Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Characteristic Test and Antihyperuricemia Activity of Ethanol Extract Stem of Etlingera rubroloba A.D Poulsen In vitro Asriullah Jabbar; Idin Sahidin; Khansa Rafida Triaqilah; Mubarak Mubarak; Muhammad Ilyas Yusuf
MEDULA JURNAL ILMIAH FAKULLTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS HALU OLEO Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Halu Oleo University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46496/medula.v9i2.25290

Abstract

Background: Etlingera rubroloba (E. rubroloba) A.D Poulsen is one of the endemic plants of Southeast Sulawesi, which has the largest species in the world. Local people widely use this plant as traditional medicine. Many of these plant species have been previously reported as antioxidants, antibacterials, and others. However, for E. rubroloba, there are still very few reports from a pharmacological aspect, especially anthiperuricemia. Objective: This study was conducted to determine the characteristics and activity of the ethanol extract of the stem of E. rubroloba A.D Poulsen in vitro. Methods: The stems of E. rubroloba A.D Poulsen were extracted with ethanol solvent by maceration, then the filtrate obtained was evaporated using an evaporator to get an ethanol extract. Furthermore, the extract characterization test was carried out, including water content, ash content, water-soluble extract content, and ethanol-soluble extract content. Then the antihyperuricemia activity test in vitro using the Xanthine Oxidase (XO) kit. Results: The results of the characteristic test showed that the ethanolic extract of E. rubroloba contained 5.15% water content, 5.485% ash content, 55.2% water-soluble extract content, and 56.52% ethanol-soluble extract content. Furthermore, the antihyperuricemic activity of the ethanol extract of E. rubroloba was IC50 48.59 ± 0.03 g/mL and Allopurinol 42.21 ± 0.02 g/mL as positive controls. Conclusion: E. rubroloba stem ethanol extract has characterization results according to the literature, has antihyperuricemia activity, and is a reference for the development of traditional drugs
The Role of Medication Observer And Compliance In Medication Of Pulmonary Tuberculosis Patient Septiyani Putri; La Ode Alifariki; Fitriani Fitriani; Mubarak Mubarak
Jurnal Kesehatan Prima Vol 14, No 1 (2020): FEBRUARY
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.29 KB) | DOI: 10.32807/jkp.v14i1.248

Abstract

Pulmonary tuberculosis is still a significant health problem in Indonesia; the high rate of pulmonary tuberculosis sufferers causes by the patient's non-compliance factor in taking the drug, allowing resistance and recurrence. Support for the role of medicine intake supervisors has a significant role in increasing compliance with medication for pulmonary tuberculosis patients. The purpose of this research was to determine the relationship between the role of medicine intake supervisors and medication compliance for pulmonary tuberculosis (TB) patients. This research used observational analytic with cross-sectional research design, was conducted in February-March 2019. The sampling method used consisted of 30 respondents using total sampling. WHO analysis used statistical tests with a significant level of α <0.05. The independent variable of this study was the role medicine intake supervisor and the dependent variable was medication compliance for pulmonary tuberculosis patients. Supervisor is that it has a proper role of 26 (86.7%) respondents and those who have fewer roles as many as 4 (13.3) respondents. Respondents who were obedient to taking medicine were 24 (80.0%) respondents, and those who did not obey took medicine as many as 6 (20.0%) respondents. The results of the Fisher Exact statistics show that there is a relationship between the role of medicine intake supervisors (OBSERVER) and medication compliance to patients with pulmonary tuberculosis in p-value = 0.001 (p-value <0.05). This study concludes that the better the role of supervisors taking medication (OBSERVER), the more obedient patients are in taking medication.
PENDAMPINGAN GERAKAN 4M PLUS UNTUK MEWUJUDKAN DAERAH ANTI NYAMUK DI KELURAHAN RAHANDOUNA KECAMATAN POASIA KOTA KENDARI Mubarak Mubarak; Weka Gusmiarty Abdullah; Rahmawati Rahmawati; Haryati Haryati
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/ja.v6n1.p1-5

