Claim Missing Document
Check
Articles

STUDY OF THE SEVERITY AND EARLY ANTIVIRAL TREATMENT FOR THE DURATION OF THE RECOVERY COVID-19 PATIENTS Susilo, Rinto; _, Tomi; Hidayati, Nur Rahmi; Asmarandani, Deani; Fadhilah, Daffa
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 9 No 1 (January-April 2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v9i1.7916

Abstract

Late antiviral treatment can potentially cause the Covid-19 virus to replicate very quickly, so it is necessary to understand antiviral drugs and optimize treatment for Covid-19 patients. The study aimed to determine the correlation between the severity, speed of administration of antivirals, and the recovery time of Covid-19 patients. This type of research is an observational study with retrospective data collection on 94 Covid-19 medical records at “X” Hospital Cirebon from 316 populations in June-July 2021 according to inclusion criteria. The data analysis used was univariate and bivariate using Spearman's Rho. The 55–59-year age group (28.7%) was the most infected with Covid-19. There are more males than females (52.1% vs 47.9%). Favipiravir therapy (43.6%) was given the most. Moderate severity (74.5%) had the highest proportion. The speed of administration of antivirals was most initiated at 5-8 days (42.6%) after the onset of symptoms. The maximum recovery time for Covid-19 patients is 13-18 days (58.5%). A strong positive correlation between the speed of giving antivirals to the recovery time of Covid-19 patients (sig. 0.000) and the correlation coefficient of 0.659. Does not show a correlation between the severity of recovery time (sig. 0.113) and speed of antiviral administration to the severity of Covid-19 patients (sig. 0.297). There is a correlation between the early antiviral treatment and the recovery time of Covid-19 patients; the earlier antiviral therapy is given, the faster it will heal.
SOSIALISASI PEMILIHAN DAN PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT DI DESA MUNDU PESISIR Indriaty, Sulistiorini; Muhammad Yani Zamzam; Nur Rahmi Hidayati; Deni Firmansyah; Dhea Aulia Ramadhani
BAKTIMU : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 3 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/bm.v4i3.1306

