Claim Missing Document
Check
Articles

KAJIAN POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN INFEKSI SALURAN KEMIH DI INSTALASI RAWAT INAP RUMAH SAKIT CIREMAI CIREBON: STUDY OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN PATIENTS WITH URINARY TRACT INFECTIONS AT THE INPATIENT INSTALLATION OF CIREMAI HOSPITAL CIREBON Nur Rahmi Hidayati; Sulistiorini Indriaty; Arsyad Bachtiar; Indah Setyaningsih; Muhammad Yani Zamzam; Vanessa Michelle
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.272

Abstract

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi yang diakibatkan adanya mikroorganisme di dalam saluran kemih. Interaksi obat merupakan perubahan efek obat utama oleh pemberian obat lain sebelumnya atau secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, gambaran jumlah kejadian potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat dan gambaran jenis dan jumlah obat lain yang berinteraksi pada pasien Infeksi Saluran Kemih di Instalasi Rawat Inap RS Ciremai Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode analisis deskriptif, dan menggunakan metode pengambilan data dengan teknik total sampling. Sampel yang digunakan yaitu laporan nominatif morbiditas serta data pemakaian dan penjualan obat pasien Infeksi Saluran Kemih yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 48. Analisis hasil menggunakan analisis deskriptif dalam persentase dan tabel. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik pasien infeksi saluran kemih terbanyak adalah perempuan sebanyak 39 orang (81,25%), usia paling banyak pada rentang umur 20-30 tahun dan 41-50 tahun sebanyak 11 (22,92%), adanya potensi kejadian interaksi obat sebanyak 43 orang (89,53%), tingkat keparahan tertinggi yaitu monitor ketat sebanyak 100 kejadian (47,62%), rata-rata kejadian interaksi obat per lembar resep sebanyak 5 kejadian interaksi. Jenis obat yang paling banyak berinteraksi yaitu Omeprazole dan Ciprofloxacin sebanyak 18 potensi kejadian interaksi obat (8,5%). Kata Kunci: Infeksi saluran kemih, interaksi obat, RS Ciremai Cirebon
FORMULASI SEDIAAN GEL EKSTRAK ETANOL DAUN KELOR (Moringa oleifera) DENGAN VARIASI KONSENTRASI KARBOPOL 940: FORMULATION GEL OF ETHANOL EXTRACT MORINGA LEAF (Moringa oleifera) WITH CONCENTRATION VARIATION CARBOPOL 940 Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Rury Dwi Lestari
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 1 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i1.324

Abstract

Daun kelor (Moringa oliefera) memiliki kandungan senyawa utama kuersentin yang merupakan senyawa dari golongan flavonol dan berpotensi memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) dapat diformulasikan sebagai sediaan gel dan mengetahui stabilitas dari sediaan gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera). Ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) diperoleh dengan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Gel dibuat dalam 2 formula dengan konsentrasi ekstrak etanol daun kelor 5% untuk masing-masing formula dan variasi gelling agent karbopol 940 konsentrasi 0,75% formula I dan konsentrasi 1% formula II. Pengujian stabilitas dilakukan dengan metode cycling test yaitu sediaan tersebut diuji stabilitasnya yang disimpan pada suhu 4°C selama 24 jam, kemudian dipindahkan pada suhu 40°C selama 24 jam, perlakuan ini disebut satu siklus. Pengujian dilakukan selama 6 siklus (12 hari) dengan parameter organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, viskositas, sifat alir, dan dilakukan pengujian syneresis. Hasil pengujian stabilitas sediaan menunjukkan formula I, formula II dan basis stabil berdasarkan parameter pengujian homogenitas, organoleptis, daya sebar, pH dan syneresis, sedangkan berdasarkan parameter pengujian viskositas tidak stabil. Berdasarkan hasil pengamatan stabilitas dengan menggunakan cycling test, ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) konsentrasi 5% dengan gelling agent karbopol 940 konsentrasi 0,75% dan 1% dapat diformulasikan menjadi sediaan gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera). Gel ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) stabil pada parameter organoleptis, homogenitas, daya sebar, pH dan syneresis.
UJI DAYA HAMBAT BAWANG PUTIH TUNGGAL (Allium sativum L.) HASIL FERMENTASI MADU : INHIBITION TEST OF SINGLE GARLIC (Allium sativum L.) FERMENTED HONEY Ade Ayu Khulfiah; Aan Kunaedi; Nur Rahmi Hidayati
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 3 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i3.419

