Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN IBU HAMIL ANEMIA DALAM MENGKONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMPAKE KOTA SAMARINDA Rahmat Bakhtiar; Yusuf Muladi; Annisa Tamaya; Aisyah Utari; Rita Yuliana; Wina Ariyanti
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 8, No 3 (2021): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/j.ked.mulawarman.v8i3.6514

Abstract

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah utama kesehatan ibu dan menjadi program prioritas di Indonesia. Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) adalah intervensi cost effective yang secara signifikan menurunkan prevalensi anemia pada ibu hamil. Ketidakpatuhan dan kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya mengkonsumsi TTD secara teratur menjadi hambatan dalam program ibu hamil bebas anemia. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan pengetahuan ibu hamil anemia mengenai informasi penting suplemen Fe dan kepatuhan ibu hamil dalam mengkonsumsi TTD sesuai dosis. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik cross sectional. Sebanyak 48 ibu hamil anemia yang melakukan antenatal care yang  teregister pada kohor ibu  dari bulan Januari–Mei 2019 dijadikan sebagai sampel. Variabel penelitian adalah pengetahuan tentang pesan penting TTD dan kepatuhan menelan TTD yang diukur dengan Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8). Sebagian besar ibu hamil anemia berusia 20-30 tahun, pendidikan SMA dan PT, bekerja, berpenghasilan baik. Pengetahuan tentang pesan pesan penting cukup baik dan lebih dari separuh ibu hamil anemia mengkonsumsi TTD secara rutin setiap hari selama tiga bulan. Pengetahuan ibu hamil anemia tentang informasi penting tentang TTD meningkatkan kepatuhan mengkonsumsi TTD. Monitoring kepatuhan dan penggunaan TTD sesuai dosis sangat diperlukan agar ibu hamil dan bayinya bebas dari dampak buruk anemia.
THE EFFECTS OF THE UTILIZATION OF INTEGRATED MANAGEMENT POST OF MEDICAL FACULTY OF MULAWARMAN UNIVERSITY ON RISK INDICATORS OF NON-COMMUNICABLE DISEASE Irma Kania Safitri; Krispinus Duma; Rahmat Bakhtiar; Evi Fitriani
Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30650/jik.v7i2.1215

Abstract

Non-communicable diseases have become a major public health problem in the last decade. In Indonesia, it was more than 36 million people dying from non-communicable diseases related to several risk factors including behavioral, metabolic and social risk factors. Several indicators can be considered to detect the risk factors of non-communicable diseases. They are blood pressure, cholesterol, glucose, uric acid, and body mass index. Efforts to prevent and control non-communicable diseases that are being developed in Indonesia are integrated management posts for non-communicable diseases that provide facilities and guidance to the community to take part in controlling the risk factors for non-communicable diseases. This research is an observational analytic study with the cross-sectional method based on data obtained from the monitoring book of members of the Medical School of Mulawarman University. The sample of this study was all individuals in the population that met the inclusion criteria of the study. Sixty-five samples were obtained to see the posbindu effect on blood pressure and 61 samples saw the effect of posbindu on total cholesterol levels that met the inclusion criteria. The variables observed in this study were posbindu utilization, sample blood pressure, and total cholesterol levels in the sample. The results of the research, there was the effect of using posbindu on sample blood pressure (p = 0.042), and there was no effect on the use of total cholesterol level in the sample (p = 0.590).
Analisis Rentang Waktu Pemeriksaan Penderita Kanker Payudara di Pelayanan Kesehatan Samarinda Widia Rahmadhani; Rahmat Bakhtiar; Eko Nugroho; Hadi Irawiraman; Krispinus Duma
Jurnal Kesehatan Andalas Vol 8, No 4 (2019): Online December 2019
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jka.v8i4.1143

Abstract

AbstrakKanker payudara merupakan penyebab kematian nomor satu akibat kanker dan tingginya angka kematian akibat kanker payudara disebabkan karena banyak penderita kanker payudara yang terdiagnosis saat stadium lanjut. Hal ini disebabkan oleh keterlambatan penderita kanker payudara melakukan pemeriksaan di pelayanan kesehatan. Banyak faktor risiko yang berperan dalam mempengaruhi rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan. Tujuan: Mengidentifikasi hubungan faktor-faktor yang terkait dengan rentang waktu pemeriksaan kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda. Metode: Desain penelitian ini adalah analitik cross-sectional terhadap 46 penderita kanker payudara di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Analisis data menggunakan uji Chi-square dan uji Fisher. Hasil: Terdapat hubungan antara usia dengan rentang waktu pemeriksaan (p=0,022) dan Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) dengan rentang waktu pemeriksaan (p=0,000). Faktor risiko lain yang tidak berhubungan adalah keluhan awal, riwayat keluarga kanker payudara, faktor ekonomi, dan pengobatan alternatif. Simpulan: Terdapat hubungan antara usia dan SADARI dengan rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda dan tidak terdapat hubungan antara faktor risiko yang lain dengan rentang waktu pemeriksaan penderita kanker payudara di pelayanan kesehatan Samarinda. 
Ketanggapan Pemerintah Daerah terhadap Sasaran Tata Kelola Roadmap Jaminan Kesehatan Nasional Tahun 2014 – 2019 di Provinsi Kalimantan Timur Rahmat Bakhtiar; Hilda Hilda; Krispinus Duma
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 3 (2021)
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.66042

