ELFARISNA ELFARISNA
Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jl. K.H. Ahmad Dahlan Cireundeu Ciputat, Tangerang 15419

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DENGAN PENAMBAHAN PUPUK ORGANIK CAIR Sri Rahayu; Elfarisna Elfarisna; Rosdiana Rosdiana
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.1.1.8-19

Abstract

Penggunaan pupuk inorganik yang berlebihan pada pertanaman bawang merah berdampak pada kesuburan tanah seperti penurunan produktivitas tanah. Pemberian Pupuk Organik Cair (POC) merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk inorganik. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui konsentrasi POC yang tepat untuk pertumbuhan dan produksi bawang merah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 6 perlakuan konsentrasi, P0 = 100 % pupuk inorganik (Kontrol), P1 = 50% pupuk inorganik 50 % + 2 mL L-1 POC, P2  = 50% pupuk inorganik + 4 mL L-1 POC, P3 = 50% pupuk inorganik + 6 mL L-1 POC, dan P4 = 50% pupuk inorganik + 8 mL L-1 POC. Hasil penelitian menunjukkan penambahan konsentrasi POC memberikan pengaruh pada semua parameter pengamatan kecuali jumlah umbi. Perlakuan kontrol memiliki angka paling tinggi dibandingkan dengan semua perlakuan penambahan POC pada semua parameter pengamatan tetapi tidak berbeda dengan POC konsentrasi 8 mL L-1. Penambahan POC konsentrasi 8 mL L-1 memiliki data paling tinggi pada semua parameter pengamatan dibandingkan dengan konsentrasi lainnya, kecuali jumlah umbi. Oleh karena itu konsentrasi tersebut dapat direkomendasikan sebagai konsentrasi POC untuk tanaman bawang merah.
PENGARUH DOSIS PAKLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BUNGA MATAHARI (Helianthus annuus L.) Laras Ayu Kinasih; Elfarisna Elfarisna
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 5, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (953.084 KB) | DOI: 10.24853/jat.5.1.27-35

Abstract

ABSTRAKTanaman bunga matahari pada umumnya masih dibudidayakan di lahan luas dan masih sedikit yang membudidayakannya dalam pot. Beragamnya jenis bunga matahari yang ditanam membuat orang untuk mengoptimalkan pertumbuhan tanaman tersebut. Salah satunya dengan pemberian zat pengatur tumbuh yaitu Paklobutrazol. Paklobutrazol merupakan jenis retardan yang digunakan untuk mempercepat pembungaan serta menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis Paklobutrazol yang tepat untuk menghambat pertumbuhan tanaman bunga matahari. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari sampai Juni 2019 di Jalan Parakan, Pamulang Permai 2, Tangerang Selatan. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, yaitu P0 = kontrol, P1 = 50 mL/polibag, P2 = 100 mL/polibag, P3 =  150 mL/polibag, P4 = 200 mL/polibag, dan P5 = 250 mL/polibag dengan konsentrasi 50 ppm. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, diameter batang, jumlah daun, jumlah ruas, jumlah cabang dan ranting, umur berbunga, diameter bunga primer, jumlah biji dan berat biji. Hasil penelitian dapat disimpulkan : Pemberian Paklobutrazol dengan berbagai dosis memberikan pengaruh yang sangat nyata umur 6 sampai 11 MST pada tinggi tanaman bunga matahari tetapi tidak berpengaruh nyata pada pengamatan lainnya. Perlakuan Paklobutrazol dosis 250 mL/polibag memberikan pengaruh yang terbaik dalam menekan tinggi tanaman dibandingkan dengan perlakuan kontrol.Kata kunci: Bunga matahari, paklobutrazol, dosisABSTRACTSunflower plants in general are still cultivated on vast grounds and still few are cultivating them in pots. The variety of the planted sunflowers makes people to optimize the growth of these crops. One of them with the provision of growing regulatory substances is Paklobutrazol. The liquid paklobutrazole used to accelerate the flowering and inhibit the growth of plants. The research aims for the proper Kokoro Paklobutrazol dosage to inhibit the growth of sunflower plants. Research conducted in February to June 2019 in Parakan Street, Pamulang Permai 2, South Tangerang. The study uses the randomized complete Block  design (RCBD) with 6 treatments and 4 replication, i.e. P0 = control, P1 = 50 mL/polybag, P2 = 100 mL/polybag, P3 = 150 mL/polybag, P4 = 200 mL/polybag, and P5 = 250 mL/polybag with a concentration of 50 ppm. The observed variable is height of the plant, diameter of the stem, number of leaves, number of sections, number of branches and ranting, age of flowering, Diameter of primary flowers, number of seeds and seed weight. The results of the study can be concluded: the administration of paklobutrazole with a variety of doses gives a very noticeable effect of 6 to 11 WAP on high sunflower plants but has no noticeable effect on other observations. Paklobutrazol treatment Dose 250 mL/Polybag gives the best influence in the high pressing of the plant compared to the treatment control.Keywords: Sunflower, paclobutrazol, doses
EFEKTIFITAS PENGURANGAN PUPUK NPK DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI PROVIBIO TERHADAP BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI EDAMAME Muhamad Fauzi Latif; Elfarisna Elfarisna; Sudirman Sudirman
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.2.2.105–120

