Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Deteksi Dini Faktor Risiko Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara La Rangki La Rangki; Haryati Haryati; Mubarak Mubarak; Saida Saida; Rahmawati Rahmawati; Arfiyan Sukmadi
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023411

Abstract

According to the Health Profile of Southeast Sulawesi, DM is ranked 5th out of the 10 largest diseases in Southeast Sulawesi with 13,946 sufferers. The increasing number of people with Type 2 Diabetes Mellitus is a global health threat. Of course, the prevalence rate of diabetes mellitus must be prevented with both preventive and promotive actions. One form of prevention that can be sought is by detecting as early as possible in people who have risk factors. Therefore, this community service activity is carried out to detect the risk of diabetes mellitus, by checking blood sugar levels, and measuring BMI and abdominal circumference which are indicators of diabetes mellitus. The results of the examination of 63 respondents (41 women, 22 men) obtained the following results 7 respondents had a temporary blood sugar (GDS) of more than 200 mg/dl, and 56 respondents had a temporary blood sugar (GDS) less than  200 mg/dl, 29 respondents with abdominal circumference more than 80 cm (female) and 7 respondents with abdominal circumference more than 90 cm (male), 42 respondents were categorized as overweight (BMI more than 25kg/m2). The results above indicate that there are still many people who are not aware that they are at risk of developing DM, so there needs to be regular checks and Health Education on DM problems. Abstrak: Profil  Kesehatan Sulawesi Tenggara mencatatkan bahwa DM berada pada urutan ke-5 dari 10 penyakit terbesar di Sultra dengan jumlah 13.946 penderita. Peningkatan jumlah penyandang Diabetes Melitus tipe 2 menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Tentunya laju prevalensi diabetes melitus harus dicegah dengan tindakan baik preventif maupun promotif. Salah satu bentuk preventif yang dapat diusahakan yakni dengan melakukan deteksi sedini mungkin pada masyarakat yang memiliki faktor resiko. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mendeteksi adanya resiko penyakit diabetes melitus, dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu,  pengukuran IMT dan lingkar perut yang menjadi indikator penyakit diabetes melitus. Hasil pemeriksaan terhadap 63 responden (41 perempuan, 22 laki-laki) didapatkan hasil sebagai berikut 7 responden memiliki gula darah sewaktu (GDS) lebih dari 200 mg/dl, dan 56 responden memiliki gula darah sewaktu (GDS) kurang dari 200 mg/dl, 29 responden dengan lingkar perut lebih dari 80 cm (perempuan) dan 7 responden dengan lingkar perut lebih dari 90 cm (laki-laki), 42 responden masuk kategori overweight (IMT lebih dari 25kg/m2). Hasil diatas menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa dirinya berisiko terkena penyakit DM sehingga perlu adanya pemeriksaan secara rutin dan Pendidikan Kesehatan akan masalah DM.
Upaya Peningkatan Kualitas Hidup Kelompok Berisiko Pada Pedagang Pasar Berusia Lanjut Melalui Screening Kesehatan Adius Kusnan; Jamaluddin Jamaluddin; Rahmawati Rahmawati; La Rangki La Rangki; Haryati Haryati; Arfiyan Sukmadi; La Ode Alifariki
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023373

