Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

EVALUASI PENERAPAN PEMBELAJARAN KETERAMPILAN PRE KLINIK SECARA DARING PADA MATA KULIAH KEPERAWATAN MATERNITAS DI PRODI D-III KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN: Evaluasi Penerapan Pembelajaran Pre Klinik Siti Rahmadhani; Anik Puji Rahayu; Ika Fikriah; Rahmat Bakhtiar; Sulistiawati Sudarso; Cicih Bhakti Purnamasari; Handy Wiradharma; Pipi Surianti
Pendas Mahakam : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): June
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v7i1.966

Abstract

Proses pembelajaran prosedur klinik di pendidikan kesehatan adalah hal yang paling krusial danharus mendapat perhatian yang sangat penting dan solusi yang untuk mengatasinya di masaPandemi ini agar tetap berjalan efektif dan berkelanjutan. Salah satunya adalah tetap melakukankegiatan pembelajaran prosedur klinik secara Daring. Metode Daring yang dilakukan adalah metodeceramah dan pemutaran video pada suatu keterampilan klinik tertentu. Jenis penelitian ini adalahpenelitian Kuantitatif, dengan pendekatan Analitik deskriptif. Desain dalam penelitian ini adalahCross Sectional, dimana data variabel dependen dan independen didapatkan dalam satu periodewaktu. Sampel sebanyak 75 mahasiswa tingkat 2 yang mengikuti pembelajaran Mata kuliahKeperawatan Maternitas 1 (Satu).Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa metode pembelajaran pada tahap 1 ini dapat meningkatkanpengetahuan sebesar 70,6 %, meningkatkan skills mahasiswa 14,7 % dan meningkatkan attitudemahasiswa 14,7 %. Hasil evaluasi pembelajaran klinik tahap 1 pada mata kuliah keperawatanmaternitas 1 (satu) dengan menonton video dan penjelasan dari dosen masih kurang efektif 61,7 %,efektif 28% dan tidak efektif 10,7%. Berdasarkan hasil penelitian ini juga dinilai bahwa metodepembelajaran pada tahap 2 dapat meningkatkan pengetahuan sebesar 14,7 %, meningkatkan skillsmahasiswa 70,6 % dan meningkatkan attitude mahasiswa 14,7 %. Berdasarkan hasil penelitian inijuga dinilai bahwa metode pembelajaran pada tahap 2 ini dapat meningkatkan pengetahuan sebesar36%, meningkatkan skills mahasiswa 20,7% dan meningkatkan attitude mahasiswa 37,3%.Berdasarkan hasil penelitian ini juga dinilai bahwa metode pembelajaran pada semua tahapan inidapat meningkatkan pengetahuan sebesar 40%, meningkatkan skills mahasiswa 40% danmeningkatkan attitude mahasiswa 20%.Hasil evaluasi masih banyak pada penilaian kurang efektif, maka memungkinkan untuk dilakukanpembelajaran metode Blended Learning yaitu gabungan antara metode daring dan luring. Hasilevaluasi akhir bahwa 3 tahapan metode ini dapat meningkatkan pengetahuan dan skills secaraberimbang yaitu 40% dan 20% meningkatkan attitude mahasiswa, maka metode ini dapat menjadipilihan alternatif yang baik dilakukan atau dengan memodifikasi dengan teknik luring pada bagianpenjelasan materi awal, dan selanjutnya tetap bisa menggunakan teknik daring. Rekomendasi untukpenelitian selanjutnya adalah modifikasi dari berbagai metode pembelajaran khususnya keterampilanklinik.Keyword : Penerapan pembelajaran secara daring, Keterampilan Pre Klinik,Keperawatan Maternitas
Research Result Evaluasi Pemberdayaan Ibu dan Keluarga dalam Manajemen Pelayanan Maternitas Pada Ibu Hamil di Kelurahan Sidodadi Samarinda: Evaluasi Pemberdayaan Ibu dan Keluarga di manajemen pelayanan Ibu Hamil Anik Puji Rahayu; Siti Rahmadhani; Ika Fikriah; Rahmat Bakhtiar; Novia Fransisca; Handy Wiradharma
PENDAS MAHAKAM: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Sekolah Dasar Vol. 7 No. 1 (2022): June
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/pm.v7i1.967