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) menyebabkan morbiditas dan kematian. Pengobatan DBD hanyalah bersifat simptomatik dan suportif karena sampai saat belum ditemukan vaksin atau kemoterapi yang efektif. Cara memberantas DBD yang paling efektif adalah dengan memutuskan rantai penularan yaitu dengan membasmi nyamuk vektornya. Angka kejadian DBD tertinggi di Kota Kendari terdapat di Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia. Solusi yang digunakan untuk mengatasi masalah adalah penyuluhan tentang DBD, sosialisasi jenis tanaman anti nyamuk, pelatihan pemantik, aksi 4M, dan pendistribusian bibit tanaman anti nyamuk. Metode yang digunakan berupa penyuluhan, pelatihan dan pendekatan partisipatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Kelurahan Rahandouna dapat diwujudkan sebagai salah satu daerah percontohan anti nyamuk di Kota Kendari yang ditunjukkan dengan antusias warga dalam mengikuti kegiatan penyuluhan dan sosialisasi, pelatihan pemantik, implementasi kegiatan 4M plus, serta menjadi sumber bibit tanaman anti nyamuk yang dapat disebarluaskan ke wilayah lain di Kota Kendari di kemudian hari. 
Deteksi Dini Faktor Risiko Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Mokoau Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara La Rangki La Rangki; Haryati Haryati; Mubarak Mubarak; Saida Saida; Rahmawati Rahmawati; Arfiyan Sukmadi
Indonesia Berdaya Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Utan Kayu Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2023411

