Claim Missing Document
Check
Articles

Bahaya Kosmetika Pemutih yang Mengandung Merkuri dan Hidroquinon serta Pelatihan Pengecekan Registrasi Kosmetika di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon Sulistiorini Indriaty; Nur Rahmi Hidayati; Arsyad Bachtiar
Jurnal Surya Masyarakat Vol 1, No 1 (2018): November 2018
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/jsm.1.1.2018.8-11

Abstract

Skin whitening products are one of the cosmetic products that contain active ingredients that can suppress or inhibit the formation of melanin or eliminate melanin that has been formed so as to give a whiter skin tone. Limitations of knowledge about various whitening cosmetic products make people do not know the negative effects that arise if not careful. Mercury and hydroquinone are some active substances that are often misused by illegal cosmetics manufacturers. But in fact the abuse of mercury and hydroquinone is still common in whitening products. This activity was carried out with the aim of providing knowledge and skills to the community, especially waiting room patients in the outpatient clinic at Gunung Jati Cirebon Hospital in terms of checking the registration number for cosmetics. This activity was carried out with counseling methods and question and answer about the material hazards of using whitening cosmetics containing mercury and Hydroquinone is followed by training in checking the registration number for cosmetics using an Android cellphone. From this activity it can be concluded that patients are more aware of the dangers of mercury and hydroquinone and can directly check cosmetic products that are commonly used everyday.
HUBUNGAN TINGKAT KEPATUHAN PENGGUNAAN ANTIRETROVIRAL TERHADAP JUMLAH SEL CD4 PASIEN HIV/AIDS RSUD GUNUNGJATI CIREBON Nur Rahmi Hidayati; Siti Pandanwangi
Farmasains : Jurnal Ilmiah Ilmu Kefarmasian Vol. 5 No. 2 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (29625.03 KB) | DOI: 10.22236/farmasains.v5i2.1509

Abstract

Respon terapi ARV ditunjukkan salahsatunya dengan perbaikan jumlah sel CD4. Kepatuhan pasien merupakan hal kritis untuk mendapatkan kemanfaatan dari terapi ARV. Tujuan penelitian ini mengetahui karakteristik pasien dan pengobatan, perubahan jumlah sel CD4, tingkat kepatuhan pasien dan hubungan tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian observasional, melibatkan 75 pasien. Data diperoleh dari rekam medik dan hasil kuesioner Morisky Modified Scale (MMS). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien berdasarkan usia terbanyak kisaran usia 31-40 tahun 48 orang (64 %), jenis kelamin laki-laki 42 orang (56 %), tingkat pendidikan SMA 38 orang (50,7%), pekerjaan swasta 45 orang (60 %). Karakteristik pengobatan terbanyak menggunakan kombinasi Tenofovir + Lamivudin + Evafirenz sebanyak 34 orang (45.3%). Perubahan jumlah sel CD4 terjadi kenaikan pada 54 orang (72%) dan penurunan pada 21 orang (28%) selama 1 tahun terakhir. Tingkat kepatuhan pasien terbanyak yaitu tingkat kepatuhan tinggi sebanyak 33 orang (44%). Ada hubungan antara tingkat kepatuhan penggunaan obat Anti Retroviral (ARV) terhadap perubahan jumlah sel CD4 pada pasien HIV/AIDS di Klinik Seroja RSUD Gunung Jati Kota Cirebon, dilihat dari nilai p value 0,000 (p < 0,05).
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP OBAT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD KARAWANG: ANALISYS OF WAITING TIME FOR PHARMACY SERVICE AT RSUD KARAWANG OUT PATIENT PHARMACY INSTALLATION Tomi; Nur Rahmi Hidayati; Farhan Firmansyah Bachtiar
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.029 KB)