Abstract

Kedelai edamame merupakan sayuran bernilai komersial tinggi di Indonesia. Salah satu faktor pembatas produksi kedelai edamame adalah keadaan lahan yang mulai kritis. Pupuk hayati sebagai upaya rehabilitasi lahan dengan memanfaatkan beberapa mikroorganisme aktif yang dapat bersimbiosis dengan tanaman legum baik dalam hal membantu proses perombakan maupun sebagai penyedia hara di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan unutuk mengetahui efektifitas pengurangan pupuk NPK dengan pemberian pupuk hayati ProvibioÒ terhadap budidaya tanaman kedelai edamame (Glycine max L. Merill). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Juni 2016 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (NPK 100%); P1 (Provibio konsentrasi 5 ml.l-1 + NPK 50%); P2 (Provibio konsentrasi 10 ml.l-1 + NPK 50%); dan P3 (Provibio konsentrasi 15 ml.l-1 + NPK 50%). Setiap perlakuan diulang enam kali dan dilakukan di lahan petakan 2 m x 1 m dan jarak tanam 20 cm x 30 cm. Pengambilan sampel tanaman sebanyak enam tanaman tiap petak dengan tidak menggunakan tanaman pinggiran sebagai tanaman sampel. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan NPK 100% memberikan nilai tercepat untuk umur berbunga, memberikan nilai tertinggi untuk jumlah bintil akar dan jumlah polong, serta memberikan nilai terberat untuk berat polong per tanaman, berat polong per petak dan konversi per ha. Perlakuan Provibio konsentrasi 5 ml.l-1 + NPK 50% memberikan nilai tertinggi untuk tinggi tanaman dan nilai terbanyak untuk jumlah cabang. Sedangkan perlakuan Provibio konsentrasi 15 ml.l-1 + NPK 50% memberikan nilai tertinggi untuk persentase polong bernas kedelai edamame.AbstractOne of the limiting factors of edamame soybean production is the state of land that is beginning to be critical. Biological fertilizers as an effort to rehabilitate the land by utilizing several active microorganisms that can symbiosis with legume crops both in terms of helping the process of reshuffling as well as supplying nutrients in the soil. This study aims to determine the effectiveness of NPK fertilizer reduction by Provibio biological fertilizer on edamame soybean cultivation. This research was conducted in April until June 2016 in Experimental Garden of Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Jakarta, using Random Complete Block Design (RCBD) with four treatment, ie P0 (100% NPK); P1 (Provibio concentration 5 ml.l-1 + 50% NPK);  P2 (Provibio concentration 10 ml.l-1 + 50% NPK); and P3 (Provibio concentration 15 ml.l-1 + 50% NPK). Each treatment was repeated six times and conducted on 2 m x 1 m land plot with 20 cm x 30 cm spacing per plant. Six plants per plot was used as experimental plant. The results showed that 100% NPK treatment have rapidest values for flowering age; highest values for the number of root nodules and number of pods; and heaviest values for weight of pods per plant, weight of pods per plot and conversion per hectare. Treatment of Provibio concentrations of 5 ml.l-1 + 50% NPK have highest values for plant height and largest values for the number of branches. While Provibio concentration 15 ml.l-1 + 50% NPK have highest value for percentage of edamame soybean pods.
PEMBERIAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KEDELAI Elfarisna Elfarisna; Rita Tri Puspitasari; Sukrianto Sukrianto
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (738.05 KB) | DOI: 10.24853/jat.3.2.103-110

