Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Edukasi Penyakit Tuberculosis (TBC) Pada Santri Di Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya Sartika, Fera; Handayani, Rezqi; Hariati Ramdhani, Fitria; Purbayanti, Dwi; Ardina, Rinny; Rahmah, Windya Nazmatur; Hidayani, Al; Fadillah, Noor; Suhartati, Sri; Wijayanti, Nira Meirita
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 1 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i1.985

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kalimantan Tengah. Peningkatan kasus TBC menunjukkan pentingnya upaya edukasi sejak usia sekolah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri Pesantren Hidayatullah Kota Palangka Raya tentang penyakit TBC. Metode yang digunakan adalah penyuluhan secara luring melalui ceramah, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Kegiatan diawali dengan pembagian pre-test, dilanjutkan penyampaian materi dan sesi diskusi, kemudian diakhiri dengan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan. Jumlah peserta sebanyak 39 santri. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pre-test sebesar 73,8 dan meningkat menjadi 85,1 pada post-test, dengan selisih peningkatan sebesar 11,3 poin. Temuan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Dengan demikian, kegiatan penyuluhan terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman santri mengenai TBC, sehingga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan dan pengendalian TBC di lingkungan pesantren.
Pemeriksaan Mikroskopis Pediculus Humanus Capitis Pada Santri di Pesantren Raudhatul Jannah Palangka Raya Tahun 2025 M. Noval Wahfiudin; Fitria Hariati Ramdhani; Windya Nazmatur Rahmah; Fera Sartika
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 1 (2025): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i1.10972

Abstract

Pediculus humanus capitis atau kutu kepala merupakan ektoparasit obligat pada manusia yang menetap dan bereproduksi di kulit kepala serta batang rambut. Penularan utamanya terjadi melalui kontak langsung antar kepala atau melalui pemakaian bersama benda pribadi seperti sisir, jilbab, sarung bantal, dan penutup kepala. Lingkungan pesantren memiliki kondisi yang mendukung mekanisme penularan tersebut karena para santri tinggal secara Bersama-sama di asrama, beraktivitas dalam kelompok, dan sering berbagi perlengkapan pribadi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran mikroskopis Pediculus humanus capitis pada santri di Pesantren Raudhatul Jannah, Kota Palangka Raya tahun 2025. Desain penelitian menggunakan metode deskriptif dengan jumlah responden sebanyak 19 santri yang dipilih melalui teknik total sampling. Hasil dari penelitian ini didapatkan satu telur yang sudah menetas dan tidak didapatkan nimfa maupun kutu dewasa. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 94,7% (18) santri di pesantren Raudhatul Jannah kota Palangka Raya tidak terinfeksi pedikulosis kapitis, sementara 5,3%. (1) santri terinfeksi pedikulosis kapitis.
Formulasi Tablet Hisap Ekstrak Etanol Umbi Sarang Semut Asal Kalimantan Tengah Sartika, Fera; Handayanai , Rezqi; Rahmawati , Ade Catur
BORNEO JOURNAL OF PHARMASCIENTECH Vol 10 No 1 (2026): Borneo Journal of Pharmascientech
Publisher : Universitas Borneo Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59053/bjp.v10i1.771

Abstract

Central Kalimantan is one of the provinces in Indonesia that annually experiences haze disasters caused by forest and land fires, leading to significant negative health impacts, such as the prevalence of Acute Respiratory Infections (ARI). One of the local community's efforts to manage ARI involves utilizing medicinal plants as traditional therapy, specifically the Sarang Semut tuber (Myrmecodia tuberosa Jack). According to previous studies, the ethanolic extract of Sarang Semut tuber contains secondary metabolites, including alkaloids, flavonoids, saponins, quinones, tannins, steroids, and triterpenoids. The objective of this research is to develop an innovative pharmaceutical formulation in the form of lozenges using the ethanolic extract of Sarang Semut tuber as the active ingredient. The lozenges were prepared using the wet granulation method, with a target tablet weight of 500 mg. The formulation varied the ratio of fillers, specifically mannitol-sucrose, across three formulas: F I (75:25), F II (50:50), dan F III (25:75). The tablets were evaluated through physical property tests, including organoleptic properties, weight and size uniformity, hardness, friability, and disintegration time. The results demonstrated that the ethanolic extract of Sarang Semut tuber can be successfully formulated into lozenges with physical characteristics that meet evaluation standards, particularly Formula III. The resulting lozenges exhibited an optimal disintegration time ( 6,33 ± 0,46 second), low friability (0,99 ±0,00%),), and high hardness (2,092 ±0,27 kg). These findings suggest that Sarang Semut tuber ethanolic extract holds significant potential for further development into standardized traditional medicine.
Profil Kadar Besi Serum Pada Anak Usia Sekolah Yang Tinggal di Area Pertambangan Emas Skala Kecil di Sepang Simin, Gunung Mas Fadillah, Noor; Purbayanti, Dwi; Andini , Ika Putri; Rahmah, Windya Nazmatur; Faradila , Faradila; Sartika, Fera
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 8 No. 2 (2026): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v8i2.12502

