Claim Missing Document
Check
Articles

Penyimpanan Minuman Serbuk Daun Sirsak Dengan Penambahan Jahe Menggunakan Kemasan Metalized Pada Variasi Suhu Dan Lama Waktu Penyimpanan Mughofar, Dzatul Kahfi; Umiyati, Rini; Muflihati, Iffah; Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i1.17664

Abstract

Soursop leaf drink with the addition of ginger is a powder drink product which is developed into a functional food because it contains antioxidants which are good for health. Drinks in the form of powders have a low water content, so they last longer during storage. The quality of the drink can be maintained with proper packaging and storage temperature. The purpose of this study was to determine the effect of temperature and storage time of soursop leaf powder drink with the addition of ginger in metalized packaging to maintain product quality and extend shelf life. This study used a 2-factor Completely Randomized Design (CRD) with temperature treatment (10⁰C and 27⁰C) and storage time (1, 2, and 3 weeks), each treatment was repeated 3 times. Analysis was performed on 4 parameters, namely, water content, water activity, pH, and antioxidant activity. The results showed that there was a significant effect of temperature and storage time on water content, water activity, color, pH solubility, and antioxidant activity.Keywords: powder drink, antioxidant activity, soursop leaves, ginger
Perbedaan Lama Sakarifikasi dan Konsentrasi Substrat Pada Pembuatan Gula Cair Dari Pisang Tanduk Lestari, Ayu Wiji; Muflihati, Iffah; Mariska, Nurul Putri; Anggraeni, Cerly Nurlita; Affandi, Arief Rakhman; Fitriyana, Vicha; Nurdyansyah, Fafa
Jambura Journal of Chemistry Vol 7, No 2 (2025): August
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/jambchem.v7i2.27600

Abstract

Gula cair banyak dipilih oleh industri makanan dan minuman karena kelebihannya yang tidak mudah mengkristal, lebih praktis, dan mudah dilarutkan, serta dapat mempercantik tampilan produk seperti pada industri roti. Pisang, khususnya pisang tanduk, dengan kandungan karbohidrat dan pati yang tinggi memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan menjadi gula cair melalui proses hidrolisis enzimatik dengan menggunakan enzim α-amilase dan glukoamilase. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengkaji pengaruh kondisi proses konsentrasi substrat dan lama proses sakarifikasi terhadap pembuatan gula cair dari pisang tanduk dengan menggunakan metode enzimatis dengan penambahan enzim glukoamilase pada proses sakarifikasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) model faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah waktu sakarifikasi (6 jam dan 8 jam) dan faktor kedua adalah konsentrasi substrat (15%, 20% dan 25%). Penggunaan waktu sakarifikasi dan jumlah konsentrasi substrat berpengaruh secara signifikan terhadap viskositas, kadar abu, dan intensitas warna. Perlakuan terbaik adalah waktu sakarifikasi selama 8 jam dan konsentrasi substrat pati 25% (b/v) yang menghasilkan nilai viskositas sebesar 41,50 mPa.s, nilai kadar abu 0,35%, dan nilai L*, a*, dan b* berturut-turut sebesar 47,27±0,12cd, 0,30±0,03a, dan 2,25±0,03b.
Efektivitas Penambahan Kitosan dan Ekstrak Jeruk Nipis dalam Pembuatan Antimicrobial Edible Coating dan Aplikasinya pada Fresh-Cut Jambu Biji Kristal Maghfiroh, Jami'atul; Sofa, Anggun Desiana; aprillia, anis; Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v2i1.2489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi kitosan dan ekstrak jeruk nipis terhadap kualitas edible coating yang dapat berperan sebagai antimikroba sehingga dapat memperpanjang masa simpan fresh-cut product buah jambu biji kristal (Psidium guajava L). Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Faktorial dengan pola RAL dengan menggunakan 2 faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi kitosan dengan 4 taraf yaitu 4%, 5%, 6%, dan 7%. Faktor kedua adalah konsentrasi ekstrak jeruk nipis 42.86% dan 50%. Analisis terdiri dari nilai susut bobot selama penyimpanan, kadar air, uji sensoris warna dan tekstur serta pengujian antimicrobial edible coating (peran edible coating dalam menghambat pertumbuhan mikroba dengan menggunkan bakteri Escherichia coli. Hasil penelitian menunjukkan nilai susut bobot terendah pada konsentrasi kitosan 6% dengan ekstrak jeruk nipis 42.86% dan 50% (K6J42.86 dan K6J50). Kadar air tertinggi didapatkan pada konsentrasi kitosan 6% dengan ekstrak jeruk nipis  42,86% (K6J42.86)yaitu kadar air 86,75%. Sedangkan pengujian sensoris warna dan tekstur oleh panelis dengan skala 1-5, dimana skala rendah yang menunjukkan warna masih cerah dan tekstur masih keras yaitu  konsentrasi kitosan 6% dan ekstrak jeruk nipis 42,86%. Sedangkan pembentukan zona bening terbesar yaitu pada konsentrasi kitosan 6% dan ekstrak jeruk nipis 50% (K6J50) dengan zona bening 6.75 mm.
KAJIAN SIFAT ANTIBAKTERI EMULSIFIER MONOLAURIN YANG DIHASILKAN DARI REAKSI KIMIAWI DAN ENZIMATIS Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v1i2.2097