Abstract

Penanganan dan pencegahan berbagai penyakit tidak dapat dilepaskan dari tindakan terapi dengan obat atau farmakoterapi. Berbagai pilihan obat saat ini tersedia, sehingga diperlukan pertimbangan-pertimbangan yang cermat dalam memilih obat untuk suatu penyakit. Obat harus selalu digunakan secara benar agar memberikan manfaat klinik yang optimal. Terlalu banyaknya jenis obat yang tersedia ternyata juga dapat memberikan masalah tersendiri dalam praktek, terutama menyangkut bagaimana memilih dan menggunakan obat secara benar dan aman. Edukasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat akan pemilihan dan penggunaan obat yang tepat. Penyuluhan ini dilakukan dengan metode sosialisasi secara langsung bersamaan dengan pemberian brosur tentang stunting kepada ibu-ibu yang mengikuti kegiatan posyandu. Hasil dari penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan pemahaman dan pengetahuan ibu-ibu terhadap pemilihan dan penggunaan obat yang tepat. Kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi warga Desa Mundu pesisir sehingga diharapkan melalui sosialisasi ini terwujud masyarakat yang cerdas dalam pemilihan dan penggunaan obat bagi keluarga. Kata Kunci: Sosialisasi, pemilihan obat, penggunaan obat
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP OBAT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RSUD KARAWANG: ANALISYS OF WAITING TIME FOR PHARMACY SERVICE AT RSUD KARAWANG OUT PATIENT PHARMACY INSTALLATION Tomi; Hidayati, Nur Rahmi; Bachtiar, Farhan Firmansyah
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 1 No 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Instalasi Farmasi adalah salah satu unit di rumah sakit yang memberikan pelayanan produkdan jasa dalam bentuk pelayanan resep. Pelayanan resep sebagai garis depan pelayananfarmasi kepada pasien harus dikelola dengan baik. Hasil penelitian dari 319 resep yangdidapatkan menunjukan bahwa rata-rata waktu tunggu untuk pengerjaan resep non racikanpasien rawat jalan adalah sebesar 58,17 menit dan resep racikan adalah sebesar 102,84menit. Hal tersebut belum sesuai dengan standar pelayanan minimal yang dipersyaratkanoleh Menkes RI No. 129 tahun 2008 tentang pelayanan resep baik obat jadi maupun obatracikan yaitu lama waktu tunggu obat racikan maksimal 60 menit dan obat non racikan atauobat jadi maksimal 30 menit. Untuk tahap pelayanan resep yang memiliki waktu prosespaling lama ada pada bagian penyiapan obat, baik pada resep racikan dan resep non racikandengan rata-rata waktu proses 77,90 menit untuk racikan dan 40,79 menit untuk non racikan.Kata kunci: Waktu Tunggu, Pelayanan Resep, Rumah Sakit.
POLA PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA RESEP PASIEN ANAK DI INSTALASI RAWAT JALAN DI RUMAH SAKIT DAERAH GUNUNG JATI TAHUN 2019: PATTERNS OF ANTIBIOTIC USE IN RECIPES CHILDREN OUTPATIENS IN GUNUNG JATI HOSPITAL 2019 Taufiqurrahman, Ahmad Subhi; Hidayati, Nur Rahmi; Senoi, Bayu Nugroho Eko
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antibiotik adalah obat yang paling banyak digunakan terkait dengan banyaknyapenyakit akibat infeksi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji pola peresepanantibiotika di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati di Kota Cirebon. Penelitian inimerupakan jenis penelitian observasional menggunakan rancangan analisis datasecara deskriptif, pengumpulan data dilakukan secara retrospektif. Data yangdikumpulkan adalah data resep yang mendapatkan terapi antibiotik dari bulan Januari– Maret 2019 di Rumah Sakit Daerah Gunung Jati di Kota Cirebon. Analisis databerupa karakteristik pasien berdasarkan usia, jenis kelamin dan pola penggunaanantibiotik berupa nama dan kekuatan antibiotik, bentuk sediaan, dan golongan.Berdasarkan usia yang paling sering mendapatkan pengobatan antibiotik adalah 0 – 7tahun sebesar 56,33% sedangkan untuk jenis kelamin paling banyak perempuan yaitusebesar 56,33%. Nama dan kekuatan antibiotik yang diresepkan adalah terbanyakAmoksisillin sebesar 69 %, bentuk sediaan terbanyak tablet/kapsul sebesar 55 %, dangolongan yang paling banyak adalah penisillin sebesar 69 %.Kata kunci: Antibiotik, Pasien Anak, Rumah Sakit Gunung Jati
PROFIL PENGGUNAAN OBAT ANTIDIABETIK ORAL DI PUSKESMAS JAMBLANG KABUPATEN CIREBON: PROFILE OF THE USE OF ORAL ANTIDIABETIC DURGS IN THE PUSKESMAS JAMBLANG KABUPATEN CIREBON Hidayati, Nur Rahmi; Trihandayani, Yani
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 1 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes mellitus adalah penyakit jangka panjang yang dibutuhkan untuk perawatan jangkapanjang. Diperkirakan DM terus meningkat di masa mendatang. Sehingga diperlukanpendidikan dan motivasi dari petugas kesehatan di puskesmas serta dukungan danpengawasan minum obat dari keluarga pasien, agar mendapat kualitas hidup yang lebih baik.Hiperglikemia akan terjadi jika penyakit tidak di obati dengan benar. Untuk alasan ini,penelitian diperlukan mengenai obat antidiabetes oral yang digunakan di PuskesmasJamblang, Kabupaten Cirebon, serta karakteristik pasien berdasarkan usia pasien, jeniskelamin pasien, jenis pembayaran, dan obat antidiabetik.Metode Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dan dirancang dalam penelitianretrospektif pada pengobatan penderita diabetes mellitus di Puskesmas Jamblang, KabupatenCirebon untuk periode Januari - Desember 2018. Jumlah sampel resep diambil secara acak.Analisis data deskriptif meliputi karakteristik pasien berdasarkan usia pasien, jenis kelaminpasien, jenis pembayaran, dan obat antidiabetik. Kabupaten untuk periode Januari -Desember 2018. Jumlah sampel resep diambil secara acak. Analisis data deskriptif termasukkarakteristik pasien berdasarkan usia pasien, jenis kelamin pasien, jenis pembayaran, danobat antidiabetik. Hasil Berdasarkan karakteristik pasien menurut 56-65 tahun sebanyak38,33%. menurut jenis kelamin, lebih banyak akun perempuan untuk 57,78%, dan menurutstatus pembayaran lebih banyak menggunakan umum sebesar 78,06%. berdasarkan obatantidiabetik oral lebih banyak glibenclamide + metformin sebanyak 58,89%.Kata kunci: diabetes mellitus, penggunaan obat
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN OBAT DI INSTALASI FARMASI RAWAT JALAN RUMAH SAKIT MITRA PLUMBON CIREBON: EVALUATION OF WAITING TIME FOR DRUG AT THE INSTALLATION OF MITRA PLUMBON HOSPITAL CIREBON Arsyad Bachtiar; Renny Amelia; Nur Rahmi Hidayati; Oom Komariah; Sidik Lingga Kusuma; Yadi Supriyadi
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 2 No 2 (2022)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Waktu tunggu merupakan salah satu standar pelayanan minimal rumah sakit dan menjadi indikator terhadap kualitas pelayanan resep. Kecepatan pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan pasien dimana pasien akan merasa puas jika waktu tunggu dalam pelayanan resep tidak membutuhkan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah waktu tunggu sudah memenuhi persyaratan Kepmenkes No. 129 Tahun 2008. Penelitian ini bersifat prospektif dimana pengambilan sampel hanya terhadap resep obat pasien rawat jalan pasien khusus BPJS lantai 1 di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Mitra Plumbon Cirebon pada periode Maret-April 2021 sebanyak 1020 lembar resep. Hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata waktu tunggu pelayanan obat adalah 29,20 menit untuk obat non racikan dan 61,58 menit untuk obat racikan. Rata-rata waktu tunggu pelayanan obat non racikan sudah memenuhi standar sedangkan untuk obat racikan tidak memenuhi standar pelayanan minimal rumah sakit sesuai Kepmenkes RI No. 129 tahun 2008. Kata kunci: Waktu tunggu, pelayanan resep, instalasi farmasi rumah sakit
FORMULASI KRIM BODY SCRUB BERAS KETAN HITAM DAN SARI LABU KUNING SEBAGAI ZAT AKTIF Indriaty, Sulistiorini; Ine Suharyani; Nur Rahmi Hidayati; Yayan Rizikiyan; Nina Karlina; Desy Wulan Dari
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1680

