Claim Missing Document
Check
Articles

KENDALA GURU DALAM PELAKSANAAN PENILAIAN PORTOFOLIO PADA KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR Romadhon, Nur Latif Gita; Irianto, Sony; Anggoro, Subuh
Lentera: Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 12 No. 2 (2019): Lentera
Publisher : STKIP PGRI Bandar Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is a descriptive qualitative study that aims to describe the rules discussed by teachers in the 2013 curriculum assessment portfolio in elementary schools. This research is a qualitative descriptive type. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. The research subjects were fourth grade teachers in three elementary schools namely Karangsalam Elementary School, 1 Beji Elementary School, and Karangnangka Public Elementary School. The data analysis technique used is descriptive qualitative which consists of data reduction, displaying data, and completing conclusions. The validity test of the data used is by the tirangulasi technique that compares the results of observations, interviews, and documentation. The results of the study show that: 1) the evaluation time or portfolio process is quite long; 2) contribution of aspects that must be approved; 3) student activity that is still low; 4) there are still outdated students with the learning given by the teacher
Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Jawa Materi Unggah-Ungguh Basa Berbasis Model Pembelajaran Picture and Picture di Kelas V SD Sony Irianto; Octo Wijayanti; Wahyu Dwi Utami
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 3 (2022): Peran PGSD dalam mempersiapkan kurikulum merdeka pada era 5.0
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lunturnya penggunaan bahasa Jawa dikalangan generasi muda. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan angket penggunaan LKSyang telah ada menunjukkan bahwa produk LKS yang digunakan di SD masih terdapat banyak kekurangan sehingga diperlukan suatu pengembangan LKS untuk memperbaiki LKS yang sudah dipakai di Sekolah Dasar. Proses pengembangan LKS menggunakan model 4-D Thiagarajan, Samel and Samel yang telah dimodifikasi menjadi tahap pendefinisian, perancangan, dan pengembangan. LKS yang telah divalidasi oleh tiga ahli mendapatkan skor rata-rata (4,5) dan dinyatakan “sangat valid”, penilaian guru 4,8 dengan kriteria “sangat setuju”, skor rata-rata respon siswa terhadap LKS memperoleh 4,4 dengan kriteria “sangat baik” dengan rincian respon sangat baik sebanyak 15 siswa dan respon siswa baik sebanyak 5 siswa. Desain eksperimen yang digunakan adalah non equivalent control group design dengan  pengambilan  keputusan: Z < - Zα/2 atau –2 < -0,05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan LKS  bahasa Jawa berbasis model pembelajaran Picture and Picture terhadap prestasi belajar siswa di kelas V Sekolah Dasar.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Materi Pengumpulan Data melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) di Kelas V SDN 1 Punggelan Sony Irianto; Atikah Fitriana
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan matematika materi pengumpulan data melalui penerapan model kooperatif tipe STAD. Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Punggelan, kelas V, dengan metode PTK. Data pengetahuan diperoleh dari tes evaluasi. Data peningkatan sikap gotong royong dan keterampilan menyelesaikan persoalan matematika diperoleh dari pengamatan langsung dalam kelas. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskripif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada pengetahuan peserta didik dengan presentase ketuntasan 85,72%. Peningkatan pada sikap gotong royong dibuktikan dengan peningkatan skor rata-rata observasi ranah sikap yang diperoleh mencapai 3,21 dengan kriteria baik, dan telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu sebesar 3 dengan kriteria baik. Peningkatan keterampilan menyelesaikan persoalan matematika, dibuktikan dengan peningkatan skor pada observasi keterampilan yang diperoleh mencapai 3,27 dengan kriteria sangat baik dan telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu skor 3 dengan kriteria baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi pengumpulan data.
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Materi Pengumpulan Data Melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Student Team Achievement Division (STAD) di Kelas V SD Negeri 1 Punggelan Sony Irianto; Atikah Fitriana
Prosiding Konferensi Ilmiah Dasar Vol 5 (2024): Transformasi Pembelajaran Pada Pendidikkan Dasar Integrasi Computational Thinking
Publisher : Universitas PGRI Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika ranah pengetahuan, sikap dan keterampilan matematika materi pengumpulan data melalui penerpan model kooperatif tipe STAD. Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Punggelan, kelas V. Penelitian dilaksanakan dengan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Data pengetahuan diperoleh dari tes evaluasi. Data peningkatan sikap gotong royong dan keterampilan menyelesaikan persoalan matematika diperoleh dari pengamatan langsung dalam kelas. Data yang telah dikumpulkan kemudian dianalisis secara deskripif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada pengetahuan peserta didik dengan presentase ketuntasan 85,72%. Peningkatan pada sikap gotong royong dibuktikan dengan peningkatan skor rata-rata observasi ranah sikap yang diperoleh mencapai 3,21 dengan kriteria baik, dan telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan yaitu sebesar 3 dengan kriteria baik.  Peningkatan keterampilan menyelesaikan persoalan matematika, dibuktikan dengan peningkatan skor pada observasi keterampilan yang diperoleh mencapai 3,27 dengan kriteria sangat baik dan telah mencapai indikator keberhasilan yang ditentukan yaitu skor 3 dengan kriteria baik. Hal tersebut menunjukkan bahwa penerapan model kooperatif tipe STAD (Student Team Achievement Division) dapat  meningkatkan hasil belajar matematika materi pengumpulan data.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Materi Bangun Datar Berbasis HOTS Menggunakan Model PBL Mei Widayanti; Sony Irianto
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 4 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v4i1.14193

