Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pengaruh Motivasi Belajar, Self Efficacy, dan Self Regulated Learning Terhadap Hasil Belajar Matematika Rafika Meiliati; Muhammad Darwis; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.504 KB) | DOI: 10.35580/imed9484

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian ex post facto yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh Motivasi Belajar, Self Efficacy, Self Regulated Learning terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri di Kabupaten Enrekang. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMA Negeri di Kabupaten Enrekang. Sampel penelitian sebanyak 120 siswa yang di ambil dengan menggunakan teknik stratified random proportional sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan empat instrumen. Data dianalisis dengan menggunakan statitistika deskriptif dan analisis jalur. Pengelolahan data dilakukan dengan bantuan program statistik SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) motivasi belajar siswa berada pada kategori rendah, (2) self efficacy dan self regulated leaarning siswa berada pada kategori tinggi, (3) hasil belajar matematika siswa berada pada kategori sedang, (5) motivasi belajar siswa secara langsung berpengaruh positif yang signifikan terhadap self regulated learning, (6) self efficacy siswa secara langsung berpengaruh positif yang signifikan terhadap self regulated learning, (7) motivasi belajar siswa secara langsung tidak berpengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar matematika, (8)  self efficacy siswa secara langsung berpengaruh negatif yang signifikan terhadap hasil belajar matematika, (9) self regulated learning siswa secara langsung berpengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar matematika.Kata Kunci: Ex-post facto, motivasi belajar, self efficacy, self regulated learning dan hasil belajar matematika. Abstract. This research is an expo facto research which airms to find out the influence of Learning Motivation, Self Efficacy, Self Regulated Learning to Student Learning Outcones of Mathematics GradeXI IPA Senior High School in Enrekang Regency. The population in this research is the student of grade XI IPA Senior High School in Enrekang Regency academic. The sample of this research is 120 student which is taken by using stratified random proportional sampling technique. The data were collected by using four instruments. Data were analyzed by using descriptive statistica and path analysis. Data management is done with the help of SPSS statistical program. The result of the shows that: (1) student’s learning motivation is in low category, (2) self efficacy and self regulated learning of student is in high category, (3) result of studemt’s mathematics learning is in medium category, (5) student’s learning motivation directly have a significant positive effect to self regulated learning, (6) self efficacy of student directly have a significant positive effect on self regulated learning, (7) student’s learning motivation directly has no significant positive effect on result, (8) self efficacy of student directly have a significant negative effect on mathematics learning outcomes, (9) self regulated learning student directly have a significant positive effect on mathematics learning.Keywords: Ex-post facto, learning motivation, self efficacy, self regulated learning, and mathematics learning outcomes
Pengaruh Kegiatan Ekstrakurikuler, Manajemen Waktu, dan Motivasi Belajar Terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP Kelas VIII Ahmad Thariq Rasyidi; A. Asdar; Baso Intang Sappaile
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 4, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (601.036 KB) | DOI: 10.35580/imed15326

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kegiatan ekstrakurikuler, manajemen waktu, dan motivasi terhadap prestasi belajar siswa kelas VIII SMP. Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bersifat kausalitas dengan sampel penelitian sebanyak 62 siswa dari VIII SMP yang dipilih dengan menggunakan cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen: (1) angket kegiatan ekstrakurikuler, (2) angket manajemen waktu, (3) angket motivasi belajar, dan (4) tes prestasi belajar matematika. Data dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik inferensial dengan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) kegiatan ekstrakurikuler siswa berada pada kategori tinggi, (2) manajemen waktu siswa berada pada kategori tinggi, (3) motivasi belajar siswa berada pada kategori tinggi, (4) prestasi belajar matematika siswa berada pada kategori sedang, (5) kegiatan ekstrakurikuler dan manajemen waktu berpengaruh secara bersama-sama terhadap motivasi belajar siswa (6) kegiatan ekstrakurikuler, dan manajemen waktu belajar tidak berpengaruh secara bersama-sama terhadap prestasi belajar matematika siswa, (7) kegiatan ekstrakurikuler tidak berpengaruh positif secara langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa, (8) Manajemen waktu berpengaruh negatif secara langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa (9) Motivasi belajar berpengaruh positif terhadap prestasi belajar matematika siswa. (10) Kegiatan ekstrakurikuler tidak berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika melalui motivasi