ELFARISNA ELFARISNA
Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Jl. K.H. Ahmad Dahlan Cireundeu Ciputat, Tangerang 15419

Published : 29 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Respons Pertumbuhan Stek Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia Swingle) terhadap Media Vermikompos Kuncoro, Yudha Wisnu; Elfarisna, Elfarisna
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.18-25

Abstract

Jeruk merupakan salah satu komoditi buah-buahan yang mempunyai peranan penting di pasar dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan stek jeruk nipis Citrus aurantifolia Swingle terhadap media vermikompos.  Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan September 2018 di kebun percobaan Dinas Pertanian dan Kelautan Jakarta Selatan.   Kebun percobaan berada pada ketinggian tempat lokasi penelitian antara 22-28 m di atas permukaan laut, dengan jenis tanah Latosol merah dan memiliki pH 6,5.   Pada penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dengan komposisi vermikompos yang berbeda.   Kontrol K1 (tanah + arang sekam + vermikompos 1:1:1), K2 (tanah + arang sekam + vermikompos 1:1:2), K3 (tanah + arang sekam + vermikompos 1:1:3), K4 (tanah + arang sekam + vermikompos 1:1:4).   Setiap perlakuan diulang enam kali sehingga terdapat 24 satuan percobaan, masing-masing satuan percobaan terdiri dari tiga tanaman, sehingga jumlah seluruhan tanaman  yang diteliti 72 tanaman.   Parameter yang diamati adalah persentase hidup, umur muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun, panjang daun, lebar daun,jumlah akar, dan panjang akar.   Hasil penelitian menunjukkan perlakuan komposisi vermikompos tidakberbeda  nyata terhadap semua parameter pengamatan.
PENGARUH METODE PELATIHAN DAN PENGETAHUAN TENTANG LIMBAH ORGANIK TERHADAP KETERAMPILAN PETANI MEMBUAT PUPUK ORGANIK ( Studi Eksperimen Pada Petani di Kabupaten Bogor) Elfarisna, Elfarisna
Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Vol 13 No 2 (2012): PLPB: Jurnal Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan, Volume XIII No
Publisher : Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.774 KB) | DOI: 10.21009/PLPB.132.04

Abstract

The objective of this research is to find out the effect of training methods and farmers knowledge of organic waste to farmers’ skills in formulating organic fertilizer. The research was conducted in Cihowe village subdistrict Ciseeng Bogor regency with a sample of 80 farmers by using an experiment of 2 x 2 factorial design.The result of the research show that : 1) Discussion method is higher than demonstration method to farmers’ skills in formulating organic fertilizer, 2) There is interaction effect between training methods and farmers’ knowledge of organic waste to their skills in formulating organic fertilizer,3) Farmers with high knowledge on organic waste, who are treated with discussion method is higher than demonstration method to farmer’s skills in formulating organic fertilizer, 4) There is no significant effect of discussion method and demonstration method for those farmers with low knowledge on organic waste to their skills in formulating organic fertilizer.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Kulit Pisang Kepok pada Pertumbuhan dan Produksi Okra (Abelmoschus esculentus) Elfarisna, Elfarisna; Rachman, Annisa; Rahmayuni, Erlina
Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia Vol. 29 No. 3 (2024): Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18343/jipi.29.3.447

Abstract

The content in banana peels, namely protein, calcium, phosphorus, magnesium, sodium, and sulfur, has the potential to be used as liquid organic fertilizer (LOF). This study aims to evaluate the application of various doses of LOF derived from kepok banana peel on the growth and production of okra plants. The experiment was carried out at the Experimental Garden of the Faculty of Agriculture, University of Muhammadiyah Jakarta, from March to July 2021. The experiment used a Randomized Group Design (RAK), with six treatments and four repeats. The treatments are P0 (inorganic fertilizer as a control), P1 (50 mL LOF), P2 (75 mL LOF), P3 (100 mL LOF), P4 (125 mL LOF), and P5 (150 mL LOF). The results showed that the application of kepok banana peel LOF did not affect the growth and production of okra plants compared to the application of inorganic fertilizers. The cause is the low nutrient content in LOF banana peel of kepok. Keywords: as liquid organic fertilizer, inorganic fertilizer, kepok, liquid organic fertilizer, okra
Limbah Cangkang Kerang Hijau sebagai Amelioran pada Bawang Merah Elfarisna, Elfarisna; Mudhar, Moza Raihana; Rahmayuni, Erlina
Jurnal Agrosains dan Teknologi Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Fakultas Pertanian - UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jat.9.2.%p

