Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG MAGGOT DENGAN DOSIS BERBEDA PADA PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAME (OSPHRONEMUS GAURAMY) Andri, Andri; Koniyo, Yuniarti; Juliana, Juliana; Fintarji, Rian
Gorontalo Fisheries Journal Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 Nomor 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32662/gfj.v8i1.4395

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat apakah dengan menambahkan tepung maggot dengan dosis berbeda di wadah budidaya dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan gurame (Osphronemus gauramy). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimen. Hewan uji yang digunakan yaitu benih ikan gurame (Osphronemus gauramy) sejumlah 120 ekor, dengan perlakuan A (kontrol), B (tepung maggot 20% pakan buatan 80%), C (tepung maggot 30% pakan buatan 70%), dan D (tepung maggot 40% pakan buatan 60%). Media budidaya yang digunakan adalah akuarium yang berukuran 60 × 40 × 40 sebanyak 12 buah dan masing-masing diisi air sebanyak 20 liter dengan ikan sebanyak 10 ekor/akuarium. Proses pemeliharaan dilakukan selama 40 hari. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan analisis ANOVA menggunakan aplikasi spss versi 29. Selain itu, dilakukan uji tambahan yaitu uji lanjut menggunakan uji tukay). Hasil yang didapatkan pada penelitian ini yaitu perlakuan yang diberikan memiliki pengaruh nyata terhadap pertumbuhan berat mutlak dan efesiensi pakan. Pertumbuhan berat mutlak tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan rata-rata pertumbuhan berat 1.217 cm, perlakuan dengan dosis tepung maggot 20% pakan buatan 80% untuk efesiensi pakan yang tertinggi terdapat pada perlakuan B dengan presentase 23.69 % dengan dosis tepung maggot 20% pakan buatan 80%, menunjukan dosis yang terbaik adalah 20%.
Achieving SDGs Targets as a Basis for Economic Area Development in Bone Bolango Regency Juliana Juliana; Yuniarti Koniyo; Citra Panigoro; Muhammad Rizq Gobel
International Journal of Economics and Management Research Vol. 3 No. 1 (2024): April : International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v3i1.199

Abstract

The relatively high potential for natural wealth has apparently not been able to overcome the problem of poverty in the Bone Bolango area. The problem of poverty does not only occur in Bone Bolango district but is still a national problem. This research aims to determine the achievement of SDGs targets as the basis for economic development in Bone Bolango Regency. This research is a quantitative descriptive study that uses expert respondents who are related to or know directly the SDGs achievement indicators for Bone Bolango district. Data analysis uses procedure hierarchy analysis (AHP) using expert choice 11 software. The results of the research show that there are six indicators that are problems in Bone Bolango district based on the SDGs achievement categories. Based on the results of the analysis of the answers given by respondents, the values obtained based on importance are: 1) eliminating extreme poverty (0.368), 2) reducing the percentage of poverty (0.240), 3) reducing the percentage of poverty based on gender and age (0.223), 4 ) increasing the proportion of women in parliament (0.075), 5) increasing GDP per capita (0.054), and 6) increasing the tax to GDP ratio (0.040). Achieving the SDGs indicator targets which is a problem in Bone Bolango Regency requires support, so there are five aspects assessed in this research, namely regulatory support, RPJMD priorities, institutional support, budget support and partnerships.
Efektivitas Media Filter yang Berbeda Terhadap Kualitas Air Benih Ikan Koi (Cyprinus carpio) dengan Sistem Resirkulasi Puluhulawa, Riska; Koniyo, Yuniarti; Lamadi, Arafik
The NIKe Journal VOLUME 10 ISSUE 4 | DECEMBER 2022
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v10i4.1283

