Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN DESA EKOWISATA BERBASIS COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) DI PEKON KILUAN NEGERI, TANGGAMUS, LAMPUNG Yulianto; Dewi Ayu Hidayati; Teuku Fahmi; Ashara Putri; Laras Marvenda; Astiwi Inayah
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 4 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i4.1280

Abstract

The community service activity entitled "Assistance in the Development of Ecotourism Village Based on Community Based Tourism (CBT) in Kiluan Negeri Village, Kelumbayan District, Tanggamus District, Lampung" is a follow-up to previous research that has been carried out by the community service team in 2022. Reflecting on the study, a community partnership empowerment program or Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat was carried out with funding from the DRTPM of the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research and Technology related to the development of ecotourism villages in Kiluan Negeri Village. This community service aims to empower local communities in developing and managing ecotourism villages in Kiluan Negeri Village, covering aspects of skills, knowledge, and experience referring to the community-based tourism/CBT approach. In this community service, several methods of activities were combined, including socialization activities targeting civil servants and village institutional administrators by involving local communities. Then counseling and assistance for Kelompok Sadar Wisata or Pokdarwis administrators, to providing material/equipment assistance for Pokdarwis. The implementation of community service programs in Kiluan Negeri Village has been carried out thoroughly and received excellent support from all components of the village community. The results of the community service implementation show that there has been an increase in the knowledge and experience of local communities in managing the development of tourism villages. In this case, local communities have been equipped with skills in managing the potential of ecotourism villages in Kiluan Negeri Village referring to the CBT approach. The provision of supporting materials/tools for Pokdarwis equipment is also very beneficial in supporting the development of ecotourism villages in Kiluan Negeri. In the end, the presence of the community service team from University of Lampung brought a new understanding of the development of CBT-based ecotourism villages.
The Comparison of Subnational Actor Policies in Handling the Covid-19 Pandemic by ASEAN-5 Countries Ari Darmastuti; Khairunnisa Simbolon; Astiwi Inayah
Administratio Vol 13 No 2 (2022): Administratio: Jurnal Ilmiah Administrasi Publik dan Pembangunan
Publisher : Jurusan Ilmu Administrasi Publik, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/administratio.v13i2.324

Abstract

Pandemi COVID-19 yang merebak pada akhir tahun 2019 menyebabkan seluruh elemen negara di dunia harus melakukan langkah cepat dan tepat agar dampaknya dapat diminimalisir. Akibat penyebaran virus yang berbeda di tiap daerah, serta perbedaan sumber daya masing-masing wilayah subnasional memiliki penanganan dan perkembangan pandemi yang berbeda satu sama lain, termasuk di negara-negara ASEAN-5. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dengan mempelajari data-data COVID-19 di negara ASEAN-5, baik data resmi pemerintah, Lembaga internasional, dan berita dari kanal resmi. Dengan menggunakan analisis pada aktor subnasional, penelitian ini menemukan bahwa aktor subnasional yang menjadi objek kajian menerapkan kebijakan yang berbeda-beda, sesuai dengan sumber daya yang dimiliki, dukungan aktor-aktor, dan kondisi penyebaran virus covid-19. Kesamaan yang dimiliki oleh negara anggota ASEAN-5 dalam penanganan pandeminya adalah kebijakan yang tersentralisir dan digeneralisir, dimana pengambilan kebijakan berada di pemerintah nasional. Hasil analisis menunjukkan, kebijakan tersebut bisa berhasil di negara dengan populasi dan luar kecil seperti Vietnam. Namun, negara besar seperti Malaysia, Indonesia, Thailand dan Filipina, kebijakan yang dikeluarkan oleh aktor subnasional justru lebih efektif dalam menangani pandemi, karena kemudahan aksesibilitas dan pemahaman terhadap permasalahan masyarakat daerahnya
Flood Mitigation Infrastructure in Southeast Asia: A Comparative Study of Malaysia’s and Indonesia’s Approaches to Achieving the Sustainable Development Goals Moh. Nizar; Astiwi Inayah; Noranida Mokthsim
Journal of Governance and Social Policy Vol. 6 No. 2 (2025): Vol. 6 No. 2 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : Department of Government Studies, Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/gaspol.v6i2.33