belajar siswa, (11) manajemen waktu berpengaruh secara tidak langsung terhadap prestasi belajar matematika siswa melalui motivasi belajar siswa. Kata Kunci: kegiatan ekstrakurikuler, manajemen waktu, motivasi belajar, Prestasi Belajar Matematika siswa. Matematika siswa This study was conducted to determine the influence of extracurricular activities, time management, and learning motivation towards student’s mathematics learning achievement of grade VIII SMP. This research is ex post facto research which is causality with research sample counted 62 students from class VIII SMP selected by using cluster random sampling. Technique of collecting data using instrument: (1) questionnaire of extracurricular activities, (2) questionnaire of time management, (3) questionnaire of learning motivation, and (4) test result of mathematics learning. Data were analyzed with descriptive statistics and inferential statistics with path analysis. The result of the research shows that: (1) the student's 'extracurricular activities is in the high category, (2) the student's time management is in the high category, (3) the student's learning motivation is in the high category, (4) student’s mathematics learning achievement in the medium category (5) student’s extracurricular activities, time management and learning motivation have no effect together towards student mathematics learning achievements, (6) student’s extracurricular activities and time management related together to student’s learning motivation, (7) student’s extracurricular activities have no direct positive effect on student’s mathematics learning achievement, (8) student’s time management directly negative effect on student’s mathematics learning achievement, (9) student’s learning motivation directly positive effect student’s mathematics learning achievement, (10) student’s extracurricular activities have no effect indirectly towards mathematics learning achievement through student’s learning motivation, (11) student’s time management indirectly effect towards mathematics learning achievement through student’s learning motivation. Keywords: Extracurricular Activities, Time Management, Learning Motivation, Student’s Mathematics Learning Achievement.
Deskripsi Kesalahan Siswa Dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Materi Perbandingan Ditinjau Dari Gaya Belajar Siswa Sitti Hartinah; A. Asdar; D. Djadir
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 1 (2019): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.154 KB) | DOI: 10.35580/imed10733

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan-kesalahan penyelesaian soal cerita matematika materi perbandingan berdasarkan kriteria Newman ditinjau dari gaya belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Dengan menggunakan teknik purposive sampling maka, dipilih subjek penelitian sebanyak 3 siswa kelas VII. Adapun teknik pengumpulan data dengan pemberian angket gaya belajar, tes diagnostik dan wawancara kemudian melalui tiga tahapan analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh bahwa pada indikator soal mencakup perbandingan senilai jenis kesalahan yang dilakukan oleh (1) subjek bergaya belajar visual adalah kesalahan penulisan jawaban akhir, (2) subjek bergaya belajar auditorial adalah kesalahan membaca soal, kesalahan memahami masalah, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir, dan (3) subjek bergaya belajar kinestetik adalah kesalahan memahami masalah, kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses, dan kesalahan penulisan jawaban akhir. Sedangkan pada indikator soal mencakup perbandingan berbalik nilai jenis kesalahan yang dilakukan oleh (1) subjek bergaya belajar visual adalah kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir, (2) subjek bergaya auditorial adalah kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir, dan (3) subjek bergaya belajar kinestetik adalah kesalahan transformasi, kesalahan keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir.Kata kunci: Kesalahan, Newman, Perbandingan, Gaya Belajar.Abstract. This study aims to describe the errors made by students in mathematics word problem of proportion topic based on Newmans’ criteria in term of student learning styles. The data collection techniques used are learning styles questionnaire, diagnostic tests and interviews then through three stages of data analysis that are data condensation,  presentation, and conclusion. The result of the research showed that the indicator of the direct proportion errors made by (1) subject of visual learning style is encoding errors, (2) subject of auditory learning style are reading errors, comprehension errors, transformation errors, process skill errors and encoding errors, and (3) subject of kinesthetic learning style are comprehension errors, transformation errors, process skill errors and encoding errors. In addition the indicator of the inverse proportion errors made by (1) subject of visual learning style are transformation errors, process skill errors and encoding errors (2) subject of auditory learning style are transformation errors, process skill errors and encoding errors, and (3) subject of kinesthetic learning style are transformation errors, process skill errors and encoding errors.Keywords: Errors, Newman, Proportion, Learning Styles.