Abstract

Instalasi Farmasi adalah salah satu unit di rumah sakit yang memberikan pelayanan produkdan jasa dalam bentuk pelayanan resep. Pelayanan resep sebagai garis depan pelayananfarmasi kepada pasien harus dikelola dengan baik. Hasil penelitian dari 319 resep yangdidapatkan menunjukan bahwa rata-rata waktu tunggu untuk pengerjaan resep non racikanpasien rawat jalan adalah sebesar 58,17 menit dan resep racikan adalah sebesar 102,84menit. Hal tersebut belum sesuai dengan standar pelayanan minimal yang dipersyaratkanoleh Menkes RI No. 129 tahun 2008 tentang pelayanan resep baik obat jadi maupun obatracikan yaitu lama waktu tunggu obat racikan maksimal 60 menit dan obat non racikan atauobat jadi maksimal 30 menit. Untuk tahap pelayanan resep yang memiliki waktu prosespaling lama ada pada bagian penyiapan obat, baik pada resep racikan dan resep non racikandengan rata-rata waktu proses 77,90 menit untuk racikan dan 40,79 menit untuk non racikan.Kata kunci: Waktu Tunggu, Pelayanan Resep, Rumah Sakit.
POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA RESEP PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT DAERAH GUNUNG JATI TAHUN 2019: PATTERNS OF ANTIBIOTIC USE IN RECIPES CHILDREN OUTPATIENS IN GUNUNG JATI HOSPITAL 2019 Ahmad Subhi Taufiqurrahman; Nur Rahmi Hidayati; Bayu Nugroho Eko Senoi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.489 KB)

Abstract

Antibiotik adalah obat yang paling banyak digunakan terkait dengan banyaknyapenyakit akibat infeksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola peresepanantibiotika di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati di Kota Cirebon. Penelitian inimerupakan jenis penelitian observasional menggunakan rancangan analisis datasecara deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Data yangdikumpulkan adalah data resep yang mendapatkan terapi antibiotik dari bulan Januari– Maret 2019 di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati di Kota Cirebon. Analisis databerupa karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin dan pola penggunaanantibiotik berupa nama dan kekuatan antibiotik, bentuk sediaan, dan golongan.Berdasarkan usia yang paling sering mendapatkan pengobatan antibiotik adalah 0 – 7tahun sebesar 56,33% sedangkan untuk jenis kelamin paling banyak perempuan yaitusebesar 56,33%. Nama dan kekuatan antibiotik yang diresepkan adalah terbanyakAmoksisillin sebesar 69 %, bentuk sediaan terbanyak tablet/kapsul sebesar 55 %, dangolongan yang paling banyak adalah penisillin sebesar 69 %.Kata kunci: Antibiotik, Pasien Anak, Rumah Sakit Gunung Jati
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL DI PUSKESMAS JAMBLANG KABUPATEN CIREBON: PROFILE OF THE USE OF ORAL ANTIDIABETIC DURGS IN THE PUSKESMAS JAMBLANG KABUPATEN CIREBON Nur Rahmi Hidayati; Yani Trihandayani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.238 KB)

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit jangka panjang yang dibutuhkan untuk perawatan jangkapanjang. Diperkirakan DM terus meningkat di masa mendatang. Sehingga diperlukanpendidikan dan motivasi dari petugas kesehatan di puskesmas serta dukungan danpengawasan minum obat dari keluarga pasien, agar mendapat kualitas hidup yang lebih baik.Hiperglikemia akan terjadi jika penyakit tidak di obati dengan benar. Untuk alasan ini,penelitian diperlukan mengenai obat antidiabetes oral yang digunakan di PuskesmasJamblang, Kabupaten Cirebon, serta karakteristik pasien berdasarkan usia pasien, jeniskelamin pasien, jenis pembayaran, dan obat antidiabetik.Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dan dirancang dalam penelitianretrospektif pada pengobatan penderita diabetes mellitus di Puskesmas Jamblang, KabupatenCirebon untuk periode Januari - Desember 2018. Jumlah sampel resep diambil secara acak.Analisis data deskriptif meliputi karakteristik pasien berdasarkan usia pasien, jenis kelaminpasien, jenis pembayaran, dan obat antidiabetik. Kabupaten untuk periode Januari -Desember 2018. Jumlah sampel resep diambil secara acak. Analisis data deskriptif termasukkarakteristik pasien berdasarkan usia pasien, jenis kelamin pasien, jenis pembayaran, danobat antidiabetik. Hasil Berdasarkan karakteristik pasien menurut 56-65 tahun sebanyak38,33%. menurut jenis kelamin, lebih banyak akun perempuan untuk 57,78%, dan menurutstatus pembayaran lebih banyak menggunakan umum sebesar 78,06%. berdasarkan obatantidiabetik oral lebih banyak glibenclamide + metformin sebanyak 58,89%.Kata kunci: diabetes mellitus, penggunaan obat
UJI DAYA HAMBAT EKSTRAK METANOL DAUN SIRIH HIJAU (Piper betle L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes: INHIBITORY TEST OF METHANOL EXTRACT OF GREEN BETEL LEAF (Piper betle L.) AGAINST Propionibacterium acnes BACTERIA Didi Rohadi; Nur Rahmi Hidayati; Ai Aprian
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.039 KB)