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penggunaan media filter yang berbeda terhadap kualitas air dan media filter yang paling efektif dalam menjaga stabilitas kualitas air benih ikan koi (Cyprinus carpio) dengan sistem resirkulasi. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan, yaitu perlakuan A (dakron), perlakuan B (zeolit), perlakuan C (karbon aktif), perlakuan D (kontrol). Parameter yang diamati suhu, pH, oksigen terlarut (DO), nitrat (NO3), nitrit (NO2) dan amoniak (NH3). Hasil Analisis Sidik Ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa media filter yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap suhu, pH dan oksigen terlarut DO, namun tidak berpengaruh nyata terhadap nitrat (NO3), nitrit (NO2) dan amoniak (NH3). Media filter yang paling efektif dalam menjaga stabilitas oksigen terlarut (DO) benih ikan koi (Cyprinus carpio) dengan sistem resirkulasi adalah dakron (perlakuan A), sedangkan zeolit (perlakuan B) yang paling efektif dalam menjaga stabilitas suhu air benih ikan koi (Cyprinus carpio) dengan sistem resirkulasi.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS MANAJEMEN PERSAMPAHAN DAN PERMUKIMAN BERKELANJUTAN DI KELURAHAN LEATO UTARA KECAMATAN DUMBO RAYA KOTA GORONTALO Koniyo, Yuniarti; Hippy, Mohammad Zubair; Gobel, Muhammad Rizq; Machieu, Siti Rahmatia
Jurnal Abdi Insani Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v11i2.1651

Abstract

The province of Gorontalo has the potential for waste generation reaching 246,397.112 tons, primarily from households (48 percent), traditional markets (24 percent), and commercial areas (9 percent). Of the 140 tons of waste produced daily in Gorontalo City, only 70 tons are transported by the Environmental Services Department to the Talumelito Regional Landfill, while the remainder is left without adequate management, resulting in environmental damage. The community service program through the Community Service Learning (KKN) in Infrastructure aims to enhance sustainable waste management in Leato Village. Activities will involve KKN students in educating the community on environmentally friendly waste management practices, conducting Focus Group Discussions (FGDs), forming community self-help groups, mapping waste issues in the environment, and developing collaborative solutions to improve cleanliness and sanitation. Results indicated that over four months, the program successfully increased community awareness of the importance of responsible waste management. Initial testing found that public knowledge of sustainable waste and settlement management was rated poorly at 46.38%. Attitudes and behaviors scored 49.45% and 48.00% respectively, also falling below acceptable criteria. Final testing revealed significant improvement, with community knowledge in Leato Utara scoring 67.25% for sustainable waste and settlement management, and attitudes and behaviors scoring 73.45% and 70.40% respectively, meeting acceptable standards. In conclusion, the Infrastructure KKN program has positively contributed to improving waste management and sanitation in Leato Village, paving the way for cleaner and healthier settlements.
Pkm Bagi Kelompok Pembudidaya Ikan Air Tawar Di Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango Propinsi Gorontalo Juliana, Juliana; Koniyo, Yuniarti
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 2 No 1 (2018): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2018
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.482 KB) | DOI: 10.29407/ja.v2i1.12140

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pembudidaya di Kabupaten Bone Bolango dengan cara mentransfer teknologi pembuatan pakan yang berbahan dasar limbah pangan berupa ampas tahu dan kepala udang yang dapat diperoleh dengan harga yang relatif lebih murah. Sehingga hasil PKM ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan menghasilkan produk pakan dengan harga yang lebih murah. Transfer pengetahuan dan teknologi pembuatan pakan berbahan dasar limbah ampas tahu dan kepala udang merupakan hasil penelitian dengan hibah PT yang telah dilaksanakan oleh tim PKM sehingga telah diuji kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan dan telah dianalisis biaya produksinya. Pakan yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan budidaya ikan untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup serta secara ekonomi lebih murah dibandingkan dengan pakan komersil yang selama ini digunakan. Metode yang digunakan pada Program Kemitraan Masyarakat yaitu penyuluhan dan pelatihan. Metode penyuluhan dilakukan dengan cara memberikan materi dalam bentuk ceramah dan Tanya jawab untuk mentranfer pengetahuan mengenai bahan-bahan yang berasal dari limbah pangan yang dapat dijadikan bahan dasar pembuatan pakan dan jenis serta jumlah zat gizi yang terdapat pada bahan-bahan tersebut. Metode pelatihan dilakukan dengan cara melatih seluruh peserta PKM melalui transfer teknologi pembuatan pakan secara langsung ke pembudidaya baik secara kelompok maupun mandiri. Hasil kegiatan program PKM terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam teknologi pembuatan pakan ikan. Masyarakat dapat membuat sendiri pakan menggunakan bahan baku limbah industri sehingga dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan ekonomi masyarakat melalui peningkatan kualitas produk pakan.
Analysis of the suitability of floating net cage cultivation land based on environmental carrying capacity in Apal Village, Banggai Islands Regency Prayitno Kumeria, Toto; Koniyo, Yuniarti; Juliana
Acta Aquatica: Aquatic Sciences Journal Acta Aquatica, Vol. 12: No. 3 (December, 2025)
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/aa.v12i3.25254