Abstract

Monolaurin merupakan salah satu bentuk monogliserida yang memiliki kandungan asam laurat yang cukup tinggi. Selain dapat berfungsi sebagai emulsifier, produk ini juga memiliki sifat antibakteri yang cukup tinggi. Oleh karena itu, produk ini banyak diaplikasikan dalam dunia farmasetikal dan industri pangan. Produk monolaurin dapat dihasilkan dari berbagai sumber bahan baku yang memiliki kandungan asam laurat cukup tinggi, seperti minyak kelapa dan minyak inti sawit. Kedua jenis minyak nabati ini diketahui memiliki kandungan asam laurat sekitar 40-60%. Proses produksi dapat dilakukan secara kimiawi atau enzimatis dimana masing-masing jenis reaksi memiliki kelebihan dan kelemahan baik dari segi proses pembuatan dan karakteristik fisikokimianya. Beberapa penelitian menunjukkan bahawa monolaurin lebih efektif menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif dibandingkan bakteri Gram negatif.
Estimating the Shelf Life of Yellow Pumpkin Instant Noodles Using the Arrhenius Model Approach in Different Packages : Pendugaan Umur Simpan Mi Instan Labu Kuning Menggunakan Pendekatan Model Arrhenius pada Kemasan yang Berbeda Chapib Jamaludin; Iffah Muflihati; Arief Rakhman Affandi; Fafa Nurdyansyah
Jurnal Pangan dan Agroindustri Vol. 13 No. 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Department of Food Science and Biotechnology, Faculty of Agriculture Technology, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpa.2025.013.04.3

Abstract

Abstract Gluten-free pumpkin instant noodles is one of the developments of pumpkin-based processed products. The purpose of this study was to determine the shelf life of pumpkin instant noodles using the Arrhenius model ASLT method in different packaging. The types of packaging used were Polypropylene, Aluminium Foil, and SOS (Self-Opening Sack) Paper, which were stored for 42 days at 25, 35, and 45℃ with chemical and sensory variables taken every 7 days. The results of shelf life estimation follow the key parameters of free fatty acid content with the Arrhenius equation ln k =-347.08x-2.5626 and activation energy value of 689.301 cal/mol as the smallest activation value in all treatments. The estimated shelf life at 25℃, packed using SOS (Self-Opening Sack) paper packaging, has the longest shelf life of 67 days. Meanwhile, the aluminium foil and polypropylene packaging were 65 days and 60 days, respectively. As the length of storage increases, the shelf life of the product will get shorter.   Abstrak Mi instan labu kuning bebas gluten merupakan salah satu pengembangan produk olahan berbasis labu kuning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan masa simpan mi instan labu kuning menggunakan metode ASLT model Arrhenius dalam kemasan berbeda. Jenis kemasan yang digunakan adalah Polypropylene, Alumunium Foil, dan Kertas SOS (Self Opening Sack) yang disimpan selama 42 hari pada suhu 25, 35, dan 45℃ dengan pengambilan variabel kimia dan sensori setiap 7 hari sekali. Hasil pendugaan umur simpan mengikuti parameter kunci kadar asam lemak bebas dengan persamaan Arrhenius ln k =-347,08x-2,5626 dan nilai Energi aktivasi 689,301 kal/mol sebagai nilai aktivasi terkecil pada semua perlakuan. Hasil pendugaan umur simpan pada suhu 25℃ yang dikemas menggunakan kemasan kertas SOS SOS (Self Opening Sack) memiliki umur simpan yang paling lama yaitu 67 hari. Sedangkan pada kemasan alumunium foil dan polypropilen berurutan adalah 65 hari dan 60 hari. Seiring bertambahnya lama penyimpanan umur simpan produk akan semakin pendek.
INOVASI GINGERBREAD BERBAHAN DASAR KENTANG DENGAN PERLAKUAN YANG BERBEDA Avelia, Variska; Anggarini, Dola Mareta; Nurazizah, Desi; Maolana, Fedo Alta; Annajah, Abdillah Fathan Generus; Muflihati, Iffah; Affandi, Arief Rakhman
Jurnal Agrifoodtech Vol. 4 No. 2 (2025): Desember : Jurnal Agrifoodtech
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sc2sfj28

