Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

Implementation of Midwife Duties In Stand By Village By Kepmenkes No 564/Menkes/Sk/Viii/2006 About Guidelines of Implementation Stand by Village Related to Village Midwife Authority by Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 About Midwife Registration And Erawati, Ambar Dwi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Midwives perform services regulated by Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice in the form of authority. Along with standby village, midwives get additional tasks regulated in Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village. Based on regulation above, formulation of the problem in this research are: 1. Is there any disagreement in the regulation, 2. How the form of legal protection for midwives in the standby village. This study aims to: 1. Comparing these two regulations, 2. Knowing the implementation of the practices of midwives in standby villages in Tuntang district Semarang Regency. Method used empiric juridical approach to the specific analysis descriptive. Object of this research there are 10 people’s midwives and confirmation with the Chairman of IBI center. Method of collecting data with interviews, observation and literature study. Results of research there are disagreement and the differences between the two regulations. Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice are rules of Minister of Health regulating the authority of the midwife in providing midwifery services to the mother, child and family planning program. Outside the service aims to save lives. Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village is rules of Minister of Health regulating the task of midwives to provide basic medical services to the community. Midwife in stand by village fulfill all duty which is decanted in Kepmenkes No 564. Midwife in Tuntang District Stand by Village in executing midwife standby village duties is protected by Criminal Low Book (KUH Pidana). Keywords: authority, duties, regulation, decree, Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice, Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village.
EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM JAMINAN PERSALINAN (JAMPERSAL) OLEH BIDAN DI KABUPATEN BATANG Yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.485 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v5i2.96

