Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Evaluasi Obat Kadaluwarsa dan Rusak di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Murjani Sampit Meilinda, Akeli; Guntur Satrio pratomo; Novaryatiin, Susi
Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima Vol. 8 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Kesehatan Delima
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Salsabila Serang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60010/jikd.v8i1.145

Abstract

Pengelolaan obat yang tidak efisien dapat menimbulkan masalah tumpang tindih anggaran serta pemakaian obat yang tidak tepat. Masalah pengolahan obat di rumah sakit masih sering terjadi di jaman sekarang, sehingga perlu dilakukan evaluasi yang berkelanjutan untuk menciptakan pelayanan yang optimal agar tercipta mutu kesehatan pasien yang baik. Maka diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai pengelolaan obat Instalasi Farmasi RSUD dr.Murjani. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Pengambilan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan retrospektif dengan mengambil data pada periode Juli-Desember 2023. Hasil dari penelitian ini didapatkan bahwa di Instalasi Farmasi RSUD dr.Murjani terdapat 2.557 obat yang kadaluwarsa dan terdapat 1 botol obat rusak. Jenis obat yang paling banyak ditemukan kadaluwarsa adalah obat Suplemen/Vitamin sebanyak 15.769 dan bentuk sediaan yang paling banyak ditemukan kadaluwarsa adalah sediaan tablet yaitu sebanyak 26.821. Berdasarkan hasil perhitungan maka persentase obat kadaluwarsa adalah sebesar 0,54631% dan obat rusak sebesar 0,0001%.
Kolaborasi Fakultas Farmasi UMPR dan UPTD Puskesmas Kereng Bangkirai dalam Mewujudkan Kampus Sehat Melalui Cek Kesehatan Gratis Rika Arfiana Safitri; Syahrida Dian Ardhany; Susi Novaryatiin; Halida Suryadini; Guntur Satrio Pratomo; Risqika Yulia Tantri Paramawidhita; Nurul Qamariah; Evi Mulyani; Husna Fauzia; Mohammad Rizki Fadhil Pratama; Rabiatul Adawiyah; Rezqi Handayani; Dewi Sari Mulia
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i2.1423

Abstract

Kesehatan sivitas akademika merupakan faktor krusial dalam mendukung terciptanya lingkungan perguruan tinggi yang produktif dan berdaya saing. Penyakit tidak menular (PTM) sering kali terlambat dideteksi karena banyak kasus baru baru disadari pada tahap lanjut. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian kesehatan sivitas akademika melalui pemeriksaan kesehatan gratis yang terintegrasi dengan edukasi kesehatan dasar, serta menjaring faktor risiko PTM sejak dini. Metode pelaksanaan program dilakukan secara partisipatif melalui tahapan persiapan, sosialisasi, pendaftaran, pelaksanaan cek kesehatan gratis (registrasi, pengukuran identitas, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah sewaktu), edukasi interpersonal melalui konseling meja, tindak lanjut rujukan, serta evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan, di mana rata-rata skor melonjak dari 68,9 pada pre-test menjadi 90,8 pada post-test setelah diberikan edukasi singkat. Berdasarkan hasil skrining fisik terhadap peserta, ditemukan bahwa 65,0% peserta memiliki tekanan darah normal, sedangkan 21,7% mengalami pre-hipertensi, dan 13,3% menderita hipertensi klinis. Untuk parameter kadar gula darah sewaktu (GDS), sebanyak 90,0% peserta berkategori normal dan 10,0% teridentifikasi mengalami hiperglikemia.
Ethnomedicine and Knowledge Transmission among Dayak Communities in Central Kalimantan: An Ethnographic Inquiry Rabiatul Adawiyah; M. Fatchurahman; Guntur Satrio Pratomo; Ferdiyani Haris; I Gusti Ayu Raya Prajnashwari; Sonia Lomei Wandianti; Salsabina Salsabina; Abid Naufal Adhika Wiratama
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v9i2.8661

Abstract

Introduction: Traditional medicinal knowledge is central to cultural identity and community well-being among the Dayak communities of Central Kalimantan yet its continuity is increasingly threatened by modernization and declining youth engagement. This study aims to examine how ethnomedicinal knowledge is transmitted practiced and sustained through therapeutic traditions eco spiritual values and intergenerational learning. Methods: A qualitative ethnographic approach was conducted in four regions of Central Kalimantan involving twelve purposively and snowball-selected participants including traditional leaders elders and women healers. This design was chosen to capture culturally embedded meanings that cannot be accessed through quantitative techniques. Data were collected through participant observation in depth interviews and documentation then transcribed verbatim and analyzed using thematic coding procedures. Results: Three major findings emerged. First the transmission of medicinal plant knowledge is weakening as younger generations increasingly rely on biomedical services. Second ritual practices such as offerings prayers and ecological ethics remain central in legitimizing healing and guiding responsible plant harvesting. Third the perceived effectiveness of key plants including kalakai pasak bumi and bajakah is reinforced through lived experiences of vitality and longevity although sustainability is challenged by shifting health preferences and environmental change. Conclusion: Dayak ethnomedicine reflects an integrated system combining therapeutic efficacy cultural identity and ecological stewardship. The findings highlight the importance of eco spiritual practices and intergenerational dynamics in sustaining traditional healing. Strengthening documentation pharmacological validation and youth-focused digital revitalization initiatives is essential for ensuring the resilience of Dayak ethnomedicinal knowledge.