komunitas Farmasi Nasional Vol. 6 No. 01 (2026): Jurnal Komunitas Farmasi Nasional
Publisher : Akademi Farmasi Yarsi Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luika bakar deirajat IiIi meiruipakan keiruisakan pada eipiideirmiis dan seibagiian deirmiis yang meimeirluikan peinanganan teipat uintuik meinceigah iinfeiksii dan meimpeirceipat peinyeimbuihan. Bawang dayak (Eileiuitheiriinei builbosa. (Miill. Uirb) meinganduing seinyawa aktiif seipeirtii flavonoiid, taniin, alkaloiid, dan saponiin yang beirsiifat antiioksiidan, antiibakteirii, dan antiiiinflamasii. Peineiliitiian iinii beirtuijuian meingeivaluiasii siifat fiisiik dan eifeiktiiviitas geil eikstrak bawang dayak teirhadap peinyeimbuihan luika bakar deirajat IiIi pada keiliincii jantan. Peineiliitiian diilakuikan seicara eikspeiriimeintal meingguinakan eikstrak eitanol 96% bawang dayak dalam tiiga formuila konseintrasii geil : F1 (2%), F2 (4%), dan F3 (6%). Eivaluiasii meiliipuitii uijii organoleiptiik, homogeiniitas, pH, daya seibar, daya leikat, viiskosiitas, seirta uijii eifeiktiiviitas peinyeimbuihan luika seilama 14 harii. Hasiil meinuinjuikkan seiluiruih formuila meimeinuihii standar seidiiaan topiikal. Uijii Kruiskal-Walliis meinuinjuikkan peirbeidaan siigniifiikan antar keilompok (p < 0,05), dan F3 (6%) meimbeiriikan hasiil paliing meindeikatii kontrol posiitiif (Buirnaziin). Darii hasiil peineiliitiian dapat diisiimpuilkan bahwa geil eikstrak bawang dayak eifeiktiif meimpeirceipat peinyeimbuihan luika bakar deirajat IiIi, teiruitama pada konseintrasii 6%.
Identifikasi Flavonoid Ekstrak Fraksi Etil Asetat Daun Asam Jawa terhadap Streptococcus mutans Intan Harlesi; Devi Novia; Tri Yanuarto; Luky Dharmayanti
Jurnal Ilmiah Manusia Dan Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2026): Jurnal Ilmiah MANUSIA DAN KESEHATAN
Publisher : FAKULTAS ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PAREPARE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31850/makes.v9i3.4583

Abstract

Bakteri Streptococcus mutans diketahui memiliki peranan dalam proses terjadinya karies gigi, sehingga diperlukan alternatif antibakteri yang berasal dari bahan alam. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui keberadaan senyawa flavonoid dalam ekstrak fraksi etil asetat daun asam jawa (Tamarindus indica L.), menganalisis kandungan flavonoid total, serta menguji aktivitas antibakterinya terhadap Streptococcus mutans. Daun asam jawa diekstraksi melalui proses maserasi dengan etanol 96%, kemudian dilanjutkan dengan fraksinasi menggunakan etil asetat. Keberadaan flavonoid dikonfirmasi melalui skrining fitokimia dan Kromatografi Lapis Tipis (KLT), sedangkan kandungan flavonoid total dianalisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan kuarsetin sebagai standar pada panjang gelombang 432 nm. Aktivitas antibakteri diuji menggunakan teknik difusi cakram dengan konsentrasi 25%, 50%, dan 75%, menggunakan chlorhexidine gluconate 0,2% sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak fraksi etil asetat positif mengandung flavonoid dengan kadar flavonoid total sebesar 4,091%. Nilai Rf sampel sebesar 0,94 dan Rf kuarsetin sebesar 0,88 menunjukkan selisih nilai Rf sebesar 0,06. Rerata diameter zona hambat yang diperoleh pada konsentrasi 25%, 50%, dan 75% masing-masing sebesar 11,74; 16,53; dan 21,48 mm, sedangkan kontrol positif menghasilkan diameter hambat sebesar 11,27 mm dan kontrol negatif tidak membentuk zona hambat. Analisis One-Way ANOVA memperlihatkan adanya perbedaan yang signifikan antarperlakuan (p<0,05), dengan konsentrasi 75% menghasilkan daya hambat paling tinggi. Dengan demikian, ekstrak fraksi etil asetat daun asam jawa positif mengandung flavonoid dan memiliki aktivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans, dengan konsentrasi 75% sebagai perlakuan yang memberikan efektivitas terbaik