Abstract

Peristiwa kehamilan, melahirkan dan merawat bayi adalah salah satu dari fase siklus kehidupankeluarga yang dapat menimbulkan stress dan merupakan masa krisis sehingga akan mempengaruhikesehatan seluruh anggota keluarga. Kelahiran seorang anak merupakan salah satu peristiwa terpentingdalam kehidupan keluarga. Kelahiran dan perawatan anak membutuhkan kematangan orangtua,kematangan psikologis dan kematangan intelektual. Untuk itu sangat diperlukan bantuan oleh tenagakesehatan dan orang terdekat dengan ibu dalam memberikan dukungan, dengan hubungan yang unikdengan keluarga sehingga membuat kelahiran sebagai suatu peristiwa yang berpusat pada keluarga(Konsep Family Center Maternity Care) dan sebagai suatu pengalaman yang sangat membahagiakan.Jenis penelitian ini adalah penelitian Kuantitatif, dengan pendekatan Analitik deskriptif. Desain dalampenelitian ini adalah Cross Sectional. Berdasarkan hasil penelitian, usia ibu yang terbanyak adalah padarentang usia 20-30 tahun sebanyak 10 orang (20%) dan usia >30-40 sebanyak 9 orang (18%), dan untukusia keluarga yang terbanyak adalah pada usia 40-50 tahun sebanyak 22 orang (44%). Tingkatpendidikan responden, sebanyak 21 orang (42%) berpendidikan SMA dan sebanyak 11 orang (22%)berpendidikan PT. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pandangan ibu dan keluarga tentangpemberdayaan pelayanan maternitas sebanyak 7 orang (14%) tahu, sebanyak 25 orang (50%) kurangtahu dan sebanyak 18 orang (36%) tidak tahu. Sebanyak 10 orang (20%) mampu merawat, sebanyak 30orang (60%) kurang mampu merawat dan sebanyak 10 orang (20%) tidak mampu merawat ibu hamildan komplikasinya. Semua responden 50 orang (100%) menyatakan perlunya pemberdayaan pelayananmaternitas pada ibu hamil. Sebanyak 5 orang (10%) tahu, sebanyak 10 orang (20%) kurang tahu dansebanyak 35 orang (70%) tidak tahu tentang pemberdayaan ibu dan keluarga dalam pelayananmaternitas pada ibu hamil. Ibu dan keluarga dalam pemberdayaan pelayanan maternitas pada ibu hamilmemerlukan peningkatan pengetahuan 1). Tentang perawatan kehamilan dan komplikasinya, 2).Tentang Gizi pada ibu hamil dan, 3). Tentang pemeriksaan fisik pada ibu hamil dan janinnya.Manajemen pelayanan di area keperawatan maternitas merupakan salah satu bentuk pelayananprofesional keperawatan yang ditujukan kepada wanita pada masa usia subur (WUS) berkaitan dengansystem reproduksi, kehamilan, melahirkan, nifas, antara dua kehamilan dan bayi baru lahir sampaiumur 4 0 hari, beserta keluarganya. Setiap individu mempunyai hak untuk lahir sehat maka setiapindividu berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, sehingga diperlukan pemberdayanibu dan keluarga khsusunya dan masyarakat pada umumnya.Kata kunci : Pemberdayaan ibu dan keluarga,, manajemen pelayanan maternitas, Ibu Hamil
Implementasi Pemberdayaan Ibu dan Keluarga serta Bakti Sosial dalam Manajemen Pelayanan Maternitas Pada Ibu Hamil di Kelurahan Sidodadi Samarinda: Implementasi Pemberdayaan Ibu dan Keluarga serta Bakti Sosial Anik Puji Rahayu; Siti Rahmadhani; Ika Fikriah; Rahmat Bakhtiar; Novia Fransisca; Handy Wiradharma; Naina
Jurnal Pengabdian Kreativitas Pendidikan Mahakam (JPKPM) Vol. 2 No. 1 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.41 KB) | DOI: 10.24903/jpkpm.v2i1.968