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh perangkat pembelajaran seperti bahan ajar, LKPD, dan media belum dikembangkan berbasis HOTS dan model pembelajaran belum menggunakan model inovatif. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui proses pengembangan, kelayakan, dan kepraktisan perangkat pembelajaran matematika materi bangun datar berbasis HOTS menggunakan model PBL di kelas IV sekolah dasar. Penelitian ini merupakan pengembangan dengan model ADDIE yang menghasilkan produk perangkat pembelajaran RPP, bahan ajar, LKPD, media, dan perangkat evaluasi. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas IV SD Negeri 2 Bojongsari dan SD Muhammadiyah Purwokerto. Instrumen penelitian diperoleh dari wawancara, analisis dokumen, dan angket. Kelayakan perangkat dibuktikan berdasrkan hasil validasi dengan nilai rata-rata minimum1 dan skor maksimum 5. Hasil validasi ahli materi mendapatkan skor 4,97, hasil validasi ahli media 4,21, dan hasil validasi ahli guru mendapatkan 4,96 maka dapat dikatakan perangkat layak digunkan dengan sedikit revisi. Hasil rata-rata yang diperoleh pada angket peserta didik setelah menggunakan perangkat yaitu 4,59 masuk dalam kategori “sangat valid” dan hasil rata-rata dari guru yaitu 4,79 dengan kategori “sangat valid”. Hal ini menunjukkan perangkat yang dikembangkan praktis dan layak digunakan dalam proses pembelajaran.
Peningkatkan Prestasi Belajar Matematika dan Keterampilan Kolaborasi Peserta Didik Melalui Model Problem Based Learning Lilis Lilis; Sony Irianto
Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD) JRPD Volume 4 Nomor 2, September 2023
Publisher : Jurnal Riset Pendidikan Dasar (JRPD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jrpd.v4i2.17649

Abstract

Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar matematika dan keterampilan kolaborasi peserta didik. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas V A SD Negeri 1 Tambaksogra yang berjumlah 31 peserta didik. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setaip siklusnya meliputi kegiatan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar matematika siklus I mencapai presentase ketuntasan 44,03% dengan kriteria kurang, sedangkan pada siklus II meningkat memperoleh presentase ketuntasan 83,38% dengan kriteria sangat baik. Keterampilan kolaborasi peserta didik siklus I memperoleh rata-rata skor 3,29, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 3,32 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa model problem based learning dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan keterampilan kolaborasi peserta didik.
Pengembangan Media Permainan Balok Pecahan di Kelas IV Sekolah Dasar Meylana, Dwi Ardi; Hawanti, Santhy; Irianto, Sony
Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya 2016: Prosiding Konferensi Nasional Penelitian Matematika dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan media dalam pembelajaran matematika dapat membantu siswa memahami materi pelajaran.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (Research and Development).Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan media permainan balok pecahan dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, mengetahui kelayakan media permainan balok pecahan, mengetahui pengaruh media permainan balok pecahan terhadap prestasi belajar matematika, dan mengetahui respon guru dan siswa terhadap media permainan balok pecahan.Tahapan penelitian dan pengembangan ini mengacu pada model pengembangan media menurut Susilana dan Riyana (2011: 28).Data diperoleh melalui teknik tes berupa pretest dan posttest dan nontes berupa angket.Eksperimen dalam penelitian ini dilakukan pada skala terbatas yaitu di kelas IV di salah satu SD UPK Purwokerto Selatan dengan desain eksperimen the true control group design.Hasil penelitian menunjukkan bahwa media permainan balok pecahan dapat dikembangkan lebih efektif untuk pembelajaran matematika materi pecahan di sekolah dasar. Hal tersebut dibuktikan dengan rata-rata hasil validasi ahli yaitu 4,35 yang menunjukkan bahwa media permainan balok pecahan layak digunakan dalam proses pembelajaran. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat pengaruh media permainan balok pecahan terhadap prestasi belajar matematika materi pecahan. Hasil respon guru dan siswa sangat baik dengan rata-rata respon guru 4,7 dan respon siswa 3,51.
Identification of Sport Talent Scouting for New Students of Physical Education Study Program Puspodari, Puspodari; Lusianti, Septiyaning; Himawanto, Wasis; Irianto, Sony
NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan Vol. 2 No. 04 (2024): NUSANTARA SPORTA: Jurnal Pendidikan dan Ilmu Keolahragaan
Publisher : CV. Nusantara Sporta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2024/ns.v2i04.2024_P374-381