Abstract

Gingerbread merupakan kue kering yang terbuat dengan bahan dasar tepung terigu dengan campuran jahe dan bubuk kayu manis. Ketergantungan penggunaan tepung terigu pada pembuatan produk pangan sampai saat ini masih sangat tinggi, salah satu upaya untuk mengurangi penggunaan tepung terigu adalah dengan memanfaatkan tepung kentang sebagai pengganti tepung terigu. Jahe memiliki beragam jenis dan karakteristik yang berbeda, penggunaan jahe yang biasanya yang digunakan dalam pembuatan gingerbread yang sering dijumpai dipasaran berupa jenis jahe merah, jahe gajah dan jahe emprit. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh jenis dan bentuk jahe terhadap kualitas gingerbread cookies. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 perlakuan jenis jahe yaitu jahe gajah dan jahe merah, dan dalam bentuk bubuk dan cair. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan jenis jahe berupa bubuk dan cair menunjukkan pengaruh signifikan terhadap parameter fisik dan organoleptik produk. Penggunaan jahe bubuk cenderung meningkatkan kekerasan, serat kasar, dan daya kembang, serta menghasilkan warna yang lebih gelap dan tekstur yang lebih padat. Sebaliknya, jahe cair menghasilkan gingerbread yang lebih lembut, berwarna lebih cerah, dan tekstur lebih rapuh. Analisis sensoris menunjukkan preferensi konsumen terhadap gingerbread dengan perlakuan jahe cair dari segi warna dan aroma lebih disukai, sementara dari aspek tekstur dan kekerasan, jahe bubuk lebih disukai.  
Pengaruh Bahan Pengisi Dan Waktu Pengeringan Terhadap Karakteristik Fisikokimia Pada Granul Effervescent Temulawak Kumalasari, Aliftiya Dewi Nur; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurlaili, Enny Purwati
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25254

Abstract

Temulawak merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk granul effervescent karena selain dapat menutupi rasa pahit temulawak juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu faktorial dengan pola dasar RAL (Rancangan Acak Lengkap). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh variasi bahan pengisi maltodekstrin dan xylitol dengan variasi lama pengeringan yaitu 2 jam, 3 jam, dan 4 jam terhadap sifat fisikokimia granul effervescent temulawak. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Granul effervescent temulawak yang dihasilkan memiliki kadar total fenol 0,05-0,07 mg/g dan kecepatan larut 0,04- 0,05g/s. Granul tersebut juga memiliki tingkat higroskopisitas atau daya serap air sebanyak 1,92-2,21%. Kadar air yang terkandung dalam produk sebanyak 1,40-1,94% (b/b). Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan Tingkat kesukaan 2,93 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna yang cukup kuning, rasa agak pahit, rasa cukup asam, dan rasa cukup manis. Produk dengan perlakuan bahan pengisi xylitol dan lama pengeringan 3 jam paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.Kata Kunci : Temulawak; granul effervescent; maltodekstrin; pengeringan; xylitol.
Pengaruh Jenis Beras dan PreTreatment Penyangraian Terhadap Karakteristik Fisikokimia Beras Kencur Instan Adhim, M. Fauzul; Affandi, Arief Rakhman; Muflihati, Iffah; Nurdyansyah, Fafa
Jurnal Ilmu Pangan dan Hasil Pertanian Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Program Studi Teknologi Pangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jiphp.v8i2.25257

