Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pemaknaan Jimat Sebagai Simbol Religi Bagi Mahasiswa Jepang Fatonah Fatonah
Jurnal Komunikasi Global Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (474.865 KB) | DOI: 10.24815/jkg.v7i1.10500

Abstract

This research started with the idea that many Japanese are not concerned with religious status. The Ippen monks in the 13th century made the concept of religion simpler for Japanese society through the use of amulets as religious symbols that were finally accepted by Japanese society. This study aims to determine the meaning, motives, and influence of amulets on the attitude and behavior of Japanese using qualitative methods with phenomenology approach and the theory of symbolic interaction. Data analysis techniques were in-depth interviews, participant observation, and documentation. The results of this study show that the amulets have a deep meaning including happiness, academic achievement, safety travel, health, success, and security. While the reason for having an amulet is to avoid danger and maintain safety, grow self-esteem, pass the test, be able to enter university, as a guard and protector, or to find a partner to get married. Religion, sex, and age influence Their attitude and behavior in the meaning of amulets. So it can be concluded that the view of the Japanese on the meaning of religion is not so important. They still carry God in their lives through the simplest way of omamori as a religious symbol in their self-concept.
DESIMINASI OBJEK WISATA SEJARAH DI DANAU SIPIN KOTA JAMBI Nelly Indrayani; Irhas Fansuri Mursal; Fatonah Fatonah; Abd Rahman; Supian Supian
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i1.166-175

Abstract

Jambi memiliki fase sejarah yang cukup panjang, mulai dari masa pra sejarah, Hindu Budha, Islam, Kolonial dan Kemerdekaan. Fase sejarah Jambi ini memberikan kekayaan  tinggalan-tinggalan sejarah khusunya di Danau Sipin Kota Jambi. Tinggalan-tinggalan sejarah di Danau Sipin merupakan bagian dari sejarah lokal. Tinjauan lapangan ditemukan bahwa kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap kelestarian objek wisata sejarah danau sipin perlu ditingkatkan.Masyarakat tidak ramah terhadap sejarah lokal yang mereka miliki berupa tinggalan-tinggalan sejarah yang memiliki disekitar mereka dengannilai identitas daerah dan identitas nasional. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah pertama tahap Persiapan. Survei lapangan guna mengetahui medan lokasi pengabdian, kondisi masyarakat, dan tinggalan-tinggalan sejarah yang tersimpan di Danau Sipin. Kedua tahap pelaksanaan, yakni mengenalkan/mendiseminasikan dan mendialogkan potensi tinggalan-tinggalan sejarah terdiri dari Situs Candi Solok Sipin, Makam Taman Raja, dan potensi alam wisata danau sipin. Pada tahap ini tim pengabdian masyarakat bekerja sama dengan pemerintah dan dinas Kominfo Kota Jambi untuk mengembangkan wisata tinggalan-tinggala sejarah dan wisata danau sipin secara virtual.Wisata virtual ini juga mendukung ekonomi kreatif di danau Sipin
Sistem Pemerintahan dan Politik Etis Belanda Serta Penerapannya di Provinsi Jambi Ayu Wulandari, Mustika; Nurdin, Fatonah; Adiguna, Richad Saputra
Siginjai: Jurnal Sejarah Vol 2 No 2 (2022): Siginjai: Jurnal Sejarah
Publisher : Prodi Ilmu Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.675 KB) | DOI: 10.22437/js.v2i2.21092