Abstract

Indonesia telah lama memanfaatkan tanaman berkhasiat obat sebagai salah satu upaya dalam mengatasi masalah kesehatan salah satunya yaitu daun sirih hijau (Piper betle L.) karena memiliki efek antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pada konsentrasi berapa ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) memiliki daya hambat paling besar terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan bagaimana pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Daun sirih hijau (Piper betle L.) diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut metanol. Uji daya hambat menggunakan metode difusi cetak lubang dengan konsentrasi ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) 60%, 70% dan 80%. Kontrol positif (klindamisin 0,01%) dan kontrol negatif (metanol). Parameter hasil dilihat dari daerah bening di sekitar lubang lalu data yang dihasilkan dianalisis secara statistik dengan uji Kruskall-Wallis dan Uji Mann-Whitney selanjutnya uji regresi linier. Daya hambat yang dihasilkan ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) konsentrasi 60%, 70% dan 80% yaitu 1,49 cm, 1,49 cm dan 1,53 cm. Kontrol positif (Klindamisin 0,01%) sebesar 1,78 cm, sedangkan kontrol negatif (metanol) tidak memiliki daya hambat. Data yang dihasilkan diolah dengan uji Kruskall-Wallis dengan nilai (sig) < 0,05 lalu uji Mann-Whitney dengan nilai (sig) > 0,05 selanjutnya diolah dengan uji regresi linier, hasil perhitungan regresi linier yaitu (r2) = 0,750. Konsentrasi ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) yang memiliki daya hambat paling besar yaitu konsentrasi 80% dengan besar daya hambat 1,53 cm tetapi secara statistik tidak ditemukan perbedaan hambatan, karena semua konsentrasi ekstrak memiliki daya hambat yang setara. Peningkatan konsentrasi ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.) mempunyai hubungan atau pengaruh yang tidak terlalu kuat terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Propionibacterium acnes. Kata Kunci : Uji daya hambat, Propionibacterium acnes, Ekstrak metanol daun sirih hijau (Piper betle L.)
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MITRA PLUMBON CIREBON: EVALUATION OF WAITING TIME FOR DRUG AT THE INSTALLATION OF MITRA PLUMBON HOSPITAL CIREBON Arsyad Bachtiar; Renny Amelia; Nur Rahmi Hidayati; Oom Komariah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.374 KB)

Abstract

Waktu tunggu merupakan salah satu standar pelayanan minimal rumah sakit dan menjadi indikator terhadap kualitas pelayanan resep. Kecepatan pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pasien dimana pasien akan merasa puas jika waktu tunggu dalam pelayanan resep tidak membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah waktu tunggu sudah memenuhi persyaratan Kepmenkes No. 129 Tahun 2008. Penelitian ini bersifat prospektif dimana pengambilan sampel hanya terhadap resep obat pasien rawat jalan pasien khusus BPJS lantai 1 di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon pada periode Maret-April 2021 sebanyak 1020 lembar resep. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan obat adalah 29,20 menit untuk obat non racikan dan 61,58 menit untuk obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan obat non racikan sudah memenuhi standar sedangkan untuk obat racikan tidak memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit sesuai Kepmenkes RI No. 129 tahun 2008. Kata kunci: Waktu tunggu, pelayanan resep, instalasi farmasi rumah sakit
EFEK PENGGUNAAN OBAT INHALER PADA PASIEN ASMA DI INSTALASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MITRA PLUMBON CIREBON: EFFECTS OF USING INHALER DRUG ON ASTHMA PATIENTS IN OUTPATIENT INSTALLATION CIREBON MITRA PLUMBON HOSPITAL Indah Setyaningsih; Aan Kunaedi; Nur Rahmi Hidayati; Indah Mulyani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.206 KB)