Abstract

Kedelai sebagai sumber protein dan pangan fungsional mempunyai nilai strategis dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional.  Saat ini produksi kedelai nasional hanya dapat memenuhi 32 % dari kebutuhan dalam negeri, sedang sisanya harus diimpor.  Penelitian bertujuan untuk mendapatkan  konsentrasi pupuk Fertisol yang tepat untuk tanaman kedelai. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Pelaksanaan penelitian  dari bulan Februari 2018 sampai dengan Mei  2018.   Penelitian  menggunakan Rancangan Acak  Kelompok  (RAK),  dengan 6 perlakuan konsentrasi pupuk organik Fertisol dengan 4 ulangan.  Perlakuan jenis pupuk organik adalah K0 (Urea, SP 36, KCl 100 %/kontrol), K1 ( konsentrasi pupuk organik  Fertisol 2 ml/l air ), K2 (konsentrasi pupuk organik Fertisol  3 ml/l air ), K3 (konsentrasi pupuk organik Fertisol  4 ml/l air), K4 (konsentrasi pupuk organik Fertisol 5 ml/l air ) dan K5 (konsentrasi pupuk organik Fertisol 6 ml/l air ).  Variabel yang diamati adalah tinggi tananam, jumlah cabang, umur berbunga, umur panen, jumlah polong, persentase polong bernas, dan berat biji. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan : Tidak ada perbedaan pertumbuhan dan produksi kedelai akibat pemberian POC dibandingkan kontrol.  Pemberian POC konsentrasi 5 ml/l air memberikan jumlah cabang dan berat biji lebih tinggi dibandingkan semua perlakuan. 
KAJIAN PENGGUNAAN PUPUK ORGANIK OLEH PETANI DI KABUPATEN BOGOR Elfarisna Elfarisna; Yati Suryati; Erlina Rahmayuni
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.1.2.23-30

Abstract

Penggunaan pupuk organik untuk menyuburkan tanah merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi pertanian sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.  Pengelolaan lingkungan hidup membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat termasuk petani untuk mewujudkan pertanian yang berkelanjutan.  Penelitian bertujuan mengetahui penggunaan pupuk organik  oleh petani di Kabupaten Bogor. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2016 dengan menggunakan metode survei dan memberikan kuisioner kepada petani dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta melakukan diskusi dan observasi  ke lapangan.  Hasil penelitian yang didapat adalah petani sudah mengetahui tentang pupuk organik sejak tahun 1973 sebagai kearifan lokal dan informasi tentang pupuk organik sebagian besar didapat dari pelatihan yang diberikan oleh PPL dan perguruan tinggi Hambatan dalam penggunaan pupuk organik adalah tanggapan dari petani sebesar 58.15% terhadap penggunaan pupuk organik, karena menurut petani pupuk organik memerlukan biaya yang tinggi dan pengelolaan tanaman intensif diantaranya banyaknya gulma, serangan hama dan waktu yang lama untuk membuat pupuk organik.
Utilization of coconut water as inducing substance in the cultivation of Pleurotus ostreatus Elfarisna Elfarisna; Iwan Saskiawan
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.093 KB) | DOI: 10.24853/jat.4.1.25-30

