Claim Missing Document
Check
Articles

TINGKAT KUALITAS HIDUP PASIEN HIV/AIDS DI KLINIK SEROJA RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2017 Nur Rahmi Hidayati; Deni Fajarudin; Rinto Susilo
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.417 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i1.35

Abstract

Penyakit HIV dan AIDS masih menjadi permasalahan di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Kemampuan bertahan hidup ODHA (Orang Dengan HIV AIDS) sering diasumsikan sebagai kualitas hidup ODHA. ODHA yang memiliki kemampuan bertahan hidup yang lebih lama dikatakan bahwa ODHA tersebut memiliki kualitas hidup yang baik. Kualitas hidup ODHA dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor yang berasal dari diri sendiri, keluarga maupun lingkungan tempat tinggalnya. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien dan kualitas hidup pasien dengan HIV dan AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon pada tahun 2017. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif menggunakan kuesioner WHOQOL BREEF. Sampel yang diteliti berjumlah 25 orang yang dilakukan dari bulan Maret sampai Mei 2017. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data karakteristik pasien, kelompok usia yang paling banyak antara 31 sampai 40 tahun, sebanyak 48% (12 orang). Jenis kelamin ODHA yang paling banyak adalah laki-laki sebanyak 52% (13 orang). Pekerjaan ODHA yang paling banyak adalah swasta sebanyak 32% (8 orang). Kualitas hidup pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon termasuk baik. Berdasarkan total empat domain ODHA yang memiliki kualitas hidup baik ada sebanyak 72% (18 orang), sedangkan yang kualitas hidupnya cukup sebanyak 24% (6 orang) dan kualitas hidup yang buruk hanya sebesar 4% (1 orang).
KEPATUHAN PASIEN TB PARU TERHADAP PENGGUNAAN OBAT TB PARU DI RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2017 Rinto Susilo; Aida Maftuhah; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.544 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i2.46

Abstract

Tuberkulosis (TB) Paru adalah penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberculosis .Kepatuhan pasien dalam melakukan pengobatan merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam keberhasilan terapi yang optimal, namun kepatuhan pasien dalam pengobatan TB Paru seringkali rendah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien TB Paru, kepatuhan pasien minum obat TB paru dan hubungan antara karakteristik pasien terhadap kepatuhan minum obat di Klinik Paru RSUD Gunung Jati Kota Cirebon tahun 2017.Penelitian dilakukan dengan desain observasional dan dirancang secara prospektif. Instrumen penelitian menggunakan surat persetujuan pasien ( Informed Concent ), lembar pengambilan data yang merupakan data sekunder dan data primer yang diperoleh dengan cara wawancara langsung dari pasien menggunakan kuisioner kepatuhan minum obat terstuktur yaitu kuisioner Medication Adherence Report Scale (MARS ) . Data yang didapat, dianalisis secara dekskriptif dan analisis hubungan dengan SPSS 16. Hasil penelitian dari 103 responden yang didapat menunjukkan karakteristik pasien TB Paru di dominasi oleh perempuan sebesar 56,31%, usia produktif sebesar 59,22%, pendidikan SD sebesar 50,48%, tidak bekerja sebesar 38,82%, kebiasaan tidak merokok sebesar 93,20%, lama pengobatan 0,05).
GAMBARAN INTERAKSI OBAT DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN OBAT PENYAKIT PENYERTA PADA PASIEN RAWAT INAP DI RSUD GUNUNG JATI KOTA CIREBON TAHUN 2016 Nur Rahmi Hidayati,; Putri Oktaviani; Indah Setyaningsih
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 2 No 2 (2018)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.213 KB) | DOI: 10.37874/ms.v2i2.49

Abstract

Interaksi obat merupakan bagian dari Drug Related Problem (DRP) yang secara nyata maupun potensial berpengaruh terhadap perkembangan kesehatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, interaksi penggunaan obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dengan komplikasi penyakit penyerta di Depo Farmasi Rawat Inap RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Penelitian ini melibatkan 49 pasien, menggunakan data rekam medik pasien . Hasil yang diperoleh dilakukan analisis deskriptif untuk data karakteristik pasien, interaksi penggunaan obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dengan komplikasi penyakit penyerta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari usia yang terbanyak yaitu usia 51-70 tahun sebesar 57,15% (28 orang), jenis kelamin yang terbanyak yaitu wanita sebesar 57,14% (28 orang), dan berdasarkan jenis pembayaran yang paling banyak menggunakan BPJS Non PBI sebanyak 48,97% (24 orang). Penyakit penyerta terbanyak adalah jantung koroner sebesar 61,2% (30 orang). Interaksi obat pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dengan penyakit penyerta pada pasien Rawat Inap di RSUD Gunung Jati Kota Cirebon pada bulan Januari-Desember 2016 yaitu, obat metformin dengan simvastatin yang berjumlah 6,12% (3 orang).
KAJIAN INTERAKSI OBAT TERHADAP RESEP POLI PENYAKIT DALAM DI RSUD GUNUNG JATI CIREBON Siti Pandanwangi TW; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 1 No 2 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.829 KB) | DOI: 10.37874/ms.v1i2.52