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang bagaimana system pemerintahan dan politik etis belanda serta penerapanya di provinsi jambi dengan maksud dan tujuan dapat menyajikan data yang valid dengan metode kuantitif. Dalam penelitian ini, metode yang di gunakan yaitu mengumpulkan sumber-sumber dan menuangkanya kembali dalam bentuk deskriptif naratif yang mudah di pahami. Latar belakang dari penelitian yang di buat ini adalah adanya perubahan system pemerintahan yang pernah terjadi di jambi yaitu dari system pemerintah kesultanan menjadi keresidenan akibat adanya pengaruh belanda yang pada saat itu mulai menguasai wilayah jambi. Sejak masuknya belanda ke jambi banyak system pemerintahan di jambi sendiri mengalami perubahan salah satunya yaitu dengan adanya politik etis dimana pada penerapannya juga membawa banyak dampak positif bagi penduduk masyarakat pribumi khususnya di jambi walaupun belanda memiliki tujuan lainya yaitu menjajah dan menguasai wilayah jambi. Kata Kunci: Sistem Pemerintah dan Politik Etis
TRANSFORMASI ADAT RESAM PERNIKAHAN MELAYU JAMBI DI ERA MODERN: KAJIAN LAPANGAN TENTANG PERGESERAN NILAI DAN MAKNA BUDAYA DI DESA OLAK KEMANG Nirwan ll Yasin; Fatonah Fatonah; Desy Mayang Sari; Andi Fadliyah; Rahelia Rahelia; Sitorus Sitorus; Irfan Pramudya P; Restya Nanda Oktafiana
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 2 No. 6 (2025): Jurnal Ilmiah Nusantara
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v2i6.7115

Abstract

This study aims to examine the transformation and continuity of traditional wedding customs among the Malay community in Olak Kemang Village, Jambi. Traditional wedding ceremonies reflect the cultural values and social identity of the Malay people, passed down through generations. However, modernization has brought about adaptations in its practice. This research employs a qualitative ethnographic approach through field observations, interviews with traditional leaders, and documentation of wedding ceremonies. The results show that several traditional elements, such as the berinai ritual and the menyambut besan ceremony, have been simplified, while cultural symbols like wedding attire and traditional music remain preserved as identity markers of the Jambi Malays. Modernization affects the form of performance, yet social values such as mutual cooperation, respect for elders, and communal harmony remain at the core.
BUILDING FEASIBILITY STRATEGIC QUALITY IMPROVEMENT OF HIGHER EDUCATION THROUGH INTERNAL QUALITY ASSURANCE SYSTEM INSTALLATION AT INDONESIAN ISLAMIC UNIVERSITY OF YOGYAKARTA Ismail Ismail; Fatonah Fatonah; Muhamad Yusuf; Maisah Maisah; Fadlilah Fadlilah
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 3 No. 6 (2022): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (Augus
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31933/dijemss.v3i6.1351

Abstract

Building strategic feasibility towards improving the quality of higher education institutions is a must for every higher education institution so that they are able to compete and adapt to various dynamics of contestation, technological change, as well as socio-economic and cultural changes. This study uses a qualitative method with a case study design at UII Yogyakarta, as one of the oldest private universities in Indonesia. Data were collected through interviews, documentation and direct observation. The findings show that the implementation of the internal quality assurance system in UII Yogyakarta is carried out through an ongoing process phase that improves the quality of the education process through decision making, implementation, evaluation, management and improvement. The quality assurance cycle is a process that helps ensure that the quality of a product or service is high. The SPMI Study Program at UII Yogyakarta is carried out by the Quality Assurance Cluster System organization (SGPM) in coordination with the Quality Assurance Agency of the Islamic University of Indonesia (BPM-UII) in which the quality assurance (QA) specialist is responsible for planning and implementing a quality assurance system that is comprehensive and complete.. The SPMI cycle consists of nine steps or stages, namely: standard setting process, implementation, and monitoring of a project which are essential to ensuring quality, self-evaluation and internal quality audit which are also important ways to ensure that the project remains on track., formulation of corrections, and in order to improve the quality of service delivered to stakeholders, it is important to ensure that everyone is satisfied with the results.. Utilization of the results of the implementation of SPMI at UII Yogyakarta is carried out internally to improve the performance of study programs.
PROFIL MODEL PEMBELAJARAN SENI BACA ALQUR'AN PADA TINGKAT SEKOLAH DASAR DI MAJELIS TA'LIM DAARU TA'ALLUMIL QUR'AN fatonah fatonah; Bunga Jannahtu Sholeha; Ahmad Luthfi Hidayat
Al Naqdu Vol 2 No 2 (2021): AGUSTUS 2021
Publisher : UI Cirebon (Universitas Islam Cirebon)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of these coaching institutions for the art of reading the Alqur'an is the Majelis Ta'lim Daaru Ta'allumil Qur'an in the Kemanten Cirebon. Researchers choose this institution as objects in research due to seeing the high enthusiasm of students in learning the art of reading the Alqur’an. Which aims to understand how is the learning model for the art of reading the Alqur'an, especially at the elementary school level. Research methods is qualitative methods with descriptive study approaches, data collection techniques are observation for 25 days, interviews, and documentation. The results of the study found that the learning levels were divided into three classes. There are two kinds of art of reading the Alqur'an with seven nagham’s. The learning system applied are blended learning, repetition of maqro verse for 3-4 months at each meeting, differences in the selection of verses, and the beheading of words in each verse. Furthermore, scheduled activities are daily activities, weekly, annual and urgent activities such as special coaching for the Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) competition in certain institutions. And the learning method applied are the combination of the sima'i and tausyikh methods.
TRANSFORMASI ADAT RESAM PERNIKAHAN MELAYU JAMBI DI ERA MODERN: KAJIAN LAPANGAN TENTANG PERGESERAN NILAI DAN MAKNA BUDAYA DI DESA OLAK KEMANG Nirwan ll Yasin; Fatonah Nurdin; Desy Mayang Sari; Andi Fadliyah; Rahelia Sitorus; Irfan Pramudya P; Restya Nanda Oktafiana
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara Januari 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i1.7842

