Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Analisis Filosofis Tentang Ilmu Pengetahuan dalam Perspektif Filsafat Pendidikan Islam dan Implikasinya terhadap Pengembangan Pendidikan Islam Rizal Safarudin; Zulfamanna Zulfamanna; Zulmuqim Zulmuqim; M Zalnur
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i1.682

Abstract

The purpose of this study is to find out and analyze the problems of science daperspective of the philosophy of Islamic education and its implications for the development of Islamic Education. Pen shapeThis is a descriptive qualitative library research. The data sources in this research are adbooks and journals that are relevant to this research. data collection techniques from document studiesand the data obtained is processed and concluded. The problem found is about the concept of Isknowledge of the development of Islamic Education. results of research on the concept of science daIslam, Dichotomy of Science, Islamization of Science, Integration and interconnection of knowledge and its implications for carriersIslamic studies
Hakikat Pendidikan Islam Ujang Sayuti; Al Ikhlas; Andi Fery; Zulmuqim Zulmuqim; M. Zalnur
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education is a conscious and deliberate effort. Education embodies the learning process so that learners are actively developing their potential to have the spiritual power of religion, self-control, personality, intelligence, noble character, as well as the necessary skills themselves, society, nation and state. Education is defined as the reciprocal of each person in coping with nature, with friends, and with the universe. Education is also an organized and complete development of all human potential; moral, intellectual and physical, and the individual personality and society are expected usefulness in order to collect all of these activities for the purpose of his life (the final destination). The explanation above clarifies that education is a process or a conscious effort to provide guidance or direction to the development of children’s physical and spiritual sense of humanity towards perfection. In other words, the essence of education is the formation of a mature man, having skill, impeccable craftsmanship with major personality or character. This article elaborates the nature of education in the context of the macro.
PENGEMBANGAN MATERI AJAR BAHASA ARAB BERBASIS CONNECTED MODEL Fauzana Annova; Zulmuqim Zulmuqim; Yasmadi Yasmadi
Ensiklopedia of Journal Vol 5, No 3 (2023): Volume 5 No. 3 Edisi 1 April 2023
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (550.41 KB) | DOI: 10.33559/eoj.v5i3.1607

Abstract

The aim  study was to develop connected model-based Arabic teaching materials at MTsN 1 Padang Pariaman. The research methodology used is Research and development (R&D). This development to internalize Islamic values by connecting prior Arabic material with verses of the Quran and Hadith. The development of prior Arabic language teaching materials by presenting verses of the Quran and Hadith in them is highly expected by students, an average overall need assessment score of 73.93% is obtained,. The results of the expert validation of this development product are 90.5% and the practicality test is also very practical 91.9%. Furthermore, trials were carried out on this development product and also obtained data that the use of this book was very effective with a score of sig (2-tailed) <0.05, which is 0. Therefore it can be concluded that the product of developing connected model based Arabic teaching materials is accepted Furthermore, the textbooks from this development can be disseminated to madrasahs in the vicinity.Keywords: Arabic  Materials, Connected Model, Product of Developing.
Pesantren : Asal Usul, Pertumbuhan Kelembagaan Dan Karakteristiknya Robi Aroka; Desman Desman; Zulmuqim Zulmuqim; Erwin Erwin; Duski Samad
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 3 No. 2 (2023): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v3i2.883

Abstract

Pesantren merupakan salah satu lembaga pendidikan Islam yang bersifat formal yang ada di Jawa, ia sudah ada sejak mulainya perkembangan Islam di Jawa. Ia tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan Islam di Nusantara. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang telah dikenal sejak zaman kolonial. Usia pesatren sudah sangat tua dan tidak pernah lekang diterpa perubahan zaman. Semakin lama semakin modern dan jumlahnya semakin banyak. Pesantren dijadikan sebagai sarana dakwah Islam dan memiliki konstribusi yang cukup besar terhadap perkembangan Islam di Jawa bahkan juga di luar Jawa. Pesantren merupakan lembaga pendidikan yang mempunyai sejarah panjang dan unik. Secara historis, pesantren termasuk pendidikan Islam yang paling awal dan masih bertahan sampai sekarang. Berbeda dengan lembaga-lembaga pendidikan yang muncul kemudian, pesantren telah sangat berjasa dalam mencetak kader -kader ulama, dan kemudian berperan aktif dalam penyebaran agama Islam dan transfer ilmu pengetahuan. Karena keunikannya itu maka pesantren hadir dalam berbagai situasi dan kondisi dan hampir dapat dipastikan bahwa lembaga ini, meskipun dalam keadaan yang sangat sederhana dan karekteristik yang beragam, tidak pernah mati. Demikian pula semua komponen yang ada didalamnya seperti kyai atau ustadz serta para santri senantiasa mengabdikan diri mereka demi kelangsungan pesantren. tentu saja ini tidak dapat diukur dengan standart system pendidikan modren dimana tenaga pengajarnya dibayar, karena jerih payahnya, dalam bayaran dalam bentuk material.
ANALISIS TERHADAP PERMASALAHAN PENDIDIKAN ISLAM DI PESANTREN, MADRASAH DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM Sarbaini Sarbaini; Lisa Candra Sari; Zulmuqim Zulmuqim; Muhammad Zalnur
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran (JRPP) Vol. 6 No. 4 (2023): Volume 6 No 4 Tahun 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v6i4.23167