Abstract

Floods are the most common natural disasters in Indonesia and Malaysia, causing damage to property and infrastructure and disrupting the lives of millions of people every year. Indonesia experienced 11,501 flood events between 2015 and 2024, while Malaysia recorded 6,427 events during the same period. This study aims to examine flood mitigation approaches in Indonesia and Malaysia in achieving the Sustainable Development Goals (SDGs). The study uses a qualitative approach with descriptive analysis combined with the interactive model of Miles, Huberman, and Saldana. Primary data was obtained from interviews with disaster infrastructure experts from the University of Northern Malaysia, while secondary data came from policy documents, BNPB reports, and journal publications. The results of the study show that Indonesia and Malaysia apply an approach that combines structural and non-structural infrastructure in flood mitigation. An integrated framework through three pillars, namely structural and non-structural integration, technological innovation and local resources, and stakeholder involvement, is expected to strengthen the flood mitigation infrastructure of both countries
Pencegahan dan Penanganan Kekerasan: Edukasi Anti-Bullying di SMA/MA Diniyyah Putri Lampung Astiwi Inayah; Rara Gusnita Putri; Arie Fitria; Khairunnisa Simbolon; Simon Sumanjoyo H.
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya pemahaman pelajar mengenai bentuk, dampak, serta mekanisme pencegahan dan penanganan bullying di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelajar SMA/MA Diniyyah Putri Lampung terkait pencegahan dan penanganan bullying melalui metode sosialisasi dan penyuluhan. Metode yang digunakan meliputi penyampaian materi secara langsung, diskusi interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Indikator evaluasi mencakup pemahaman peserta terhadap materi, tingkat antusiasme selama kegiatan, kemampuan mengaplikasikan materi dalam kehidupan sehari-hari, serta kejelasan penyampaian materi oleh pemateri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata peserta dari 6,48 sebelum sosialisasi menjadi 6,90 setelah sosialisasi, dengan kenaikan sebesar 0,42 poin. Nilai pre-test tertinggi tercatat sebesar 70 dan terendah 50, sedangkan pada post-test nilai tertinggi tetap 70 dan nilai terendah meningkat menjadi 60. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi memberikan dampak yang relatif positif terhadap peningkatan pengetahuan peserta secara kognitif. Selain itu, dari aspek afektif, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran, kemauan, dan kemampuan dalam menerapkan tindakan pencegahan dan penanganan bullying dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, kegiatan ini dapat disimpulkan relatif efektif dalam meningkatkan pemahaman serta kesadaran pelajar terhadap isu bullying, sekaligus memberikan kontribusi dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman dan kondusif.
Community-Based Tourism in Indonesia: A Bibliometric Analysis Using Scopus Database Teuku Fahmi; Astiwi Inayah; Yulianto
Jurnal Kepariwisataan: Destinasi, Hospitalitas dan Perjalanan Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : Research and Community Service Center, Politeknik Pariwisata NHI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34013/jk.v9i1.1665

Abstract

This study aims to map the research on community-based tourism (CBT) topics in Indonesia through bibliometric analysis using the Scopus database. Bibliometric analysis was conducted on 85 CBT-related publications in Indonesia to identify research trends, key topics, and collaboration networks. The results of the bibliometric analysis were then visualized using VOSviewer software. The study results show an increase in interest in CBT research in Indonesia, with a focus on the development of local communities that prioritize social and cultural aspects. Referring to the results of keyword co-occurrence analysis, the main topics that stand out in CBT research in Indonesia include community development, ecotourism, local community, local wisdom, and sustainable tourism. The collaboration network of Indonesian researchers seems to be firmly established with researchers from Australia, Malaysia, and Japan. Moreover, the results of the bibliometric analysis also confirm that the development of CBT has considerable potential in efforts to develop sustainable tourism in Indonesia. However, research related to identifying challenges and opportunities in the development of CBT in Indonesia is still needed. Ultimately, the bibliometric analysis that has been carried out contributes to a comprehensive understanding of CBT development studies in Indonesia.
RESPON ASEAN TERHADAP PERMASALAHAN ETNIS ROHINGYA DI MYANMAR Astiwi Inayah; Gita Karisma
Jurnal Hubungan Internasional Indonesia Vol. 4 No. 1 (2022): JHII September 2022
Publisher : Lampung Center for Global Studies (LCGS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jhii.v4i1.9

Abstract

Isu pelanggaran HAM terhadap etnis Rohingya tidak hanya berdampak di domestik negara Myanmar, namun berdampak hingga ke kawasan. Situasi dan kondisi ini menjadi tantangan bagi upaya ASEAN dan negara anggotanya untuk menjadi kawasan yang turut serta dalam promosi dan penegakan HAM. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana respon ASEAN terhadap isu pelanggaran HAM terhadap etnis Rohingya. Konsep HAM digunakan oleh peneliti untuk dapat memahami konteks permasalahan ini secara lebih mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dihimpun melalui kajian kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ASEAN tidak banyak melakukan langkah tegas dan tidak dapat mengambil tindakan hukum yang mengikat dikarenakan beberapa norma netralitas di Asia Tenggara seperti non intervensi dan konsensus. ASEAN lebih memilih melakukan pendekatan soft way. Pendekatan soft way dalam bentuk tiptoe style of diplomacy yang dipilih ASEAN disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, untuk membuat Myanmar merasa sebagai bagian dan teman ASEAN sehingga diharapkan lebih terbuka. Kedua, agar Tiongkok tidak mengambil Myanmar. Ketiga, untuk menjaga prinsip dalam TAC dan menghindari konflik antaranggota ASEAN. Peran ASEAN nyatanya memang sulit diharapkan sehingga membawa dampak pada sikap masing masing negara anggota ASEAN yang memiliki kebijakan berbeda dalam merespon isu pengungsi Rohingya.