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, dan ini merupakan suatu masalah kesehatan yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2009 AKI di Indonesia adalah 227 per 100.000 Kelahiran Hidup.? Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 AKI di Jawa Tengah adalah 116,01 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir terus meningkat, angkanya masih berada diatas rata rata Jawa Tengah dan target MDG,s. Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses kepelayanan kesehatan ibu yang berkualitas terutama pelayanan kegawat daruratan tepat waktu. Persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan upaya pemerintah berupa program Jampersal . di Kabupaten Batang program Jampersal program jampersal dimulai sejak tahun 2011, bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Jampersal. Namun sebagai program yang masih baru, pelaksanaan Jampersal tidak lepas dari berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Sehingga diperlukan evaluasi? pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) oleh bidan di Kabupaten Batang Tujuan? penelitian ini adalah agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan referensi dalam pengambilan keputusan untuk penyempurnaan pelaksanaan program jampersal di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Target khusus dari penelitian ini adalah didapatkanya gambaran motivasi bidan dalam melaksanakan program jampersal, pelayanan jampersal yang idberikan oelh bidan dan cakupan pelayanan jampersal oleh bidan di Kabupaten Batang.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam . Subyek penelitian adalah sebanyak 24 orang yang diambil secara purposive. Informan utama adalah bidan dan informan triangulasi kepala seksi KIA, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan ibu yang mendapatkan pelayanan jampersal . Data diolah dengan? content anaysis. Motivasi bidan dari faktor internal : karena membantu proses persalinan ibu, menolong agar ibu bersalin kefasilitas kesehatan, faktor eksternal karena program pemerintah dan sudah ditugaskan agar bidan melaksanakan program jampersal, meningkatkan cakupan KIA dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan jampersal yang diberikan oleh bidan adalah periksa kehamilan 4 kali, persalinan, rujukan kadang tidk mengurus klaim, nifas 2 -3 kali, pelayanan KB susah dilaksanakan karena harus nunggu 40 hari, sedangkan ibu nifas belum selapan belum boleh keluar rumah. Cakupan pelayanan KIA dengan program jampersal meningkat semua, yang tidak meningkat disebabkan karena ibu pindah wilayah, dan mutasi bidan sehingga tidak ada serah terima dari bidan lama. Saran kepada bidan agar? memberikan informasi program jampersal kepada ibu hamil dan keluarga dan menjelaskan apa saja yang didapatkan agar masyarakat tidak menganngap gratis tetapi masih ada pengutan. Kata Kunci : Evaluasi, Jampersal, BidanAngka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia sampai saat ini masih tinggi, dan ini merupakan suatu masalah kesehatan yang sampai saat ini belum dapat diatasi secara tuntas, berdasarkan Survey Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI)2009 AKI di Indonesia adalah 227 per 100.000 Kelahiran Hidup.? Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah tahun 2011 AKI di Jawa Tengah adalah 116,01 per 100.000 Kelahiran Hidup. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Batang tiga tahun terakhir terus meningkat, angkanya masih berada diatas rata rata Jawa Tengah dan target MDG,s. Kematian ibu biasanya terjadi karena tidak mempunyai akses kepelayanan kesehatan ibu yang berkualitas terutama pelayanan kegawat daruratan tepat waktu. Persalinan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan baru mencapai 55,4%. Keadaan seperti ini banyak terjadi disebabkan kendala biaya sehingga diperlukan upaya pemerintah berupa program Jampersal . di Kabupaten Batang program Jampersal program jampersal dimulai sejak tahun 2011, bidan sebagai salah satu tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan Jampersal. Namun sebagai program yang masih baru, pelaksanaan Jampersal tidak lepas dari berbagai kekurangan yang perlu dibenahi. Sehingga diperlukan evaluasi? pelaksanaan program Jaminan Persalinan (Jampersal) oleh bidan di Kabupaten Batang Tujuan? penelitian ini adalah agar hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan evaluasi program dan referensi dalam pengambilan keputusan untuk penyempurnaan pelaksanaan program jampersal di Dinas Kesehatan Kabupaten Batang. Target khusus dari penelitian ini adalah didapatkanya gambaran motivasi bidan dalam melaksanakan program jampersal, pelayanan jampersal yang idberikan oelh bidan dan cakupan pelayanan jampersal oleh bidan di Kabupaten Batang.ISSN 20868510?Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara mendalam . Subyek penelitian adalah sebanyak 24 orang yang diambil secara purposive. Informan utama adalah bidan dan informan triangulasi kepala seksi KIA, Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator dan ibu yang mendapatkan pelayanan jampersal . Data diolah dengan? content anaysis. Motivasi bidan dari faktor internal : karena membantu proses persalinan ibu, menolong agar ibu bersalin kefasilitas kesehatan, faktor eksternal karena program pemerintah dan sudah ditugaskan agar bidan melaksanakan program jampersal, meningkatkan cakupan KIA dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Pelayanan jampersal yang diberikan oleh bidan adalah periksa kehamilan 4 kali, persalinan, rujukan kadang tidk mengurus klaim, nifas 2 -3 kali, pelayanan KB susah dilaksanakan karena harus nunggu 40 hari, sedangkan ibu nifas belum selapan belum boleh keluar rumah. Cakupan pelayanan KIA dengan program jampersal meningkat semua, yang tidak meningkat disebabkan karena ibu pindah wilayah, dan mutasi bidan sehingga tidak ada serah terima dari bidan lama. Saran kepada bidan agar? memberikan informasi program jampersal kepada ibu hamil dan keluarga dan menjelaskan apa saja yang didapatkan agar masyarakat tidak menganngap gratis tetapi masih ada pengutan. Kata Kunci : Evaluasi, Jampersal, Bidan
HUBUNGAN FREKUENSI MENONTON VIDEO POSISI PERSALINAN DENGAN PILIHAN POSISI MENERAN PADA IBU BERSALIN DI PUSKESMAS PONED KABUPATEN SEMARANG Yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v10i1.206