Abstract

Bawang putih tunggal dan madu merupakan bahan alami yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Bawang putih memiliki kandungan minyak atsiri,  allicin, dan beberapa senyawa sulfur yang diduga memiliki kemampuan sebagai antibakteri, sementara pada madu terdapat kandungan hidrogen peroksida sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hambat dan pengaruh waktu perendaman dari Bawang Putih Tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu  terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli. Uji daya hambat menggunakan metode difusi cakram dengan sampel perasan bawang putih tunggal (Allium sativum L.) hasil fermentasi madu pada pekan ke-2, 3, dan 4, kontrol positif (amoxicillin injeksi 0,01%), kontrol negatif (aquadest steril), dan pembanding (perasan bawang putih tunggal yang tidak direndam dengan madu). Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa bawang putih tunggal (Allium sativum L.)  hasil fermentasi madu memiliki rata-rata diameter daerah hambat pada pekan  2, 3 dan 4 sebesar 11,70 mm, 12,88 mm dan 13,88 mm. Uji statistik One Way Anova memiliki nilai signifikansi 0,000 artinya rata-rata daya hambat tiap perlakuan yang dilakukan berbeda secara signifikan sementara itu hasil uji Pearson memiliki nilai Sig.(2- tailed) sebesar 0,002 berarti terdapat hubungan antara waktu perendaman terhadap daya hambat yang dihasilkan. Kesimpulan: Bawang putih tunggal hasil fermentasi madu mempunyai daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Escherichia coli dan terdapat pengaruh waktu perendaman terhadap daya hambat pertumbuhan bakteri Escherichia coli.
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS DEODORAN SPRAY EKSTRAK ETANOL HERBA KEMANGI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus: FORMULATION AND ACTIVITY TEST OF DEODORANT SPRAY OF BASIL HERB ETHANOL EXTRACT AGAINST Staphylococcus aureus Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Nur Rahmi Hidayati; Deni Firmansyah; Rima Yulia Senja; Yasmin Zahiyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.566

Abstract

Kemangi (Ocimum sanctum L.) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun kemangi dapat diformulasikan menjadi deodoran spray dan pada konsentrasi berapa uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menunjukkan hasil paling baik. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Ekstrak diperoleh dengan metode perkolasi menggunakan etanol 96%. Deodoran spray dibuat dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol herba kemangi 8%, 10%, dan 12%. Sediaan dilakukan pemeriksaan skrining fitokimia (alkaloida, flavonoida, steroid/triterpenoid, saponin, dan tanin), uji stabilitas dengan metode cycling test (organoleptis, pH, bobot jenis, viskositas, dan waktu mengering), dan uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus menggunakan metode difusi sumuran. Ekstrak etanol herba kemangi konsentrasi 8%, 10%, dan 12% dapat diformulasikan menjadi sediaan deodoran spray dan formula yang memiliki hasil uji aktivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus paling baik ditunjukkan oleh formula 3.
ANALISIS EFEKTIVITAS BIAYA KOMBINASI CANDESARTAN-AMLODIPIN DENGAN CANDESARTAN-FUROSEMIDE PASIEN HIPERTENSI RAWAT INAP RS XXX: COST-EFFECTIVENESS ANALYSIS OF COMBINATION OF CANDESARTAN-AMLODIPINE WITH CANDESARTAN-FUROSEMIDE IN HYPERTENSION PATIENTS XXX HOSPITAL Nur Rahmi Hidayati; Rinto Susilo; Tomi; Sulistiorini Indriaty; Dewi Kartika
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 7 No 4 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v7i4.585