Abstract

Peta Jalan Jaminan Kesehatan Nasional 2014-2019 merupakan wujud komitmen Pemerintah untuk mengintegrasikan perencanaan program pembangunan nasional untuk mengimplementasikan program jaminan kesehatan dalam mencapai kepesertaan menyeluruh program jaminan kesehatan. Sebanyak 24 stakeholder potensial diwawancarai secara mendalam dan  dianalisa secara deskriptif dalam aspek kebijakan dan ketanggapan sesuai dengan peran masing masing.  Hasil evaluasi  peta jalan di provinsi Kalimantan Timur menunjukkan sasaran tata kelola yaitu sasaran 1, 5 dan 8  belum sepenuhnya tercapai. Jumlah kepesertaan belum mencapai target UHC (93,64%). Keterbukaan akses terhadap data diawal periode peta jalan mengakibatkan Pemerintah Daerah dan BPJS kesulitan mencapai target universal health coverage. Ketanggapan Pemerintah Daerah terlihat meningkatnya intensifitas koordinasi stakeholder dengan  BPJS serta adanya aturan sinkronisasi kegiatan yang dibuat secara bersama.  Memperbaiki tata kelola dan dukungan stakeholder program JKN-KIS diperlukan dalam upaya memeratakan pelayanan kesehatan dan mencapai target universal health coverage.
Kajian Capaian Tata Kelola dan Ekuitas Layanan ISPA dalam Implementasi Program JKN di Provinsi Kalimantan Timur Rahmat Bakhtiar; Hilda Hilda; Krispinus Duma; Laksono Trisnantoro
Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 3 (2021): Special Issues
Publisher : Center for Health Policy and Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkki.68513

Abstract

JKN adalah instrumen negara berupa jaminan kesehatan yang diselenggarakan untuk mengalihkan risiko individu secara nasional melalui mekanisme asuransi sosial, kepesertaan bersifat wajib, dan asas keadilan sosial. Sementara, pemerataan layanan kesehatan merupakan masalah yang kronis di wilayah kabupaten atau rural Provinsi Kaltim. Jenis penelitian yang dilakukan adalah mixed methods dengan pendekatan studi kasus di Provinsi Kaltim tahun 2018-2019. Data sekunder dianalisa secara kuantitatif dilanjutkan wawancara mendalam secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola kepesertaan PBPU yang belum adaptif menyebabkan belum optimalnya perlindungan layanan kesehatan bagi pekerja informal. Capaian ekuitas sudah cukup baik pada layanan ISPA di wilayah perkotaan. Namun, pemerintah perlu membentuk kebijakan yang bersifat afirmatif untuk menutup kesenjangan utilisasi layanan ISPA di wilayah pedesaan. Capaian tata kelola dan ekuitas ini perlu dijawab dengan praktik agile governance dalam program JKN.
PERSEPSI DAN TINDAKAN AWAL KELUARGA TERHADAP GEJALA DEMAM DI DAERAH KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DEMAM BERDARAH DENGUE DI PUSKESMAS PALARAN SAMARINDA Muji Sutrisno; Rahmat Bakhtiar; Mahyati Sari Zulfa; Chrisna Wahyu Hardian; Adeline Arung Labi; Opiansyah Opiansyah
Jurnal Kesehatan Komunitas Vol 6 No 1 (2020): Jurnal Kesehatan Komunitas
Publisher : STIKes Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2348.352 KB) | DOI: 10.25311/keskom.Vol6.Iss1.345