Abstract

Peningkatan prevalensi penyakit tidak menular menjadi ancaman yang serius dalam pembangunan, karena mengancam pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk itu dikembangkan model pengendalian PTM berbasis masyarakat melalui Posbindu PTM. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan derajat kesehatan dan mencegah penurunan kesehatan pada pra lansia dan lansia yang bekerja di pasar. Manfaat bagi pra lansia dan lansia yang beraktivitas di pasar adalah meningkatnya derajat kesehatan, pengetahuan, dan kesadaran pralansia dan lansia tentang kesehatan dan juga tidak menyita waktu mereka. Perusahaan Daerah Pasar Kota Kendari diharapkan dapat menjadi role model untuk pasar lain dan meningkatkan derajat kesehatan pralansia dan lansia yang bekerja dan terciptanya masyarakat pasar yang sehat. Kegiatan ini telah dilaksanakan pada bulan September – Oktober 2022. Prosedur pelaksanaan dimulai dengan melakukan pelatihan pada kader posbindu pasar, menyiapkan alat, media promosi kesehatan, dan tempat yang digunakan untuk pelaksanaan program. Kegiatan dalam POSBINDU ini terdiri dari senam anti hipertensi, penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan dan lingkar perut, pengecekan tekanan darah dan gula darah sewaktu, konseling kesehatan, dan pemberian minuman tambahan. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan cara skrining kesehatan dan pengukuran kualitas hidup pra lansia dan lansia dengan menggunakan kuesioner WHOQoL (Quality of Life). Hasil pengabdian menujukkan bahwa mayoritas lansia memiliki kualitas hidup yang rendah terutama pada aspek dimensi fisik. Kesimpulan penelitian adalah kegiatan screening kesehatan telah menemukan beberapa lansia yang menderita penyakit fisik dengan kualitas hidup rendah.   
Health Counseling on Breast Care for Pregnant Women at the Maternal and Child Health Polyclinic Aliyah 2 Kendari: Penyuluhan Kesehatan Tentang Perawatan Payudara Pada Ibu Hamil di Poliklinik KIA Aliyah 2 Kendari Haryati Haryati; Saida Saida; Sukurni Sukurni; La Ode Alifariki
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.73 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1187

Abstract

Exclusive breastfeeding is very beneficial for babies and mothers, for the smooth process of breastfeeding, it is very important for mothers to take care of their breasts after the delivery process. Health education activities and breast care assistance for postpartum women at the KIA ANLIYAH Kendari Polyclinic aim to increase the knowledge of pregnant women about breast care for pregnant and postpartum women. Breast care during childbirth is an important part that must be considered in breastfeeding. This community service is carried out by providing information about breast care and assistance on how to do breast care with a total of 10 participants. This community service uses communicative technique methods with three approaches, namely lectures, demonstrations, questions and answers and discussions. The results of breast care counseling are very useful for increasing the knowledge and skills of pregnant women. The results of the evaluation during the activity process were found that pregnant women had understood and knew how to do good and correct breast care. With this health education, it is expected to be able to increase the knowledge and skills of breastfeeding mothers about breast care and how to do breast care so that they can breastfeed and do not experience interference in the breastfeeding process so that the exclusive breastfeeding program can be achieved. Abstrak Pemberian ASI eksklusif sangat bermanfaat bagi bayi dan ibu, demi kelancaran proses menyusui, sangat penting bagi ibu melakukan perawatan payudara setelah proses persalinan. Kegiatan edukasi kesehatan dan pendampingan perawatan payudara pada ibu nifas di Poliklinik KIA ANLIYAH Kendari bertujuan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang perawatan payudara pada ibu hamil dan nifas. Perawatan payudara selama persalinan adalah salah satu bagian penting yang harus diperhatikan dalam pemberian air susu ibu (ASI). Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan informasi tentang perawatan payudara dan pendampingan cara melakukan perawatan payudara dengan jumlah peserta sebanyak 10 orang. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode teknik komunikatif dengan tiga pendekatan yaitu ceramah, demonstrasi, tanya jawab dan diskusi. Hasil dari penyuluhan perawatan payudara sangat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil. Hasil evaluasi selama proses kegiatan berlangsung didapatkan ibu hamil telah paham dan tahu bagaimana cara melakukan perawatan payudara yang baik dan benar. Dengan adanya edukasi kesehatan ini, diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang perawatan payudara dan cara melakukan perawatan payudara agar dapat menyusui dan tidak mengalami gangguan dalam proses menyusui sehingga program ASI eksklusif dapat tercapai.
Edukasi Manajemen Nyeri Pasca Sirkumsisi Pada Anak di Desa Lalimbue Kecamatan Kapoiala Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Rahmawati Rahmawati; Haryati Haryati; Arfiyan Sukmadi; Nadilla Meisya S; Selvy Aulia
Indonesia Berdaya Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023517