Abstract

Pendidikan adalah sebuah proses, sekaligus sistem yang bermuara pada pencapaian kualitas manusia tertentu yang dianggap dan diyakini sebagai kualitas idaman. Berbagai permasalahan di atas dapat diidentifikasi terletak pada input, proses ataupun output pada lembaga pendidikan. Hal ini harus segera ditangani dan dicarikan solusi pemecahannya untuk menciptakan pendidikan nasional yang lebih berkualitas. Pesantren, Madrasah dan sekolah merupakan lembaga penyelenggara pendidikan di Indonesia . Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Informan penelitian ini adalah guru Ponpes Nurul Haq tingkat MA dan MTsN 1 Kerinci. Lokasi penelitian di Ponpes Nurul Haq tingkat MA dan MTsN 1 Kerinci. Hasil penelitian adalah Pelaksanaan pendidikan Islam di Pesantren dan Madrasah telah ada dari dahulunya. Kedua lembaga ini muncul dengan dilatar belakangi oleh kebutuhan yang berbeda antara satu sama lain. Dalam pelaksanaan pendidikan Islam kedua lembaga ini memiliki ciri khas atau corak yang berbeda antara satu sama lain. Pesantren lebih dominan Ilmu agamanya, sekolah lebih dominan ilmu umumnya. Sementara madrasah berada di antara kedua hal tersebut. Permasalahan pendidikan Islam di Pesantren dan Madrasah pada dasarnya masing-masing lembaga memiliki problematika dalam melaksanakan pendidikan Islam-nya. Ada sebagian dari problematika tersebut yang sama, namun tidak sedikit pula yang berbeda, sesuai dengan distingsi dari masing-masing lembaga pendidikan tersebut.
Evaluasi Program Pesantren Ramah Anak Model CIPP di Provinsi Sumatera Barat Albert Natsir; Zulmuqim Zulmuqim
SURAU : Journal of Islamic Education Vol 1, No 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/surau.v1i1.6375

Abstract

AbstractThis study describes the results of the evaluation of the child-friendly pesantren programme in West Sumatra Province. The model used is CIPP with Mixed Method. Data collection techniques used questionnaires, observation sheets, interviews, concept mastery tests and child-friendly pesantren guidelines. Data analysis and programme evaluation procedures are described in this article.  The results of the context evaluation showed that violence, discrimination and harassment still occur in most Islamic boarding schools in West Sumatra province. The results of the input evaluation showed that the child-friendly pesantren program guidelines issued by the Ministry of Religious Affairs, the Ministry of Women's Empowerment and Child Protection of the Republic of Indonesia have not been optimally socialised and the pesantren leaders, board of asatidz, santri and the community are aware of the child-friendly pesantren program but do not understand the concept, guidelines and technical instructions for child-friendly pesantren. The results of the process evaluation, namely monitoring designed to reveal the strengths and weaknesses of the implementation of the child-friendly pesantren programme, have not been optimal. Not all pesantren have a child-friendly pesantren development team. For pesantren that already have a child-friendly pesantren team, the team members do not have relevant competencies. The evaluation of products or outputs and outcomes designed to assess programme outcomes and programme sustainability shows that the child-friendly pesantren programme launched and developed by the government and Islamic boarding schools has not run as expected.AbstrakPenelitian ini menjelaskan tentang hasil evaluasiprogram pesantren ramah anak di Provinsi Sumatera Barat.Model yang digunakanCIPP dengan metode Mixed Method. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, lembar observasi, wawancara, tespenguasaan konsep dan pedoman pesantren ramah anak. Analisis data dan prosedur evaluasi program dijelaskan dalam artikel ini.  Sampel penelitian adalah 23 pondok pesantren yang tersebar di 12 kabupaten kota di Provinsi Sumatera Barat.Hasil evaluasi konteks menunjukkan bahwa masih terjadi kekerasan, diskriminasi dan pelecehan di rata rata pondok pesantren di provinsi Sumatera Barat. Hasil evaluasi input  menunjukkan bahwa pedoman program pesantren ramah anak yang diterbitkan oleh Kementerian Agama, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia belum optimal disosialisasikan dan pimpinan pesantren,dewan asatidz,santri dan masyarakat mengetahui adanya program pesantren ramah anak tetapi belum memahami konsep, panduan dan petunjuk teknis pesantren ramah anak. Hasil evaluasi proses, yaitu monitoring yang dirancang untuk mengungkap kekuatan dan kelemahan pelaksanaan program pesantren ramah anak belum optimal. Belum semua pondok pesantren memiliki tim pengembang pesantren ramah anak. Bagi pesantren yang telah memiliki tim pesantren ramah anak, anggota tim belum memiliki kompetensi yang relevan. Evaluasi produk atau keluaran dan hasil yang dirancang untuk menilai hasil programdan keberlanjutan program menunjukkan bahwa program pesantren ramah anak yang diluncurkan dan dikembangan oleh pemerintah dan pondok pesantren belum berjalan seperti yang diharapkan.
ISLAMISASI DAN PERTUMBUHAN INSTITUSI-INSTITUSI ISLAM, KHUSUSNYA INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM Rika Sartika; Zulmuqim Zulmuqim
Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Ilmiah Al-Furqan: Al-qur'an Bahasa dan Seni
Publisher : STAI Darul Quran Payakumbuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69880/alfurqan.v9i1.55