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit gangguan inflamasi kronik pada saluran napas yang memiliki gejala berupa mengi, sesak napas, dada terasa berat, dan batuk terutama pada malam hari atau dini hari. Serangan asma dapat menyebabkan kematian, oleh sebab itu pemberian obat kerja cepat sangat dibutuhkan untuk mengatasi bronkokontriksi dan meredakan gejalanya. Salah satu pemberian obat asma adalah dengan menggunakan obat inhaler. Penelitian ini dilakukan di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon pada bulan Maret sampai Mei 2021 dengan sampel 30 pasien asma yang menggunakan obat inhaler dan memenuhi kriteria inklusi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek penggunaan obat asma inhaler berdasarkan tingkat kontrol pasien asma setelah menggunakan obat asma inhaler, dan untuk mengetahui karakteristik pasien asma yang menggunakan obat asma inhaler berdasarkan jenis kelamin dan usia pasien antara 12-65 tahun. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pengisian kuesioner Asthma Control Test untuk mengetahui tingkat kontrol asma pada pasien asma dengan cara menghitung skor jawaban pada tiap pertanyaan. Skor akhir dihitung dengan cara menjumlahkan setiap skor jawaban dari perhitungan tiap pertanyaan pada kuesioner Asthma Control Test. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tingkat kontrol pasien asma yang terkontrol sebagian sebanyak 5 pasien (17%), sedangkan yang tidak terkontrol sebanyak 25 pasien (83%). Kata kunci: Obat Inhaler, Asma, Asthma Control Test
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: EFEKTIVITAS PENGGUNAAN GOLONGAN PROTON PUMP INHIBITOR (PPI): SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: EFFECTIVENESS OF USING PROTON PUMP INHIBITORS (PPI) GROUP Aan Kunaedi; Nur Rahmi Hidayati; Halimah Tu’sya’diyah; Ilmi Aulia; Intan Deliana Putri; Iqbal Bagus Prayogo; Lili Rakhmawati; Lisda Indah Nursanti; Luky Rizky Amanda
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.498 KB)

Abstract

Proton Pump Inhibitor (PPI) adalah golongan obat yang digunakan untuk menurunkan kadar asam lambung serta meredakan gejala yang ditimbulkan oleh peningkatan asam lambung. Pada penggunaan PPI jangka panjang, dapat timbul potensi efek samping yang dapat mempengaruhi sistem kekebalan tubuh. Systematic literature review ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan golongan Proton Pump Inhibitor (PPI). Systematic Literature Review mengenai efektivitas penggunaan golongan Proton Pump Inhibitor (PPI) melalui database google scholar dengan memasukkan kata kunci “Proton Pump Inhibitor,Stress Ulcers”. Jurnal dipilih sesuai kriteria yaitu rentang terbit tahun 2013-2021. Sejumlah 6 jurnal terpilih sesuai kriteria. Jurnal yang didapat membahas mengenai perbandingan efektivitas penggunaan beberapa golongan PPI sebagai profilaksis stress ulcers. Kesimpulan yang diperoleh yaitu, pada golongan PPI lansoprazol dan pantoprazol, pasien yang tidak mengalami kejadian perdarahan masing-masing sebesar 77,4% dan 61,4%. Penggunaan lansoprazol dan pantoprazol sebagai profilaksis stress ulcers tidak berbeda jauh dengan nilai p > 0,05. Hasil efektivitas ini dipengaruhi oleh lama rawat dan jumlah komorbid dengan proporsi lebih banyak pada kelompok pantoprazol. Kata Kunci: Proton Pump Inhibitor, Stress Ulcers
UJI DAYA HAMBAT BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) HASIL FERMENTASI MADU : INHIBITION TEST OF SINGLE GARLIC (Allium sativum L.) FERMENTED HONEY Ade Ayu Khulfiah; Aan Kunaedi; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022): Forthcoming Issue
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.419