Abstract

Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Beras ketan hitam dan sari buah labu kuning dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan body scrub, karena beras ketan hitam dan sari labu kuning mengandung komponen antioksidan yaitu beta karoten dan vitamin C, yang membantu menjaga kesehatan kulit dan membantu kulit nampak lebih cerah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakan beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15% dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dan bagaimana hasil evaluasi sediaan tersebut. Krim body scrub beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning di buat menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi sari labu kuning formula I 10%, formula II 15% dan formula III 20% pengamatan dilakukan pada hari ke-0, dengan parameter pengujian meliputi uji organoleptis, uji homogenitas, uji pH, uji daya sebar dan uji tipe emulsi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa formula I berwarna krem, formula II berwarna coklat dan formula III berwarna coklat tua, untuk pH formula I yaitu 6,84, formula II yaitu 6,87, formula III yaitu 6,88. Daya sebar semistiff karna kurang dari <5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa beras ketan hitam konsentrasi 7% dan sari labu kuning konsentrasi 10%, 15%, dan 20% dapat diformulasikan sebagai krim body scrub dengan formula tersebut dan hasil evaluasi sediaan body scrub beras ketan hitam dan sari labu kuning dengan variasi konsentrasi sari labu kuning 10%, 15%, dan 20% serta konsentrasi beras ketan hitam 7% dilihat dari uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar dan uji tipe krim menunjukkan hasil bahwa sediaan basis dan formula body scrub memenuhi persyaratan evaluasi sediaan yang baik. Kata kunci : Beras ketan hitam, sari labu kuning, body scrub.
ANALISIS INTERAKSI OBAT PADA PASIEN COVID-19 DENGAN PENYAKIT STROKE DI INSTALASI RAWAT INAP RSD GUNUNG JATI CIREBON Rizki Nurbaeti; Nur Rahmi Hidayati; Trisna Lestari; Sulistiorini Indriaty; Nina Karlina; Lela Sulastri; Yayan Rizikiyan
Medimuh : Jurnal Kesehatan Muhammadiyah Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37874/mh.v5i2.1681