Abstract

Institusi pendidikan ‘bukanlah menara gading’ yang hanya dipandang dan dilihat tinggi tanpamenyentuh langsung kepada masyarakat. Institusi pendidikan harus melaksanakan 3 fungsi Tridarmaperguruan tinggi yaitu pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Salah satu kegiatan pengabdianmasyarakat yang dilakukan adalah pemberdayaan ibu dan keluarga serta bakti sosial dengan dukunganoleh dosen keperawatan maternitas dan Pusat Informasi Konseling Remaja (PIK-R) Mandala BaktiPSDK FK-Unmul. Pengabdian masyarakat dilakukan di wilayah sekitar kampus, karena dukunganmasyarakat di sekitar lingkungan kampus sangatlah bermakna dalam upaya mewujudkan prosespembelajaran yang sesungguhnya.Kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan berupa pemberdayaan ibu dan kelurga sertabakti social dalam manajemen pelayanan maternitas pada ibu hamil. Kegiatan ini diharapkan dapatberlangsung secara berkesinambungan, dan masyarakat merasakan langsung keberadaan institusipendidikan dalam menunjang dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara langsung. Manfaatbagi mahasiswa sendiri, memberikan proses pembelajaran yang lebih konkrit pada pasien secara langsungsehingga meningkatkan skills, mengasah kepekaan sosial yang tinggi dan memiliki attitude yang baikdalam berinteraksi dengan masyarakat, khususnya di area keperawatan maternitas. Kegiatanpemberdayaan ibu dan keluarga ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan keterampilan umum yangharus dimiliki oleh ibu dan keluarga pada perawatan ibu hamil, melahirkan, nifas dan perawatan bayi.Kegiatan bakti sosialini juga bukan hanya pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar kampus,tetapi juga memberikan bantuan nutrisi kepada ibu dan keluarga.Berdasarkan hasil penelitian, semua responden 50 orang (100%) menyatakan perlunyapemberdayaan pelayanan maternitas pada ibu hamil. Pemberdayaan adalah suatu upaya untukmembangun daya atau kekuatan itu, dengan mendorong, memotivasi dan membangkitkan kesadaran akanpotensi yang dimilikinya serta berupaya untuk mengembangkannya. Pemberdayaan adalah memperkuatpotensi atau daya yang dimiliki masyarakat (empowering). Dalam rangka ini diperlukan langkah-langkahlebih positif, selain dari hanya menciptakan iklim dan suasana. Perkuatan ini meliputi langkah-langkahnyata, dan menyangkut penyediaan berbagai masukan (input), serta pembukaan akses ke dalam berbagaipeluang (opportunities) yang akan membuat masyarakat menjadi berdaya.Rencana tindak lanjut yang terkait dengan pemberdayaan masyarakat adalah : 1) Melaksanakankegiatan secara kontinyu di masyarakat 3 bulan sekali, 2) Mengevaluasi pemberdayaan ibu dan keluargadalam perawatan ibu hamil, 3) Menjalin kerjasama dengan aparat setempat, tokoh masyarakat danpenggiat posyandu serta Puskesmas Setempat.Kata kunci : Pemberdayaan ibu dan keluarga,, manajemen pelayanan maternitas, Ibu Hamil
Feasibility Study of Relocation Gunung Rampah Public Health Center Rahmat Bakhtiar; Mayusef Sukmana; Ika Fikriah; Ediyar Miharja; Krispinus Duma
Jurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan Vol 6, No 1 (2023): JKPBK Juni 2023
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.kes.pasmi.kal.v6i1.9924