Abstract

According to the Health Profile of Southeast Sulawesi, DM is ranked 5th out of the 10 largest diseases in Southeast Sulawesi with 13,946 sufferers. The increasing number of people with Type 2 Diabetes Mellitus is a global health threat. Of course, the prevalence rate of diabetes mellitus must be prevented with both preventive and promotive actions. One form of prevention that can be sought is by detecting as early as possible in people who have risk factors. Therefore, this community service activity is carried out to detect the risk of diabetes mellitus, by checking blood sugar levels, and measuring BMI and abdominal circumference which are indicators of diabetes mellitus. The results of the examination of 63 respondents (41 women, 22 men) obtained the following results 7 respondents had a temporary blood sugar (GDS) of more than 200 mg/dl, and 56 respondents had a temporary blood sugar (GDS) less than  200 mg/dl, 29 respondents with abdominal circumference more than 80 cm (female) and 7 respondents with abdominal circumference more than 90 cm (male), 42 respondents were categorized as overweight (BMI more than 25kg/m2). The results above indicate that there are still many people who are not aware that they are at risk of developing DM, so there needs to be regular checks and Health Education on DM problems. Abstrak: Profil  Kesehatan Sulawesi Tenggara mencatatkan bahwa DM berada pada urutan ke-5 dari 10 penyakit terbesar di Sultra dengan jumlah 13.946 penderita. Peningkatan jumlah penyandang Diabetes Melitus tipe 2 menjadi salah satu ancaman kesehatan global. Tentunya laju prevalensi diabetes melitus harus dicegah dengan tindakan baik preventif maupun promotif. Salah satu bentuk preventif yang dapat diusahakan yakni dengan melakukan deteksi sedini mungkin pada masyarakat yang memiliki faktor resiko. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mendeteksi adanya resiko penyakit diabetes melitus, dengan melakukan pemeriksaan kadar gula darah sewaktu,  pengukuran IMT dan lingkar perut yang menjadi indikator penyakit diabetes melitus. Hasil pemeriksaan terhadap 63 responden (41 perempuan, 22 laki-laki) didapatkan hasil sebagai berikut 7 responden memiliki gula darah sewaktu (GDS) lebih dari 200 mg/dl, dan 56 responden memiliki gula darah sewaktu (GDS) kurang dari 200 mg/dl, 29 responden dengan lingkar perut lebih dari 80 cm (perempuan) dan 7 responden dengan lingkar perut lebih dari 90 cm (laki-laki), 42 responden masuk kategori overweight (IMT lebih dari 25kg/m2). Hasil diatas menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang tidak sadar bahwa dirinya berisiko terkena penyakit DM sehingga perlu adanya pemeriksaan secara rutin dan Pendidikan Kesehatan akan masalah DM.
ANALISIS HUBUNGAN FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WANGI-WANGI SELATAN KABUPATEN WAKATOBI TAHUN 2022 Intan Permatasari Jalil; Asriati Asriati; Mubarak Mubarak
Preventif Journal Vol 8, No 1 (2023): PREVENTIF JOURNAL
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Indonesia merupakan negara berkembang yang masih menghadapi masalah diare. Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia, pada tahun 2019 terdapat 2.549 kasus diare dengan angka Case Fatality Rate (CFR) sebesar 1.14%, dan tertinggi pada balita (7.0%). Laporan Dinas Ksehatan Provinsi Sulawesi Tenggara, Kabupaten Wakatobi menempati urutan ke sepuluh dengan presetase sebesar 17,26%. Pada tahun 2021 jumlah kasus diare yang ditangani di Kabupaten Wakatobi sebanyak 2.774 kasus, diantaranya 654 kasus diare pada balita dari jumlah penduduk sebanyak 102.759 jiwa. Berdasarkan data Puskesmas Wangi-wangi Selatan bahwa tahun 2020 prevalensi diare ditemukan sebanyak 136 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kejadian penyakit diare di wilayah kerja Puskesmas Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi tahun 2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode cross cectional study. Sampel penelitian yaitu ibu balita berjumlah 99 orang yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dan dianalisis menggunakan software SSPSS dengan analisis regresi liner berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu, sikap ibu, tindakan ibu, sosial budaya dan lingkungan fisik dengan kejadian diare pada balita di Puskesmas Wangi-wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Berdasarkan hasil penelitian, diharapkan bagi pemerintah, khususnya dinas kesehatan agar dapat melakukan penyuluhan atau edukasi mengenai bahaya penyakit diare pada balita dan cara pencegahan penyakit tersebut serta melengkapi sarana dan prasarana pendukung. Kata kunci: Faktor Risiko, Diare, Balita, Abstract Indonesia is a developing country that still faces diarrheal disease problems. Based on the Indonesia Health Profile 2019, the number diarrhea cases were 2,549 and the Case Fatality Rate (CFR) was 1.14% which the highest diarrhea prevalence in toddler. Health office of Southeast Sulawesi Province reported Wakatobi Regency ranked tenth with a prevalence of diarrheal disease (17.26%). Out of 102,759 population, there 2,774 cases of diarrhea were treated in Wakatobi Regency in 2021, including 654 cases among children. According to the data of Health Center Wangi-wangi Selatan, the number of diarrhea cases in 2020 were 136. This study aimed to analyze the factors associated with the incidence of diarrhea in the working area of the South Wangi-Wangi Health Center, Wakatobi Regency in 2022. A quantitative study with cross-sectional design was conducted in this study. The sample was mother of children under five with a total of 99 respondents who were taken out by purposive sampling. Data collection used questionaries then analyzed using SSPSS software with multiple linear regression analysis. The results showed that there was relationship between mother's knowledge, mother's attitude, mother's practice, social culture and physical environment with the incidence of diarrhea among toddlers at the South Wangi-wangi Health Center, Wakatobi Regency. Based on the result, it is hoped that the government, especially the health office to be able to conduct health education regarding the risks of diarrhea in toddlers and the prevention measures as well as complete the supporting facilities and infrastructure. Keywords: Factors, Risk, Incidence of Diarrhea, Toddlers
Dampak Lingkungan dan Perilaku terhadap Kasus Leptospirosis di Wilayah Puskesmas Lepo-lepo Wa Ode Riaataun Hajrah Rasyid; Waode Syahrani Hajri; Ramadhan Tosepu; Mubarak Mubarak
Jurnal Keselamatan Kesehatan Kerja dan Lingkungan Vol. 6 No. 1 (2025): Januari - Juni 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jk3l.6.1.42-51.2025

