Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

EFFECT OF RICE BRAN SOURDOUGH ON THE QUALITY OF RICE BRAN LOAF BREAD Ismiyati; Affandi, Arief Rakhman; Nurdyansyah, Fafa; Ferdiansyah, M. Khoiron
Agrisaintifika: Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 9 No. 2 (2025): Agrisaintifika
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ags.v9i2.6530

Abstract

Sourdough is a fermented mixture of water and flour. Sourdough can be used in making bread with good nutritional content. Instant yeast which is usually used for making bread has adverse effect on health if consumed directly compared to using natural yeast. However, currently sourdough is being developed as a bread developer. This research aims to analyze the effect of the concentration of natural yeast on the physical and chemical characteristics, the shelf life and sensory properties of rice bran bread. The method of this research used a Completely Randomized Design (CRD) with control variables of instant yeast and sourdough concentration of 10%; 20%; 30%; and 40% of the total weight of flour. The tests carried out include the physical quality of the bread, organoleptic tests and proximate content tests. Based on the results of the ANOVA test for texture and color, the same results were obtained so that the best results were determined based on the organoleptic testing, which is rice bran bread with 30% sourdough concentration. Based on proximate analysis, it shows that sourdough rice bran bread has a lower total energy content (195.51 kcal/100g), fat content (3.36%), NaCl content (1.49%), carbohydrate content (26.98%) and reducing sugar (5.39%) also has higher protein content (14.34%) than ricebran bread that uses instant yeast. Sourdough rice bran bread has a longer shelf life compared to rice bran bread using instant yeast.  Keywords: bread, physical and chemical qualities, rice bran, shelf-life, sourdough
Penyimpanan Minuman Serbuk Daun Sirsak Dengan Penambahan Jahe Menggunakan Kemasan Metalized Pada Variasi Suhu Dan Lama Waktu Penyimpanan Mughofar, Dzatul Kahfi; Umiyati, Rini; Muflihati, Iffah; Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i1.17664

Abstract

Soursop leaf drink with the addition of ginger is a powder drink product which is developed into a functional food because it contains antioxidants which are good for health. Drinks in the form of powders have a low water content, so they last longer during storage. The quality of the drink can be maintained with proper packaging and storage temperature. The purpose of this study was to determine the effect of temperature and storage time of soursop leaf powder drink with the addition of ginger in metalized packaging to maintain product quality and extend shelf life. This study used a 2-factor Completely Randomized Design (CRD) with temperature treatment (10⁰C and 27⁰C) and storage time (1, 2, and 3 weeks), each treatment was repeated 3 times. Analysis was performed on 4 parameters, namely, water content, water activity, pH, and antioxidant activity. The results showed that there was a significant effect of temperature and storage time on water content, water activity, color, pH solubility, and antioxidant activity.Keywords: powder drink, antioxidant activity, soursop leaves, ginger
Karakteristik Fisikokimia Mi Instan Bebas Gluten Berbasis Labu Kuning (Curcubita maxima) Chapib Jamaludin; Iffah Muflihati; Arief Rakhman Affandi
Journal of Innovative Food Technology and Agricultural Product Vol 3 No 1 (2025) Juni: Journal of Innovative Food Technology and Agriculture Product
Publisher : Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jitap.v3i1.7800

Abstract

Pumpkin is an abundant agricultural commodity that has not been utilised to its full potential. People's consumption patterns that are moving towards gluten-free processed foods are an opportunity for the development of processed pumpkin products. Instant noodles are one of the processed products that are in demand by the public. This study aims to determine the physicochemical characteristics of gluten-free pumpkin instant noodles. Gluten-free pumpkin instant noodles were tested proximate, colour and texture. This research used experimental method with 1 type of instant noodle formulation. The results of this study showed that gluten-free pumpkin instant noodles contained protein content of 4.87% protein, 4.09% water content, 19.47% fat content, 4.03% ash content, and 67.32% carbohydrate content. Texture analysis included hardness, stickiness and tackiness with values of 13.42 N, 0.03 mJ, and 4.62 N, respectively. Colour values showed a brightness of 53.29 with the colour of the noodles tending to brown.
Perbedaan Lama Sakarifikasi dan Konsentrasi Substrat Pada Pembuatan Gula Cair Dari Pisang Tanduk Lestari, Ayu Wiji; Muflihati, Iffah; Mariska, Nurul Putri; Anggraeni, Cerly Nurlita; Affandi, Arief Rakhman; Fitriyana, Vicha; Nurdyansyah, Fafa
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.27600