Abstract

Background: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an infectious disease because of dengue virus transmission through the bite of Aedes aegypti. Dengue cases in Palaran has increased sharply from January to November 2018. There were 218 morbidity of this number of cases with 1 mortality case. Meanwhile in 2017, the number of morbidity cases just 28 cases and no cases of death. Objective : To know the perception and early action of family for fever symptoms on the outbreak of Dengue Hemorrhagic Fever in Palaran Public Health Center Samarinda. Method: Quantitative descriptive study with 102 respondents who obtained directly through perception questions and early actions of families against fever symptoms on an area of the outbreak of dengue hemorrhagic fever in Palaran Public Health Center Samarinda period from October to December 2018. Results: Families with the initial perception of fever due to other diseases (77.5%), the initial perception no danger fever (63.7%), the initial act of family medicine came to the health center (30.47%) Conclusion: Families perception and early action against fever symptoms on the outbreak events of dengue hemorrhagic fever in Palaran Public health center Samarinda period from October to December 2018 found family with the initial perception of another fever illness, initial perception of fever is not the danger, the initial act of family medicine at the most come to the health center. Keywords: DHF, outbreak, perception, risk, early action
Layanan Komplementer di Klinik Universitas Mulawarman pada Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus Sjarif Ismail; Swandari Paramita; Meiliati Aminyoto; Khemasili Kosala; Rahmat Bakhtiar
Jurnal SOLMA Vol. 7 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.116 KB) | DOI: 10.29405/solma.v7i2.2119

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK) telah dilaksanakan di Universitas Mulawarman dengan dibentuk Layanan Komplementer di Klinik Universitas Mulawarman. Tujuan kegiatan PPUPIK ini adalah diversifikasi usaha di Klinik Universitas Mulawarman untuk meningkatkan perolehan pendapatan secara mandiri dan bermanfaat untuk masyarakat, serta memberikan kesempatan dan pengalaman kerja kepada mahasiswa dengan memberikan layanan komplementer di Klinik Universitas Mulawarman. Sebelum dibukanya layanan komplementer dilakukan analisis SWOT untuk mendapatkan gambaran keberhasilan, dan hasil analisis disimpulkan layak untuk dibuka. Layanan komplementer meliputi akupunktur (tusuk jarum) dan jamu (herbal), resmi dibuka tanggal 02 Mei 2018. Jumlah kunjungan sampai akhir bulan Agustus adalah 110 dan jumlah pasien yang berobat 47 orang dengan total pendapatan sebesar Rp. 3.777.900,-. Karakterisik pasien yang berobat perempuan (88,2%) dan pria (11,8%), sebagian besar berhubungan dengan kelainan muskuloskeletal diikuti obesitas, dan dispepsia, hampir semua menyukai jamu dan lebih dari 50% mendapat terapi jamu. Pada pasien yang kontrol ulang telah merasakan manfaat dari pengobatan komplementer yang didapatkan baik yang mendapat pengobatan jamu, akupunktur dan gabungan akupunktur dan jamu. Mahasiswa Fakultas Kedokteran juga telah dilibatkan untuk membantu pelayanan dalam hal pemeriksaan fisik tekanan darah. Luaran PPUPIK yang telah dicapai adalah jasa layanan komplementer di Universitas Mulawarman telah diterapkan dan menghasilkan pendapatan, publikasi di jurnal nasional (accepted) dan buku pedoman pengobatan herbal (draf), dua paten sederhana telah didaftarkan dan satu granted paten hasil mediasi.
KARAKTERISTIK KEJADIAN IKUTAN PASCA IMUNISASI MODERNA PADA TENAGA KESEHATAN DI SAMARINDA Ariestya Romadhan Laksono Pratama; Crissty Magglin; Hamidah Jufrie; Nerissa Laksono Arviana; Nurul Fatimah; Muhammad Khairul Nuryanto; Rahmat Bakhtiar; Opiansyah Opiansyah
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v9i1.6989

Abstract

KIPI adalah setiap kejadian medis yang tidak diharapkan terjadi pasca imunisasi, memiliki hubungan sebab akibat dengan penggunaan vaksin. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik KIPI pada tenaga kesehatan di Samarinda pasca imunisasi Moderna. Penelitian ini bersifat survey deskriptif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Sampel penelitian adalah tenaga kesehatan di kota Samarinda yang telah mendapatkan imunisasi Moderna yang berjumlah 105 responden. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner yang dibagikan secara online kepada para responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIPI terbanyak yang dialami responden adalah nyeri di lokasi suntikan (85,7%), di mana mayoritas responden mengalami nyeri berat dengan skala nyeri 7 (22,9%), dan mayoritas responden mengonsumsi parasetamol untuk meringankan gejala KIPI (62,5%). Pada penelitian juga didapatkan bahwa mayoritas responden tidak mengalami perubahan nafsu makan (70,5%), tidak mengalami perubahan pola tidur (69,5%), tidak mengalami perubahan tingkat aktivitas (62,8%); tidak mengalami perubahan mood (51,4%); serta mayoritas responden perempuan usia subur tidak mengalami perubahan pola haid (84,5%).  
NILAI SENSITIVITAS, SPESIFISITAS, POSITIVE PREDICTIVE VALUE (PPV), DAN NEGATIVE PREDICTIVE VALUE (NPV) RAPID DIAGNOSTIC TEST (RDT) ANTIGEN PADA SKRINING PASIEN CORONA VIRUS DISEASE-19 (COVID-19) DI POLIKLINIK FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MULAWARMAN, SAMARINDA Sepriani Indriati Azis; Marina Tandarto; Inna Adilah; Ruth Putri Elizabeth Sagala; Evi Fitriany; Rahmat Bakhtiar
Jurnal Kedokteran Mulawarman Vol 9, No 1 (2022): Jurnal Kedokteran Mulawarman
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jkm.v9i1.7072