Efektivitas Penerapan Model Discovery Learning dengan Pendekatan ICARE dalam Pembelajaran Matematika Muhammad Darwis; A. Asdar; K. Kurniati
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 2, No 2 (2018): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.207 KB) | DOI: 10.35580/imed9490

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keefektifan penerapan model Discovery Learning dengan pendekatan ICARE dalam pembelajaran matematika pada kelas VII SMP Negeri di Sungguminasa. Efektivitas pembelajaran dalam penelitian ini diukur berdasarkan capaian hasil belajar, aktivitas siswa selama pembelajaran, dan respons siswa terhadap pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimen Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sungguminasa. Sampel penelitian ini terdiri dari satu kelas. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random  sampling. Metode pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan tes. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan inferensial. Hasil analisis menunjukkan: (1) Skor hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan dan mencapai skor kriteria ketuntasan minimal 70 dengan skor rata-rata hasil belajar siswa sebesar 74,16. (2) Tingkat ketuntasan klasikal sebesar 87,5%. (3) Keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori terlaksana dengan sangat baik.. (4) Aktivitas siswa berada pada kategori sangat baik. (5) Respons siswa berada pada kategori cenderung positif..Kata Kunci: Efektivitas, Discovery Learning, ICARE.Abstract. The purposes of the research were to investigate the effectiveness of the application of discovery learning model with ICARE approach in mathematics learning of grade VII SMP Negeri di Sungguminasa. The effectiveness of learning can be measured based on the results of students’ learning achievement, students’ activity, and students’ responses after the implementation of learning. The design of the research, was Pre-Experiment. The population in this research are all of grade VII students of SMP Negeri 1 Sungguminasa. The samples of this research are one class. The sampling of this research is cluster random sampling. The method of collect the data used questionnaire, observation and test. The technique of data analysis used is the technique descriptive and inferential statistical analysis. The results analysis of this research are: 1) The scores of students’ learning achievement there was a significant increase and passing the Minimum Completeness Criteria on score 70 with the mean score of students’ learning achievement is 74,16. (2) Students’ classical completeness is 87,5%. (3) The implementation of learning are in the category carried out very well.  (4) The students’ activities are on very good category (5) The students’ responses are tend to be positive category.Keywords: Effectiveness, Discovery Learning, ICARE .
