Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

KONVERGENSI DALAM PROGRAM NET CITIZEN JOURNALISM Rhafidilla Vebrynda; Eni Maryani; Aceng Abdullah
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 5, No 1 (2017): June 2017
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (949.665 KB) | DOI: 10.24198/jkk.v5i1.7432

Abstract

Di dalam artikel ini, peneliti ingin melihat perkembangan teknologi di Indonesia sebagai sebuah peluang untuk menjalankan sebuah program berita berbasis video kiriman masyarakat. Perkembangan teknologi tersebut adalah teknologi penyiaran, teknologi sosial media dan teknologi dalam proses produksi sebuah video. Di Indonesia, jumlah televisi semakin banyak. Setiap stasiun televisi harus bersaing untuk dapat bertahan hidup. Net TV merupakan sebuah stasiun televisi baru di Indonesia yang harus memiliki berbagai program unggulan baru agar dapat bersaing dengan televisi lainnya yang sudah ada. Net TV menggunakan berbagai platform media untuk menjalankan program Net Citizen Journalism (Net CJ). Penggunaan berbagai platform media dikenal dengan istilah multiplatform dan secara teoritis dikenal dengan istilah konvergensi. Konvergensi yaitu saat meleburnya domain-domain dalam berbagai media komunikasi. Artikel ini menggunakan metode studi kasus untuk melihat bagaimana konvergensi terjadi dalam proses pengelolaan program Net CJ. Teknik pengumpulan data adalah dengan wawancara mendalam, observasi dan studi dokumen. Wawancara mendalam dilakukan dari tiga sudut pandang yaitu dari pengelola program, pengguna/audience dan pengamat media. Penelitian ini menemukan bahwa dengan menggunakan berbagai platform media yang fungsinya berbeda, memiliki satu tujuan yang sama yaitu untuk menjalankan program Net CJ. Adapun berbagai platform dalam proses produksi program yaitu tayangan TV konvensional, streaming TV, website, aplikasi Net CJ, facebook, twitter, instagram dan path. Konvergensi media dijalankan dalam dua proses, yaitu proses produksi dan proses promosi program berita.
Implikasi genre film dan pemahaman penonton film tuna netra di “Bioskop Harewos” Cut Meutia Karolina; Eni Maryani; Dian Wardiana Sjuchro
ProTVF Vol 4, No 1 (2020): March 2020
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/ptvf.v4i1.25035

Abstract

Film memiliki variasi yang cukup beragam.  Keberagaman ini biasa dikenal dengan istilah genre.  Variasi genre pada film tentunya memberi sensasi yang bervariasi pula terhadap penonton, salah satunya pada penonton tuna netra.  “Bioskop Harewos”, sebagai wadah menonton film bagi tuna netra memiliki model komunikasi yang unik, hal ini pula menjadi faktor keunikan pemahaman dalam menonton film berbagai genre karena film juga akan dibubuhi oleh deskripsi dari pembisik (Visual reader).  Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan tentang sistem/pola penentuan genre film yang dipilih pada setiap pemutaran di “Bioskop Harewos”; hambatan komunikasi pada setiap genre film yang diputar di “Bioskop Harewos”; dan pentingnya genre yang tepat bagi penonton film tuna netra di “Bioskop Harewos”. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.  Beberapa konsep yang digunakan pada penelitian ini berkaitan dengan film, tuna netra, dan efektivitas komunikasi.  Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dalam penentuan genre film yang akan tayang pada sebuah pemutaran, pengelola “Bioskop Harewos” lebih mengutamakan moment atau tema yang diangkat pada pemutaran untuk menyesuaikan genre film yang dianggap paling cocok untuk diputar.  Perizinan film dan pengalaman pernah atau belum pernah pada suatu genre film ditayangkan di “Bioskop Harewos” juga menjadi pertimbangan, namun bukanlah komponen utama sampingan.  Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa penonton tuna netra di “Bioskop Harewos” mengalami berbagai kendala atau hambatan komunikasi pada setiap genre film yang ditonton.  Hambatan terbesar muncul dari film ber-genre thriller dan horror.  Genre merupakan komponen yang cukup penting dalam keefektifan pemahaman penonton film tuna netra di “Bioskop Harewos”.
“Aliansi Laki-Laki Baru”: The Role of Social Media in Promoting Gender Equality in Indonesia Eni Maryani; Preciosa Alnashava Janitra; Detta Rahmawan
Salasika Vol 1 No 2 (2018): Salasika (Indonesian Journal of Gender, Women, Child, and Social Inclusion's Stud
Publisher : Asosiasi Pusat Studi Wanita/Gender & Anak Indonesia (ASWGI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2080.641 KB) | DOI: 10.36625/sj.v1i2.19

