Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Momentum

Pengaruh Arus Bocor Terhadap Perubahan Temperatur Pada Kabel Bawah Tanah 20 Kv Erhaneli Erhaneli; Musnadi Musnadi
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 12, No 1 (2012): Volume 12 No 1 Februari 2012
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.09 KB)

Abstract

Isolasi adalah satu faktor yang penting sekali dalam disain kabel bawah tanah. Awal dari kerusakan ini adalah kurang sempurnanya dalam pembuatan isolasi kabel tersebut. Kerusakan pada isolasi kabel akibat yang besar dari muatan listrik. Menyebabkan terbentuknya rongga, apabila isolasi tersebut melebihi tegangan dari kemampuannya maka akan terjadi kenaikan temperatur, kenaikan temperatur yang melebihi kemampuan isolasi akan memperbesar rongga udara pada kabel. Tekanan yang tinggi menyebabkan muatan listrik akan terdesak ketempat rongga udara sehingga terjadi lompatan-lompatan pada permukaan isolasi akibatnya akan terjadi arus bocor dan kekuatan isolasi akan menurun sehinga umur isolasi akan berkurang. Tujuan penelitian ini adalah melihat bagaimana pengaruh arus bocor akibat kenaikan temperatur kabel bawah tanah 20 kV pada SKTM. Berdasarkan hasil perhitungan didapat bahwa pada saat temperatur semakin besar dari temperatur normal maka arus bocor semakin besar, dan pada saat temperatur semakin kecil dari temperatur normal maka arus bocorpun semakin semakin besar.
PEMANFAATAN CANGKANG DAN SERABUT SAWIT SEBAGAI BAHAN BAKAR PADA PLTU UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN LISTRIK MASYARAKAT KABUPATEN BUNGO erhaneli erhaneli
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 19, No 1 (2017):
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.675 KB)

Abstract

Kabupaten Bungo merupakan suatu daerah yang memiliki lahan perkebunan sawit ± 169.111 Ha. Hal  ini berpeluang besar memanfaatkan cangkang dan serabut sawit sebagai bahan bakar pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo. Penelitian ini bertujuan mengetahui jumlah daya yang dapat dihasilkan dari cangkang dan serabut sawit yang nantinya dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh potensi daya yang dihasilkan dari cangkang sawit sebesar  21.397,565 MW/tahun dengan menggunakan cangkang sawit sebanyak 49.214.400 kg, dan potensi daya yang dihasilkan serabut sawit sebesar 49.214,4 MW/tahun dengan menggunakan serabut sawit sebanyak 127.957.440 kg, daya ini dapat memenuhi kebutuhan listrik masyarakat sebesar 3.135,911588 MW/tahun di Kabupaten Bungo. Potensi daya yang bisa digunakan pada PLTU untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo adalah 8 MW/jam yang bersumber dari cangkang sawit sebesar 2,4 MW dengan menggunakan cangkang sebanyak 5.520 kg dan serabut sawit sebesar 5,6 MW dengan menggunakan serabut sebanyak 14.560 kg .Biaya pembangkit yang diperlukan pada PLTU untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Kabupaten Bungo adalah Rp 2.964/kWh dan jumlah air yang dibutuhkan pada PLTU tersebut adalah 48.481.193,15 kg.
PENGARUH PENAMBAHAN JARINGAN TERHADAP DROP TEGANGAN PADA SUTM 20 KV FEEDER KERSIK TUO RAYON KERSIK TUO KABUPATEN KERINCI Erhaneli Erhaneli; Aldi Riski
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 15, No 2 (2013): Volume 15 No 2 Agustus 2013
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.563 KB)

Abstract

Perkembangan sistem kelistrikan saat ini telah mengarah pada peningkatan efisiensi dalam penyaluran energi listrik. Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi yaitu dengan mengurangi rugi daya dan meminimalkan drop tegangan pada jaringan.Drop tegangan pada sistem distribusi dapat terjadi pada jaringan tegangan menengah (JTM), transformator distribusi, jaringan tegangan rendah (JTR) dan saluran rumah. PT. PLN Rayon Kersik Tuo terletak di daerah pegunungan di wilayah Kabupaten Kerinci yang memiliki sebuah Feeder yang berkarakteristik jaringan radial murni. Feeder Kersik Tuo memiliki panjang jaringan tegangan menengah 96,8 KMS dengan beban 4,795 MVA. Karena meningkatnya pertumbuhan beban listrik maka dilakukan penambahan beban sebesar 0,8 MVA dengan panjang jaringan 10,2 KMS. Dengan penambahan jaringan ini apakah berpengaruh terhadap drop tegnagan. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung drop tegangan yang terjadi pada Feeder Kersik Tuo sebelum dan sesudah panambahan jaringan, dan membandingkan hasil perhitungan dengan standar drop tegangan yang ditetapkan oleh PT. PLN (Persero) Rayon Kersik tuo sesuai dengan TMP ( Tingkat Mutu Pelayanan ) PLN Setempat yaitu 17 KV – 20 KV. Dari hasil perhitungan sebelum penambahan jaringan pada Feeder Kersik Tuo , tegangan diujung terima 17,103 kV dengan drop tegangan 14,483 %, dan setelah dilakukan penambahan jaringan maka tegangan pada ujung saluran sebesar 16,70 kV dengan drop tegangan 16,49%. Hal ini jelas tidak sesuai lagi dengan TMP setempat, dan memerlukan kajian lebih lanjut untuk mengatasi permaslan ini.
PREDIKSI PERKEMBANGAN BEBAN LISTRIK SEKTOR RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SIJUNJUNG TAHUN 2013-2022 DENGAN SIMULASI SPSS Erhaneli Erhaneli; Oki Irawan
Jurnal Momentum ISSN 1693-752X Vol 17, No 2 (2015): Volume 17 No. 2 Tahun 2015
Publisher : ITP Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3259.665 KB)

Abstract

Kemajuan teknologi di segala bidang yang meningkat dengan cepat serta pertumbuhan ekonomi dan penduduk membawa konsekuensi peningkatan kebutuhan akan daya listrik termasuk di Kabupaten Sijunjung. Untuk memenuhi kebutuhan daya listrik tersebut, pembangunan dan pengembangan sistem kelistrikan yang dikelola oleh PT. PLN (Persero) perlu dikembangkan sehingga mampu melayani perkembangan beban listrik dimasa datang. Salah satu cara adalah dengan melakukan prediksi perkembangan beban listrik untuk beberapa tahun ke depan sehingga diperoleh perkiraan kebutuhan akan daya listrik di masa yang akan datang. Tujuan penelitian ini memprediksi perkembangan beban listrik sektor rumah tangga di Kabupaten Sijunjung tahun 2013 - 2022 berdasarkan data yang dirangkum dari data Sijunjung Dalam Angka BPS Sijunjung dari tahun 2003- 2012. Metode yang digunakan adalah Regresi Linear Sederhana dengan simulasi Program SPSS. Hasil perhitungan didapat beban listrik sektor rumah tangga di Kabupaten Sijunjung pada periode 2003-2012 untuk jumlah pelanggan adalah sebesar 210.025 pelanggan, daya tersambung sebesar 162.356.829 VA dan konsumsi listrik sebesar 181.436.794 kWH, sedangkan prediksi beban listrik sektor rumah tangga di Kabupaten Sijunjung periode 2013- 2022 adalah untuk jumlah pelanggan sebesar 332.513 pelanggan, daya tersambung sebesar 274.528.888 VA dan konsumsi listrik sebesar 501.746.829 kWH