Abstract

Circumcision is a minor surgical procedure to remove the foreskin of the penis so that the glans penis becomes exposed. Pain is an unpleasant emotional experience due to actual or potential damage or describes the condition of the damage. Pain is a protective mechanism that arises when tissue damage occurs, and this will make the individual react by moving the pain stimulus. School-aged children are able to describe their pain. Self-report method using a numerical scale of pain intensity levels. Pain management is identifying and managing sensory or emotional experiences associated with tissue or functional damage with sudden or slow onset and intensity from mild to severe and constant. Adequate treatment is needed by pain sufferers, not only to relieve their pain but also to improve their quality of life. So, it is necessary to do pain management. In the process of education and simulation of pain management using the media to assist in conveying health messages in the form of leaflets. Community service activities carried out by a team of lecturers from the Nursing Study Program, Faculty of Medicine, Halu Oleo University in the working area of the Kapoiala Public Health Center, Konawe Regency, were carried out as an educational effort for parents and children to be able to carry out post-circumcision pain management both pharmacologically and non-pharmacologically in children. All counseling participants had obtained good knowledge about post-circumcision pain management. All participants had obtained information and had known about pharmacological and non-pharmacological pain management. Abstrak: Sirkumsisi merupakan tindakan bedah minor untuk membuang kulit prepusium penis sehingga glans penis menjadi terbuka. nyeri adalah pengalaman perasaan emosional yang tidak menyenangkan akibat terjadinya kerusakan aktual maupun potensial, atau menggambarkan kondisi terjadinya kerusakan. Nyeri merupakan mekanisme perlindungan yang timbul bila terjadi kerusakan jaringan, dan hal ini akan membuat individu bereaksi dengan cara memindahkan stimulus nyeri. Anak usia sekolah mampu mendeskripsikan nyeri mereka. Metode pelaporan sendiri dengan menggunakan skala tingkatan intensitas nyeri secara numerik. Manajemen nyeri adalah mengidentifikasi dan mengelola pengalaman sensorik atau emosional yang berkaitan dengan kerusakan jaringan atau fungsional dengan onset mendadak atau lambat dan berintensitas ringan hingga berat dan konstan. Penanganan yang adekuat sangat dibutuhkan oleh penderita nyeri, tidak hanya untuk meredakan rasa nyerinya melainkan pula untuk meningkatkan mutu kehidupannya. Maka, perlu dilakukan manajemen nyeri. Dalam proses Edukasi dan simulasi manajemen nyeri menggunakan media untuk membantu dalam menyampaikan pesan kesehatan yaitu berupa leaflet. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh Tim dosen dari Program Studi Keperawatan, Fakultas Kedokteran Universitas Halu Oleo di wilayah kerja Puskesmas Kapoiala Kabupaten Konawe dilakukan sebagai upaya edukasi bagi orangtua dan anak agar mampu melakukan manajemen nyeri pasca sirkumsisi baik secara farmakologi maupun non farmakologi pada anak. Seluruh peserta penyuluhan telah memperoleh pengetahuan yang baik tentang manajemen nyeri pasca sirkumsisi. Seluruh peserta telah memperoleh informasi dan telah mengetahui tentang manajemen nyeri secara farmakologi dan non farmakologi penatalaksanaan nonfarmakologi. 
EDUKASI DAN SOSIALISASI PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI TATANAN HIDUP BARU PADA MASYARAKAT KOTA KENDARI Fitriani Fitriani; Haryati Haryati; Wa Ode Syahrani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat : Kesehatan Vol. 1 No. 1 (2021): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) STIKES Notokusumo Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.305 KB)

Abstract

Penerapan new normal atau kenormalan baru di Indonesia diatur dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Usaha Mendukung Keberlangsungan pada Situasi Pandemi yang melanda dunia termasuk Indonesia saat ini.. Upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 sudah secara masif dilakukan oleh pemerintah, termasuk di provinsi Sulawesi Tenggara. Pemerintah Kota Kendari telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Kendari (Perwali) nomor 47 tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian COVID-19 (Hakim, 2020). Pasar Anduonohu dipilih sebagai lokasi kegiatan dengan pertimbangan bahwa pasar tradisional dapat menjadi salah satu titik kumpul atau lalu lalang masyarakat sehingga sangat rentan untuk terjadi kontak fisik. Selain itu, kegiatan dilakukan di area pasar juga memungkinkan untuk dilakukan penyebaran informasi dan sosialisasi kepada masyarakat luas dalam waktu bersamaan. Metode edukasi dilakukan berupa pembagian leaflet dan stiker yang berisi protokol kesehatan di era new normal terhadap 160 peserta yang terdiri dari pedagang dan pembeli yang berkunjung ke pasar Andunouho pada saat kegiatan berlangsung. Seluruh peserta di berikan stiker tentang protokol kesehatan dan diberikan edukasi singkat tentang pentingnya untuk selalu menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan disiplin ketika berada di luar rumah.
PROBLEMATIKA KELUARGA NELAYAN DI MASA PANDEMIK COVID-19 (Di Desa Kaleroang Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali) Haryati Lestari Amalia; Syaifuddin Kasim Suhri Kasim; Ratna Supiyah
Gemeinschaft Vol 4, No 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Jurusan Sosiologi FISIP UHO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52423/gjmpp.v4i2.19860

