Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : PESHUM

Hubungan Antara Prestasi Akademik Dan Inferiority Complex Siswa SMA Di Kota Makassar Tiara Shinta Istiqamah; Ahmad Razak; Muhammad Nur Hidayat Nurdin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 4: Juni 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i4.509

Abstract

Inferiority complex dapat dialami oleh seluruh individu, salah satu karakteristik yang berpotensi mengalami inferiority complex adalah siswa SMA. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara prestasi akademik dan inferiority complex pada siswa SMA di kota Makassar. Hipotesis dalam penelitian ini menyatakan bahwa ada hubungan negatif antara prestasi akademik dan inferiority complex pada siswa SMA di kota Makassar. Responden pada penelitian ini adalah 200 orang siswa dari 26 SMA di Kota Makassar, kelas XI dan XII, dan bersedia menginput nilai rapor. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah incidental sampling. Alat ukur yang digunakan adalah nilai rapor siswa untuk mengukur prestasi akademik dan Skala inferiority complex (α=0,907). Proses analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis korelasi Spearman Rho dengan hasil koefisien korelasi sebesar -0,036 dengan p=0,616 (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara variabel prestasi akademik dengan variabel inferiority complex pada siswa SMA di kota Makassar. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor yang lebih memengaruhi kedua variabel yang tidak menjadi fokus dalam penelitian.
Kematangan Emosi Dan Perilaku Agresi Pada Remaja Andi Haslinda; Basti Tetteng; Muhammad Nur Hidayat Nurdin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 1 No. 5: Agustus 2022
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v1i5.648

Abstract

Perilaku agresi dapat dilakukan secara fisik atau verbal, salah satu penyebab terjadinya perilaku agresi di kalangan remaja adalah ketidakmatangan emosi. Kematangan emosi merupakan kemampuan individu dalam mengendalikan emosinya, mampu memahami dirinya maupun orang lain dan menerima kenyataan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan perilaku agresi pada remaja yang tinggal di permukiman Kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dan pengumpulan data menggunakan skala Likert. Responden terdiri dari 147 remaja akhir yang berusia antara 18 hingga 21 tahun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada korelasi antara kematangan emosi dan perilaku agresi dengan nilai p=0,01 (p<0,05). Koefisien korelasi r= -0, 212 menunjukkan nilai hubungan negatif antara emosi dan perilaku kekerasan. Nilai koefisien korelasi menunjukkan nilai negatif berarti semakin tinggi kematangan emosi maka semakin rendah perilaku agresi dan sebaliknya semakin rendah kematangan emosi maka semakin tinggi perilaku agresi.
Gambaran Harapan Pada Ibu Yang Memiliki Anak Down Syndrome Septiantirini Pratiwi Nugraha; Kurniati Zainuddin; Muhammad Nur Hidayat Nurdin
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 6: Oktober 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v2i6.2378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui harapan ibu yang memiliki anak down syndrome. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian kualitatif dengan analisis fenomenologi interpretatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan tiga orang ibu yang berusia 36, 51, dan 52 tahun. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ibu memiliki harapan untuk kemajuan dan perkembangan anak-anaknya. Responden mengungkapkan keinginan agar anak-anaknya memperoleh keterampilan, mencapai kemandirian, menjadi panutan, dan memiliki usaha yang dapat menghasilkan di masa depan. Para ibu melakukan berbagai strategi untuk memenuhi harapan tersebut, antara lain memberikan terapi, melatih kemandirian, mencari informasi, menyekolahkan anaknya, dan mengikutsertakan mereka dalam lomba peragaan busana untuk anak difabel. Dukungan luar biasa dari keluarga, sesama orang tua anak down syndrome, tetangga, dan orang tua anak difabel yang menyekolahkan anaknya sangat berperan dalam menjaga harapan para ibu tersebut. Sehingga, implikasi dalam penelitian ini mampu memberi masukan pada ibu yang memiliki anak down syndrome agar dapat mempunyai harapan untuk perkembangan anak di masa depan.