Abstract

Penambangan Emas Skala Kecil (Artisanal and Small-Scale Gold Mining/ASGM) masih banyak dilakukan di Indonesia dan berpotensi menimbulkan paparan merkuri yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat terutama pada anak sebagai kelompok rentan. Paparan merkuri diketahui dapat mengganggu metabolisme zat besi dan proses hematopoiesis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kadar besi serum pada anak-anak yang bermukim di sekitar kawasan ASGM di Desa Sepang Simin, Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Penelitian ini menerapkan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional study yang melibatkan 43 anak usia 9–12 tahun. Sampel darah vena diambil untuk memperoleh serum dan dilakukan pemeriksaan kadar besi serum menggunakan metode Iron-Ferrozine dengan fotometer Biosystem BTS-350. Analisis data dilakukan secara deskriptif serta uji beda melalui Independent Sample t-test. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya sebagian besar responden memiliki kadar besi serum dalam kisaran normal (86%), sedangkan 14% responden memiliki kadar besi serum rendah. Analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan signifikan kadar besi serum antara anak laki-laki dan perempuan (p = 0,025), dengan rerata kadar besi serum pada anak laki-laki lebih rendah dibandingkan perempuan. Temuan ini menunjukkan bahwa status zat besi pada anak di wilayah pertambangan tidak sekadar terpengaruh faktor nutrisi dan pertumbuhan, namun juga berpotensi berkaitan dengan paparan lingkungan seperti merkuri yang dapat mengganggu metabolisme besi dan eritropoiesis.
Potensi Ekstrak Akar Kalakai (Stenochlaena palutris Bedd) Sebagai Antihiperlipidemia Yang Diuji Secara In Vivo Rabiatul Adawiyah; Fera Sartika; Fahruddin Arfianto
Journal of Pharmascience Vol. 7 No. 1 (2020): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v7i1.8075