Abstract

Cultivation of edible mushrooms has been evaluated as an effective way for increasing income of people in developing countries. Pleurotus ostreatus, well known as an oyster mushroom is the most popular edible mushroom in Indonesia. They usually is cultivated using a sawdust as a main substrate. The aim of this research is to reveal the addition of coconut water, the byproduct of traditionally coconut process as an inducing substance in P. ostreatus cultivation.  The results shown that the addition 25% (v/v) of coconut water in substrate of P. ostreatus induce the growth of mycelium. On the other hand, the addition of 50% (v/v) of coconut water affect in the day of fruit body formation become faster as well as increase the number of pileus (stalk)  and  the weight of fruit body.
Respons Pertumbuhan Stek Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle) terhadap Media Vermikompos Yudha Wisnu Kuncoro; Elfarisna Elfarisna
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.049 KB) | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.18-25

Abstract

Jeruk merupakan salah satu komoditi buah-buahan yang mempunyai peranan penting di pasar dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan stek jeruk nipis Citrus aurantifolia Swingle terhadap media vermikompos.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2018 di kebun percobaan Dinas Pertanian dan Kelautan Jakarta Selatan.   Kebun percobaan berada pada ketinggian tempat lokasi penelitian antara 22-28 m di atas permukaan laut, dengan jenis tanah Latosol merah dan memiliki pH 6,5.   Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dengan komposisi vermikompos yang berbeda.   Kontrol K1 (tanah + arang sekam + vermikompos 1:1:1), K2 (tanah + arang sekam + vermikompos 1:1:2), K3 (tanah + arang sekam + vermikompos 1:1:3), K4 (tanah + arang sekam + vermikompos 1:1:4).   Setiap perlakuan diulang enam kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan, masing-masing satuan percobaan terdiri dari tiga tanaman, sehingga jumlah seluruhan tanaman  yang diteliti 72 tanaman.   Parameter yang diamati adalah persentase hidup, umur muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, panjang daun, lebar daun,jumlah akar, dan panjang akar.   Hasil penelitian menunjukkan perlakuan komposisi vermikompos tidakberbeda  nyata terhadap semua parameter pengamatan.
Toleransi Tanaman Akasia (Acacia Mangium Wild.) terhadap Tingkat Salinitas di Pembibitan Elfarisna Elfarisna; Hermawan Niaga; Rita Tri Puspitasari
Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan Vol 3 No 2 (2016): Daun: Jurnal Ilmiah Pertanian dan Kehutanan
Publisher : ​Institute for Researches and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (241.219 KB) | DOI: 10.33084/daun.v3i2.146

Abstract

Acacia is a plant that can be used as the main ingredient of paper making. The potential of acacia wood pulp as the raw material is already widely recognized by the timber industry. Acacia also has potential as a plant greenery in urban areas. Production of acacia plants can be done through the efforts of agricultural extension. Enterprises agricultural extension can be done by expanding the agricultural frontier acacia plants in saline land. The purpose of the study to know acacia plant tolerance to salinity levels in the nursery. The research was conducted from April to July 2013 in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Jakarta. The research is used Randomized Complete Block Design (RCBD) with five treatments NaCl level concentration, ie P1 Without NaCl/Control, P2 (0.5% concentration) P3 (concentration of 1%), P4 (1.5% concentration) and P5 (concentration of 2%). Parameters measured were percentage growth, plant height, leaf number, stem diameter, plant fresh weight and dry weight of plants. The results showed salinity level significantly affected all parameters observed. A salt concentration of 1% is the maximum saline tolerance conditions for growth acacia.
Efek Amelioran pada Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis Elfarisna Elfarisna; Erlina Rahmayuni; Helfi Gustia
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 28 No. 4 (2023): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.28.4.660