Abstract

A report from the United Nations Development Program (UNDP) in 2016 says that Indonesia is still struggling to close its gender equality gap. However, looking at the development of internet usage and the penetration of social media in Indonesia, it can be said that Indonesia has the opportunity to utilize social media to address various gender issues. This article uses a case study to explore and analyze the way “Aliansi Laki-Laki Baru” (ALLB) or “New Men’s Alliance”, a form of activism which emphasizes the importance of men's involvement in fighting for gender equality, utilizes social media to promote their ideas. As a social movement, ALLB consistently use social media to reach their audiences, engage their partners, and creating a sense of community. They focus in promoting mutual relationships between men and women and the importance of men’s involvement to support gender equality. The study on men’s involvement in promoting the agenda of feminism and gender issues is critical, yet there are still few studies in the context of Indonesia. This study shows that through ALLB, advocacy on gender issues has undergone a fundamental change that does not make women as the main focus but rather on men, and their role to fight for gender equality and justice for women.
Advokasi media lokal untuk praktisi media di Kota Bandung Eni Maryani; Subekti Wirabhuana Priyadharma; Preciosa Alnashava Janitra; Detta Rahmawan
Riau Journal of Empowerment Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/raje.3.2.105-116

Abstract

The notion of local media was proposed in Broadcasting Law number 32/2002 to support the democratic process, political decentralization and to revive the local-scale media industry. In addition, local media are also expected to be a source of relevant information for residents and the community. However, various challenges and obstacles in terms of business as well as in terms of policy continue to emerge. This community service has been carried out to journalists and local media practitioners in West Java to disseminate the results of research conducted by the team from Faculty of Communication Science, Universitas Padjadjaran on media policy and the sustainability of local media in Indonesia. In addition to disseminating research results and local media advocacy, we also conducted a Focus Group Discussion (FGD) on various issues surrounding the local media industry, and also to elaborate on the possible partnership between the academics and local media practitioners to maintain the sustainability of the local media industry in West Java. In the future, it is hoped that research collaboration and various other activities can be done consistently and long-term in nature.
The Mediatization of “SARA” Conflict in Indonesian Online Media Eni Maryani; Detta Rahmawan; Irma Garnesia
Jurnal ASPIKOM - Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 4, No 1 (2019): Juli 2019
Publisher : Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (921.22 KB) | DOI: 10.24329/aspikom.v4i1.526

Abstract

This study aims to analyses the news on "Aksi Damai" or "Peaceful Protest" occurred on December 2, 2016, in Jakarta related to the incumbent Jakarta Governor, Basuki Tjahaja Purnama or Ahok, over a blasphemy case. The "212 Peaceful Protest" is a protest conducted by several hardliner Muslim groups against Ahok, a Chinese Christian. Ahok was accused of a blasphemy-related to his statements about politicians who exploit a verse from the Holy Qur'an, to win the elections. The study uses a concept of mediatizations with quantitative and qualitative methods to collect data through content analysis, observation, and interviews. The research subject is two online media in Indonesia, Republika.co.id and Metrotvnews.com. The news from Republika.co.id and Metrotvnews.com are being collected from November 28 to December 4, 2016. In Indonesia, Republika.co.id is considered as a media that is oriented toward Muslim agenda, while Metrotvnews.com is oriented toward nationalism agenda. The results show that both Republika.co.id and Metrotvnews.com build a media logic or mediatizations related to Ahok's blasphemy cases. Republika.co.id emphasizes a narrative on divinity and piety logic, while Metrotvnews.com builds a narrative on the importance of national unity and legal political logic. The substance this study can be concluded that efforts to disseminate the values of tolerance and appreciate the noble values of humanity in a multicultural society must be carried on.
Komunikasi Digital Dalam Bisnis Online Produk UMKM “SO WHAT” di Era Normal Baru Daruning Rahayu; Eni Maryani; Ilham Gemiharto
Communication Vol 12, No 1 (2021): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v12i1.1341