Abstract

Limbah cangkang kerang hijau (CKH) dari kandungannya haranya dapat dijadikan sebagai amelioran (meningkatkan pH tanah) dan sumber unsur hara yang diaplikasikan pada tanaman bawang merah. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai dosis limbah cangkang kerang hijau sebagai amelioran terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman bawang merah. Penelitian dilaksanakan  bulan Februari – April 2023, yang berlokasi di daerah Bukit Dago, Rawakalong, Gunung Sindur, Kabupaten Bogor. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan 5 perlakuan yaitu P0 : CKH 0g/tanaman, P1 : CKH 5g/tanaman ( 1ton ha-1), P2 : CKH 10g/tanaman ( 2ton ha-1),  P3 : CKH 15g/tanaman ( 3 ton ha-1), dan  P4 : CKH 20g/tanaman (4 ton ha-1). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian limbah CKH sebagai amelioran dapat meningkatkan pH tanah, pemberian limbah CKH sebagai amelioran berpengaruh terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap jumlah umbi, bobot basah umbi, bobot kering umbi, dan bobot umbi protolan kering per rumpun.
EFEK APLIKASI CANGKANG KERANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt) Elfarisna, Elfarisna; Budiawan, Mahfudin; Fitriah, Nurul; Rahmayuni, Erlina; Herman, Welly; Kurniati, Kurniati
JURNAL PERTANIAN CEMARA Vol 21 No 2 (2024): JURNAL PERTANIAN CEMARA (CENDEKIAWAN MADURA)
Publisher : Fakultas Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24929/fp.v21i2.3869

Abstract

Penelitian bertujuan mengkaji efek aplikasi limbah Cangkang Kerang Hijau (CKH) sebagai amelioran terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Dilakukan di kebun percobaan Universitas Muhammadiyah Jakarta (Januari–April 2022), penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan lima perlakuan CKH (0, 5, 10, 15, dan 20 g/tanaman) serta pupuk dasar (urea, SP-36, KCl). Hasilnya menunjukkan bahwa pemberian CKH tidak memberikan pengaruh signifikan, namun CKH 20 g/tanaman menunjukkan tinggi tanaman dan jumlah daun tertinggi.
EFEK PENGGUNAAN LIMBAH KULIT PISANG TANDUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TERUNG (Solanum melongena L.) Elfarisna, Elfarisna; Sapriliani, Tia; Rahmayun, Erlina; Herman, Welly; Kurniati, Kurniati
Jurnal Pertanian Presisi (Journal of Precision Agriculture) Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/jpp.2024.v8i2.11353

Abstract

Kulit pisang tanduk merupakan salah satu sumber bahan organik dapat dimanfaatkan sebagai sumber unsur hara.  Kulit pisang tanduk mengandung protein dan unsur hara seperti mengandung unsur mikro P, Ca, Mg, N, Na, Zn. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh aplikasi pupuk organik cair (POC) kulit pisang tanduk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman terung. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta dari bulan November 2020 sampai dengan Februari 2021. Penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT), dengan 5 perlakuan pupuk organik cair kulit pisang tanduk  yang terdiri dari : 0 ml/tanaman (Anorganik 100%), 50 ml/tanaman, 100 ml/tanaman, 150 ml/tanaman dan 200 ml/tanaman. Pengamatan pada tanaman terung dilakukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan diperoleh bahwa penggunaan pupuk organik cair kulit pisang tanduk dengan konsentrasi 50 ml/tanaman dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman terung terutama pada jumlah daun dan jumlah cabang sedangkan untuk hasil tanaman terung pada diameter buah menunjukkan adanya pengaruh penggunaan pupuk tersebut namun untuk hasil terbaik ditunjukkan dengan tanpa aplikasi (100% pupuk anorganik).
Dosis Frass Larva Black Soldier Fly (Hermetia illucens) sebagai Pupuk Organik: Implikasinya terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Pagoda (Brassica Narinosa L.) Rahmayuni, Erlina; Ferdian, Felik; Elfarisna, Elfarisna; Herman, Welly
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 19, No 2 (2025): Vol 19 No. 02 JULI 2025
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v19i2.6905