Abstract

Interaksi obat covid-19 dengan penyakit stroke harus mendapatkan perhatian khusus karena pasien membutuhkan berbagai macam obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien, potensi interaksi obat, tingkat keparahan interaksi obat, gambaran jenis obat dan jumlah obat yang berinteraksi, serta hubungan antara karakteristik pasien dengan interaksi obat pada pasien. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah rekam medik pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke yang memenuhi kriteria inklusi. Terdapat 71 pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke, sebanyak 43 pasien berpotensi interaksi obat, karakteristik pasien paling banyak dialami oleh perempuan (63,38%), berdasarkan usia 45-59 tahun (33,80%), dan tingkat keparahan tahapan Monitor ketat (61,73%). Obat yang paling banyak interaksi yaitu aspirin + vitamin C (5,56%). Hubungan jumlah obat yang digunakan dan yaitu pasien dengan jumlah obat >5 obat lebih banyak terjadi interaksi sebesar (52,11%). Pasien terdiagnosa covid-19 dengan penyakit stroke beresiko tinggi mengalami interaksi obat karena adanya penyakit penyerta pada pasien sehingga terapi obat lebih banyak. Kata kunci: interaksi obat, covid-19, stroke, rekam medik
ANALYSIS OF POTENTIAL DRUG INTERACTIONS IN PNEUMONIA PATIENTS AT GUNUNG JATI REGIONAL HOSPITAL INSTALLATIONS, CIREBON Su'udiyah, Kamilina; Hidayati, Nur Rahmi; Setyaningsih, Indah; Rohadi, Didi; Supriyadi, Yadi
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 10 No 3 (September-December 2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v10i3.10893

Abstract

Pneumonia patients with complex diseases require a variety of drugs so the possibility of drug interactions also increases. This study aims to determine patient characteristics, potential drug interactions, severity, description of the type of drug and number of interacting drugs, as well as the relationship between patient characteristics and drug interactions. This type of research is a retrospective analytical descriptive study. The research sample was the medical records of patients diagnosed with pneumonia who met the inclusion criteria. Determination of drug interactions using the Medscape application. The analysis uses a correlation test to determine the relationship between the number of drugs and comorbidities with potential drug interactions. The characteristics of patients based on age are 46-65 years (36%), the majority of gender is male (52%), the number of drugs most frequently used is ≥ 5 types of drugs (94%), the predominant comorbidity is asthma (19.3%). The number of potential drug interactions occurred in 60 patients (67%) out of a total of 90 pneumonia patients. The highest level of severity of potential drug interactions was 55.2%. The type and number of drugs that interacted most were dexamethasone with omeperazole (13.2%). The results of the Chi Square correlation test obtained a significance value of 0.00 where the significance result was <0.05, so it was concluded that the number of drugs used and comorbidities with drug interactions was correlated with an R value of 0.477, which means the correlation between the number of drugs used and comorbidities has a moderate level of correlation.
Health education on clean and healthy living behaviors and introduction to drug logos at MI Assalafiyah, Bode Lor Village Hidayati, Nur Rahmi; Indawati, Iin; Fatonah, Ani; Achelia, Elvanka Putri; Chaniago, Adhilla Kristina; Nabila, Syakira Putri
Community Empowerment Vol 10 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.12299