Abstract

This study aims to examine the transformation and continuity of traditional wedding customs among the Malay community in Olak Kemang Village, Jambi. Traditional wedding ceremonies reflect the cultural values and social identity of the Malay people, passed down through generations. However, modernization has brought about adaptations in its practice. This research employs a qualitative ethnographic approach through field observations, interviews with traditional leaders, and documentation of wedding ceremonies. The results show that several traditional elements, such as the berinai ritual and the menyambut besan ceremony, have been simplified, while cultural symbols like wedding attire and traditional music remain preserved as identity markers of the Jambi Malays. Modernization affects the form of performance, yet social values such as mutual cooperation, respect for elders, and communal harmony remain at the core.
Literatur Review: Efektivitas Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dalam Mengembangkan Literasi Sains dan Higher Order Thinking Skills (Hots) Peserta Didik Fatonah Fatonah; Juriah Juriah; Jodion Siburian
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 16 No. 1 (2026): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v16i1.3625

Abstract

Kajian literatur ini difokuskan untuk menelaah sejauh mana Problem Based Learning (PBL) efektif dalam meningkatkan literasi sains dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) peserta didik pada berbagai jenjang pendidikan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan systematic literature review terhadap 24 artikel nasional dan internasional yang diterbitkan dalam kurun waktu 2020–2025. Artikel dikumpulkan dari beberapa basis data bereputasi, yaitu Scopus, Web of Science, Google Scholar, dan ERIC. Pemilihan artikel didasarkan pada kriteria inklusi berupa penelitian empiris yang mengkaji penerapan PBL dalam pembelajaran sains serta mengukur literasi sains dan/atau HOTS peserta didik. Sementara itu, artikel non-empiris, prosiding tanpa proses peer review, serta publikasi di luar rentang waktu yang ditetapkan dikeluarkan dari analisis. Data dianalisis menggunakan content analysis dan thematic synthesis untuk mengidentifikasi kecenderungan temuan utama secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan PBL secara konsisten memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi sains dan HOTS. Model ini menempatkan peserta didik sebagai subjek aktif pembelajaran melalui penyelesaian masalah autentik, sehingga mendorong berkembangnya kemampuan berpikir kritis, analitis, evaluatif, dan kreatif. Temuan juga menunjukkan bahwa integrasi PBL dengan media digital seperti simulasi PhET, blended learning, aplikasi Solar System Scope, serta video animasi mampu memperkuat hasil belajar sekaligus meningkatkan motivasi peserta didik. Keberhasilan implementasi PBL dipengaruhi oleh beberapa faktor kunci, terutama kemampuan guru dalam merancang masalah yang kontekstual dan bermakna, dukungan lingkungan belajar yang kondusif, serta kesiapan sarana dan prasarana pembelajaran. Dengan demikian, PBL dapat dipandang sebagai strategi pembelajaran yang relevan dan efektif untuk mengembangkan literasi sains dan keterampilan berpikir tingkat tinggi, sejalan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka dan kebutuhan pembelajaran abad ke-21.
Dinamika Pelaksanaan Pemilu di Kota Jambi pada Era Reformasi 1999 dan 2004 Zulfadhli Al Kausar; Irhas Fansuri Mursal; Fatonah; Gusmira Wita
Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Kajian Sosial dan Humaniora
Publisher : Revolt Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63082/jksh.v2i2.41