Abstract

ABSTRAK Tumbuhan kalakai atau sering disebut paku haruan atau pakis  merupakan tumbuhan khas Kalimanatan yang banyak digunakan sebagai tumbuhan obat. Kalakai mengandung beberapa senyawa bioaktif seperti fenolik, flavonoid, alkaloid dan keluarga terpenoid yang efektif sebagai antioksidan.  Tujuan penelitian ini untuk menentukan aktivitas antihiperlipidemia dar i ekstrak akar kalakai yang diuji secara in vivo pada tikus wistar. Metode yang digunakan adalah melakukan uji aktivitas antihiperlipidemia dengan cara memberi perlakuan hewan coba dan melakukan pengukuran kadar trigliserida dan kolesterol total dengan menggunakan Spektrofotometer UV-VIS. Hasil penelitian diketahui bahwa peningkatan dosis dapat meningkatkan aktivitas dari ekstrak akar  kalakai. Semakin meningkatnya dosis,  maka terjadi peningkatan pertemuan antara flavonoid dengan reseptor di permukaan sel, sehingga terjadi peningkatan aktivitas. Aktivitas dari pemberian dosis ke-3 dari kadar trigliserida sebesar 49,8 mg/dl sedangkan untuk kadar kolesterolnya sebesar 41,8 mg/dl pada hasil yang didapat dari ekstrak akar kalakai  mendekati pemberian dari kadar  simvastatin. Berdasarkan hal tersebut, maka ekstrak dengan dosis 400 mg/KgBB memiliki potensi untuk teliti lebih lanjut dan dapat digunakansebagai obat alternatif pada pengobatan hiperlipidemia. Keadaan hiperlipidemia tidak hanya terkait kolesterol, tetapi mencakup kadar trigliserida di dalam darah. Kemampuan suatu obat dalam menurunkan kadar kolesterol sekaligus kadar trigliserida, akan memberikan keuntungan terhadap pengobatan pasien hiperlipidemia. Penggunaan akar kalakai tidak hanya terbatas pada pengobatan karena bahan alam dapat digunakan sebagai pencegah timbulnya penyakit terutama hiperlipidemia yang terjadi pada pasien degeneratif. Kata kunci : Ektrak akar kalakai, In Vivo, Kolesterol, SpektrofotometerUV-VIS, Trigliserida  ABSTRACT Kalakai plants or often called haruan nails or ferns are typical Kalimanatan plants which are widely used as medicinal plants. Kalakai contains several bioactive compounds such as phenolic, flavonoid, alkaloid and terpenoid family which are effective as antioxidants. The purpose of this study was to determine the antihyperlipidemic activity of kalakai root extract which was tested in vivo in Wistar rats. The method used is to test the activity of antihyperlipidemia by giving treatment of experimental animal and to measure levels of triglycerides and total cholesterol using a UV-VIS spectrophotometer. the results of the study note that increasing the dose can increase the activity of the kalakai root extract. As the dose incr eases, there is an increase in the linkage between the flavonoids and receptors on the cell surface, resulting in increased activity . The activity of administering the 3rd dose of triglyceride levels was 49.8 mg/dl whereas for cholesterol levels it was 41.8 mg/dl in the result obtained from the extract of kalakai root approaching the administration of simvastatin levels. Based on this, the extract at a dose of 400mg/kg has the potensial for further scrutiny and can be used as an alternative drug in the treatment of hyperlipidemia. The state of hyperlipidemia is not only related to cholesterol, but includes the level of triglycerides in the blood. The ability of a drug to reduce cholesterol levels as well as triglyceride levels, will provide benefits to the treatm ent of hyperlipidemia patients. The use of kalakai root is not only limited to treatment because natural ingredients can be use d as a prevention of disease, especially hyperlipidemia that occurs in degenerative patients. Keywords: Kalakai root extract, In Vivo, Cholesterol, Triglyceride, UV-VIS Spectrophotometer
Edukasi dan Penguatan Kapasitas Remaja dalam Pengendalian dan Pencegahan Dini Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS) di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya Windya Nazmatur Rahmah; Fera Sartika; Fitria Hariati Ramdhani; Al Hidayani; Rezqi Handayani
Journal of Community Development Vol. 6 No. 1 (2025): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v6i1.1680

Abstract

Penyakit nfeksi menular seksual (PIMS) merupakan masalah kesehatan global yang terus meningkat, termasuk di Indonesia. Prevalensi PIMS tertinggi terjadi pada kelompok remaja dan dewasa muda akibat perilaku seksual berisiko. Perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan tanpa proteksi merupakan penyebab utama meningkatnya kasus PIMS di kalangan remaja dan dewasa muda di Indonesia. Upaya pencegahan dan pengendalian melalui peningkatan edukasi dan akses layanan kesehatan reproduksi penting untuk dilakukan guna memutus rantai penularan IMS di kalangan remaja. Metode kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi terkait PIMS dan memberikan pelatihan kepada siswa SMA 1 Muhammadiyah Palangkaraya untuk membuat promosi kesehatan terkait PIMS dengan memanfaatkan platform media social. Pada kegiatan ini juga dilakukan pengukuran tingkat pengetahuan siswa terhadap PIMS dengan melakukan evaluasi melalui pemberian pretest dan postest. Hasil menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang PIMS khususnya pada remaja setelah dilakukannya edukasi. Selain itu kegiatan ini menghasikan produk media sosial sebagai bentuk promosi kesehatan terkait PIMS yaitu platform media sosial TikTok dan Instagram. Kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas remaja tentang pengendalian dan pencegahan dini PIMS di SMA Muhammadiyah 1 Palangka Raya telah berhasil dilaksanakan dengan memberikan pemahaman yang lebih baik kepada siswa mengenai risiko, cara penularan, pencegahan, dan dampak PIMS.