Abstract

Ameliorant is a substance that can increase soil fertility by improving the soil's physical, chemical, and biological conditions, and it can be organic or inorganic. Some ameliorants often used are manure, lime, or a combination of all these fertilizers. This study aimed to determine the effect of ameliorants on the growth and production of sweet corn. The study was conducted at the Experimental Station of the Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Jakarta, from July to October 2022. The study used a Randomized Completely Block Design with five ameliorant treatments and five replications, so there were 25 experimental units. Each experimental unit consisted of three plants. The treatments given were P0 (without ameliorant as control)), P1 (calcite 5 g/plant), P2 (dolomite 5 g/plant), P3 (green mussel shell waste 5 g/plant, and P4 (zeolite 5 g/plant). The results showed that ameliorants gave similar results as controls and did not increase the growth and production of sweet corn plants. Keywords: ameliorant, green mussel shell, soil pH
Efek Pemberian Kompos Ampas Tahu terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L.) Erlina Rahmayuni; Debi Septiawan; Welly Herman; Elfarisna Elfarisna; Elsa Lolita Putri; Kurniati Kurniati
Jurnal AGROSAINS dan TEKNOLOGI Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.8.2.69-75

Abstract

Ampas tahu merupakan salah satu limbah padat yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber bahan organik untuk menyediakan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman cabai merah keriting. Kompos ampas tahu mengandung unsur hara seperti N, P, K, dan Mg yang dibutuhkan oleh tanaman untuk pertumbuhannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pemberian kompos ampas tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting (Capsicum annum L.). Penelitian telah dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 – Januari 2021 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan lima perlakuan, yang meliputi: Tanpa kompos ampas tahu + 100% Pupuk Anorganik (kontrol), 100g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik, 200g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik, 300g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik dan 400g/polybag Kompos Ampas Tahu + 50% Pupuk Anorganik. Pengamatan dilakukan terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting yang meliputi: tinggi dan diameter batang mulai saat umur 2-7 MST (minggu setelah tanam), umur berbunga, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot perbuah, panjang buah dan diameter buah. Hasil dari penelitian menyatakan bahwa efek penggunaan kompos ampas tahu terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai merah keriting berbeda nyata terhadap tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan terbaik adalah penggunaan 400g/polybag + 50% pupuk anorganik dan tidak berbeda nyata dengan tanpa kompos ampas tahu + 100% pupuk anorganik.  Parameter umur berbunga, jumlah buah pertanaman, bobot buah pertanaman, bobot perbuah, panjang buah dan diameter buah tidak menunjukkan adanya pengaruh dengan penggunaan kompos ampas tahu.ABSTRACTTofu dregs compost contains essential nutrients such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), and magnesium (Mg), which are crucial for plant growth. The aim of this research was to investigate the impact of applying tofu dregs compost on the growth and production of curly red chili plants (Capsicum annum L.). The study was conducted from October 2020 to January 2021 at the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Muhammadiyah University, Jakarta. The research employed a Randomized Complete Group Design (RKLT) with five treatments, including: No tofu dregs compost + 100% inorganic fertilizer (control), 100g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer, 200g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer, 300g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer, and 400g/polybag tofu dregs compost + 50% inorganic fertilizer. Observations were conducted on the growth and production of curly red chili plants, encompassing parameters such as height and stem diameter from 2 to 7 weeks after planting (WAP), flowering age, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit length, and fruit diameter. The research results indicated that the use of tofu dregs compost significantly affected the plant height and stem diameter of curly red chili plants. The most effective treatment was found to be 400g/polybag + 50% inorganic fertilizer, which did not differ significantly from the control (without tofu dregs compost + 100% inorganic fertilizer). However, parameters such as flowering age, number of fruits per plant, fruit weight per plant, fruit weight, fruit length, and fruit diameter did not exhibit any significant influence with the application of tofu dregs compost.