Abstract

This study aims to analyze the carrying capacity of the aquatic environment and the factors that affect the development of Floating Net Cage (KJA) cultivation in Apal Village, Liang District, Banggai Islands Regency. The approach used is quantitative with a field survey method, including the measurement of physical, chemical, and biological parameters of the waters as well as social, economic, legal, and institutional analysis of coastal communities. Physico-chemical data were analyzed descriptive-comparatively based on the Decree of the Director General of PRL No. 55 of 2023, while socio-economic factors were analyzed using multiple linear regression with the help of SPSS 26 software. The results of the study show that the condition of land suitability varies between stations; temperature and general current are still appropriate, but salinity and nitrates exceed thresholds; Ammonia is in the highly appropriate category (S1), while phosphate is high at some points (N). Plankton diversity is moderate (H' 2,232–2,980), indicating fairly good ecosystem stability. Socially, economically, and institutionally, social and economic factors have a positive effect on the carrying capacity of the environment although it is not significant, while institutions have a negative effect due to weak coordination and supervision. In conclusion, the waters of Apal Village still have the potential for sustainable KJA development, but mitigation of high salinity, nutrient load control, and institutional strengthening are needed so that the carrying capacity of the environment is maintained. Keywords: Economic; Environmental Carrying Capacity; Floating Net Cages; Social; Water Quality
Analisis Kualitas Perairan untuk Pengembangan Budidaya Ikan Manggabai (Glossogobius giuris) di Danau Limboto Fikran Toolingo; Yuniarti Koniyo; Juliana Juliana
The NIKe Journal VOLUME 13 ISSUE 4 | DESEMBER 2025
Publisher : Fakultas Kelautan dan Teknologi Perikanan - Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/nj.v13i4.36339

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui informasi mendasar mengenai beberapa aspek kualitas air dan dasar dalam upaya pengelolaan serta dalam upaya pelestarian dan pengembangannya dari Ikan Manggabai (Glossogobius Giuris). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data yang diperoleh melalui pengambilan sampel kualitas air yang berada pada 10 titik stasiun di Danau Limboto dengan parameter Suhu, Kedalaman, Substrat, pH air, DO, Nitrat, Amonia, dan Plankton. Hasil yang diperoleh menunjukan nilai beragam pada parameter Fisik dan Kimia yang disebabkan oleh lingkungan sekitar disetiap stasiun lokasi pengamatan yang berbeda. Dan untuk Plankton yang ditemukan pada setiap lokasi penelitian sebanyak 15 Genus dari 7 Class Phytoplankton dengan jumlah tertinggi yaitu dari genus Chlorella sebesar 34 Ind dan dapat ditemukan pada stasiun 2 sampai stasiun 9, dan jumlah terendah adalah dari genus Asterionella dan Gonatozygon sebesar 1 Ind yang hanya ditemukan pada stasiun 1. Pengembangan budidaya ikan manggabai dapat dilakukan dengan dukungan kualitas perairan di danau limboto.
Identification of species, intensity, and prevalence of Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) ectoparasites in traditional ponds North Gorontalo Juliana Juliana; Yuniarti Koniyo; Ike Nursyafitri Dangkua; Indika Abd. Rahman
Depik Vol 12, No 1 (2023): APRIL 2023
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.12.1.27071