Abstract

Interaksi obat adalah peristiwa dimana kerja obat dipengaruhi oleh obat lain yang diberikan bersamaan atau hampir bersamaan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya interaksi obat dari peresepan obat, mengetahui hubungan antara jenis kelamin pasien terhadap peresepan obat,untuk mengetahui hubungan antara usia pasien obat terhadap peresepan obat dan untuk mengetahui hubungan antara jumlah resep dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam di RSUD Gunung Jati Cirebon.Jenis obat dan penyakit dari resep yang diperoleh dari instalasi farmasi rawat jalan poli penyakit dalam RSUD Gunung Jati Cirebon Juli 2016, jumlah resep , Jenis kelamin pasien yang resepnya mengalami interaksi obat, usia pasien yang resepnya mengalami interaksi obat, Jumlah obat yang resepnya mengalami interaksi obat. Sample dalam penelitian ini sebanyak 333 resep. Data yang diperoleh dihitung dan divalidasi menggunakan Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan terdapat interaksi obat dalam peresepan poli penyakit dalam RSUD Gunung Jati sebesar 46,546 %.Berdasarkan analisa statistik bahwa tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam, ada hubungan antara usia pasien dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam dan ada hubungan antara jumlah obat dengan interaksi obat terhadap peresepan obat poli penyakit dalam di RSUD Gunung Jati Cirebon.
GAMBARAN PENGELOLAAN PENYIMPANAN OBAT DI GUDANG FARMASI RUMAH SAKIT PERTAMINA CIREBON Arsyad Bachtiar; Indah Setyaningsih; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.907 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i2.193

Abstract

Manajemen penyimpanan obat di rumah sakit perlu dikelola secara efisien. Ketidakefisienan penyimpanan obat dapat memicu terjadinya kerusakan obat, adanya obat kadaluarsa, dan terganggunya distribusi obat ke pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran pengelolaan penyimpanan obat di gudang Instalasi Farmasi Rumas Sakit Pertamina Cirebon. Jenis penelitian adalah penelitian deskriptif dengan metode observasi dan wawancara menggunakan kuesioner penyimpanan obat yang meliputi pengaturan tata ruang, cara penyimpanan obat dan pencatatan kartu stok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peyimpanan obat di gudang Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamina Cirebon dalam kategori baik dengan memperoleh persentase untuk penyimpanan obat secara keseluruhan adalah 89.47%mencakup aspek pengaturan tata ruang 88.24% kategori baik, cara penyimpanan obat 86.67% kategori baik, dan pencatatan kartu stok 100% kategori baik
GAMBARAN PELAKSANAAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS GEMBONGAN KABUPATEN CIREBON Indah Setyaningsih; Tomi Tomi; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 5 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (127.964 KB) | DOI: 10.37874/ms.v5i2.194

Abstract

Tuberkulosis merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang penting di tingkat global, regional, nasional, maupun lokal. Sebagian kuman tuberkulosis menyerang paru (TB paru) tetapi dapat menyerang berbagai organ dan jaringan tubuh lainya. penularan dapat terjadi ketika penderita tuberkulosis batuk, bersin, berbicara, atau meludah, mereka memercikan kuman tuberkulosis atau bacilli ke udara. Tujuan penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memecahkan masalah dalam gambaran pelaksanaan pengawas menelan obat pada pasien tuberkulosis paru di puskesmas gembongan kabupaten cirebon. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Jumlah informan dalam penelitian ini sebanyak 12 orang dan ditentukan secara total sampling. Gambaran pelaksanaan pengawas menelan obat pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Gembongan Kabupaten Cirebon dalam aspek pengawas menelan obat nilainya 58%, dalam aspek komunikasi interpersonal nilainya 70%, dalam aspek motivasi nilainya 75%, dalam aspek penyuluhan kesehatan nilainya 71%.
FORMULASI LIP CREAM EKSTRAK ETANOL KAYU SECANG (Caesalpinia sappan L.) SEBAGAI PEWARNA: FORMULATION OF LIP CREAM ETHANOL EXTRACT (Caesalpinia sappan L.) AS DYES Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Sulistiani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 6 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.009 KB) | DOI: 10.37874/ms.v6i2.264