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui Problematika apa yang terjadi pada keluarga nelayan dimasa pandemic covid-19 (2) Untuk mengetahui strategi apa yang dapat dilakukan dalam mengatasi problematika keluarga nelayan di masa pandemic covid-19. Metode penelitian ini yaitu kualitatif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi.Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa problematika keluarga nelayan di tengah pandemic covid-19 yaitu tingkat pendapatan keluarga nelayan menjadi menurun, dikarenakan nelayan tersebut masih menggunakan alat-alat yang tradisional.Berbeda dengan nelayan yang menggunakan alat-alat modern hasil tangkapannya banyak dan stabil.Dengan adanya pandemic covid-19 ini juga memberikan dampak terhadap akses pasar menurun sehingga dapat mempengaruhi ekonomi keluarga nelayan. Hadirnya covid-19 ditengah-tengah masyarakat di Desa Kaleroang khususnya keluarga nelayan, sehingga keluarga nelayan menyusus strategi yaitu: (1) strategi aktif yang dimana keluarga nelayan membuka usaha sampingan. (2) strategi pasif, dalam memanajemen pengeluaran. (3) strategi jaringan yaitu pinjaman usaha modal untuk memenuhi kebutuhan keluarga selama pandemic covid-19.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas X IPS 2 SMA 1 Wabula dengan Menggunakan Model Problem Based Learning pada Materi Litosfer dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Haryati Haryati; Sitti Kasmiati; La Ode Nursalam
Jurnal Penelitian Pendidikan Geografi Vol 10 No 4 (2025)
Publisher : Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/jppg.v10i4.436

Abstract

The learning outcomes of class X IPS 2 students at Senior High School 1 Wabula on the Lithosphere material remain low due to one-way teaching that provides little room for student engagement. This condition reflects the low quality of the geography learning process that needs to be improved. This study aims to describe student learning activities, describe teacher teaching activities, and determine the improvement of student learning outcomes in class X IPS 2 Senior High School 1 Wabula taught using the Problem Based Learning model on the Lithosphere and Its Impact on Life material. The results of the study show an increase in student learning activities from the "fair" category to "good," an improvement in scores related to teacher teaching activities from the "fair" category to "good," and the achievement of the success indicator related to student learning outcomes, where the minimum mastery criterion of ≥ 75% was achieved, with 83% of students obtaining a score of ≥ 75. Thus, it can be concluded that the application of the Problem Based Learning model on the Lithosphere and Its Impact on Life material is effective in improving student learning activities, the quality of teacher teaching activities, and student learning outcomes in class X IPS 2 Senior High School 1 Wabula.
Kualitas Hidup Penderita Gagal Jantung Kongestif Berdasarkan Derajat Kemampuan Fisik dan Durasi Penyakit Saida Saida; Haryati Haryati; La Rangki
Faletehan Health Journal Vol 7 No 02 (2020): Faletehan Health Journal, Juli 2020
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v7i02.134