Abstract

Coronavirus disease (covid-19) merupakan masalah kesehatan yang mendunia. Dikarenakan manifestasi klinis nya yang dapat mengancam jiwa, maka diperlukan diagnosa yang cepat dan tepat agar pasien segera mendapatkan penanganan yang sesuai. Pemeriksaan laboratorium terbaik saat ini untuk mendeteksi virus SARS-CoV-2 adalah pemeriksaan PCR, akan tetapi dikarenakan harganya yang relatif mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, maka di perlukan suatu tes yang lebih terjangkau dan dapat dijadikan sebagai alternatif, yaitu pemeriksaan Rapid Diagnostic Test Antigen (Ag-RDT). Angka sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value (PPV), dan negative predictive value (NPV) merupakan hal yang penting dalam mempertimbangkan kemampuan suatu alat diagnostik yang baru. Peneltian ini merupakan uji diagnostik dengan pendekatan cross-sectional untuk mengetahui angka sensitivitas, spesifisitas, positive predictive value (PPV), dan negative predictive value (NPV) Ag-RDT di Poliklinik Fakultas Kedokteran Universitas Mulawarman Samarinda. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi adalah 100 sampel dengan teknik consecutive sampling. Hasil penelitian ini didapatkan sensitivitas 54,54%, spesifisitas 100%, positive predictive value (PPV) 100%, dan negative predictive value (NPV) 81,7%, sehingga dapat disimpulkan bahwa RDT-Antigen dapat digunakan sebagai alat diagnostik terutama bagi pasien bergejala, namun perlu di perhatikan bahwa RDT-Antigen bisa memberikan false negative, sehingga pasien bergejala dengan hasil antigen negatif disarankan untuk mengulangi pemeriksaan dengan alat yang lebih sensitif seperti PCR.
Relationship between understanding of COVID-19's infographics and the efforts to prevent COVID-19 transmission Rahmat Bakhtiar; Hilda Hilda; Krispinus Duma; Riries Choiru Pramulia Yudia
Journal of Community Empowerment for Health Vol 3, No 2 (2020): Special Issue of COVID-19
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.56749

Abstract

The prevention of disease transmission is an effective cost-strategy in controlling COVID-19. The scenario of the control of COVID-19 in Samarinda City consists of 3 phases, namely initial, advanced, and recovery. The outcome of the advanced phase is flattening the transmission curve of the COVID-19 pandemic, with an increased proportion of patients in recovery, and an increased culture of preventing disease transmission in society. This study aimed at knowing the influence of the understanding of COVID-19 infographics on the efforts to prevent COVID-19 transmission at the advanced phase. A survey was conducted via social media from April 21st to April 30th, 2020. The preventive actions for the disease transmission as the dependent variable in this study were social distancing, wearing a mask, washing hands, and efforts to enhance the body’s immunity, while the independent variable was the understanding of COVID-19 infographics updated daily. The results of the study showed that the proportion of the population who understood the infographics well was 79.5%, the community participation in practicing social distancing (81.6%), wearing a mask  (50.9%), washing hands as frequently as possible (74.3%), and the efforts to strengthen the body’s immune system (73.6%) with a consistency level of 55.12%. The lowest rate for the activity of social distancing was visiting elders or the people suffering from comorbidities with 54.71%. A good understanding of infographics could increase adherence to the recommendations of social distancing. The implementation of social distancing, wearing a mask, washing hands as frequently as possible, and the efforts to improve the body’s immune system need to be done consistently to prevent the COVID-19 transmission and as a result, the potential transmission could be minimized to optimize the recovery phase and anticipate the possible second wave of the COVID-19 pandemic.