Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Hubungan Penerapan Bhinneka Tunggal Ika dan Nilai - Nilai Pancasila dengan Profil Pelajar Pancasila Endah Devy Eriani; Dr. Rahmi Susanti, M.Si.; Dr. Meilinda, M.Pd
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Westscience
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.906 KB) | DOI: 10.58812/jpws.v2i01.131

Abstract

Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan yang tersebar mulai dari Sabang sampai Merauke, dengan beragam suku, ras, etnik, agama, budaya, bahasa, dan adat istiadat sehingga menghasilkan kebudayaan yang beraneka ragam. Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan bangsa Indonesia dan tertulis di dalam lambang Garuda Pancasila. Arti Bhinneka Tunggal Ika adalah berbeda-beda tetap satu jua. Maknanya, dengan jiwa dan semangat bangsa Indonesia mengakui realitas bangsa yang majemuk (suku, bahasa, agama, ras, golongan dll) namun tetap menjunjung tinggi persatuan. Pancasila sebagai dasar negara memiliki lambang burung Garuda berwarna emas. Di dada burung garuda tersebut ada lambang-lambang bagi tiap sila, bintang, rantai, pohon beringin, kepala banteng serta padi dan kapas. Profil pelajar Pancasila adalah perwujudan pelajar Indonesia sebagai pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, dengan 6 ciri utama: beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.
KAJIAN HAKIKAT KEBHINEKATUNGGALIKAAN DAN PENGHAYATAN NILAI PANCASILA DI LINGKUNGAN SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG Dwiki Alinda Sari; Rahmi Susanti; Meilinda
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Westscience
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.7 KB) | DOI: 10.58812/jpws.v2i01.154

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk memberikan informasi hakikat bhinneka tunggal Ika dan pengimplementasian penghayatan nilai - nilai pancasila di lingkungan sekolah SMA Srijaya Negara Palembang. Keberagaman identitas bangsa Indonesia mempunyai keunikan dalam berbagai sudut perspektif sebagai manusia. Keberagaman tersebut menjadikan keunikan tersendiri bagi jati diri bangsa Indonesia. Pada dunia pendidikan bahwa yang mendasar ialah kebhinnekaan di sekolah mencerminkan sesuatu hal dengan mengakui, menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia baik secara gender, ras, suku, etnis, kelas/golongan sosial. Seperti halnya keanggotaan kelompok belajar peserta didik, kemudian proses belajar memberikan kesempatan kepada peserta didik dari berbagai ras, suku, etnis untuk berinteraksi. Keberagaman inilah yang menjadi penghayatan dalam penanaman nilai-nilai pancasila sebagai keunikan dalam perwujudan beriman, bergotong royong, mandiri, dan bernalar kritis tanpa membedakan perbedaan yang ada dalam karakter pancasila. 
Pendampingan Pengembangan LKPD Berbasis Diagram Vee Bagi Guru Biologi di Kabupaten Musi Banyuasin - Riyanto; Safira Permata Dewi; Rahmi Susanti; - Ermayanti
ABDIMASKU : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2023): Mei 2023
Publisher : LPPM UNIVERSITAS DIAN NUSWANTORO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33633/ja.v6i2.1088

Abstract

Instrument pembelajaran seperti LKPD sangat penting dipersiapkan guru biologi dengan baik. LKPD dalam kegiatan belajar mengajar biasanya digunakan dalam kegiatan ini, tentu saja kegunaan LKPD sangat krusial. Hasil observasi kebanyakan guru-guru Biologi di Kabupaten Musi Banyuasin jarang melakukan pengembangan LKPD secara mandiri. Guru lebih sering menggunakan LKPD siap pakai dari buku atau yang dijual bebas. LKPD terbukti dapat membantu peserta didik dalam memahami konsep yang diajarkan oleh guru biologi. Diagram vee (DV) adalah instrument yang dapat dipergunakan untuk mempermudah peserta didik memahami konsep-konsep biologi. DV dapat membantu peserta didik menghubungkan metode dan hasil kegiatan belajar biologi di sekolah. Upaya membantu guru biologi dalam mengembangkan LKPD berbasis DV dilakukan dalam bentuk Pengabdian Pada Masyarakat (PPM). Model kegiatan yang digunakan adalah model pendampingan. Model pendampingan biasanya terdiri dari penyampaian materi, workshop dan presentasi. Kegiatan PPM ini diikuti oleh 30 orang guru Biologi SMA di Kabupaten Musi Banyuasin. Luaran yang dihasilkan berupa instrument LKPD berbasis diagram vee (DV) yang siap untuk digunakan oleh guru Biologi. Penilaian produk LKPD biologi berbasis DV yang telah dikembangkan guru biologi di Kabupaten Musi Banyuasin telah berhasil dengan baik. Hal ini ditunjukkan dari produk  pengembangan LKPD biologi berbasis DV yang telah dibuat oleh guru biologi rata-rata capaian sebesar 83,72.
Validitas Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan Live Worksheets pada Pembelajaran Tematik Disekolah Dasar Dodi Indawan; LR. Retno Susanti; Rahmi Susanti
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (513.525 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.9482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) dengan Live Worksheets pada pembelajaran tematik di kelas 5 sekolah dasar pada tema 1, subtema 2 yang valid. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan dengan menampilkan desain dan pengembangan pada tahapan Model ADDIE dan tahapan expert review (Tinjauan Ahli) pada evaluasi Tessmer. Subjek uji penelitian dalam expert review adalah validator ahli desain, validator ahli media dan validator ahli materi dan bahasa. Semua data diperoleh dari instrumen pengumpulan data dan dihitung untuk mendapatkan hasil LKPD yang valid. Hasil komentar dalam instrumen dilakukan perbaikan-perbaikan dan disampaikan secara deskriptif
Analisis Kebutuhan Bahan Ajar E-LKPD menggunakan Aplikasi Liveworksheet pada Mata Pelajaran IPA SMP Nurjannah Nurjannah; Rahmi Susanti; Riswan Jaenudin
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (206.598 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.10333