Abstract

Congestive Hearth Failure is a progressive syndrome that can reduce the quality of life, influenced by several internal and external factors.This study aims to determine the factors that relate to the quality of life of patients with congestive heart failure based on the level of physical ability and duration of illness.This study isanalytical with a cross-sectional design of 104 congestive heart failure patients who seeked treatment at cardiac clinic of Kendari Regional General Hospital.The sampling technique ispurposive sampling based on predetermined criteria. The quality of life was measured by usingMinnesota Living with Heart Failure questionnaire. The data analysis used chi-square statistical test with confident interval 95% (alpha 0.05). The results of study showed that most of the respondents have a good quality of life as many as 93 people (89.4%), the low level of physical ability as many as 69 people (66.3%), and the duration of illness £5 years as many as 86 people (82.7%). The bivariate analysis results showed that the level of physical ability is related to the quality of life (p-value 0.000) while the duration of illness is not related to it(p-value 1.000). To conclude, the Level of physical ability is a factor related to the quality of lifeof patients with congestive heart failure, but the duration of illness is not related.
Perbedaan Fraksi Ejeksi Ventrikel Kiri pada Pasien Penyakit Jantung Koroner dengan Jumlah Stenosis ?1 dan >1 yang Menjalani Tindakan Percutaneus Coronary Intervention Arfiyan Sukmadi; Haryati Haryati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 6 No. 1 (2026): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v6i1.267

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas kardiovaskular. Derajat keparahan PJK, khususnya jumlah pembuluh koroner dengan stenosis signifikan, berperan penting dalam terjadinya disfungsi ventrikel kiri yang tercermin melalui penurunan fraksi ejeksi (EF). Penelitin ini bertujuan untuk menilai perbedaan rerata fraksi ejeksi ventrikel kiri pada pasien PJK berdasarkan jumlah pembuluh koroner dengan stenosis signifikan. Penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain potong lintang ini menggunakan data rekam medis pasien PJK yang menjalani coronary angiography (CAG) dan/atau percutaneous coronary intervention (PCI) di RSU Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara periode Januari–Desember 2022. Pasien dikelompokkan menjadi stenosis ?1 pembuluh (0–1 vessel) dan stenosis >1 pembuluh (2–3 vessel). Perbedaan rerata EF dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Sebanyak 96 pasien dianalisis, terdiri dari 61 pasien dengan stenosis ?1 pembuluh dan 35 pasien dengan stenosis >1 pembuluh. Rerata EF pada kelompok stenosis ?1 pembuluh adalah 46,5±14.0%, sedangkan pada kelompok stenosis >1 pembuluh sebesar 42.0±10.5%. Selisih rerata EF sebesar ?4.51% (95% CI ?9.52 hingga 0.50) dan tidak bermakna secara statistik (p=0.077). Meskipun demikian, terdapat kecenderungan penurunan EF seiring peningkatan jumlah pembuluh stenosis. Pasien PJK dengan stenosis >1 pembuluh cenderung memiliki fraksi ejeksi ventrikel kiri yang lebih rendah dibandingkan pasien dengan stenosis ?1 pembuluh.
Peningkatan Kemampuan Berkemih Melalui Senam Kegel Bagi Lansia di Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Minaula Kendari Rahmawati Rahmawati; La Ode Alifariki; Haryati Haryati; La Rangki; Sukurni Sukurni
Journal of Community Engagement in Health Vol. 3 No. 1 (2020): Maret
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jceh.v3i1.33

Abstract

Jenis-jenis perubahan terjadi pada lansia, salah satunya menurunkan kemampuan buang air kecil, yaitu penurunan tonus otot vagina dan otot saluran kemih (uretra) yang disebabkan oleh hormon estrogen yang menurun, menyebabkan inkontinensia urin yang ototnya menjadi lemah, meningkatkan frekuensi kemih dan tidak mampu untuk mengontrol urin. Komplikasi yang ditimbulkan seperti infeksi saluran kemih, infeksi kulit pubis, gangguan tidur, dekubitus, dan gejala ruam. Selain itu, masalah psikososial seperti dijauhi oleh orang lain karena berbau urin, inferior, tidak percaya diri, mudah marah sering terjadi dan ini mengakibatkan depresi dan isolasi sosial. Satu terapi untuk mengurangi inkontinensia urin dengan melakukan latihan kegel. Ada 30 lansia yang mengalami inkontinensia urin di Pusat Rehabilitasi Sosial Minaula Kendari. Solusi yang digunakan untuk mengatasi masalah ini adalah dengan konseling tentang inkontinensia urin dan latihan Kegel secara teratur. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa lansia yang melakukan senam kegel secara teratur, memiliki efek positif di mana lansia mengalami peningkatan kemampuan buang air kecil dengan benar, dan penurunan terjadinya keluarnya air seni spontan tanpa disadari (ngompol).