Abstract

Peran Usaha Kecil dimasa pandemi untuk terus menggerakan ekonomi masyarakat di level menengah ke bawah melalui adaptasi teknologi menarik untuk dicermati. Tulisan ini akan mengangkat pengalaman ‘So What’ sebagai sebuah UMKM yang menghadapi kendala di masa pandemi dengan terus berinovasi dalam produk serta beradaptasi secara teknologi. Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana implikasi pemnggunaan komunikasi digital terhadap UMKM? Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Kasus penelitian yang dipilih adalah salah satu UMKM ‘So What’ yang memiliki produk minuman beradaptasi dengan komunikasi digital dan menjalankan bisnis dengan sistem online dan berhasil bertahan di masa pandemi. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa So What menggunakan aplikasi digital untuk menjalankan bisnisnya secara online dan berhasil meningkatkan keuntungannya setiap tahun dan bertahan di amsa pandemi. Implikasi sistem bisnis online adalah diberlakukannya transaksi keuangan elektronik akan tetapi “So What” tetap menggunakan sistem hybrid yaitu menerima tranksasi elektronik dan juga secara tunai. Kebijakan tersebut diambil karena mempertimbangkan masih terdapat kendala-kendala dalam penggunaan transaksi elektronik. Beberapa kendala teknis transaksi elektronik dari sisi konsumen yaitu a) tidak semua konsumen memiliki aplikasi yang digunakan dalam pemasaran produk ‘So What’, b) tidak semua konsumen juga selalu memiliki saldo pada aplikasi tersebut, dan c) tidak semua konsumen juga memahami transaksi online dengan baik. Sementara disisi produsen dalam hal ini internal “So What” kendalanya adalah kapasitas jaringan internet yang memiliki belum memiliki kestabilan yang tinggi sehingga kadangkala memiliki masalah saat melakukan verifikasi pemesanan.
PENGARUH SELF-EFFICACY PADA PENGGUNAAN MEDIA LiVE UNPAD TERHADAP MINAT BELAJAR DI MASA PANDEMI COVID-19 Mahardika .; Ryan Hara Permana; Eni Maryani; Edwin Rizal
JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Vol 9, No 1 (2022): Juni - Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Publisher : Pascasarjana Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.758 KB) | DOI: 10.24114/jtikp.v9i1.30910

Abstract

Abstrak: Media e-learning di masa pandemi COVID-19 menjadi elemen yang penting dalam proses belajar mengajar. Universitas Padjadjaran memiliki Learning Management System (LMS) bernama LiVE Unpad yang digunakan untuk pemberian materi, pengerjaan tugas, dan pelaksanaan ujian mahasiswa. Penelitian ini mengangkat sebuah topik mengenai rasa kepercayaan diri dalam menggunakan LMS LiVE Unpad (self-efficacy) memberikan pengaruh kepada bagaimana minat mahasiswa dalam menggunakan LMS ini melalui rasa kepuasan dan kegunaan LMS. Penelitian ini menggunakan 3-TUM (3-Tier Technology Use Model) untuk meneliti signifikansi dari kemampuan mahasiswa terhadap minat belajar menggunakan LMS LiVE Unpad. Pengolahan data menggunakan aplikasi SmartPLS untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat dan maksimal. Hasil penelitian menunjukan bahwa rasa percaya diri berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan menggunakan LMS LiVE Unpad dan rasa kegunaan LMS LiVE Unpad juga berpengaruh secara signifikan terhadap minat belajar menggunakan LMS LiVE Unpad. Penelitian ini dapat menjadi acuan untuk mengembangkan dan menyempurnakan media LiVE Unpad sebagai media pembelajaran di masa yang akan datang. Kata Kunci: Efikasi Diri, LiVE Unpad, E-Learning, COVID-19, Model 3-TUM Abstract: E-learning media in a pandemic COVID-19 is becoming a crucial element for learning process. Padjadjaran University has a Learning Management System (LMS) called LiVE Unpad for a learning purpose by giving subjects, assignments, and examination for its students. This research is raising a topic about how self-efficacy in using LiVE Unpad LMS is giving an impact to student’s behavioral intention by perceived satisfaction and perceived usefulness of LiVE Unpad LMS. This research is using a 3-TUM (3-Tier Technology Use Model) to observing the significance of student’s ability on LiVE Unpad toward behavioral intention of study. The data formulation is using SmartPLS application to get the maximum and accurate results. This research found that there are significance impact from self-efficacy to perceived satisfaction in using LiVE Unpad LMS and from the usefulness to behavioral intention of using LiVE Unpad LMS. This research could be a reference research for LiVE Unpad LMS to improve its media as learning media for students in the future.  Keywords: Self-Efficacy, LiVE Unpad, E-Learning, COVID-19, 3-TUM Model
An ethnographic study of communication with HIV-infected children at Rumah Cemara Yustikasari Yustikasari; Atwar Bajari; Ponpon Idjradinata; Eni Maryani
Jurnal Kajian Komunikasi Vol 10, No 1 (2022): June 2022
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkk.v10i1.24089