Deskripsi Pemahaman Konsep Matematika Siswa Ditinjau dari Intensitas Penggunaan E-Learning Quipper Video Fitrahlaelah Muh Asri; R. Ruslan; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.723 KB) | DOI: 10.35580/imed11051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman konsep matematika siswa pada materi perpangkatan ditinjau dari intensitas penggunaan e-learning quipper video. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek pada penelitian ini dipilih secara acak masing-masing satu untuk kategori intensitas tinggi, intensitas sedang, dan intensitas rendah. Adapun teknik pengumpulan data dengan pemberian angket intensitas penggunaan quipper video, tes pemahaman konsep, dan wawancara kemudian melalui tiga tahapan analisis data yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman konsep matematika: (1) Subjek dengan intensitas penggunaan quipper video tinggi kurang memahami konsep pada indikator mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah. (2) Subjek dengan intensitas penggunaan quipper video sedang mampu menyatakan ulang konsep, mengklasifikasi objek menurut sifat-sifat tertentu sesuai dengan konsepnya, menggunakan dan memanfaatkan serta memilih prosedur atau operasi tertentu,  mengaplikasikan konsep atau algoritma pada pemecahan masalah, memberikan contoh dan bukan contoh, menyajikan konsep dalam berbagai representasi matematis, dan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep. (3) Subjek dengan intensitas penggunaan quipper video rendah kurang memahami konsep pada indikator menyatakan ulang suatu konsep, memberikan contoh dan bukan contoh dari suatu konsep, dan mengembangkan syarat perlu atau syarat cukup dari suatu konsep.Kata Kunci: pemahaman konsep, intensitas, quipper videoAbstract. This research aims to describe students’ mathematics conceptual understanding understanding with topics exponential considered of the intensity of using quipper video. This type of research is descriptive qualitative. Subjects in this study were randomly selected one for the category of high intensity, one medium intensity, and one low intensity. The data collection techniques by giving intensity questionnaires use quipper video, understanding concept tests, and interviews then through three stages of data analysis, namely data condensation, data presentation, and conclusion. The results showed that understanding mathematical concepts: (1) Subjects with high intensity of using quipper video were unable to understand the concept in indicators apply concepts or algorithms to problem solving. (2) Subjects with medium intensity of using quipper video are able to restate the concept, classify objects according to certain characteristics in accordance with the concept, use and utilize certain procedures or operations, apply concepts or algorithms to problem solving, provide examples and not examples, present concepts in various mathematical representations, and develop necessary requirements or sufficient requirements from a concept.(3) subject with low intensity of using quipper video did not understand the concept in indicator restating the concept, , provide examples and not examples,and develop necessary requirements or sufficient requirements from a concept.Keywords: concept understanding, intensity, quipper video
Mengidentifikasi Miskonsepsi Logaritma Siswa SMA Kelas X A Anzar; Muhammad Darwis; A Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.206 KB) | DOI: 10.35580/imed9249

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi miskonsepsi pada materi logaritma siswa SMA kelas X. Penelitian ini tergolong dalam penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA kelas X yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkankan dengan metode pemberian tes diagnostik. Instrumen yang digunakan adalah soal pilihan ganda dengan empat pilihan jawaban. Siswa juga diminta untuk mengisi nilai CRI (Certainty of Response Index) sebagai tingkat keyakinan siswa atas jawaban yang dipilihnya. Kategori pemahaman siswa diperoleh dari kombinasi hasil tes diagnostik (benar atau salah) dengan nilai CRI (tinggi atau rendah). Hasil penelitian menjukkan bahwa Kategori pemahaman konsep pada materi logaritma siswa SMA kelas X paling tinggi ‎adalah kategori miskonsepsi. Miskonsepsi siswa pada materi logaritma masih terjadi ‎pada ‎setiap indikator. Persentase siswa ‎yang mengalami miskonsepsi paling ‎tinggi pada ‎indikator yang membahas tentang memahami nilai dari berbagai bentuk logaritma dan ‎mampu mengurutkan bilangan logaritma dari bilangan terkecil ke bilangan terbesar. ‎Adapun miskonsepsi paling rendah terjadi pada indikator yang membahas tentang ‎menggunakan sifat-sifat logaritma dalam menyelesaikan soal sederhana persamaan ‎logaritma.‎Kata Kunci: Miskonsepsi, Logaritma, CRI (Certainty of Response Index)Abstract. This study aims to identify misconceptions on logarithm of students at class X. This research is categorized as descriptive research with quantitative approach. Subjects in this study were students of class X, selected with purposive sampling technique. Data were collected by diagnostic test method. Instrument in this study is multiple choice test with four choices of answers. Students are also required to fill in the CRI score as a student's level of confidence in the chosen answer. Students’ understanding categories are obtained from combination of diagnostic test results (true or false) with CRI values (high or low). The results of this study indicate that the highest category of conceptual understanding of the logarithmic material of students at Class X senior high school is the misconception category. Students' misconceptions on logarithmic material still occur in each indicator. The percentage of students who experience the highest misconceptions at indicators that discuss understanding the values of various logarithmic forms and able to sort the logarithmic numbers from the smallest number to the largest number. The lowest misconception occurs at indicators that discuss using logarithmic properties in solving simple logarithmic equations.Keywords: Misconceptions, Logarithm, CRI (Certainty of Response Index).