Abstract

Gula cair banyak dipilih oleh industri makanan dan minuman karena kelebihannya yang tidak mudah mengkristal, lebih praktis, dan mudah dilarutkan, serta dapat mempercantik tampilan produk seperti pada industri roti. Pisang, khususnya pisang tanduk, dengan kandungan karbohidrat dan pati yang tinggi memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi gula cair melalui proses hidrolisis enzimatik dengan menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh kondisi proses konsentrasi substrat dan lama proses sakarifikasi terhadap pembuatan gula cair dari pisang tanduk dengan menggunakan metode enzimatis dengan penambahan enzim glukoamilase pada proses sakarifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) model faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah waktu sakarifikasi (6 jam dan 8 jam) dan faktor kedua adalah konsentrasi substrat (15%, 20% dan 25%). Penggunaan waktu sakarifikasi dan jumlah konsentrasi substrat berpengaruh secara signifikan terhadap viskositas, kadar abu, dan intensitas warna. Perlakuan terbaik adalah waktu sakarifikasi selama 8 jam dan konsentrasi substrat pati 25% (b/v) yang menghasilkan nilai viskositas sebesar 41,50 mPa.s, nilai kadar abu 0,35%, dan nilai L*, a*, dan b* berturut-turut sebesar 47,27±0,12cd, 0,30±0,03a, dan 2,25±0,03b.
Efektivitas Penambahan Kitosan dan Ekstrak Jeruk Nipis dalam Pembuatan Antimicrobial Edible Coating dan Aplikasinya pada Fresh-Cut Jambu Biji Kristal Maghfiroh, Jami'atul; Sofa, Anggun Desiana; aprillia, anis; Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi kitosan dan ekstrak jeruk nipis terhadap kualitas edible coating yang dapat berperan sebagai antimikroba sehingga dapat memperpanjang masa simpan fresh-cut product buah jambu biji kristal (Psidium guajava L). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Faktorial dengan pola RAL dengan menggunakan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi kitosan dengan 4 taraf yaitu 4%, 5%, 6%, dan 7%. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak jeruk nipis 42.86% dan 50%. Analisis terdiri dari nilai susut bobot selama penyimpanan, kadar air, uji sensoris warna dan tekstur serta pengujian antimicrobial edible coating (peran edible coating dalam menghambat pertumbuhan mikroba dengan menggunkan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan nilai susut bobot terendah pada konsentrasi kitosan 6% dengan ekstrak jeruk nipis 42.86% dan 50% (K6J42.86 dan K6J50). Kadar air tertinggi didapatkan pada konsentrasi kitosan 6% dengan ekstrak jeruk nipis  42,86% (K6J42.86)yaitu kadar air 86,75%. Sedangkan pengujian sensoris warna dan tekstur oleh panelis dengan skala 1-5, dimana skala rendah yang menunjukkan warna masih cerah dan tekstur masih keras yaitu  konsentrasi kitosan 6% dan ekstrak jeruk nipis 42,86%. Sedangkan pembentukan zona bening terbesar yaitu pada konsentrasi kitosan 6% dan ekstrak jeruk nipis 50% (K6J50) dengan zona bening 6.75 mm.
KAJIAN SIFAT ANTIBAKTERI EMULSIFIER MONOLAURIN YANG DIHASILKAN DARI REAKSI KIMIAWI DAN ENZIMATIS Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.2097

Abstract

Monolaurin merupakan salah satu bentuk monogliserida yang memiliki kandungan asam laurat yang cukup tinggi. Selain dapat berfungsi sebagai emulsifier, produk ini juga memiliki sifat antibakteri yang cukup tinggi. Oleh karena itu, produk ini banyak diaplikasikan dalam dunia farmasetikal dan industri pangan. Produk monolaurin dapat dihasilkan dari berbagai sumber bahan baku yang memiliki kandungan asam laurat cukup tinggi, seperti minyak kelapa dan minyak inti sawit. Kedua jenis minyak nabati ini diketahui memiliki kandungan asam laurat sekitar 40-60%. Proses produksi dapat dilakukan secara kimiawi atau enzimatis dimana masing-masing jenis reaksi memiliki kelebihan dan kelemahan baik dari segi proses pembuatan dan karakteristik fisikokimianya. Beberapa penelitian menunjukkan bahawa monolaurin lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dibandingkan bakteri Gram negatif.
Estimating the Shelf Life of Yellow Pumpkin Instant Noodles Using the Arrhenius Model Approach in Different Packages : Pendugaan Umur Simpan Mi Instan Labu Kuning Menggunakan Pendekatan Model Arrhenius pada Kemasan yang Berbeda Chapib Jamaludin; Iffah Muflihati; Arief Rakhman Affandi; Fafa Nurdyansyah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 13 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2025.013.04.3

Abstract

Abstract Gluten-free pumpkin instant noodles is one of the developments of pumpkin-based processed products. The purpose of this study was to determine the shelf life of pumpkin instant noodles using the Arrhenius model ASLT method in different packaging. The types of packaging used were Polypropylene, Aluminium Foil, and SOS (Self-Opening Sack) Paper, which were stored for 42 days at 25, 35, and 45℃ with chemical and sensory variables taken every 7 days. The results of shelf life estimation follow the key parameters of free fatty acid content with the Arrhenius equation ln k =-347.08x-2.5626 and activation energy value of 689.301 cal/mol as the smallest activation value in all treatments. The estimated shelf life at 25℃, packed using SOS (Self-Opening Sack) paper packaging, has the longest shelf life of 67 days. Meanwhile, the aluminium foil and polypropylene packaging were 65 days and 60 days, respectively. As the length of storage increases, the shelf life of the product will get shorter.   Abstrak Mi instan labu kuning bebas gluten merupakan salah satu pengembangan produk olahan berbasis labu kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan masa simpan mi instan labu kuning menggunakan metode ASLT model Arrhenius dalam kemasan berbeda. Jenis kemasan yang digunakan adalah Polypropylene, Alumunium Foil, dan Kertas SOS (Self Opening Sack) yang disimpan selama 42 hari pada suhu 25, 35, dan 45℃ dengan pengambilan variabel kimia dan sensori setiap 7 hari sekali. Hasil pendugaan umur simpan mengikuti parameter kunci kadar asam lemak bebas dengan persamaan Arrhenius ln k =-347,08x-2,5626 dan nilai Energi aktivasi 689,301 kal/mol sebagai nilai aktivasi terkecil pada semua perlakuan. Hasil pendugaan umur simpan pada suhu 25℃ yang dikemas menggunakan kemasan kertas SOS SOS (Self Opening Sack) memiliki umur simpan yang paling lama yaitu 67 hari. Sedangkan pada kemasan alumunium foil dan polypropilen berurutan adalah 65 hari dan 60 hari. Seiring bertambahnya lama penyimpanan umur simpan produk akan semakin pendek.