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang membutuhkan perawatan jangka panjang, sehingga perlu dilakukan pengontrolan pada semua pasien hipertensi agar biaya terapi hipertensi tersebut dapat efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien (usia, jenis kelamin, status pembayaran, lama perawatan dan tekanan darah), jenis kombinasi obat hipertensi dan efektivitas biaya pengobatan pasien hipertensi di Instalasi Rawat Inap RS XXX Tahun 2021 berdasarkan metode Avarage Cost Effectiveness Ratio (ACER) dan Incremental Cost Effectiveness Ratio (ICER). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pengumpulan data secara retrospektif. Sampel yang digunakan adalah rekam medik pasien yang terdiagnosis hipertensi dan nota pembayaran pasien di Instalasi Rawat Inap RS XXX tahun 2021 yang memenuhi kriteria inklusi, sebanyak 45. Cara pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisis hasil menggunakan analisis deskriptif dalam bentuk tabel disertai dengan penjelasan. Hasil penelitian berdasarkan karakteristik pasien yang terbanyak berusia 46 - 61 tahun (44,44%), perempuan (51,11%), BPJS kelas III (66,67%), tekanan darah drajat III (33,33%), lama perawatan lebih singkat kombinasi Candesartan-Furosemide rata-rata lama rawat inap 5,37 hari. Berdasarkan jenis kombinasi obat hipertensi paling banyak digunakan yaitu kombinasi CCB+ARB yaitu Amlodipin tab 10 mg + Candesartan tab 16 mg (62,23%). Nilai ACER yang paling cost-effective dan efektivitas terapi tinggi yaitu kombinasi Candesartan-Furosemide sebesar Rp.42.113,58. Berdasarkan perhitungan Nilai ICER bila pasien menginginkan peningkatan efektivitas penyembuhan hipertensi dengan menggunakan kombinasi Candesartan-Furosemide maka pasien harus mengeluarkan biaya tambahan yang dikeluarkan sebesar Rp.14.712,05 per hari lama rawat inap.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS MASKER GEL PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH DENGAN VARIASI KONSENTRASI PVA: FORMULATION AND STABILITY TEST PEEL-OFF GEL MASK ETHANOL EXTRACT OF STARFRUIT LEAVES WITH VARIOUS CONCENTRATIONS OF PVA Sulistiorini Indriaty; Iin Indawati; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Suci Nurlia; Deni Firmansyah
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i2.764

Abstract

Daun belimbing wuluh merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa aktif flavonoid yang bersifat sebagai antibakteri. Ekstrak etanol daun belimbing wuluh dibuat sediaan masker gel peel-off dengan basis PVA konsentrasi 8%, 9% dan 10%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ekstrak etanol daun belimbing wuluh dapat dibuat sediaan masker gel peel-off dan apakah stabil pada uji cycling test. Ekstrak diperoleh dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%, kemudian dilakukan standarisasi ekstrak, skrining fitokimia serta KLT. Masker gel peel-off dibuat menjadi tiga formula dan satu basis dengan metode cycling test (disimpan pada suhu 4°C dan suhu 40°C selama 24 jam yang dilakukan selama 6 siklus) dengan parameter yang diamati yaitu uji organoleptis, homogenitas, uji pH, uji daya sebar, uji waktu mengering, uji viskositas dan uji sifat alir. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa ektrak etanol daun belimbing wuluh dapat diformulasikan menjadi sediaan masker gel peel-off. Uji stabilitas pada semua formula menghasilkan pengujian yang stabil pada warna, bau, tekstur, homogenitas, pH, daya sebar, waktu mengering, viskositas dan sifat alir. Kata kunci: Ekstrak etanol daun belimbing wuluh, masker gel peel off, PVA, cycling test
STUDY OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN HYPERTENSION PATIENS AT THE INPATIENT INSTALLATION OF PERMATA CIREBON HOSPITAL Risa Deviani Azzahra; Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Sulistiorini Indriaty; Lela Sulastri; Nina Karlina
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 8 No 4 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v8i4.997