Abstract

Leptospirosis adalah penyakit zoonosis yang ditularkan melalui kontak dengan urin hewan yang terinfeksi bakteri Leptospira, terutama tikus. Penyakit ini banyak terjadi di daerah dengan sanitasi buruk dan lingkungan yang mendukung pertumbuhan populasi tikus. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor lingkungan dan perilaku terhadap kejadian leptospirosis di wilayah kerja Puskesmas Lepo-lepo pada periode 2023–2024. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan meliputi Kepala Puskesmas, Programmer Pengendalian Penyakit Menular, dan Kepala Seksi Pelayanan Terpadu Kecamatan Baruga. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buruknya kondisi lingkungan, seperti selokan tersumbat, genangan air, dan kebersihan yang tidak terjaga, berkontribusi terhadap tingginya kasus leptospirosis. Penanganan kasus dilakukan sesuai prosedur Dinas Kesehatan, dengan diagnosis awal oleh dokter dan konfirmasi laboratorium oleh BTKLPP Kelas I Makassar. Upaya pencegahan meliputi penyuluhan kesehatan dan kegiatan kebersihan lingkungan. Penelitian ini menegaskan perlunya intervensi lebih komprehensif melalui edukasi perilaku hidup bersih dan sehat, pengelolaan sampah, penggunaan alat pelindung diri, serta kolaborasi lintas sektor.
IMPLEMENTASI PROGRAM DAGUSIBU MELALUI PENDEKATAN LEAFLET DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN MASYARAKAT KELURAHAN WATU-WATU TENTANG AKSES DAN PEROLEHAN OBAT YANG TEPAT Asniar Pascayantri; Adryan Fristiohady; Irnawati Irnawati; Asriullah Jabbar; Sabarudin Sabarudin; Hasnawati Hasnawati; Nur Illyin; Astrid Indalifiany; Fadhliyah Malik; Vica Aspadiah; Rahmat Mualiadi; Dian Munasari Solo; La Ode Muhammad Fitrawan; Nasrudin Nasrudin; Ari sartinah; Muhammad Ilyas Y; Mubarak Mubarak
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 5 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Mei 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i5.2570

Abstract

Low drug literacy can lead to drug misuse, irrational self-medication, and the procurement of medicines from unofficial sources. This community service activity aimed to improve the knowledge of Watu-Watu Village residents on proper drug access and acquisition through the DAGUSIBU program, using educational leaflets, discussions, and interactive question-and-answer sessions. Program effectiveness was measured using pre- and post-tests, as well as Likert-scale evaluations. Results showed an increase in community knowledge from 61% to 100%, and the program received a mean evaluation score of 4.83 out of 5. The leaflet-based DAGUSIBU program, combined with active interaction, effectively improved community drug literacy and can serve as a replicable model for community-based pharmaceutical education.
Immunostimulatory Effect of Cayratia trifolia L. Domin on Granulocytes and Natural Killer Cells in Tuberculosis-Induced Rats Muhammad Ilyas Y; Wa Ode Salma; Mubarak Mubarak; Nasrudin Nasrudin; Parawansah Parawansah; Fadhliyah Malik; Asriullah Jabbar; Asniar Pascayantri; Esti Badia; Sernita Sernita; Nirwati Rusli; Lukman La Basy
Jurnal Jamu Indonesia Vol. 11 No. 3 (2026): Jurnal Jamu Indonesia
Publisher : Tropical Biopharmaca Research Center, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jji.v11i3.433

