Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Edukasi Cara Peningkatan Produksi ASI dan Pijat Oksitosin pada Ibu Bayi 0-1 tahun dalam Rangka Peningkatan Cakupan ASI sampai 2 Tahun Putri, Noviyati Rahardjo; Larasati, Disa; Septiana, Yesika Cahya; Dharmawan, Caroline; Amalia, Riza
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 2024
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v7i2.13153

Abstract

ABSTRAK ASI merupakan makanan alami terbaik dengan kandungan lengkap untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan energi bayi. Manfaatnya dapat memberikan imunitas bawaan dari ibu sehingga bayi mendapat perlindungan dari bebagai infeksi. Salah satu masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui yaitu ketidaklancaran produksi ASI. Beberapa ibu cemas dan beranggapan ASI yang diproduksi hanya sedikit yang menyebabkan frekuensi menyusui berkurang bahkan berhenti. Hal tersebut akan mengakibatkan rangsangan pada hormon prolaktin dan okstitosin turun sehingga produksi ASI semakin berkurang. Pengetahuan ibu sangat penting untuk mendukung keberhasilan cakupan ASI sampai anak berusia 2 tahun. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan ibu dan kader kesehatan tentang pentingnya edukasi tentang pijat oksitosin dan kiat bagaimana meningkatkan produksi ASI bagi ibu bayi 0-1 tahun. Kegiatan ini berupa penyampaian materi dengan menggunakan software microsoft power point. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah ibu bayi (0-1 tahun) sebanyak 5 orang dan 5 orang kader kesehatan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan mitra dengan rerata hasil pretest adalah 7,1 dan hasil posttest adalah 9,2. Pengetahuan ibu bayi 0-1 tahun dan kader mengalami peningkatan signifikan. Saran kegiatan pengabdian selanjutnya adalah adanya pendampingan dan edukasi mengenai MPASI sebagai persiapan menghadapi masa berakhirnya ASI ekskusif dan memenuhi kebutuhan makan bayi sesuai dengan tahapan perkembangan usia. Kata Kunci: ASI Booster, Pijat Oksitosin, Bayi, Ibu.  ABSTRACT Breast milk is the best natural food with complete ingredients to meet the nutritional and energy needs of babies. The benefit is that it can provide innate immunity from the mother so that the baby gets protection from various infections. One of the problems that often occurs in breastfeeding mothers is the lack of smooth breast milk production. Some mothers are worried and think that only a small amount of breast milk is produced, which causes the frequency of breastfeeding to decrease or even stop. This will cause stimulation of the hormones prolactin and oxytocin to decrease so that breast milk production decreases. Maternal knowledge is very important to support successful breastfeeding coverage until the child is 2 years old. The aim of this activity is to increase the knowledge of mothers and health workers about the importance of education about oxytocin massage and tips on how to increase breast milk production for mothers of babies 0-1 years old. This activity takes the form of delivering material using Microsoft Power Point software. The number of partners targeted is 5 mothers of babies (0-1 years) and 5 health cadres. Results: The results achieved were an increase in partner knowledge with the average pretest result being 7.1 and posttest result being 9.2. Knowledge of mothers of 0-1 year old babies and cadres has increased significantly. The next recommendation for community service activities is to provide assistance and education regarding MPASI as preparation for the end of exclusive breastfeeding and to meet the baby's food needs according to age development stages. Keywords: ASI Booster, Oxitocyn Massage, Mother, Baby.
BRESTFEEDING SELF-EFFICACY: TINJAUAN ASPEK KOGNITIF DAN PSIKOLOGIS IBU HAMIL DAN SUAMI Yuliani, Diki Retno; Amalia, Riza; Hapasri, Wanodya; Aini, Fajaria Nur; Winarso, Septerina Purwandani
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 1 (2025): MEI 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v7i1.12908

