Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PENENTUAN KADAR NITROGEN DIOKSIDA (NO2) DALAM UDARA AMBIEN DENGAN METODE GRIESS SALTZMAN MENGGUNAKAN SPEKTROFOTOMETER Renny Futeri; M. Ikhlas Armin; Selfa Dewati Samah; Gustiarini Rika Putri; Netri Elisma; Syafrinal; Melysa Putri; Anisa Dwi Santia
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 20 No. 2 (2023)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nitrogen dioksida (NO2) berkontribusi besar sebagai prekursor untuk sejumlah polutan udara sekunder yang berbahaya termasuk asam nitrat, bagian nitrat aerosol anorganik sekunder dan oksidan termasuk ozon. Gas nitrogen dioksida (NO2) merupakan polutan udara ambien bersama unsur nitrogen monoksida (NO) yang biasanya dihasilkan dari kegiatan manusia seperti pembakaran bahan bakar mesin kendaraan, pembakaran sampah, pembakaran batu bara dan industri Penelitian ini bertujuan untuk pemantauan kualitas pencemaran udara di kawasan industri di Jakarta Timur. Kandungan NO2 di udara dapat ditentukan menggunakan metode spektrofotometer UV-Vis berdasarkan SNI 7119-2:2017. Prinsip pengujian NO2 menggunakan spektrofotometer UV-Vis berdasarkan SNI 7119-2:2017. Hasil pengujian dilakukan dapat disimpulkan kadar NO2 yang didapatkan sampel 1 didapatkan kadar NO2 25,153 µg/Nm3, pada sampel 2 didapatkan kadar NO2 28,371 µg/Nm3, pada sampel 3 didapatkan kadar NO2 107,022 µg/Nm3, pada sampel 4 didapatkan kadar NO2 29,720 µg/Nm3, dan pada sampel 5 didapatkan kadar NO2 83,446 µg/Nm3. Berdasarkan PP RI No 22 lampiran VII Tahun 2021 tentang pengendalian pencemaran udara, baku mutu untuk NO2 adalah 200 µg/Nm3 selama 1 jam. Maka dapat disimpulkan dari hasil pengujian yang telah dilakukan kadar NO2 di lingkungan tersebut masih di bawah baku mutu yang artinya bukan merupakan lokasi sumber pencemar NO2, aman dan memenuhi persyaratan untuk kesehatan manusia dan lingkungan.
PENERAPAN METODE PERAMALAN TIME SERIES UNTUK PREDIKSI PERMINTAAN EKSPOR SHORTENING PADA INDUSTRI OLEOKIMIA DI BATAM Khairun Nadiyah; Gustiarini Rika Putri; Maria Isfus Senjawati; Fitria Rizelda
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 23 No. 1 (2026)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52759/sainti.v23i1.43

Abstract

Fluktuasi permintaan ekspor merupakan tantangan utama dalam perencanaan produksi industri oleokimia di Batam, khususnya pada produk shortening yang berorientasi ekspor. Ketidaktepatan peramalan dapat menimbulkan inefisiensi operasional seperti kelebihan produksi maupun kekurangan stok. Penelitian ini bertujuan menentukan metode peramalan paling akurat antara Single Moving Average (SMA) dan Single Exponential Smoothing (SES) dalam memprediksi permintaan ekspor shortening. Analisis dilakukan terhadap data historis permintaan selama 12 bulan dengan indikator kesalahan Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Square Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil menunjukkan metode SES (α = 0,9) paling akurat dengan MAD = 166, MSE = 33.231, dan MAPE = 3,35%. Temuan ini menegaskan bahwa model SES lebih sesuai untuk data permintaan fluktuatif dengan tren meningkat moderat, sehingga dapat meningkatkan efisiensi perencanaan produksi dan pengelolaan rantai pasok industri manufaktur ekspor.
PENENTUAN KADAR AIR, KADAR ABU, ZAT TERBANG DAN FIXED CARBON DALAM BATUBARA PT. TAMBANG BATUBARA BUKIT ASAM (PERSERO) TBK, TANJUNG ENIM Renny Futeri; Gustiarini Rika Putri
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batubara adalah salah satu bahan bakar fosil yang pada umumnya merupakan batuan sedimen yang dapat terbakar, terbentuk dari endapan organik, utamanya adalah sisa-sisa tumbuhan dan terbentuk melalui proses pembatubaraan. Batubara memiliki masing-masing sifat yang berbeda satu sama lainnya tergantung tingkatan batubara itu sendiri. Kualitas batubara adalah sifat sifat fisika dan kimia dari batubara yang mempengaruhi potensi kegunaannya. Parameter yang digunakan untuk menentukan kualitas batubara antara lain dengan menghitung kadar air, kadar abu, kadar zat terbang dan fixed carbon. Dari hasil uji sampel batubara yang dilakukan nilai kadar air yang di dapat berkisar antara 6,26-12,42%: nilai kadar abu yang di dapat 3,06-7,87%; nilai zat terbang yang didapat 36,94-44,23% dan nilai fixed carbon yang didapat berkisar 41,96-48,86% dengan standar kadar air 1,29-21,66%, kadar abu 2,93-16,73%; kadar zat terbang 22,38-46,42% dan fixed carbon 37,8-98%. Dari data analisis dapat disimpulkan bahwa kadar air, kadar abu, dan zat terbang yang terkandung di dalam sampel telah memenuhi standar ASTM (American Society for Testing and Materials) yang digunakan oleh PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk, Tanjung Enim.
PENGARUH PENAMBAHAN STABILIZER CMC TERHADAP TINGKAT PENERIMAAN ORGANOLEPTIC VELVA NENAS Gustiarini Rika Putri
SAINTI: Majalah Ilmiah Teknologi Industri Vol. 15 No. 1 (2018)
Publisher : Politeknik ATI Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Velva merupakan salah satu dessert dengan buah sebagai bahan baku pembuatannya. Untuk mendapatkan karakteristik velva yang bisa menyerupai es krim dibutuhkan bahan penstabil dalam pembuatan velva tersebut. Salah satu bahan penstabil yang biasa digunakan dalam pengolahan pangan adalah Carboxy Methyl Cellulose (CMC). Tujuan penelitian adalah untuk menentukan konsentrasi CMC yang tepat dalam pembuatan velva nenas sehingga dihasilkan produk dengan karakteristik organoleptik yang disukai konsumen. Metode penelitian velva nenas dilakukan dengan beberapa perlakuan yaitu: A (penambahan 0,1 % CMC), B (penambahan 0,2 % CMC, C (penambahan 0,3 % CMC), D (penambahan 0,4 % CMC), E (penambahan 0,5 % CMC, F (penambahan 0,6 % CMC). Pengamatan dilakukan terhadap velva nenas yaitu uji organoleptik terhadap rasa, warna, aroma dan tekstur velva nenas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan CMC 0,6 % menghasilkan velva terbaik dengan nilai kesukaan (3,96) tekstur, (3,68) warna, (3,6) rasa dan (3,32) aroma.