Abstract

Health education for school-age children is a crucial step in shaping clean and healthy living habits. One aspect that is often overlooked is the classification of medicines based on the logos displayed on their packaging. This community service activity aims to educate students of MI Assalafiyah Bode Lor on clean and healthy living behaviors, as well as medication logos. The methods used in this activity include health counseling, poster-based education, and evaluation. The results show a 34% increase in knowledge regarding clean and healthy living behaviors and medication logos. With better understanding, students can become more independent in maintaining their personal health and identifying the appropriate type of medicine based on the packaging logo, fostering a healthier and more informed younger generation.
Co-Authors . Syamsudin A. Keban, Sesilia Aan Kunaedi Achelia, Elvanka Putri Ade Ayu Khulfiah Ahmad Subhi Taufiqurrahman Ai Aprian Ai Aprian Aida Maftuhah Alya Najmatul Laila Alya Suciyanti Angelica Alma Sera Anggraeni, Mila Arsyad Bachtiar Asmarandani, Deani Astuti, Enih Nindi Bachtiar, Arsyad Bachtiar, Farhan Firmansyah Bayu Nugroho Eka Seno Bayu Nugroho Eko Senoi Chaniago, Adhilla Kristina Choirun Annisah Deni Fajarudin Deni Firmansyah Destri Putri Ramadhanti Desy Wulan Dari Dewi Kartika Dhea Aulia Ramadhani Dhea Aulia Ramadhani Didi Rohadi Didin Ahidin Diva Fadllan Nur Setiawan Dyah Aryani Perwitasari Fadhilah, Daffa Fajarudin, Deni Farhan Firmansyah Bachtiar Fatonah, Ani Gianto, Vinie Regina Putri Halimah Tu’sya’diyah Halimah Tu’sya’diyah Hasanah, Amna Nur Hilma Aynun Rahmatillah IIN INDAWATI Ilmi Aulia Ilmi Aulia Imaniar Noor Faridah Indah Mulyani Indah Mulyani Indah Mutia Sari Indah Setyaningsih Indah Setyaningsih Intan Deliana Putri Intan Deliana Putri Iqbal Bagus Prayogo Iqbal Bagus Prayogo Ismatul Laila Kelvin Muhaerin Lela Sulastri, Lela Lika Latifatul Amanah Lili Rakhmawati Lili Rakhmawati Lilis Kholida Lilis Listiyani Lisda Indah Nursanti Lisda Indah Nursanti Luky Rizky Amanda Luky Rizky Amanda Maftuhah, Aida Mila Anggraeni Muhammad Yani Zam Zam Muhammad Yani Zamzam Nabila, Syakira Putri Nina Karlina Nina Karlina Nina Karlina Oktavia Dwi Chahyani Oom Komariah Oom Komariah Puspita Afriliani Putri Oktaviani Putri Oktaviani Rahmi Nurhaini, Rahmi Rania Nur Ainun Renny Amelia Renny Amelia Renny Amelia Rima Yulia Senja, Rima Yulia Risa Deviani Azzahra Rizki Nurbaeti Rury Dwi Lestari Safirany, Mareetha Zahra Sarah Diah Maharani Sela Jovita Amanda Senoi, Bayu Nugroho Eko Sesilia A. Keban Setyaningsih, Indah Sidik Lingga Kusuma Sidik Lingga Kusuma Siti Pandanwangi TW Su'udiyah, Kamilina Suci Nurlia Suharyani, Ine Sulistiani Sulistiorini Indriaty Susilo, Rinto Taufiqurrahman, Ahmad Subhi Tomi Tomi . Tomi, Tomi Trihandayani, Yani Trisna Lestari Vanessa Michelle Yadi Supriyadi Yadi Supriyadi Yani Trihandayani Yasmin Zahiyah Yayan Rizikiyan Zamzam, Muhammad Yani _, Tomi