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Ditinjau dari Kemampuan Awal Matematika dan Perbedaan Gender Erni Apriani; D Djadir; A Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 1, No 1 (2017): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.166 KB) | DOI: 10.35580/imed9245

Abstract

Abstrak. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bersifat kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah matematis ditinjau dari kemampuan awal matematika dan perbedaan gender. Subjek penelitian ini adalah enam orang siswa Keenam siswa dipilih berdasarkan nilai Tes Kemampuan Matematika yang terbagi dalam kategori tinggi, sedang, dan rendah dengan dua orang masing-masing satu laki-laki dan satu perempuan yang mewakili tiap tingkatan kemampuan matematika pada materi SPLDV dengan mengambil nilai tertiggi dari tiap kategori kemampuan. Keenam subjek diberikan TesKemampuan Pemecahan Masalah Matematika I dan TesKemampuan Pemecahan Masalah Matematika II dalam waktu yang berbeda. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Indikator menyebutkan hal-hal yang diketahui dan ditanyakan dimiliki oleh semua subjek, (2) Indikatormembuat rencanapenyelesaian masalah dari hal-halyang diketahui untukpemecahan masalahdimiliki oleh semua subjek, (3) Indikator melaksanakanpemecahan masalah melaluirencana yang telah dibuat dimiliki oleh semua subjek, (4) Indikator melakukan pemeriksaan kembali terhadapjawaban yang sudah adadimiliki oleh semua subjek.Kata kunci: penelitian kualitatif, kemampuan pemecahan masalah matematis, kemampuan awal matematika, perbedaan gender, sistem persamaan linear dua variabelAbstact. This research is a qualitative descriptive research that aims to describe the ability of problem solving mathematically viewed from the early ability of mathematics and gender differences. The subjects of this study were six students. The six students were selected based on the Mathematics Ability test scores divided into high, medium, and low categories with two men each and one woman representing each level of math skills on SPLDV material by taking the highest grades from each capability category. The six subjects were given the Mathematical Problem Solving Ability Test I and the Mathematics Problem Solving Ability Test II at different times. Data analysis techniques using qualitative analysis. The results of this study indicate that: (1) Indicators mention things that are known and questioned by all subjects, (2) Indicators to make problem-solving plans from things known for problem solving are shared by all subjects, (3) Indicators carry out problem solving through a plan that has been made owned by all subjects, (4) Indicators of re-examination of existing answers owned by all subjects.Keywords: Qualitative research, mathematical problem solving skills, early math ability, gender differences, two-variable linear equations system
Analisis Kesalahan Siswa Dalam Memecahkan Masalah Matematika Higher Order Thinking Skills (HOTS) Berdasarkan Kriteria Hadar Ditinjau Dari Kemampuan Awal Siswa Erwinda Gracya Laman; S. Suradi; A. Asdar
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 3, No 2 (2019): September
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.749 KB) | DOI: 10.35580/imed11052

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesalahan siswa dalam memecahkan masalah matematika Higher Order Thinking Skills serta gambaran perbedaan kesalahan pada bidang geometri berdasarkan kriteria Hadar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif. Pengambilan subjek dilakukan dengan memberikan tes kemampuan awal kepada siswa kelas XII MIPA 3 yang kemudian dari hasil tersebut dipilih 6 subjek penelitian berdasarkan kategori yang ada. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan awal yang memuat dari 30 butir soal, tes tertulis Higher Order Thinking Skills  yang memuat 2 butir soal uraian dan pedoman wawancara. Kesalahan dianalisis menggunakan kategori kesalahan Hadar yang terdiri dari 6 kesalahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, kesalahan yang terjadi adalah kesalahan menggunakan data, kesalahan menggunakan bahasa, kesalahan menggunakan logika untuk menarik kesimpulan, kesalahan menggunakan definisi atau teorema, penyelesaian tidak diperiksa kembali, dan kesalahan teknis. Subjek yang mengerjakan soal HOTS  materi geometri cenderung melakukan kesalahan menggunakan logika dalam menarik kesimpulan, kesalahan menggunakan definisi atau teorema, dan kesalahan teknis. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan tentang jenis kesalahan yang dilakukan siswa SMA pada materi geometri khususnya dalam mengerjakan soal level tingkat tinggi sehingga dalam proses pembelajaran kesalahan-kesalahan yang dilakukan dapat diminimalisir.Kata Kunci: Kesalahan, Higher Order Thinking Skills, Kriteria Hadar.Abstract. This study aims to know the description of students' error in solving Higher Order Thinking Skills (HOTS) mathematical problems and the description of errors differences of   geometry based on Hadar criteria. This type of research is descriptive research using  qualitative approach. Retrieval of the subject is performed by providing  prior knowledge test of grade XII MIPA 3 , then from the result of the test selected 6 subjects  based on  existing categories. The instrument used in this research are prior knowledge test which contains 30 number of multiple choices, written tests of Higher Order Thinking Skills which contains 2 number of essay and interview guidelines. Errors are  analyzed by using the Hadar error category which consists of 6 errors. The results of this research show that based on the Hadar error criteria, errors that occur are misused data, misinterpreted  language, logically in valid inference, distorted theorem or definition, unverified solution, and technical error. Subjects who  solving HOTS  mathematics problem of  geometry tend to make logically invalid inference, distorted definition or theorem, and technical errors. The results of this research are expected to add insight about the types of errors made by the students of senior high school in geometry topic, especially in solving higher order thinking skills problems so that the mistakes can be immediately minimized in the process of learning.Keywords: Errors. Higher Order Thinking Skills. Hadar Criteria.
Deskripsi Kesulitan Belajar Matematika Siswa pada Materi Bangun Datar Ditinjau dari Segi Kemampuan Koneksi Matematika Siswa A. Asdar; F. Fajar; R. Rahmawati
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 5, No 1 (2021): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.026 KB) | DOI: 10.35580/imed19906

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui deskripsi kesulitan siswa dalam belajar matematika pada pokok bahasan bangun datar, ditinjau dari segi kemampuan koneksi matematika siswa. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif. Pengambilan subjek dilakukan dengan memberikan lembar tes kemampuan koneksi matematika kepada siswa kelas VIII yang kemudian dari hasil tersebut dipilih secara purposive  5 subjek. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes kemampuan koneksi, tes diagnostik kesulitan belajar dan pedoman wawancara. Indikator kesulitan belajar yaitu abnormalitas persepsi visual, gangguan hubungan keruangan, asosiasi visual-motor, kesulitan memahami simbol, kesulitan bahasa dan membaca. Hasil penelitian menunjukkan : 1)  subjek dengan kemampuan koneksi matematika baik sekali mengalami gangguan hubungan keruangan, 2)  subjek dengan kemampuan koneksi matematika baik  mengalami gangguan hubungan keruangan dan asosiasi visual motor, 3) subjek dengan kemampuan koneksi matematika cukup mengalami abnormalitas persepsi visual,  gangguan hubungan keruangan dan asosiasi visual motor, 4) subjek dengan kemampuan koneksi matematika kurang mengalami gangguan hubungan keruangan, asosiasi visual motor, abnormalitas persepsi visual, kesulitan bahasa dan membaca, 5) subjek dengan kemampuan koneksi matematika sangat kurang mengalami kesulitan disemua indikator kesulitan belajar.Kata Kunci: Kesulitan Belajar, Kemampuan Koneksi Matematika, Bangun Datar This research aims to know the description of students' learning difficulties in learning mathematics on the topik of Plane viewed from students' mathematical connection ability. This research is descriptive research using a qualitative approach. Retrieval of the subject is formed by providing mathematical connection ability tests to students of class VIII and from the result of mathematical connection ability selected purposively 5 subjects. The instrument in this research is the