Abstract

Bawang putih tunggal dan madu merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Bawang putih memiliki kandungan minyak atsiri,  allicin, dan beberapa senyawa sulfur yang diduga memiliki kemampuan sebagai antibakteri, sementara pada madu terdapat kandungan hidrogen peroksida sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat dan pengaruh waktu perendaman dari Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu  terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Uji daya hambat menggunakan metode difusi cakram dengan sampel perasan bawang putih tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu pada pekan ke-2, 3, dan 4, kontrol positif (amoxicillin injeksi 0,01%), kontrol negatif (aquadest steril), dan pembanding (perasan bawang putih tunggal yang tidak direndam dengan madu). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bawang putih tunggal (Allium sativum L.)  hasil fermentasi madu memiliki rata-rata diameter daerah hambat pada pekan  2, 3 dan 4 sebesar 11,70 mm, 12,88 mm dan 13,88 mm. Uji statistik One Way Anova memiliki nilai signifikansi 0,000 artinya rata-rata daya hambat tiap perlakuan yang dilakukan berbeda secara signifikan sementara itu hasil uji Pearson memiliki nilai Sig.(2- tailed) sebesar 0,002 berarti terdapat hubungan antara waktu perendaman terhadap daya hambat yang dihasilkan. Kesimpulan: Bawang putih tunggal hasil fermentasi madu mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan terdapat pengaruh waktu perendaman terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
Co-Authors . Syamsudin A. Keban, Sesilia Aan Kunaedi Achelia, Elvanka Putri Ade Ayu Khulfiah Ahmad Subhi Taufiqurrahman Ai Aprian Ai Aprian Aida Maftuhah Alya Najmatul Laila Alya Suciyanti Angelica Alma Sera Anggraeni, Mila Arsyad Bachtiar Asmarandani, Deani Astuti, Enih Nindi Bachtiar, Arsyad Bachtiar, Farhan Firmansyah Bayu Nugroho Eka Seno Bayu Nugroho Eko Senoi Chaniago, Adhilla Kristina Choirun Annisah Deni Fajarudin Deni Firmansyah Destri Putri Ramadhanti Desy Wulan Dari Dewi Kartika Dhea Aulia Ramadhani Dhea Aulia Ramadhani Didi Rohadi Didin Ahidin Diva Fadllan Nur Setiawan Dyah Aryani Perwitasari Fadhilah, Daffa Fajarudin, Deni Farhan Firmansyah Bachtiar Fatonah, Ani Gianto, Vinie Regina Putri Halimah Tu’sya’diyah Halimah Tu’sya’diyah Hasanah, Amna Nur Hilma Aynun Rahmatillah IIN INDAWATI Ilmi Aulia Ilmi Aulia Imaniar Noor Faridah Indah Mulyani Indah Mulyani Indah Mutia Sari Indah Setyaningsih Indah Setyaningsih Intan Deliana Putri Intan Deliana Putri Iqbal Bagus Prayogo Iqbal Bagus Prayogo Ismatul Laila Kelvin Muhaerin Lela Sulastri, Lela Lika Latifatul Amanah Lili Rakhmawati Lili Rakhmawati Lilis Kholida Lilis Listiyani Lisda Indah Nursanti Lisda Indah Nursanti Luky Rizky Amanda Luky Rizky Amanda Maftuhah, Aida Mila Anggraeni Muhammad Yani Zam Zam Muhammad Yani Zamzam Nabila, Syakira Putri Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Oktavia Dwi Chahyani Oom Komariah Oom Komariah Puspita Afriliani Putri Oktaviani Putri Oktaviani Rahmi Nurhaini, Rahmi Rania Nur Ainun Renny Amelia Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizki Nurbaeti Rury Dwi Lestari Safirany, Mareetha Zahra Sarah Diah Maharani Sela Jovita Amanda Senoi, Bayu Nugroho Eko Sesilia A. Keban Setyaningsih, Indah Sidik Lingga Kusuma Sidik Lingga Kusuma Siti Pandanwangi TW Su'udiyah, Kamilina Suci Nurlia Suharyani, Ine Sulistiani Sulistiorini Indriaty Susilo, Rinto Taufiqurrahman, Ahmad Subhi Tomi Tomi . Tomi, Tomi Trihandayani, Yani Trisna Lestari Vanessa Michelle Yadi Supriyadi Yadi Supriyadi Yani Trihandayani Yasmin Zahiyah Yayan Rizikiyan Zamzam, Muhammad Yani _, Tomi