Abstract

Tulisan ini berusaha mendeskripsikan topic islamisasi dan pertumbuhan institusi Islam, terutama sekali institusi Pendidikan Islam di Indonesia dengan menggali sumber-sumber literature terkait. Pada pokok bahasan tersebut, penulis mencoba mencari dan mengkonstruksi teori-teori yang berkaitan dengan proses historis-sosiologis islamisasi di Indonesia; Bagaimana hubungan islamisasi dengan pertumbuhan lembaga-lembaga Islam, khususnya Lembaga Pendidikan Islam? Apa peran kerajaan Islam dalam islamisasi dan awal perkembangan Pendidikan Islam di Nusantara? Bagaimana pengaruhnya terhadap perubahan social masyarakat Indonesia. Perkembangan Lembaga Pendidikan Islam telah menarik perhatian para ahli baik dari dalam maupun luar negeri untuk melakukan kajian ilmiah secara komprehensif. Saat ini sudah banyak karya-karya penelitian para ahli yang menginformasikan tentang islamisasi dan tumbuh dan berkembangnya lembaga Pendidikan khususnya Pendidikan Islam. Tujuannya untuk memperkaya khazanah ilmu pengetahuan yang bernuansa Islami sekaligus menjadi acuan dan perbandingan bagi pengelola Pendidikan Islam pada periode-periode berikutnya.
Majelis Ta’lim: Analisis Tentang Keberadaan, Perkembangan dan Tantangan Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Nashiruddin Nashiruddin; Zulmuqim Zulmuqim; Zalnur Zalnur
Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 3 No 2 (2022): Permata : Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah Universitas Islam Bunga Bangsa Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Majelis ta'lim is one of the non-formal educational institutions that aim to increase faith and piety to Allah Swt and noble character for the congregation, as well as realizing mercy for the universe. In practice, majelis ta'lim is the most flexible place of Islamic teaching or education and is not bound by time.This study aims to determine how the existence of majelis ta'lim, its development and challenges as an Islamic educational institution.The type used in this study is Library Research where this library research is carried out with researchers not directly into the field but this research is carried out through research on written works and various kinds of literature available, be it through books, journals, magazines, newspapers, newspapers and so forth.The results showed that majelis ta'lim as one of the answers to the needs of citizens to the aspects of strengthening the science of religion and enlightenment of the soul emitted through the teaching of Islamic values. The flexibility of organizational management aspects owned by majelis ta'lim as a non-formal educational institution makes the presence of majelis ta'lim feel grounded in almost all elements of society. Majelis ta'lim became a unifying forum for society where all circles merged without the barriers of social classes that separated their togetherness.Keyword: Majelis Ta'lim; Development; Challenge. Abstrak Majelis ta’lim adalah salah satu lembaga pendidikan non-formal yang bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt dan akhlak mulia bagi jamaahnya, serta mewujudkan rahmat bagi alam semesta. Dalam prakteknya, majelis ta’lim merupakan tempat pangajaran atau pendidikan agama Islam yang paling fleksibel dan tidak terikat oleh waktu.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana keberadaan majelis ta’lim, perkembangan dan tantangannya sebagai lembaga pendidikan Islam.Jenis yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian studi pustaka (library research) dimana penelitian pustaka ini dilakukan dengan peneliti tidak terjun langsung ke lapangan tetapi penelitian ini dilakukan melalui penelurusan terhadap karya-karya tulis dan berbagai macam literature yang tersedia, baik itu melalui buku, jurnal, majalah, koran, surat kabar dan lain sebagainya.Hasil penelitian menunjukkan bahwa majelis ta’lim sebagai salah satu jawaban bagi kebutuhan warga masyarakat terhadap aspek pemantapan ilmu agama dan pencerahan jiwa yang dipancarkan melalui pengajaran nilai-nilai ajaran Islam. Kelenturan aspek manajemen keorganisasian yang dimiliki oleh majelis ta’lim sebagai lembaga pendidikan non-formal membuat kehadiran majelis ta’lim terasa membumi dalam hampir semua elemen-elemen masyarakat. Majelis ta’lim menjadi wadah pemersatu masyarakat di mana semua kalangan melebur tanpa sekat-sekat kelas sosial yang memisahkan kebersamaan mereka.Kata Kunci: Majelis Ta’lim; Perkembangan; Tantangan.