test of mathematics connection ability, a diagnostik test of mathematics learning difficulties, and interview guidelines. Students' learning difficulties analyzed base on 5 indicators of learning difficulties, it contains abnormality of visual perception, interference of spatial relation, the association of visual-motor, difficulty in understanding symbol, difficulty in language and reading. The results showed that (1) subject with very good mathematical connection ability feel difficult in interference of spatial relation, (2) subject with good mathematical connection ability  find difficulties  in interference of spatial relation and association of visual-motor, (3) subject with moderate mathematical connection ability  find difficulties  in abnormality of visual perception, interference of spatial relation and association of visual-motor, (4) subject with low mathematical connection ability  find difficulties  in interference of spatial relation, association of visual-motor, abnormality in visual perception, difficulty in language and reading, (5) subject with very low mathematical connection ability experience difficulties in all the indicators of learning difficulties.Keywords: Learning Difficulty, Connection Ability, Mathematics, Plane
Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa ditinjau dari Motivasi Belajar Siswa (Penelitian Eksperimen Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dan STAD) Muhammad Dinar; A. Asdar; Sri Anggeliqa Saputri
Issues in Mathematics Education (IMED) Vol 2, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.509 KB) | DOI: 10.35580/imed9477

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1)Perbandingan hasil belajar matematika siswa bermotivasi tinggi yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan STAD, (2)Perbandingan hasil belajar matematika siswa bermotivasi rendah yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dan STAD, (3) Ada interaksi antara penggunaan model pembelajaran kooperatif dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA di salah satu sekolah negeri di Polewali dan dipilih 2 kelas secara cluster random sampling sebagai sampel. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain faktorial 2x2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar matematika siswa bermotivasi tinggi yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, (2) Hasil belajar matematika siswa bermotivasi rendah yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD tidak lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, (3) Tidak ada pengaruh interaksi model pembelajaran dan motivasi belajar siswa terhadap hasil belajar matematika siswa.Kata Kunci: Pengaruh,Model Pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw, Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD, Motivasi, Hasil Belajar Matematika. Abstract.This research aims to know (1) Comparison students’ mathematics learning achievement of high motivated student learning taught by Jigsaw and STAD type of cooperative learning model, (2) Comparison students’ mathematics learning achievement of low motivated students taught by Jigsaw and STAD type of cooperative learning model, (3) there is an interaction between the use of cooperative learning model and student's learning motivation toward student's mathematics learning result. Population in this research was all students on grade X IPA in one of a schoolin Polewali and chosen 2 class by cluster random sampling as sample. Learning design used in this research was factorial design 2x2. Research results showed that (1) Students’ mathematics learning achievement of high motivated student learning taught by Jigsaw type cooperative learning model is higher than students’ mathematics learning achievement taught by STAD type cooperative learning model, (2) Students’ mathematics learning achievement of low motivated students taught by cooperative learning model STAD type is no higher than students’ mathematics learning achievement taught by Jigsaw type cooperative learning model. (3) There is no influence interaction of learning model and student's learning motivation to student's mathematics learning result. Keywords: Influence, Jigsaw type of Cooperatif Learning Model, STAD type of Cooperatif Learning Model, Motivation, Mathematics Learning Achievement.