Abstract

Tanaman rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.) merupakan tanaman yang tersebar luas di Indonesia. Konsumsi buah rambutan rapiah dapat meninggalkan limbah kulitnya yang cukup banyak. Kulit buah rambutan rapiah telah digunakan secara tradisional sebagai obat demam dan disentri. Kulit buah rambutan rapiah diketahui mengandung metabolit sekunder seperti polifenol, flavonoid, saponin, dan tanin. Penelitian sebelumnya melaporkan bahwa ekstrak metanol kulit buah rambutan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Metabolit sekunder yang diduga memiliki aktivitas antioksidan adalah polifenol. Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, mengingat potensi kulit buah rambutan rapiah sebagai antioksidan kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar polifenol total ekstrak metanol kulit buah rambutan rapiah (Nephelium lappaceum L.). Penetapan kadar polifenol total dilakukan dengan menggunakan metode Folin Ciocalteu. Pereaksi Folin Ciocalteu akan bereaksi dengan gugus fenolik-hidroksil dan membentuk kompleks fosfotungstat-fosfomolibdat berwarna biru yang dapat dideteksi dengan spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang 743,5 nm. Dari penelitian ini kadar polifenol total yang diperoleh adalah 0,2482±0,0401%.
KAJIAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT CIREMAI CIREBON: STUDY OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN PATIENTS WITH URINARY TRACT INFECTIONS AT THE INPATIENT INSTALLATION OF CIREMAI HOSPITAL CIREBON Nur Rahmi Hidayati; Sulistiorini Indriaty; Arsyad Bachtiar; Indah Setyaningsih; Muhammad Yani Zamzam; Vanessa Michelle
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.451 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i1.272

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang diakibatkan adanya mikroorganisme di dalam saluran kemih. Interaksi obat merupakan perubahan efek obat utama oleh pemberian obat lain sebelumnya atau secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, gambaran jumlah kejadian potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat dan gambaran jenis dan jumlah obat lain yang berinteraksi pada pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Inap RS Ciremai Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif, dan menggunakan metode pengambilan data dengan teknik total sampling. Sampel yang digunakan yaitu laporan nominatif morbiditas serta data pemakaian dan penjualan obat pasien Infeksi Saluran Kemih yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 48. Analisis hasil menggunakan analisis deskriptif dalam persentase dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien infeksi saluran kemih terbanyak adalah perempuan sebanyak 39 orang (81,25%), usia paling banyak pada rentang umur 20-30 tahun dan 41-50 tahun sebanyak 11 (22,92%), adanya potensi kejadian interaksi obat sebanyak 43 orang (89,53%), tingkat keparahan tertinggi yaitu monitor ketat sebanyak 100 kejadian (47,62%), rata-rata kejadian interaksi obat per lembar resep sebanyak 5 kejadian interaksi. Jenis obat yang paling banyak berinteraksi yaitu Omeprazole dan Ciprofloxacin sebanyak 18 potensi kejadian interaksi obat (8,5%). Kata Kunci: Infeksi saluran kemih, interaksi obat, RS Ciremai Cirebon
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARBOPOL 940: FORMULATION GEL OF ETHANOL EXTRACT MORINGA LEAF (Moringa oleifera) WITH CONCENTRATION VARIATION CARBOPOL 940 Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Rury Dwi Lestari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (673.321 KB) | DOI: 10.37874/ms.v7i1.324

Abstract

Daun kelor (Moringa oliefera) memiliki kandungan senyawa utama kuersentin yang merupakan senyawa dari golongan flavonol dan berpotensi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) dapat diformulasikan sebagai sediaan gel dan mengetahui stabilitas dari sediaan gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera). Ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) diperoleh dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Gel dibuat dalam 2 formula dengan konsentrasi ekstrak etanol daun kelor 5% untuk masing-masing formula dan variasi gelling agent karbopol 940 konsentrasi 0,75% formula I dan konsentrasi 1% formula II. Pengujian stabilitas dilakukan dengan metode cycling test yaitu sediaan tersebut diuji stabilitasnya yang disimpan pada suhu 4°C selama 24 jam, kemudian dipindahkan pada suhu 40°C selama 24 jam, perlakuan ini disebut satu siklus. Pengujian dilakukan selama 6 siklus (12 hari) dengan parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, sifat alir, dan dilakukan pengujian syneresis. Hasil pengujian stabilitas sediaan menunjukkan formula I, formula II dan basis stabil berdasarkan parameter pengujian homogenitas, organoleptis, daya sebar, pH dan syneresis, sedangkan berdasarkan parameter pengujian viskositas tidak stabil. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan cycling test, ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) konsentrasi 5% dengan gelling agent karbopol 940 konsentrasi 0,75% dan 1% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera). Gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH dan syneresis.
Bahaya Kosmetika Pemutih yang Mengandung Merkuri dan Hidroquinon serta Pelatihan Pengecekan Registrasi Kosmetika di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Arsyad Bachtiar
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.8-11