Abstract

Pulmonary tuberculosis (TB) remains a major public health problem in Indonesia and a leading cause of death from infectious diseases, partly because of impaired host immunity. Galing (Cayratia trifolia L. Domin) has been reported to exert immunomodulatory effects in bacterial infections. This study evaluated the immunostimulatory effect of galing leaf and stem extracts on granulocytes and natural killer (NK) cells in a TB-induced rat model. Leaf and stem extracts were administered orally to 28 Wistar rats at doses of 400 and 500 mg/kg body weight for seven days, followed by induction with TB ESAT-6 antigen. Granulocyte counts were measured using a hematology analyzer, whereas NK cells were quantified by ELISA. Galing extract significantly increased granulocyte and NK cell expression compared with the negative control (p<0.05). These findings indicate that galing extract has potential as an immunostimulatory agent in pulmonary TB by enhancing granulocyte and NK cell responses.
EDUKASI DAGUSIBU UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN PENGELOLAAN OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 Muhammad Arba; Asniar Pascayantri; Asriullah Jabbar; Nasrudin Nasrudin; Al Indra Jaya Tamsa; Eka Safitri; Kadek Ayu Meithasari; Rani Rahmah; Wa Ode Nuryani; Mubarak Mubarak; Wa Ode Mulyana; Muhammad Ilyas Y
MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment Vol. 3 No. 4 (2026): MAJU : Indonesian Journal of Community Empowerment, Juli 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/maju.v3i4.2664

Abstract

Type 2 Diabetes Mellitus is a chronic disease that requires continuous antidiabetic medication use, making adequate knowledge of proper medication management essential for patients. This community service program aimed to improve the knowledge of patients with Type 2 Diabetes Mellitus regarding antidiabetic medication management through education on obtaining, using, storing, and disposing of medicines properly (DAGUSIBU) at the Integrated Non-Communicable Disease Post (Posbindu PTM) of Lepo-Lepo Primary Health Center, Kendari City. The program was conducted through interactive counseling and knowledge assessment using pretest and posttest questionnaires administered to 50 participants. Data were analyzed descriptively and using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed that the mean knowledge score increased from 47.10 to 91.50 after the educational intervention. Statistical analysis revealed a significant difference between pretest and posttest scores (p<0.001). The normalized gain value of 0.84 indicated a high level of educational effectiveness. This educational program effectively improved participants’ knowledge of antidiabetic medication management and should be implemented continuously to enhance medication literacy among patients with chronic diseases.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG JAMU KEBUGARAN YANG AMAN DAN TERSTANDARISASI SEBAGAI LANGKAH PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN OBAT TRADISIONAL DI KELURAHAN KAMBU Dian Munasari Solo; Asriullah Jabbar; Hasnawati Hasnawati; Fadhliyah Malik; La Ode Muhammad Fitrawan; Nasrudin Nasrudin; Rahmat Muliadi; Elvi Rahmayani; Nurlian Nurlian; Asrumin Asrumin; Asniar Pascayantri; Vica Aspadiah; Mubarak Mubarak; Muhammad Ilyas Y.
BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 6 (2026): BESIRU : Jurnal Pengabdian Masyarakat, Juni 2026
Publisher : Lembaga Pendidikan dan Penelitian Manggala Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62335/besiru.v3i6.2618