Abstract

Kencur merupakan tanaman rimpang yang dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan produk pangan fungsional. Pemilihan produk beras kencur instan menjadi salah satu potensi pemanfaatan kencur yang selama ini diolah secara tradisional juga untuk meningkatkan daya tarik konsumen terhadap inovasi produk pangan. Metode percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Percobaan Faktorial. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis beras terhadap sifat fisik dan sensoris minuman beras kencur instan serta mengetahui pengaruh pre treatment penyangraian beras terhadap sifat fisiokimia maupun sensoris minuman beras kencur instan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang dilakukan berpengaruh terhadap karakteristik fisiko-kimia produk. Beras Kencur Instan yang dihasilkan memiliki kadar air 0,78-0,92% dan kadar abu 0,42-0,52%. Serbuk tersebut juga memiliki tingkat tingkat kelarutan 93,33%. Aktivitas Antioksidan yang terkandung dalam produk sebanyak 14,49-23,51% . Hasil analisis kesukaan, panelis lebih suka terhadap perlakuan ini dengan tingkat kesukaan 3,1 yang berati agak suka hingga netral. Sedangkan pada uji deskriptif organoleptik menghasilkan warna kehitaman dan agak kemerahan mempengaruhi deskripsi panelis. Produk dengan perlakuan Penyangraian+Penepungan Beras Putih (STP) paling disukai saat analisis organoleptik dan memiliki karakteristik fisikokimia terbaik.
Pemberdayaan Masyarakat Desa Jungsemi di Masa Pandemi Covid 19 Melalui Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer dan Pelindung Wajah Rosalina Ginting; Maftukin Huda; Valdyan Drifanda; Arief Rakhman Affandi
IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services Vol. 1 No. 1 (2020): IJECS: Indonesian Journal of Empowerment and Community Services
Publisher : Universitas Veteran Bangun Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32585/ijecs.v1i1.780

Abstract

Pada masa pandemi virus corona terjadi beberapa perubahan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Pembatasan sosial pada beberapa kegiatan perlu dilakukan untuk mencegah menyebarnya virus corona ini. Pola adaptasi baru dengan melakukan perilaku sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menghindari kerumunan massa, atau menggunakan masker atau pelindung wajah, merupakan cara yang cukup efektif untuk  mencegah penularan virus corona. Penggunaan hand sanitizer diharapkan dapat meminimalisasi penularan virus kepada orang lain Ketika tidak tersedia fasilitas cuci tangan pada suatu tempat. Selain itu, produk hand sanitizer juga bisa dikatakan cukup praktis dalam penggunaannya karena dapat dibawa dengan mudah. Berdasarkan alasan tersebut, tim PPDM bekerja sama dengan Satuan Tugas Covid 19 dan Laboratorium pendiikan Biologi Universitas PGRI Semarang untuk memberikan pelatiha pembuatan hand sanitizer an pelindung wajah bagi warga Desa Jungsemi. Pelatihan pembuatan hand sanitizer dan pelindung wajah ini bertujuan melatih warga desa agar dapat memanfaatkan potensi usaha ini di masa pandemi. Selain itu, juga bertujuan untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai perilaku sehat yang nantinya menjadi pola adaptasi baru di masa pandemi ini.
Karakteristik Fisikokimia Sosis Udang Vaname dengan Penggunaan Konsentrat Protein Kacang Kenari (Canarium indicum L.) Sebagai Emulsifier dan Binder Pati Tapioka Nurul Putri Mariska; Rizky Muliani Dwi Ujianti; Fafa Nurdyansyah; Arief Rakhman Affandi
Vol 16 No 1 (2026): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v16i1.1874