Abstract

Cakupan ASI eksklusif di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir fluktuatif, sehingga masih diperlukan upaya untuk meningkatkan keberhasilan ASI eksklusif. Breastfeeding self-efficacy secara signifikan berpengaruh terhadap keberhasilan ASI eksklusif, sedangkan Breastfeeding self-efficacy dapat dipengaruhi oleh pengetahuan sikap, kecemasan serta dukungan suami. Tujuan studi untuk mengetahui hubungan breastfeeding self-efficacy ibu hamil dengan aspek kognitif dan psikologi ibu dan suami. Desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Studi dilaksanakan tahun 2023 di Wilayah Kabupaten Banyumas. Sampel ibu hamil trimester 2 dan suami sejumlah 368 responden (184 pasangan suami istri) dengan accidental sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner CBKS, BSES-SF, IIFAS, GSES, GAD-7. Analisa data menggunakan pearson product moment. Hasil yang diperoleh breastfeeding self-efficacy ibu hamil secara signifikan berkorelasi dengan (1) aspek kognitif dan aspek psikologis (sikap, kepercayaan diri, kecemasan), (2) aspek kognitif dan aspek psikologis suami (sikap, kepercayaan diri), dan (3) breastfeeding self-efficacy suami. Kesimpulannya adalah aspek kognitif dan psikologis ibu hamil dan suami berkorelasi dengan breastfeeding self-efficacy ibu hamil. Sehingga intervensi untuk meningkatkan breastfeeding self-efficacy perlu di berikan kepada ibu dan suami, untuk menunjang keberhasilan menyusui dan ASI eksklusif.
PRENATAL YOGA KOMBINASI SELF-HYPNOSIS MENURUNKAN HORMON KORTISOL DAN MENINGKATKAN EFIKASI DIRI IBU HAMIL TRIMESTER III Amalia, Riza; Purwandani Winarso, Septerina; Happy Nurmalitasari, Marlynda; Retno Yuliani, Diki; Rahardjo Putri, Noviyati; Nadzifatil Fitriyah, Nurin
Jurnal Sains Kebidanan Vol. 7 No. 2 (2025): NOVEMBER 2025
Publisher : POLTEKKES KEMENKES SEMARANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31983/jsk.v7i2.14094

Abstract

Kecemasan ibu hamil trimester III seperti merasa takut menghadapi persalinan berdampak pada lemahnya kontraksi otot rahim, persalinan lama, lepasnya hormone stress yaitu kortisol, fetal distress. Efikasi diri ibu hamil dianggap sangat penting sebagai dasar keyakinan ibu pada kemampuannya dalam menghadapi persalinan. Untuk mencegah dan mengatasi kecemasan serta meningkatkan efikasi diri ibu hamil maka prenatal yoga kombinasi self-hypnosis sebagai suatu alternatif terapi.  Prenatal yoga mampu mengurangi kecemasan dan mengurangi ketidaknyaman kehamilan. Selfhypnosis membuat kondisi rileks, tenang, dan terfokus serta menanamkan niat positif pada alam bawah sadar, dan berdampak pada persalinan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh prenatal yoga yang dikombinasikan dengan teknik self-hypnosis terhadap kadar hormon kortisol dan efikasi diri ibu hamil trimester III. Metode penelitian dengan quasi-eksperimen dengan rancangan pretest–posttest design.Sampel penelitian terdiri dari 10 ibu hamil trimester III yang berada di wilayah kerja Puskesmas 1 Baturraden. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar hormon kortisol dan efikasi diri ibu hamil sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,005). Dengan demikian, kombinasi prenatal yoga dan self-hypnosis terbukti efektif menurunkan kadar hormon kortisol serta meningkatkan efikasi diri pada ibu hamil.
EDUKASI BOUNDING AND ATTACHMENT IBU DAN BAYI DALAM RANGKA MENINGKATKAN STIMULASI PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS BAYI Putri, Noviyati Rahardjo; Amalia, Riza; Dharmawan, Caroline; Indriyani, Okti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20264