Abstract

Obat tradisional (Jamu) tetap populer di Indonesia karena dianggap aman dan terjangkau. Namun, informasi yang keliru sering kali menyebabkan penggunaan yang tidak tepat serta kurangnya pemahaman mengenai manfaat kesehatan jangka panjang dan standar ilmiah yang berlaku. Di Kelurahan Kambu, pengetahuan masyarakat tentang pemanfaatan jamu yang aman dan terstandarisasi masih sangat terbatas. Program ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan jamu, sekaligus mendorong perilaku konsumsi herbal yang aman dan rasional sesuai dengan standar regulasi yang berlaku. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Kelurahan Kambu, Kendari, dengan menggunakan pendekatan kunjungan dari rumah ke rumah. Intervensi yang diberikan meliputi ceramah interaktif, diskusi, serta pembagian leaflet informatif kepada 14 responden. Materi edukasi mencakup identifikasi jamu, teknik produksi yang terstandarisasi (CPOTB), serta protokol "CEK KLIK" (Cek Kemasan, Label, Izin edar, dan Kedaluwarsa). Program ini berhasil meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan herbal seperti kunyit, jahe, madu, dan meniran menjadi minuman kebugaran yang aman. Para peserta memperoleh wawasan mengenai takaran, standar keamanan, serta cara memverifikasi registrasi produk melalui kanal resmi BPOM. Integrasi kearifan lokal dengan pendekatan ilmiah terbukti efektif dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat tradisional yang aman dan rasional.
Co-Authors Adius Kusnan Adriatman Rasak Adriatman Razak Afifah Nur Ramadhani Agus Silfia Susanto Aisyah Asman Aisyah Nelpin Mangidi Al Indra Jaya Tamsa Alifariki, La Ode Anastasyah Putri Angelina Lisar Apriyanto Apriyanto Arba, Muhammad Arfiyan Sukmadi Ari Putra Utama Ari Sartinah Asniar Pascayantri Asniar Pascayantri Aspadiah, Vica Asriati Asriati Asriullah Jabbar Asriullah Jabbar Asriullah Jabbar Asriullah Jabbar Asrumin Asrumin Astrid Indalifiany Aulia Amala Badia, Esti Chetrin Priliyani Derianti Derianti Dian Munasari Dian Munasari Solo Dwi Arini Jufri Eka Safitri Elvantri Yani Elvi Rahmayani Elvina Elvina Endang Endang Fadhliyah Malik Fadhliyah Malik Fadilah Fadilah Fitrawan, La Ode Muhammad Fitriani Fitriani Frilia Atikah Fristiohady, Adryan Hajir Mayana Hajri, Waode Syahrani Halik Halik Haryati Haryati Haryati Haryati Hasnawati Hasnawati Indah Nurcahaya Sari Indri Wulandari Intan Permatasari Jalil Irmawati Irmawati Irnawati Irnawati Irnawati Irnawati Irnawati Irnawati Irza Sezil Utami Kadek Ayu Meithasari Khansa Rafida Triaqilah La Rangki Laila Qodriyah Karimu Lidya Agriningsih Haruna Lukman La Basy Marcelo Gareca Mayang Sari Milawati Milawati Mozarivky Salsabilla Javanni Muhammad Ilyas Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y Muhammad Ilyas Y. Muhammad Ilyas Yusuf Muhammad Ilyas Yusuf Muhammad Kaisar Winalda Buutuni Nasrudin Nasrudin Nasrudin Nasrudin Nasrudin Nasrudin Nirwati Rusli Nur Aviarahma Sihani Nur Hikmah Nur Illiyyin Akib Nur Illyin Nur Mardatillah Al Mubaidillah Nurfadillah Sudia Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurhikma Nurlian Nurlian Nurmawaddah Nurmawaddah Padil Anugrah Parawansah Parawansah Parawansah Parawansah Pita Alfionita Rachma Malina Rahma Nur Aliza Rahmat Mualiadi RAHMAT MULIADI, RAHMAT Rahmawati Rahmawati Rahmawati Rahmawati Ramadhan Tosepu Rani Rahmah Rifa’atul Mahmudah Rini Apriani Ritha Hastria Ruslin Ruslin Sabarudin Sabarudin Sahidin Sahidin Saida Saida Seprian Hilman Septiyani Putri Sernita Seren Silviana Hasanuddin Siti Hayati Siti Rahmawaty Tombalissa Sitti Raodah Nurul Jannah Sri Rasniawaty Sri Susanty Sukurni Sukurni Sulsiah Sulsiah Sumi Wally Syifa Ahda Valentina Rumalean Ulfa Ulfa Uswatun Khasanah Wa Ambe Wa Ode Amanah Wa Ode Ifan Mustikawati Wa Ode Mulyana Wa Ode Nuryani Wa Ode Riaataun Hajrah Rasyid Wa Ode Salma Wa Ode Yentri Putia Ningtiyas Darmin Wahyuni Wahyuni Weka Gusmiarty Abdullah Winalda Maharani Yulidyah Syaffanie Lilikay Yustian Okwani Yuyun Suria Zalzabila Ashari Amir