Abstract

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah  tahun 2015 AKI di Jawa Tengah adalah 111,16 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini jauh dari target  MDG,s (Millenium Development Goals), yaitu AKI pada tahun 2015, 102 per 100.000 kelahiran  hidup. Sebagian besar kematian ibu disebabkan oleh penyebab langsung, yaitu hipertensi dalam kehamilan (28%), perdarahan (13%), infeksi (2%) dan lain lain sebesar (57%). Robekan perineum  dapat mengakibatkan perdarahan pada ibu bersalin,  dan setelah dilakukan penjahitan perineum apabila perawatan masa nifas tidak adekuat dapat mengakibatkan infeksi pada perineum dan bahkan sampai infeksi panggul. (Balitbang Kemenkes RI, Riskesdas, 2013). Robekan perineum dapat dicegah dengan memberikan pengetahuan kesehatan kepada ibu bersalin mengenai posisi mengejan yang benar, dan teknik relaksasi selama persalinan. Selama ini pemberian pengetahuan kepada ibu bersalin hanya lisan,  sehingga tingkat pemahaman ibu menjadi belum optimal. Sehingga diperlukan adanya alternative lain dalam memberikan pendidikan kesehatan kepada ibu bersalin. Seperti penggunan media video posisi persalinan dan teknik relaksasi selama proses persalinan. Tujuan jangka panjang  penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi menonton video posisi persalinan dengan rupture perineum pada ibu bersalin. Target khusus dari penelitian ini adalah dihasilkannya  video posisi persalinan.Jenis penelitian ini adalah observasional dengan pendekatan survey analitik. Penelitian ini dilakukan pada Mei 2017 di Puskesmas PONED Kabupaten Semarang dengan populasi seluruh ibu 27.dan seluruhnya menjadi sempel penelitian.  Variabel bebas penelitian adalah frekuensi menonton video posisi persalinan  dan variabel terikat penelitian adalah rupture perineum ibu bersalin Hasil uji korelasi spearman rank  menunjukkan  ada hubungan yang bermakna antara frekuensi menonton video posisi mengejan selama persalinan dengan posisi mengejan pada ibu bersalin di puskesmas PONED  wilayah  Kabupaten Semarang ( p = 0,035 dan nilai r = 0,408).Saran bagi tenaga kesehatan untuk mengembangkan media promosi bagi ibu hamil bersalin dan nifas agar pengetahuan, sikap dan perilaku ibu terhadap kehamilan persalinan dan nifas meningkat sehingga angka kesakitan dan kematian menurunKata Kunci : Video, Posisi Persalinan, Ibu bersalin AbstrackPerineal tears can be prevented by providing maternal health knowledge about the correct pushing position, and relaxation techniques during labor. So far, the provision of knowledge to mothers has only been oral, so that the level of understanding of mothers has not been optimal. So that other alternatives are needed in providing health education to maternity. Such as the use of video media in the position of labor and relaxation techniques during laborThe aim of this study was to determine the relationship between the frequency of watching the position of labor videos with perineal rupture in maternityThis type of research is observational with an analytical survey approach. This study was conducted in May 2017 at PONED Community Health Center Semarang Regency with a population of all 27 mothers and all of them became research samples. The independent variable of the study was the frequency of watching the position of labor videos and the dependent variable of the study was maternal perineal rupture. The results of the Spearman rank correlation test showed a significant correlation between the frequency of watching video straining positions during labor with maternal positions at PONED Puskesmas Semarang Regency (p = 0.035 and the value of r = 0.408)Suggestions for health workers to develop promotional media for pregnant and postpartum pregnant women so that the knowledge, attitudes and behaviors of mothers regarding pregnancy and childbirth increase so that the morbidity and mortality rates decreas Keywords: Video, Position of Labor, Maternity
PENGARUH PERSEPSI MUTU PROSES PEMBELAJARAN KELAS TERHADAP KEPUASAN MAHASISWA DI PROGRAM STUDI DIII KEBIDANAN STIKES WIDYA HUSADA SEMARANG TAHUN 2012 Yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.016 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v3i2.72