Abstract

Abstrak: Bounding attachment merupakan suatu hubungan kasih sayang dan keterikatan batin, saling mencintai dan saling membutuhkan antara orangtua dan bayi. Peran ibu dalam bounding attachment adalah memenuhi kebutuhan dan menciptakan rasa “aman” bagi bayi. Pengetahuan ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi bounding and attachment karena pengetahuan dan pendidikan yang baik akan menjadi dasar orang tua khususnya ibu untuk mengimplementasikan perilaku kesehatan demi optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan bayi. Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar ibu bayi (0-1 tahun) dan kader kesehatan dapat memahami pentingnya bounding and attachment terutama untuk perkembangan bayi dan kesehatan ibu. Metode dari kegiatan ini berupa penyuluhan dengan menggunakan poster. Jumlah mitra yang menjadi sasaran adalah ibu bayi (0-1 tahun) sebanyak 5 orang dan 5 orang kader kesehatan. Hasil yang dicapai adalah peningkatan pengetahuan mahasiswi mengenai mitra dengan rerata hasil pretest adalah 7,4 dan hasil posttest adalah 9,3. Informasi kesehatan melalui edukasi kesehatan yang didapatkan apabila direspon dengan baik akan menjadi suatu sikap positif sehingga mampu membentuk karakter dan perilaku kesehatan.Abstract: Bounding attachment is a relationship of affection and inner attachment, mutual love and mutual need between parents and babies. The mother's role in bounding attachment is to fulfill needs and create a sense of "security" for the baby. Maternal knowledge is one of the factors that influences bonding and attachment because good knowledge and education will be the basis for parents, especially mothers, to implement health behavior to optimize the baby's growth and development. The aim of this activity is so that mothers of babies (0-1 years) and health cadres can understand the importance of bonding and attachment, especially for baby development and maternal health. The method of this activity is in the form of outreach using posters. The number of partners targeted is 5 mothers of babies (0-1 years) and 5 health cadres. The results achieved were an increase in student knowledge regarding partners with the average pretest result being 7.4 and posttest result being 9.3. Health information through health education that is obtained if responded well will become a positive attitude so that it can shape character and health behavior. 
EDUKASI MPASI PADA IBU BAYI USIA 0-1 TAHUN SEBAGAI UPAYA PERSIAPAN DAN PENINGKATAN BERAT BADAN BAYI SESUAI DENGAN KURVA PERTUMBUHAN Putri, Noviyati Rahardjo; Septiana, Yesika Cahya; Larasati, Disa; Dharmawan, Caroline; Amalia, Riza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20632

Abstract

Abstrak: Pemberian MPASI di Indonesia belum sepenuhnya tepat dilakukan. Banyak para ibu memberikan MPASI terlalu dini yang terjadi karena kurangnya pengetahuan ibu tentang MPASI yang benar. Dilakukannya pengabdian di RW 18 Ngoresan, Jebres, Surakarta yaitu edukasi MPASI pada ibu bayi usia 0-1 tahun bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang MPASI sebagai bentuk upaya persiapan dan peningkatan berat badan bayi. Edukasi melibatkan 5 ibu bayi (0-1 tahun) dan 4 kader kesehatan setempat. Penyampaian materi dilakukan dengan media power point dan buku KIA. Pemahaman tentang materi dinilai dengan memberikan pre-test dan post-test. Hasil dari edukasi diberikan terjadi peningkatan pengetahuan, tentang MPASI pada ibu dan kader yang terlihat dari peningkatan nilai post-test dengan rincian skor rata-rata pre-test 5,7 meningkat menjadi 7,3 saat post-test. Peningkatan pengetahuan ini diharapkan menjadi upaya pembentukan perilaku sehat dalam rangka peningkatan berat badan bayi yang ideal atau sesuai dengan kurva pertumbuhan.Abstract: The practice of complementary feeding in Indonesia is not completely correct. A lot of mothers give complementary foods too early that occurs due to the lack of maternal knowledge about proper complementary foods. The community service in RW 18 Ngoresan, Jebres, Surakarta, which is education on complementary feeding for mothers of infants aged 0-1 year, aims to increase mothers' knowledge about complementary feeding as a preparation and increase in baby's weight. The program involved 5 mothers of infants (0-1 year old) and 4 local health cadres. The material was delivered using power point media and KIA book. The understanding of the material was evaluated by giving a pre-test and post-test. The result of the education was an increased knowledge of complementary feeding in mothers and cadres as shown by an increase in the post-test score, with the pre-test average score of 5.7 increasing to 7.3 during the post-test. Increasing knowledge is expected to be an effort to form healthy behavior in order to increase the baby's ideal weight or in accordance with the growth curve.