Abstract

Sport is an activity that moves the body for various purposes, such as hobbies, losing weight, and achieving achievements. However, national sporting achievements still lag behind Asian countries such as China, Japan, Korea, Thailand and Vietnam, which are now a big threat at the SEA Games. This lag shows the need to improve the national sports development system, including the development of talented athletes. In the modern era, the selection of talented athletes is carried out using relevant test methods, such as the Australian Sport Search. This method helps identify talent based on anthropometric aspects and physical abilities, making it easier to determine potential and interest in sports from an early age. Talent development is the process of discovering individual potential, such as intelligence, skills and innate traits, to analyze opportunities in certain sports. With proper coaching, talented individuals can be developed into potential athletes who are able to reach peak achievements, supporting the progress of national sports.
Pengaruh Model Pembelajaran Problem Bassed Learning terhadap Prestasi Belajar Siswa dan Sikap Gotong Royong di Sekolah Dasar Sugianto, Karina Maharani; Irianto, Sony
Jurnal Basicedu Vol. 8 No. 6 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v8i6.8505

Abstract

Proses pembelajaran matematika dilaksanakan siswa merasa tidak tertarik terhadap materi yang dibahas oleh guru sehingga kurangnya konsetrasi siswa pada saat pembelajaran dilaksanakan serta kurangnya sikap gotong royong dalam melakukan kegiatan pembelajaran secara berkelompok. Tujuan Penelitian ini untuk menilai efektivitas model Problem Based Learning (PBL) dalam meningkatkan prestasi belajar matematika dan sikap gotong royong. Menggunakan metode kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen (nonequivalent control group design) dan analisis data melalui Independent Sample t-test, penelitian ini menemukan bahwa PBL secara signifikan mempengaruhi prestasi matematika siswa dengan melakukan uji hipotesis menggunakan SPSS 23 yang menunjukkan nilai (Sig. 0,002 < 0,025). Namun, model ini tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap sikap gotong royong (Sig. 0,070 > 0,025). Hasil penelitian mengindikasikan bahwa PBL efektif dalam meningkatkan pemahaman matematika siswa, tetapi tidak memberikan dampak signifikan terhadap sikap gotong royong. Pengukuran prestasi menggunakan pretest dan postest sedangkan sikap melalui angket dan observasi. Penelitian ini memberikan wawasan tentang efektivitas model problem based learning dalam proses pembelajaran matematika dan sikap gotong royong, serta menawarkan alternatif pembelajaran yang lebih baik
Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Matematika dan Sikap Gotong Royong Peserta Didik dengan Model Problem Based Learning Berbantuan Gawai Ngasimurrohman, Muhamad; Irianto, Sony; Isnainingrum, Nur
Jurnal Pendidikan Matematika VOLUME 11 NOMOR 2 DESEMBER 2024
Publisher : UIN Antasari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jpm.v11i2.13794

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prestasi belajar dan sikap gotong peserta didik  dengan menerapkan Model Pembelajaran Problem Based Learning berbantuan gawai pada kelas X TSM 2 Sebuah SMK terdiri dari 25 peserta didik laki-laki dan 1 peserta didik perempuan. Penelitian ini menggunkan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan 4 tahapan yaitu: perencanaan (Planning), pelaksanaan (Acting), pengamatan (Observing), dan refleksi (Reflecting). Sumber data dalam penelitian ini adalah pesera didik dan guru. Jenis data yang dikumpulkan meliputi data prestasi belajar dan hasil observasi sikap gotong royong peserta didik. Data tersebut diperoleh dengan metode tes dan metode dokumentasi. Teknik analisis data yaitu rata-rata dari prestasi belajar dahasil observasi gotongroyong. Semua data dianalisis dan dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Problem Based Learning berbantuan gawai dapat meningkatkan prestasi belajar matematika dan meningkatkan sikap gotong royong peserta didik. Pada siklus I, ketuntasan belajar sebesar 76,92% meningkat menjadi 80,76% pada siklus II. Kenaikan sikap gotong royong pada siklus I sebesar 78,8%. meningkat menjadi 88,4% pada siklus II. Peningkatan yang paling besar terjadi pada mengerjakan LKPD. Peserta didik lebih aktif diskusi dan mempresentasikan permasalahan yang telah diselesaikan.