Abstract

Pendidikan DIII Kebidanan dalam menyelenggarakan pendidikan berorientasi kepada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta pengembangan profesi dan penyusunannya mengaju kepada kompentensi inti bidan di Indonesia. Berdasarkan kompetensi tersebut maka diharapkan lulusan pendidikan diploma kebidanan mengusai ilmu pengetahuan, teknologi, keterampilan dan sikap serta perilaku bidan profesional. Untuk dapat menghasilkan tenaga bidan yang mempunyai kompetensi yang sesuai dengan yang diharapkan tersebut maka sangatlah dibutuhkan pengelolaan pendidikan yang bermutu. Pengelolaan pendidikan yang bermutu memberikan kepuasan kepada mahasiswa. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan metode survey analitik melalui pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan metode angket menggunakan kuesioner terstruktur. Populasi adalah seluruh mahasiswa D3 Kebidanan STIKES Widya Husada (320) pengambilan sampel dengan teknik non proportionale random sampling. (178). Analisis univariat menggunakan distribusi frekuensi, Analisis bivariat menggunakan tabulasi silang, chi square sedangkan analisis multivariat? menggunakan multiple regresi logistic. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar responden memiliki persepsi mutu proses pembelajaran dimensi kehandalan (57,86%), ketanggapan (50%), kepastian (67,41%), empati (50,56) baik. Namun dalam hal dimensi wujud (55,05%) menyatakan tidak baik, kepuasan mahasiswa (60,11%) baik. Hasil analisis bivariat menunjukan adanya hubungan signifikan antara ?kehandalan (p=0,001), ketanggapan (p=0,001), kepastian (p=0,006), empati (p=0,002), wujud (p=0,0001) dengan kepuasan mahasiswa. Hasil multivariat menunjukan bahwa persepsi mutu dimensi wujud yang memiliki pengaruh paling besar pada kepuasan mahasiswa.Direkomendasikan pada STIKES Widya Husada untuk meningkatkan mutu proses pembelajaran dari lima aspek dimensi mutu? terutama dalam aspek wujud fisik. berupa luas ruangan, kebersihan, kelengkapan alat laboratorium,kerapian ruangan kelas dan laboratorium serta kesejukan ruangan.?Kata Kunci : kepuasan mahasiswa, proses pembelajaran, mutu pembelajaran
HUBUNGAN ANEMIA, USIA DAN PARITAS DENGAN KEJADIAN BBLR DI RSUD DR.H.SOEWONDO KENDAL wahyuning, Sri; yati, Rina; Dwi Erawati, Ambar
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.544 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i2.14

Abstract

ngka emaian ayi? di ndnesia masi inggi dan elm mencapai arge s an? Salah satu penyebab utama kematian bayi adalah prematurtas (BBLR) dan Infeksi. Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dan lebih sering di negara berkembang. Penyebab BBLR secara umum multifaktorial sehingga kadang mengalami kesulitan untuk melakukan tindakan pencegahan. Di RSUD dr.H.Soewondo Kendal pada tahun 2014 terdapat 634 kasus BBLR dan 66 (10,41%) diantaranya meningggal.? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia, usia dan paritas ibu dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey analitik dengan studi kasus control (case control study) dengan pendekatan retrospektif. Sampel dihitung menggunakan rumus lemeshow (1990) dan mengambil OR pada faktor risiko penelitian terdahulu, diperoleh besar sampel 68. Dengan menggunakan perbandingan kasus dengan kontrol 1:1 diperlukan jumlah sampel sebanyak 136. Pengumpulan data menggunakan kuesioner berbentuk ceklis dengan melihat data sekunder dari rekam medis RSUD dr.H.Soewondo Kendal. Analisa data menggunakan analisa univariat dan bivariate Hasil penelitian dengan menggunakan perhitungan Chi Square dengan taraf signifikansi 5 % diperoleh asil ada ngan yang signiikan anara amia dengan? dengan nilai? seesar? ada ngan yang signiikan anara ariael sia dengan keadian? dengan nilap? seesar? dan tidak ada hubungan yang signifikan antara variabel parias dengan keadian? dengan nilap? seesar 0,189. Disarankan petugas kesehatan lebih aktif dalam memberikan pengetahuan terhadap ibu hamil tentang pertumbuhan dan perkembangan janin serta faktoe-faktor yang mempengaruhinya serta memonitor apakah ibu hamil mengkonsumsi tablet fe sesuai kebutuhan dengan cara yang benar untuk mengurangi resiko BBLR. ?Kata kunci? : Anemia, Usia, Paritan dan Kejadian BBLR
Implementation of Midwife Duties In Stand By Village By Kepmenkes No 564/Menkes/Sk/Viii/2006 About Guidelines of Implementation Stand by Village Related to Village Midwife Authority by Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 About Midwife Registration And Practice: Case Study In Tuntang District Semarang Regency Dwi Erawati, Ambar; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 1, No 1 (2010)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.344 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v1i1.15