Abstract

Pendahuluan: Pendirian atau relokasi puskesmas membutuhkan kajian kelayakan dalam perencanaan. Kajian tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan Studi Kelayakan (Feasibility Study). Studi kelayakan adalah Hasil Analisis dan Penjelasan Kelayakan dari segala aspek yang menjadi dasar dalam relokasi lahan Puskesmas Gunung Rampah, terkait dengan penentuan Rencana Kerja Pelayanan Kesehatan Puskesmas. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi kelayakan keberadaan bangunan puskesmas yang ada dan analisis relokasi Puskesmas Gunung Rampah. Metode: Metode yang digunakan adalah Deskriptif  analitik melalui pendekatan studi kelayakan. Pengumpulan data primer dilakukan melalui metode observasi lokasi, focus discussion group dan pengambilan data skunder dilakukan melalui penelusuran dokumen. Analisis dilakukan dengan membandingkan hasil pengumpulan data dengan Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2019 melalui analisis situasi sekarang dan analisis situasi tempat relokasi puskesmas. Hasil: Analisis situasi sekarang pada bangunan puskesmas yang ada sebagai berikut: Tata ruang bangunan meliputi: tata ruang dan  desain adalah tidak sesuai.  Persyaratan komponen bangunan adalah tidak sesuai. Persyaratan prasarana meliputi : sistem ventilasi adalah sesuai,  pencahayaan tidak sesuai, sistem sanitasi tidak sesuai. Keberadaan bangunan puskesmas Gunung Rampah yang ada sekarang tidak memungkinkan untuk dikembangkan di masa depan untuk mengantisipasi perkembangan penduduk dan kemajuan pembangunan. Masyarakat menilai bangunan puskesmas diperlukan perbaikan atau relokasi tempat dan bangunan. Lahan relokasi yang memenuhi persayaratan adalah 2 (dua) lahan tanah. Kesimpulan: Keberadaan bangunan puskesmas Gunung Rampah yang ada sekarang tidak memungkinkan untuk dikembangkan di masa depan untuk mengantisipasi perkembangan penduduk dan kemajuan pembangunan. Terdapat  2 (dua) lahan tanah yang memungkinkan untuk pengembangan puskesmas Gunung Rampah. Kata kunci: kelayakan, relokasi  puskesmas
Analisis Kontak Pasien TB Terkonfirmasi Bakteriologis di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur Tahun 2019: Contact Analysis of Bacteriologically Confirmed TB Patients in the Work Area of ??Puskesmas Kongbeng, East Kutai Regency in 2019 Meri Utari Susanthy; Rahmat Bakhtiar; Marwan Marwan
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.333

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri yaitu Mycobacterium tuberculosis yang sering menginfeksi paru-paru. Tuberkulosis merupakan salah satu dari 10 penyakit penyebab utama kematian di dunia. Tahun 2018 diperkirakan secara global terdapat sekitar 10 juta orang menderita tuberkulosis dan telah menyebabkan sekitar 1.5 juta kematian. Angka penemuan kasus TB paru baru di Kutai Timur tiap tahunnya terus meningkat dimana faktor-faktor yang mungkin mempengaruhinya yaitu umur, status gizi, dan keadaan rumah penderita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui angka kontak pasien TB, dan untuk melihat adakah hubungan antara umur, keadaan rumah penderita, serta status gizi dengan gejala pada kontak pasien TB. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan metode cross sectional. Penelitian ini di lakukan di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Kongbeng Kabupaten Kutai Timur dan menggunakan metode total sampling. Analisis bivariat dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil analisis diperoleh tidak ada hubungan antara usia dengan gejala pada kontak pasien TB (P= 0,532) OR (0,667), tidak ada hubungan antara kondisi rumah dengan gejala pada kontak pasien TB (P=0,096) OR (4,306) dan tidak ada hubungan antara status gizi dengan gejala pada kontak pasien TB (P=0,075) OR 6,783. Kata kunci : Tuberkulosis, kontak,
Analysis of Platelet Count on Liver Cirrhosis Patients Based on Child-Pugh Classification Renanda Maulidya Fadyla; Rahmat Bakhtiar; RR. Ignatia Sinta Murti
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2021): J. Sains Kes.
Publisher : Fakultas Farmasi, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25026/jsk.v3i4.340

Abstract

Liver cirrhosis is described as a diffused pathological process which marked with fibrosis and architectural changes of normal liver that becomes an abnormal nodular structure. Liver cirrhosis is caused by chronic liver disease of virus nor non virus. Thrombocytopenia is a hematology abnormality which frequently found on liver cirrhosis patients. Severity level and prognosis of liver cirrhosis can be determined by Child-Pugh classification. This research aims to know the difference of mean platelet count on liver cirrhosis patients based on Child-Pugh classification. It applied analytic observational method with cross-sectional design. The data was taken from medical records of patients at Abdul Wahab Sjahranie Hospital in Samarinda of 2018-2020 period. Statistical analysis was using Kruskal-Wallis test. The results showed liver cirrhosis patients in Child-Pugh C is at most. Mean platelet count of liver cirrhosis with Child-Pugh A is 73.250/?l, Child-Pugh B is 126.370/?l, and Child-Pugh C is 148.375/ ?l. Based on statistical test, the score p = 0,19 (p > 0,05), there are no differences of mean platelet count among the three Child-Pugh classifications.