Abstract

Identification of drug interactions in hypertensive patients needs to be performed because they affect the achievement of therapeutic effects and can increase the risk of side effects. This study aimed to determine patient characteristics (age, gender, drug items used, and comorbidities), the potential for drug interactions in hypertensive patients, the severity of potential drug interactions, and the type and number of drugs that interact in hypertensive patients at the time of installation. Inpatient at Permata Cirebon Hospital. The sample in this study included patients diagnosed with hypertension at the Inpatient Installation of Permata Cirebon Hospital in 2022 who met the inclusion criteria. This was a descriptive analytical study with retrospective data on patient characteristics (age, sex, drug items used, and comorbidities). The results were analyzed in the form of an overview of potential drug interactions using the Medscape application in the form of percentages and tables. The results of the study of 264 samples of hypertension patients taken by random sampling obtained for drug interaction based on severity events were as many as 149 patients (56,44%) with the highest number of gender, namely women as many as 154 patients (58,33%), the level of severity at most, namely monitors as many as 261 events (82,33%). The most interacting drug was Amlodipine with Metformin, with 27 monitored interactions (8,52%). Drug interactions can occur due to the number of drug therapies used and the presence of comorbidities. Keywords: Hypertension, Drug Interactions, Permata Cirebon Hospital.
ANTIBACTERIAL ACTIVITY TEST OF TEA TREE AND LEMON OIL COMBINATION AND ITS FORMULATION IN CREAM PREPARATION Sulistiorini Indriaty; Rima Yulia Senja; Deni Firmansyah; Nur Rahmi Hidayati; Nina Karlina; Muhammad Yani Zam Zam; Dhea Aulia Ramadhani
Medical Sains : Jurnal Ilmiah Kefarmasian Vol 9 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/ms.v9i2.1278

Abstract

Tea tree oil contains hydrocarbon compounds, namely terpenes, especially monoterpenes, sesquiterpenes, and alcohols. Terpinen-4-ol is the main component of tea tree oil, which has antimicrobial activity. Lemon oil is useful as an antibacterial because it contains flavonoids that prevent attacks from pathogenic bacteria. This study aims to determine whether tea tree and lemon oil have antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria and can be formulated into cream preparations. The antibacterial activity test of the combination of tea tree oil and lemon oil in the 1: 1, 1: 2, and 2: 1 ratio was carried out in vitro against Propionibacterium acnes bacteria by disc diffusion method and using virile gel as a positive control. The cream stability test is replicated using the cycling test method with organoleptic test parameters, homogeneity, pH, dispersion, cream type testing, viscosity, and flow properties. The stability test results with the cycling test method showed good stability results, including organoleptic tests, homogeneity, spreadability, pH, emulsion type, viscosity, and flow properties. The combination of tea tree and lemon essential oils in a 1:1, 1:2, 2:1 ratio has antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria with inhibition zones diameter ±1,23 cm, ±1,12 cm, and ±1,12 cm and control has ±1,53 cm. Combining tea tree and lemon essential oil in a 1:1, 1:2, and 2:1 ratio has antibacterial activity against Propionibacterium acnes bacteria and can be formulated into cream preparations. Keywords: tea tree oil, lemon oil, antibacterial, Propionibacterium acnes, cream.
EDUKASI DAN FORMULASI HAND SANITIZER EKSTRAK ETANOL DAUN SIRSAK (Annona Muricata Linn) Nur Rahmi Hidayati; Bayu Nugroho Eka Seno; Farhan Firmansyah Bachtiar
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v1i1.203

Abstract

ABSTRAKPada pandemik Covid-19 yang melanda dunia saat ini pemerintah mengharuskan masyarakat untuk meningkatkan perilaku hidup sehat dengan salah satu indikatornya adalah mencuci tangan. Hand sanitizer merupakan salah satu bahan antiseptik yang sering digunakan masyarakat sebagai media pencuci tangan yang praktis. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pembuatan formulasi sediaan hand sanitizer yang berasal dari Daun Sirsak (Annona muricata L.) dan melakukan edukasi hand sanitizer kepada masyarakat di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Program kegiatan KKM yang disampaikan menggunakan metode webinar dan sampling hasil hand sanitizer pada tetangga. Hasil yang diperoleh daun sirsak dapat diformulasikan sebagai hand sanitizer sebagai salah satu cara untuk cuci tangan secara praktis dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19. Pelaksanaan webinar menunjukkan respon yang positif dengan adanya interaksi antara peserta dan penyelenggara webinar. Pemberian sampel hand sanitizer kepada tetangga sekitar, tujuannya agar mengetahui formulasi, cara pembuatan, tujuan, kandungan, cara pakai yang baik, dan hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan hand sanitizer kepada masyarakat, khususnya Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon. Kata kunci: Hand sanitizer, COVID-19, Kuliah Kerja Mahasiswa
PEMBUATAN DAN PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN PUDING UBI UNGU PADA BALITA DI DESA PAKEMBANGAN KABUPATEN KUNINGAN Lilis Kholida; Nur Rahmi Hidayati; Indah Setyaningsih; Arsyad Bachtiar
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v2i2.565