Abstract

Midwives perform services regulated by Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice in the form of authority. Along with standby village, midwives get additional tasks regulated in Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village. Based on regulation above, formulation of the problem in this research are: 1. Is there any disagreement in the regulation, 2. How the form of legal protection for midwives in the standby village.        This study aims to: 1. Comparing these two regulations, 2. Knowing the implementation of the practices of midwives in standby villages in Tuntang district Semarang Regency. Method used empiric juridical approach to the specific analysis descriptive. Object of this research there are 10 people?s midwives and confirmation with the Chairman of IBI center. Method of collecting data with interviews, observation and literature study.Results of research there are disagreement and the differences between the two regulations. Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice are rules of Minister of Health regulating the authority of the midwife in providing midwifery services to the mother, child and family planning program. Outside the service aims to save lives. Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village is rules of Minister of Health regulating the task of midwives to provide basic medical services to the community. Midwife in stand by village fulfill all duty which is decanted in Kepmenkes No 564. Midwife in Tuntang District Stand by Village in executing midwife standby village duties is protected by Criminal Low Book (KUH Pidana).  Keywords: authority, duties, regulation, decree, Kepmenkes No 900/Menkes/SK/VII/2002 about Midwife Registration and Practice, Kepmenkes No 564/Menkes/SK/VIII/2006 about Guidelines of Implementation Standby Village
IBM PENDAMPINGAN IBU HAMIL RESIKO TINGGI DI PUSKESMAS MANGKANG yati, Rina; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri; Jamil, Masfufatun; Alfiani, Novita
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan Vol 7, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (35.319 KB) | DOI: 10.33666/jitk.v7i1.38

Abstract

AKI di Jawa Tengah tahun 2012 berdasarkan laporan dari Kabupaten atau Kota sebesar 116,34 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan kasusnya sendiri mencapai 675 kasus, jumlah itu lebih banyak dibandingkan pada tahun 2011, AKI hanya 668 kasus. Penyebab kematian ibu ada 2 yaitu penyebab langsung dan tidak langsung. Pada penyebab langsung antara lain adalah preeklamsia berat / eklamsia, perdarahan,dan infeksi.Kejadian kematian maternal paling banyak adalah pada waktu nifas sebesar 48,65%, kemudian pada waktu ibu hamil sebesar 25,75% dan pada waktu persalinan sebesar 25,60%. Penyebab tersebut dapat dicegah sebelumnya dengan program program ANC, Kelas Ibu Hamil, Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) dengan Stiker, dan deteksi dini resiko tinggi melalui pendampingan Ibu hamil Resiko Tinggi.Angka kematian ibu di Kota Semarang dari tahun 2012 sampai dengan tahun 2014 menunukan trend yang meningkat, dari 22 kasus menjasi d9 kasus dan tahun 2014 meningkat menjadi 33 kasus, sedangkan di tahun 2014 Puskesmas Mangkang ikut memberikan kontribusi ibu meninggal sebesar 2 kasus dari 33 kasus di Kota Semarang, Dinas Kesehatan Kota Semarang dalam rangka meningkatkan kesehatan ibu dan anak dan menurunkan kematian ibu melaksanakaan program pendampingan ibu hamil resiko tinggi, bidan di puskesmas mangkang memiliki tugas di poli KIA, RB dan posyandu dan kunjungan ibu hamil resiko tinggi. Jumlah ibu hamil risti di wilayah puskesmas mangkang ada 38 ibu hamil Kata Kunci: IBM, Ibu hamil, Resiko Tinggi
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DAN KINERJA KADER KESEHATAN Rinayati, Rinayati; Erawati, Ambar Dwi; Wahyuning, Sri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 10 No 3 (2020): Juli 2020
Publisher : LPPM STIKES KENDAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.793 KB)