Abstract

This study examines the ethnography studies of communication with HIV-infected children at Rumah Cemara Bandung by reviewing the elements of communication components. This research uses a qualitative approach with an ethnographic type of communication study. The research subjects were children infected with HIV in Bandung who was selected using the purposive method. Data were obtained through in-depth interviews, participatory observation, document analysis, and literature study. The results revealed that the genre in the communication component of children infected with HIV at Rumah Cemara was seen in the delivery of problems, namely the presence of viral infections in children. The setting that occurs in the communication component is carried out at the child's home/residence and Rumah Cemara as a community location and Klinik Teratai, Hasan Sadikin Hospital, Bandung. Children use Indonesian and Sundanese as their daily languages. All HIV-infected children are infected with the virus because it is transmitted from their parents, namely the mother, and the mother is infected with HIV from her husband. Conversations that are usually carried out by informants when meeting at Klinik Teratai, Rumah Cemara, and at home are usually related to conditions of health development, children's adherence to taking anti-retroviral drugs, and mental and social development of children with messages of mutual encouragement and support as well as instilling a sense of optimism. Psychologically among People With HIV/AIDS (ODHA). The non-verbal language that children do in the form of silence; smiles; a nod of the head; shaking of the head, and laughing out loud.
Penggunaan Media Digital Dalam Komunikasi Pemasaran Desa Wisata Ciburial, Samarang, Garut Pramono Benyamin; Eni Maryani; Meria Octavianti
Communication Vol 12, No 2 (2021): COMMUNICATION
Publisher : Fakultas Ilmu Komunikasi - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/comm.v12i2.1505

Abstract

Penelitian ini membahas aktivitas komunikasi pemasaran di bidang pariwisata yang mengangkat unsur-unsur lingkungan sebagai daya tariknya. Konsep back to nature memiliki potensi yang sangat besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara sebagai penghasil devisa bagi negara. Desa Wisata Ciburial juga dikembangkan untuk menarik wisatawan nasional untuk meningkatkan pendapatan daerah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami penggunaan media digital dalam komunikasi pemasaran di Desa Wisata Ciburial serta implikasinya. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi pemasaran tentang Desa Wisata Ciburial menarik dan mampu meningkatkan pengetahuan dan ketertarikan orang untuk datang. Melalui media digital diunggah berbagai informasi untuk memasarkan Desa Wisata Ciburial yang layak dikunjungi. Penggunaan beragam platform digital yaitu website, facebook dan Instagram untuk memasarkannya dinilai efektif karena mampu menyebarkan konten yang cukup memberikan gambaran tentang Desa Wisata Ciburial, dan memiliki kemasan konten yang menarik karena terdiri dari beragam format baik teks, foto maupun video. Semakin banyak orang yang berkunjung baik internasional, nasional dan lokal, dan berkembangnya bentuk-bentuk wisata yang ditawarkan merupakan salah satu bukti efektivitas komunikasi pemasaran yang diperoleh. Keberhasilan komunikasi pemasaran yang dilakukan tidak saja memberi banyak peluang bagi pengembangan Desa Wisata Ciburial dan masyarakat sekitarnya akan tetapi juga menghadirkan tantangan terkait keberadaan dan dampaknya pada masyarakat maupun keberlangsungannya. Terdapat tantangan terkait dengan kebersihan dan keberlanjutan lingkungan, keterbatasan guide untuk memandu wisatawan asing, serta kesadaran masyarakat menghindari konflik terkait dengan isu ekonomi dan perbedaan pandangan dalam memahami keberadaan Desa Wisata Ciburial serta implikasinya pada masyarakat dan lingkungannya.
Peluang dan Tantangan : Penggunaan Media Digital di Kalangan Perempuan Jatinangor Eni Maryani; Kismiyati El Karimah
Avant Garde Vol 7, No 2 (2019): Avant Garde
Publisher : Fakultas Komunikasi & Desain Kreatif - Universitas Budi Luhur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36080/ag.v7i2.926

Abstract

The discussion of digital media usage in various societal contexts is a necessity that cannot be avoided since it has both positive and negative impacts. This article will raise the issue of digital media usage by women in Jatinangor. Jatinangor is an educational area on the east side of Bandung and including the Sumedang Regency area. Jatinangor has quite dynamic social economic development and has experienced a significant change with the number of student arrivals in the area. The development of communication technology infrastructure also has implications for the growing use of digital media among women in the Jatinangor area. Using a qualitative approach with in-depth interviews observation and literature studies, this study seeks to uncover the implications of digital media among Jatinangor women related to patriarchal values that generally affect women's thoughts, attitudes and actions. The results of the study show that there are opportunities for women who use digital media to overcome some cultural barriers in gaining communication space for themselves, especially in the public domain. However, the use of digital media also challenges these women to develop selective, critical and rational attitudes that are not familiar for them. The lack of these attitudes can actually make these women objects or targets of various commercial and criminal communication activities.