Abstract

Vannamei shrimp (Litopenaeus vannamei) production continues to decline due to parasitic attacks on ponds in North Gorontalo Regency. Ectoparasites are one of the factors that can cause failure in the cultivation of vannamei shrimp. This study aims to determine the type of ectoparasites, intensity, and prevalence of vannamei shrimp cultured in traditional ponds in the North Gorontalo Regency. The sampling of the research was carried out at five research stations. The sampling of this research was taken at random in 5 plots of ponds and the total number of shrimps as many as 150 tails. At each station, samples were taken of 30 vannamei shrimp. Sampling using fishing gear in the form of nets. The observed samples were 8-10 cm in size alive. Observations of ectoparasites were carried out microscopically using a Zeis Binocular microscope with 10x magnification. Data analysis used descriptive analysis of the types of ectoparasites, intensity, and, the prevalence of ectoparasites found. The results of the study found four types of ectoparasites found in vannamei shrimp, namely Zoothanium sp., Epistylis sp., Carchesium sp., and Vorticella sp. The intensity of ectoparasite attack on shrimp was categorized as low to moderate infection, namely 4-7 individuals/shrimp. The prevalence rate is 80-100% with the category of moderate to very severe infection.Keywords:EctoparasitesPrevalenceIntensityVannamei shrimp
Pengaruh Tepung Bulu Ayam sebagai Pakan Buatan untuk Sumber Protein terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp.) Fatria Siti Maharani Darise; Yuniarti Koniyo; Juliana Juliana
Juvenil Vol 7, No 2: Mei (2026)
Publisher : Department of Marine and Fisheries, Trunojoyo University of Madura, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/juvenil.v7i2.34316

Abstract

Ikan lele merupakan jenis ikan air tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia khususnya di Jawa, memiliki nilai jual tinggi dan cara budidaya yang tidak sulit. Pakan merupakan salah salah satu faktor terpenting dalam kegiatan budidaya ikan. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh pemberian pakan dari tepung bulu ayam sebagai sumber protein terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup ikan lele. Penelitian terdiri dari beberapa tahap yaitu persiapan wadah, persiapan tepung bulu ayam, persiapan pakan, persiapan ikan uji, pemeliharaan, variable penelitian, kualitas air dan analisis data. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 4 perlakuan A (dosis 3%), B (dosis 5%), C (dosis 7%), dan D (dosis 9%) dengan 3 ulangan. Data penelitian dianalisis ragam (ANOVA) untuk melihat pengaruh perlakuan (p 0,05). Hasil penelitian menunjukan penambahan tepung bulu ayam pada pakan berpengaruh pertumbuhan Panjang dan pertumbuhan berat pada taraf kepercayaan 95%. Kelangsungan hidup ikan lele 100%. Pemberian dosis pakan yang terbaik pada perlakuan B (Dosis 5%). Rasio konversi pakan yang terbaik pada perlakuan A (Dosis 3%). Kualitas air selama percobaan yaitu suhu 26 ⁰C, pH 7,4 -76 dan DO 6,7-69 mg/L. Penggunaan tepung bulu ayam dapat dikembangkan sebagai substitusi protein dalam pembuatan pakan ikan dan kegiatan budidaya di masa yang akan datang.
Pelatihan Pengelolaan Sampah Rumah Tangga Berbasis Komposter Dan Lubang Biopori Di Desa Toto Selatan Yuniarti Koniyo; Mita Alvionita; Muh. Alsere Bardian Sahaba; Muhammad Rizq Gobel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdimas)
Publisher : Jurusan Pendidikan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59562/abdimas.v4i1.12639

Abstract

Household waste management in South Toto Village, Tilongkabila District, Bone Bolango Regency, remains a pressing environmental issue that requires concrete and sustainable solutions. Most residents have not implemented waste sorting and tend to dispose of or burn waste without proper management, resulting in negative impacts on health and the environment. This community service activity aimed to empower residents through organic waste management training using appropriate technology, namely composting bags and biopore holes as simple, affordable, and environmentally friendly solutions. The implementation method consisted of four stages: (1) preparation and field coordination; (2) counseling; (3) practical training; and (4) monitoring and evaluation. The activity was carried out participatorily involving 20 participants from various community groups, including housewives, youth organizations, and community leaders. The results showed significant improvements in participants’ knowledge, skills, and awareness of the importance of sustainable household waste management. Most participants were able to independently manage organic waste, produce compost for yard plants, and implement biopore holes to improve soil water absorption. The activity also encouraged the formation of environmental action groups at the neighborhood level and plans to establish a Waste Bank in South Toto Village as a program sustainability measure. Thus, this activity successfully fostered community participation and independence in maintaining environmental cleanliness based on local empowerment.