Abstract

Pembelajaran IPA tidak hanya sekedar mengetahui konsep IPA saja akan tetapi merupakan ilmu yang didalamnya terdapat keterampilan yang dapat dikembangkan dengan mempergunakan bahan ajar yang dapat menarik minta siswa untuk belajar dan memahami konsep serta menerapkan keterampilan dengan LKPD. Maka penelitian ini bertujuan sebagai studi awal untuk menganalisis kebutuhan siswa terhadap E-LKPD dengan aplikasi liveworksheet. Data dikumpulkan melalaui angket, wawancara dan observasi langsung kepada siswa. Data dianalisis secara deskriptif. Dari analisis data tersebut diperoleh hasil sebesar 53,33% siswa membutuhkan media E-LKPD dan sebanyak 33,33% siswa membutuhkan materi pendukung dalam E-LKPD tersebut.
KEBERAGAMAN PESERTA DIDIK DALAM PEMENUHAN TARGET KURIKULUM MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Dina Reski Yani; Rahmi Susanti
GURUKU Vol 2 No 1 (2023): Guruku: Jurnal Pendidikan Profesi Guru
Publisher : Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang (UIN) Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to collect various literature reviews and explain concepts related to differentiated learning to fulfill curriculum targets with a diversity of students. Differentiated learning is learning that manages, monitors, assists and directs the activities of students with the diversity of students according to their learning profile, learning readiness and students' interests. The method used in writing this article is a literature review study originating from articles, journals, books, the internet and other literature. The results of the literature review show that the purpose of differentiated learning is to coordinate learning by paying attention to learning interests, learning readiness and learning preferences, accommodating students so that learning objectives can be achieved by all students, increasing motivation and learning outcomes, establishing teacher and student interaction and building attitudes appreciate diversity. The conclusion of differentiated learning can provide opportunities for students to be able to learn efficiently and naturally based on the needs of students with teachers who are able to determine the right methods and approaches.
Profile Analysis of Basic Science Process Skills for Grade 8 Junior High School Students at SMP Negeri 2 Sembawa Rahmi Susanti; Hartono Hartono; Melly Ariska; Sunyono Sunyono; Viyanti Viyanti; Dina Maulina; Nurjannah Nurjannah
Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA Vol 13, No 2 (2023): Formatif: Jurnal Ilmiah Pendidikan MIPA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/formatif.v13i2.13819

Abstract

Students benefit from science process skills when students try and try to solve problems from the instruments that have been disseminated through this research. To overcome student problems that occur in the classroom during the learning process, they must acquire adequate science process skills. Teachers must be able to understand the skills well so that students can get the needed needs. This study aims to determine the profile of science process skills of VIII grade junior high school students at SMP Negeri 2 Sembawa. The results of this study are expected to be used as a guide for science teachers at SMP Negeri 2 Sembawa in overcoming students' difficulties in mastering science concepts in schools. This quantitative research was conducted by testing using the Basic Skill Process (BAPS) instrument. The research sample consisted of 81 junior high school students in class VIII at SMP Negeri 2 Sembawa. Researchers obtained learning data based on the results of the Science Process Skills (SPS) test. The SPS test consists of 25 understanding of SPS concepts. The results of the study revealed that the percentage results of students' process skills for each indicator were observing 28.39%, communicating 63.20%, classifying 61.23%, predicting 49.91%, and inferring 40.74%. Based on these percentages, it can be seen that the highest indicators achieved by students are indicators of communication and classification, while the lowest indicators achieved by students are indicators of observation and data inference. The category of mastery of science process concepts for SMP Negeri 2 Sembawa students is included in the medium category. the quality of learning to improve the ability to observe students by increasing the ability of the five senses. Learning that involves a lot of students' sensory abilities is also needed to stimulate science process skills to be achieved properly.
PENGHAYATAN NILAI-NILAI PANCASILA TERHADAP KEBERAGAMAN UNTUK MEWUJUDKAN BHINNEKA TUNGGAL IKA DI SEKOLAH Fadhila Tamara; Rahmi Susanti; Meilinda
Jurnal Pengabdian West Science Vol 2 No 07 (2023): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v2i07.475

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pancasila dalam mewujudkan kebhinneka tunggal ikaan yang ada di ekosistem sekolah. Makna dari setiap butir kalimat yang mengandung nilai-nilai harus diaplikasikan dalam kehidupan ekosistem sekolah sebagai ideologi bangsa. Penghayatan nilai-nilai Pancasila yang ada di sekolah menguatkan identitas manusia Indonesia yakni kebhinnekaan, pancasila dan religiusitas yang membawa jati diri bangsa dengan segala keanekaragaman dan saling menghormati serta menghargai segala bentuk perbedaan. Bhinneka Tunggal Ika menjadi cerminan keseimbangan antara unsur perbedaan dengan unsur kesamaan yang menjadi ciri kesatuan. Pancasila punya peranan besar dalam membentuk pemikiran dan juga pemahaman terkait keberagaman dalam lingkungan sekolah. Metode penelitian ini adalah studi literatur dengan pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengelola bahan penelitian. Hasil penelitian menyatakan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat memberikan landasan yang kuat untuk mewujudkan keberagaman di sekolah. Melalui penghayatan nilai-nilai Pancasila, sekolah dapat mendorong pengertian dan penghargaan terhadap keberagaman budaya, agama, suku, dan latar belakang lainnya di ekosistem sekolah.