Abstract

Artikel ini membahas dinamika pelaksanaan Pemilu 1999 dan 2004 di Kota Jambi sebagai tonggak transisi sistem demokrasi dari era Orde Baru ke masa Reformasi. Pemilu tahun 1999 menandai awal keterbukaan politik dan meningkatnya partisipasi masyarakat, sedangkan Pemilu 2004 menegaskan peran pemilih melalui pemilihan presiden secara langsung. Metode yang digunakan adalah adalah metode sejarah dengan pendekatan sejarah kualitatif dengan studi pustaka dan dokumentasi arsip lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua pemilu tersebut memiliki dampak besar terhadap demokratisasi lokal, pergeseran pola partisipasi, dan perubahan sistem pemilu. Implikasinya terlihat dalam meningkatnya kesadaran politik warga dan penguatan institusi penyelenggara pemilu.
LACAK JAMBI SEBAGAI MEDIA PENDIDIKAN KARAKTER: STRATEGI PELESTARIAN BUDAYA LOKAL DI KALANGAN GENERASI MUDA DI DESA TELUK, JAMBI Fatonah Nurdin; Ismail Ismail
Jurnal Pendidikan Indonesia : Teori, Penelitian, dan Inovasi Vol 2, No 6 (2022): Jurnal pendidikan Indonesia: Teori, Penelitian, dan Inovasi
Publisher : Penerbit Widina, Widina Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59818/jpi.v2i6.405

Abstract

Lacak is a local wisdom of the Jambi Malay community that functions as a head covering for men in traditional attire and contains philosophical values about responsibility, honor, and steadfastness. However, the interest of the younger generation in Lacak in Teluk Village, Batang Hari Regency, has decreased due to the influence of globalization and low local cultural literacy. This study aims to identify the character values contained in the form, folds, and function of Lacak and formulate a strategy for its preservation as a medium for character education for the younger generation. The study used a descriptive qualitative method with data collection techniques through participatory observation, in-depth interviews with traditional leaders and educators, and a review of traditional documents. Data were analyzed using a symbolic-philosophical approach to interpret the meaning of characters in the Lacak tradition. The results show that Jambi Malay Lacak contains the main values of craftsmanship, authority, and steadfastness that represent discipline, honor, and responsibility. Effective preservation strategies include integrating Lacak values into school extracurricular activities, establishing cultural studios by youth, and collaboration between schools and local Malay Traditional Institutions. Thus, Lacak can function as a character education medium that strengthens cultural identity and fosters pride in the younger generation towards Jambi's local cultural heritage. ABSTRAKLacak merupakan kearifan lokal masyarakat Melayu Jambi yang berfungsi sebagai penutup kepala pria dalam pakaian adat serta mengandung nilai filosofis tentang tanggung jawab, kehormatan, dan keteguhan. Namun, minat generasi muda terhadap Lacak di Desa Teluk, Kabupaten Batang Hari, mengalami penurunan akibat pengaruh globalisasi dan rendahnya literasi budaya lokal. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang terkandung dalam bentuk, lipatan, dan fungsi Lacak serta merumuskan strategi pelestariannya sebagai media pendidikan karakter bagi generasi muda. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pendidik, serta telaah dokumen adat. Data dianalisis menggunakan pendekatan simbolik-filosofis untuk menafsirkan makna karakter dalam tradisi Lacak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lacak Melayu Jambi mengandung nilai utama berupa kerajinan, kewibawaan, dan keteguhan yang merepresentasikan disiplin, kehormatan, dan tanggung jawab. Strategi pelestarian yang efektif meliputi integrasi nilai Lacak dalam kegiatan ekstrakurikuler sekolah, pembentukan sanggar budaya oleh pemuda, serta kolaborasi antara sekolah dan Lembaga Adat Melayu setempat. Dengan demikian, Lacak dapat berfungsi sebagai media pendidikan karakter yang memperkuat identitas budaya dan menumbuhkan kebanggaan generasi muda terhadap warisan budaya lokal Jambi.