Abstract

Pada tahun 2018  AKI 75.77/ 100.000 KH, AKB 6.38/1000KH, Kejadian DBD 103 kasus, gizi buruk 23 Kasus, sedangkan sampai dengan bulan Juli 2019 di Kota Semarang terdapat 418 kejadian DBD, 8 kasus kematian ibu, 60 kasus kematian bayi, 44 kasus gizi buruk.  Berdasarkan fakta tersebut kemitraan antara  tenaga kesehatan dengan kader kesehatan dan peran  masyarakat menjadi penting. Kinerja kader kesehatan di masyarakat memiliki essensi yang tidak bisa dilepaskan dengan pelayanan kesehatan. Pemerintah Kota Semarang telah memberikan pelatihan, sosialisasi masalah dan program program kesehatan kepada seluruh kader di wilayahnya. Akan tetapi kinerja kader selama ini yang bekerja hanya orang itu itu saja, terbatasnya pengetahuan kader dan keaktifan yang dirasakan masih kurang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan kader kesehatan  dengan kinerja kader kesehatan Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik  dengan desain crosssectional. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh kader kesehatan di wilayah  Keluruhan Gondoriyo. Jumlah  sampel  penelitian  adalah  68 responden diambil dengan Quota Sampling,  Sumber data yang  digunakan pada penelitian ini adalah data primer yang didapatkan melalui wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner    terstruktur yang ditanyakan kepada responden. Analisis   data menggunakan analisa uni variat menggunakan distribusi frekuensi dan analisa bivariate menggunakan  uji  Rank Spearman. Hasil tingkat pengetahuan baik (52.5%), pengetahuan kader kesehatan tidak berhubungan dengan kinerja kader (p value =  0.883 dan r = 0.089). Saran bagi  pemerintah  meningkatkan kinerja kader kesehatan dengan cara melakukan upaya upaya promosi kepada masyarakat  tentang kesehatan beserta peran serta kader. Memberikan penghargaan kepada kader kesehatan baik berupa materi maupun non materi. Bagi kader kesehatan, meningkatkan kinerja kader kesehatan dengan bekerjasama dengan masyarakat, permangku kepentingan serta tokoh agama maupun tokoh masyarakat.
PELAKSANAAN PROGRAM JAMPERSAL OLEH BIDAN PRAKTEK MANDIRI DI KABUPATEN BATANG Riyanati -; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning
PROSIDING SEMINAR NASIONAL & INTERNASIONAL 2014: PROSIDING SEMINAR NASIONAL HASIL - HASIL PENELITIAN & PENGABDIAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.722 KB)