Abstract

Kurang gizi merupakan salah satu masalah gizi utama pada balita di Indonesia. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan kesadaran gizi yang baik dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Tujuan program pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan edukasi kepada warga desa yang memiliki anak balita tentang Pemberian Makanan Tambahan. Bahan makanan yang digunakan dalam PMT hendaknya bahan-bahan yang ada atau dapat dihasilkan setempat, sehingga kemungkinan kelestarian program lebih besar. Ubi Jalar Ungu diberikan karena kaya akan khasiat juga sebagai salah satu sumber karbohidrat yang banyak nutrisi dan penting untung pertumbuhan bayi, sehingga bisa menjadi pilihan baik untuk MPASI. Hasil kegiatan pengabdian masyakat yaitu agar masyarakat lebih mengenal keberadaan farmasis khususnya di Wilayah Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan Kuningan sebagai bagian dari tenaga kesehatan sehingga dapat berkonsultasi mengenai jenis makanan yang sehat dan masyarakat mendapatkan pengetahuan tentang cara pembuatan jajanan sehat dari bahan alami seperti olahan dari ubi jalar. Kata Kunci: Gizi, pemberian makanan tambahan, Ubi jalar           
Co-Authors . Syamsudin A. Keban, Sesilia Aan Kunaedi Achelia, Elvanka Putri Ade Ayu Khulfiah Ahmad Subhi Taufiqurrahman Ai Aprian Ai Aprian Aida Maftuhah Alya Najmatul Laila Alya Suciyanti Angelica Alma Sera Anggraeni, Mila Arsyad Bachtiar Asmarandani, Deani Astuti, Enih Nindi Bachtiar, Arsyad Bachtiar, Farhan Firmansyah Bayu Nugroho Eka Seno Bayu Nugroho Eko Senoi Chaniago, Adhilla Kristina Choirun Annisah Deni Fajarudin Deni Firmansyah Destri Putri Ramadhanti Desy Wulan Dari Dewi Kartika Dhea Aulia Ramadhani Dhea Aulia Ramadhani Didi Rohadi Didin Ahidin Diva Fadllan Nur Setiawan Dyah Aryani Perwitasari Fadhilah, Daffa Fajarudin, Deni Farhan Firmansyah Bachtiar Fatonah, Ani Gianto, Vinie Regina Putri Halimah Tu’sya’diyah Halimah Tu’sya’diyah Hasanah, Amna Nur Hilma Aynun Rahmatillah IIN INDAWATI Ilmi Aulia Ilmi Aulia Imaniar Noor Faridah Indah Mulyani Indah Mulyani Indah Mutia Sari Indah Setyaningsih Indah Setyaningsih Intan Deliana Putri Intan Deliana Putri Iqbal Bagus Prayogo Iqbal Bagus Prayogo Ismatul Laila Kelvin Muhaerin Lela Sulastri, Lela Lika Latifatul Amanah Lili Rakhmawati Lili Rakhmawati Lilis Kholida Lilis Listiyani Lisda Indah Nursanti Lisda Indah Nursanti Luky Rizky Amanda Luky Rizky Amanda Maftuhah, Aida Mila Anggraeni Muhammad Yani Zam Zam Muhammad Yani Zamzam Nabila, Syakira Putri Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Oktavia Dwi Chahyani Oom Komariah Oom Komariah Puspita Afriliani Putri Oktaviani Putri Oktaviani Rahmi Nurhaini, Rahmi Rania Nur Ainun Renny Amelia Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizki Nurbaeti Rury Dwi Lestari Safirany, Mareetha Zahra Sarah Diah Maharani Sela Jovita Amanda Senoi, Bayu Nugroho Eko Sesilia A. Keban Setyaningsih, Indah Sidik Lingga Kusuma Sidik Lingga Kusuma Siti Pandanwangi TW Su'udiyah, Kamilina Suci Nurlia Suharyani, Ine Sulistiani Sulistiorini Indriaty Susilo, Rinto Taufiqurrahman, Ahmad Subhi Tomi Tomi . Tomi, Tomi Trihandayani, Yani Trisna Lestari Vanessa Michelle Yadi Supriyadi Yadi Supriyadi Yani Trihandayani Yasmin Zahiyah Yayan Rizikiyan Zamzam, Muhammad Yani _, Tomi