Abstract

Frass larva Black Soldier Fly (BSF) merupakan amandemen organik potensial untuk mendukung pertanian berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai dosis frass BSF yang dikombinasikan dengan pupuk anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda (Brassica narinosa L.). Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Kelompok Lengkap Teracak (RKLT) satu faktor dengan lima perlakuan dosis frass (0–150 g/tanaman). Parameter yang diamati, meliputi pH tanah, pertumbuhan vegetatif (jumlah daun, lebar daun, diameter, panjang akar), dan hasil tanaman (bobot basah, bobot konsumsi, bobot akar, dan konversi/ha). Hasil menunjukkan bahwa meskipun secara statistik tidak signifikan, aplikasi frass BSF memberikan pengaruh biologis positif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Dosis 125 g/tanaman menghasilkan nilai tertinggi pada bobot konsumsi (97,27 g) dan hasil panen (6,08 ton/ha), serta pH tanah tertinggi (6,39). Sebaliknya, dosis tertinggi (150 g/tanaman) menurunkan hasil, diduga akibat peningkatan salinitas. Frass juga terbukti memperbaiki pH tanah dan mendukung aktivitas mikroba. Dapat disimpulkan bahwa frass BSF berpotensi sebagai pupuk organik berkelanjutan jika diberikan dengan dosis optimal. Penelitian lanjutan diperlukan untuk mengevaluasi efisiensi jangka panjang dan interaksi frass dengan tanah. Kata Kunci: frass larva BSF, pertumbuhan tanaman, pupuk organik, sawi pagoda 
PENDAMPINGAN APLIKASI PUPUK ORGANIK UNTUK MENINGKATKAN KESUBURAN TANAH DI DESA MALANGNENGAH KECAMATAN PAGEDANGAN KABUPATEN TANGERANG Rahmayuni, Erlina; Elfarisna, Elfarisna; Herman, Welly; Nauly, Dahlia; Ramadona, Lola; Diani Tanjung, Dian; Sumiahadi, Ade; Sularno, Sularno; Litdia, Litdia
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1794-1801

Abstract

Kegiatan pendampingan aplikasi pupuk organik dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi di Desa Malangnengah, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Pendampingan ini bertujuan untuk memperkenalkan pupuk organik padat dan cair serta cara pengaplikasiannya sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah serta produktivitas pertanian. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi pengenalan pupuk organik (padat dan cair), demonstrasi aplikasinya, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan untuk menilai tingkat pemahaman sebelum dan setelah kegiatan melalui kuesioner. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta, dengan rata-rata tingkat pemahaman meningkat dari 10%-95% sebelum kegiatan menjadi 90%-100% setelahnya. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh, baik dalam memanfaatkan limbah organik untuk pembuatan pupuk maupun dalam aplikasinya di lahan pertanian. Kegiatan ini berhasil memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya pertanian berkelanjutan dan aplikasi pupuk organik padat dan cair yang berasal dari biomassa pertanian secara optimal.
PELATIHAN PEMBUATAN KOMPOS DAN MIKROORGANISME LOKAL DARI SAMPAH ORGANIK PADA KELOMPOK WANITA TANI DESA MALANG NENGAH, KECAMATAN PAGEDANGAN Elfarisna, Elfarisna; Rahmayuni, Erlina; Kurniati, Kurniati; Herman, Welly; Nauly, Dahlia; Ramadona, Lola
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 8, No 5 (2025): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v8i5.1802-1808

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang pesat berdampak pada peningkatan volume sampah, khususnya sampah organik yang mencapai 50-70% dari total sampah di Indonesia. Sampah organik yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu, dilakukan pelatihan pembuatan kompos dan mikroorganisme lokal (MOL) untuk meningkatkan pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat.  Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani (KWT) Srikandi melalui metode sosialisasi dan praktik langsung. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman tentang manfaat kompos dan MOL, sedangkan praktik langsung memfasilitasi peserta untuk mengolah sampah organik. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan ini meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu-ibu KWT dalam mengolah limbah organik menjadi kompos dan MOL yang bermanfaat bagi kesuburan tanah serta ramah lingkungan. Program ini memberikan solusi praktis untuk mengurangi pencemaran lingkungan, meningkatkan produktivitas pertanian, dan mendukung kemandirian petani di Desa Malangnengah.