Abstract

Selama  tiga tahun  terakhir  Angka  Kematian  Ibu di Kabupaten  Batang  terus  meningkat,   Untuk tahun 2009   kematian ibu sebesar   135,11 per 100.000 Kelahiran Hidup (KH). Untuktahun 2010 menjadi 156,82 per 100.000 KH. Tahun 2011 meningkat kembali menjadi183,82 kelahiran hidup. AKI di Kabupaten Batang masih berada diatas rata rata JawaTengah dan  target MDG,s. Menurut hasil Riskesdas 2010, persalinan oleh tenaga kesehatanpada kelompok sasaran miskin (Quintil 1) baru  mencapai  sekitar  69,3%.  Sedangkan persalinan  yang  dilakukan  oleh  tenaga  kesehatan  di fasilitas  kesehatan  baru mencapai 55,4%. Keadaan  seperti ini banyak terjadi disebabkan  kendala biaya  sehingga  diperlukan kebijakan  terobosan  untuk  meningkatkan   persalinan  yang  ditolong tenaga kesehatan difasilitas kesehatan. Dalam upaya menjamin  akses pelayanan   persalinan yang dilakukanoleh dokter atau bidan dalam rangka menurunkan AKI dan AKB, maka pada tahun 2011Kementerian  Kesehatan  meluncurkan  upaya  terobosan  berupa  Jaminan  Persalinan (Jampersal). Jenis penelitian  yang dilakukan  adalah penelitian  kualitatif  yang dilakukan dengan menggunakan metode   observasi   dimana   pengumpulan   data  dilakukan   melalui  indepth     interview,   Obyek Penelitian    dalam  penelitian  ini adalah  BPM,   Triangulasi dilakukan  wawancara  kepada   bidan pengelola jampersal ditingkat puskesmas, danibubersalin. Program Jampersal sudah diketahui oleh informan     dengan  baik,  program Jampersal   karena  sosialisasi   sudah  berlangsung   lama  dan pendidikan informan sudahDIII Kebidanan  sehingga mudahmenerima  informasi yang baru. Sikap para informan   sudahbaik karena tidak ada yang berubah dalam pelayanan yang mereka berikan, justru dengan adanya  jampersal  mempermudah  dalam proses rujukan  karena  keluarga  ibu hamil tidak perlu  mempertimbangkan   biaya  lagi,  Perilaku   Informan   sudah  melaksanakan   programjampersal dengan baik, hanya saja pada proses penklaiman dana masih lama.Key Word : Pelaksanaan, Jampersal, Bidan Praktek Mandiri (BPM)
Peningkatan Keterampilan Guru PAUD dalam Menstimulasi dan Deteksi Dini Perkembangan Balita Rinayati Rinayati; Ambar Dwi Erawati; Sri Wahyuning; Harsono Harsono
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 12, No 1 (2021): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v12i1.4566

Abstract

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peran dalam memberikan pembinaan anak sejak usia dini,tujuannya adalah untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan fisik maupun mental anak, harapanya akan memberikan dampak pada peningkatan prestasi belajar, etos kerja, produktivitas, pada akhirnya anak akan mampu lebih mandiri dan mengoptimalkan potensi yang dimilikinya. Peserta didik PAUD berada pada masa golden age (usia keemasan). tahap perkembangan otak pada anak usia dini menempati posisi yang paling vital yakni mencapai 80% perkembangan otak. (Kemdikbud 2016). Analisa masalah, RW 09 Gondoriyo Ngaliyan Kota Semarang memiliki 54 balita usia 3-4 tahun yang rata rata memiliki ibu yang berkerja, dimana keseharianya hanya dengan pengasuh (nenek, asisten) atau di Daycare. PAUD Srikandi RW 09 memiliki 42 siswa, pelaksanaan proses belajar mengajarnya satu kali perpekan yakni di hari sabtu, dimana ibu, pengasuh atau keluarga juga mengantar anak balita ke PAUD, sehingga proses stimulasi dan deteksi tumbuh kembang mendapatkan momentum yang sangat tepat untuk dilaksanakan oleh guru PAUD. Guru PAUD Srikandi RW 09 adalah kader kader pokja 2 yang potensial di Rukun Warga (RW) 09 yang dapat diharapkan kontribusinya dalam meningkatkan derajat kesehatan balita. Tujuan dari pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah upaya pendampingan dan pembentukan peran serta guru PAUD dalam melakukan Stimulasi dan deteksi tumbuh kembang balita. Kegiatan yang dilakukan adalah perijinan dari wilayah setempat, Focus Group Discussion (FGD) peran guru PAUD, pelatihan Stimulasi perkembangan anak menggunakan Kartu Kembang Anak (KKA), pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE), pendampingan stimulasi saat pelaksanaan PAUD. Hasil, pendampingan pelaksanaan stimulasi telah terlaksana dengan baik, terjadi peningkatan pengetahuan dan peningkatan keterampilan guru PAUD dalam melakukan stimulasi menggunakan KKA, PAUD mendapat tambahan APE.