Abstract

Skin whitening products are one of the cosmetic products that contain active ingredients that can suppress or inhibit the formation of melanin or eliminate melanin that has been formed so as to give a whiter skin tone. Limitations of knowledge about various whitening cosmetic products make people do not know the negative effects that arise if not careful. Mercury and hydroquinone are some active substances that are often misused by illegal cosmetics manufacturers. But in fact the abuse of mercury and hydroquinone is still common in whitening products. This activity was carried out with the aim of providing knowledge and skills to the community, especially waiting room patients in the outpatient clinic at Gunung Jati Cirebon Hospital in terms of checking the registration number for cosmetics. This activity was carried out with counseling methods and question and answer about the material hazards of using whitening cosmetics containing mercury and Hydroquinone is followed by training in checking the registration number for cosmetics using an Android cellphone. From this activity it can be concluded that patients are more aware of the dangers of mercury and hydroquinone and can directly check cosmetic products that are commonly used everyday.
Co-Authors . Syamsudin A. Keban, Sesilia Aan Kunaedi Achelia, Elvanka Putri Ade Ayu Khulfiah Ahmad Subhi Taufiqurrahman Ai Aprian Ai Aprian Aida Maftuhah Alya Najmatul Laila Alya Suciyanti Angelica Alma Sera Anggraeni, Mila Arsyad Bachtiar Asmarandani, Deani Astuti, Enih Nindi Bachtiar, Arsyad Bachtiar, Farhan Firmansyah Bayu Nugroho Eka Seno Bayu Nugroho Eko Senoi Chaniago, Adhilla Kristina Choirun Annisah Deni Fajarudin Deni Firmansyah Destri Putri Ramadhanti Desy Wulan Dari Dewi Kartika Dhea Aulia Ramadhani Dhea Aulia Ramadhani Didi Rohadi Didin Ahidin Diva Fadllan Nur Setiawan Dyah Aryani Perwitasari Fadhilah, Daffa Fajarudin, Deni Farhan Firmansyah Bachtiar Fatonah, Ani Gianto, Vinie Regina Putri Halimah Tu’sya’diyah Halimah Tu’sya’diyah Hasanah, Amna Nur Hilma Aynun Rahmatillah IIN INDAWATI Ilmi Aulia Ilmi Aulia Imaniar Noor Faridah Indah Mulyani Indah Mulyani Indah Mutia Sari Indah Setyaningsih Indah Setyaningsih Intan Deliana Putri Intan Deliana Putri Iqbal Bagus Prayogo Iqbal Bagus Prayogo Ismatul Laila Kelvin Muhaerin Lela Sulastri, Lela Lika Latifatul Amanah Lili Rakhmawati Lili Rakhmawati Lilis Kholida Lilis Listiyani Lisda Indah Nursanti Lisda Indah Nursanti Luky Rizky Amanda Luky Rizky Amanda Maftuhah, Aida Mila Anggraeni Muhammad Yani Zam Zam Muhammad Yani Zamzam Nabila, Syakira Putri Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Oktavia Dwi Chahyani Oom Komariah Oom Komariah Puspita Afriliani Putri Oktaviani Putri Oktaviani Rahmi Nurhaini, Rahmi Rania Nur Ainun Renny Amelia Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizki Nurbaeti Rury Dwi Lestari Safirany, Mareetha Zahra Sarah Diah Maharani Sela Jovita Amanda Senoi, Bayu Nugroho Eko Sesilia A. Keban Setyaningsih, Indah Sidik Lingga Kusuma Sidik Lingga Kusuma Siti Pandanwangi TW Su'udiyah, Kamilina Suci Nurlia Suharyani, Ine Sulistiani Sulistiorini Indriaty Susilo, Rinto Taufiqurrahman, Ahmad Subhi Tomi Tomi . Tomi, Tomi Trihandayani, Yani Trisna Lestari Vanessa Michelle Yadi Supriyadi Yadi Supriyadi Yani Trihandayani Yasmin Zahiyah Yayan Rizikiyan Zamzam, Muhammad Yani _, Tomi