Abstract

This study aimed to evaluate the effect of adding walnut protein concentrate as a natural emulsifier on the functional and physicochemical characteristics of whiteleg shrimp sausage. The parameters analyzed included moisture content, fat content, water-holding capacity (WHC), protein content, emulsion stability, and texture (hardness, cohesiveness, and springiness). The research employed a factorial randomized block design (RBD) with two factors: the concentration of walnut protein concentrate (2%, 3%, and 4%) and the concentration of tapioca starch binder (3% and 4%). The results showed that adding walnut protein concentrate and tapioca starch significantly influenced all tested parameters. The moisture content ranged from 75.05% to 76.56%, fat content from 1.27% to 1.77%, WHC from 83.42% to 93.09%, protein content from 12.41% to 12.65%, emulsion stability from 82.67% to 86.67%, and hardness from 11.42 N to 18.65 N Cohesiveness was 0.7, and springiness was 0.9. The best treatment was found in the combination of 4% walnut protein concentrate and 3%–4% tapioca binder, depending on the parameter measured. The 4% concentrate and 4% binder combination yielded the highest moisture, fat content, and WHC, while the 4% concentrate and 3% binder combination produced the best emulsion stability and protein content. These findings suggest that walnut protein concentrate has strong potential as an effective plant-based emulsifier in shrimp-based sausage products.
Co-Authors Adhim, M. Fauzul Amelia Anggarini, Dola Mareta Anggraeni, Cerly Nurlita Anggun Desiana Sofa Annajah, Abdillah Fathan Generus aprillia, anis Ary Susatyo Nugroho Avelia, Variska Azriel Daffa Muhammad Bambang Supriyadi Chapib Jamaludin Chapib Jamaludin Desi Sekar Utami Dewi Wulandari Dina Ariani, Dina Drifanda, Valdyan Eddy KemenadyKemenady Endang Is Retnowati Enny Purwati Nurlaili Erlina Dwi Novianti Erwin Setiawan, Erwin Esa Alisianti Al Rachman Eva Elysa Oktaviya Eva Elysa Oktaviys Fafa Nurdyansyah Fafa Nurdyansyah fafa nurdyansyah, fafa Ferdiansyah, M. Khoiron Ferdiansyah, Moh Khoiron Ferdiansyah, Mokhamad Khoiron Fitriyana, Vicha Hasbullah, Umar Hafidz Asy’ari Iffah Mufflihati Iffah Muflihati Iffah Muflihati, Iffah Ismiyati Isyqi Aulia Rohmah Kumalasari, Aliftiya Dewi Nur Lestari, Ayu Wiji M. Khoiron Ferdiansyah Maftukin Huda Maftukin Huda Maftukin Hudah Maghfiroh, Jami'atul Maolana, Fedo Alta Marcella Berliana Purnama Mariska, Nurul Putri Mayla Dewinta Putri Harjono Moh Khoiron Ferdiansyah Mughofar, Dzatul Kahfi Mulidavi Mutya Rochmah Nofitasari, Shindi Nova Ellya Widiyati Nur Aksin Nur Khikmah, Nur Nurazizah, Desi Nuri Andarwulan Nurul Putri Mariska Oktaria, Taskiya Sindy Prabowo, Azis Purwiyatno Hariyadi Ratih Lido Prameswari Relita Indar Hapsari Ria Choriatul Nur Ria Noviar Triana Ria Noviar Triana Rizki Bhakti Pertiwi Rizky Muliani Dwi Ujianti Rosalina Ginting Sari Suhendriani Septa Yufi Kurniawan Sinta Dewi Sofa, Anggun Desiana Susanti, Alifah Dwi Tala Desicha Amalia Mukmina Ujianti, Rizky Muliani Dwi Umar Hafidz Asyari Hasbullah Umar Hafidz Asyari Hasbullah Umar Hafidz Asy’ari Hasbullah, Umar Hafidz Asy’ari Umar Hafidz Asy’ari Hasbullah Umiyati, Rini Wicaksono, Dani Satrio Wincy Wincy Yanthy Niam Imana Zahra Fidela Zahwa Mailul A'roof