Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA INFOGRAFIS TERHADAP PENINGKATAN PEMAHAMAN PENGGUNA LAYANAN KANTOR IMIGRASI KELAS I NON TPI KARAWANG Adiningsih, Siti Luthfiyyah; Abidin, Zainal; Nayiroh, Luluatu
Jurnal Ilmu Komunikasi UHO : Jurnal Penelitian Kajian Ilmu Komunikasi dan Informasi Vol 6, No 3 (2021): Edisi Juli
Publisher : Laboratorium Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Ha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (907.337 KB) | DOI: 10.52423/jikuho.v6i3.18071

Abstract

Penggunaan media infografis sebagai bentuk penyajian informasi keimigrasian oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang menjadi salah satu peran penting dalam peraihan predikat WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Penyampaian informasi yang efektif melalui alternatif media infografis diharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari penggunaan media infografis terhadap peningkatan pemahaman masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei eksplanatori. Teori yang digunakan adalah Teori Perilaku Pencarian Informasi dengan subjek pengguna layanan keimigrasian di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket/kuesioner, observasi dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis data yang nantinya terkumpul menggunakan skala likert. Hasil penelitian ini yakni intensitas, isi pesan dan daya tarik dari penggunaan media infografis berpengaruh terhadap peningkatan pemahaman masyarakat.Kata-kata Kunci: Media Massa, Teori Perilaku Pencarian Informasi, Infografis, Pemahaman, Imigrasi.
Fitur Instagram Shopping dan Pengaruhnya Terhadap Minat Beli Pratiwi, Anggita; Abidin, Zainal; Ema, Ema
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2021): 2021
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.251 KB)

Abstract

Kehadiran fitur shopping pada aplikasi Instagram bulan Oktober tahun 2020 lalu menjadi sebuah hal yang baru bagi pengguna Instagram khususnya bagi pengguna yang sering berbelanja online. Hadirnya fitur shopping diharapkan dapat mempermudah dan mempersingkat waktu pengguna dalam kegiatan berbelanja secara online maupun bagi para pemilik UMKM dalam memasarkan produknya. Dalam Instagram shopping ini menyajikan informasi produk yang jelas dengan disertai tampilan visual yang kreatif melalui iklan dapat menarik siapapun untuk berkunjung ke Instagram shopping untuk mengetahui informasi produk. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan Instagram Shopping terhadap minat beli konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei eksplanatori. Teori yang digunakan adalah Teori Dependensi Media dengan subjek penelitian pengguna Instagram pada anggota Rohani Islam Al-Muhadjirin SMA Negeri 1 Cikarang Barat. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner/angket dengan skala likert. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Berdasarkan pada hasil penelitian dengan beberapa pengujian instrumen menunjukkan pengaruh positif yang diartikan bahwa penggunaan media sosial Instagram Shopping berpengaruh terhadap minat beli konsumen.
Membongkar realitas ageism pada film layar lebar Ishaq, Rofiq Muharam; Abidin, Zainal; Kurniansyah, Dadan
KINERJA Vol 18, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29264/jkin.v18i4.10268

Abstract

Ageism merupakan stereotip, prasangka, atau prilaku diskriminasi berdasarkan usia. Pada kehidupan sehari-hari kebanyakan ageism ditujukkan kepada lansia meskipun dapat juga terjadi pada anak muda. Seperti yang dikonstruksikan oleh film, dimana lansia digambarkan sebagai beban bagi sebagian masyarakat. Film merupakan media penyampaian pesan yang efektif dan mudah dipahami. Peneliti menggunakan Film Sweet 20 sebagai objek penelitian karena terdapat sebagian adegan yang merujuk pada realitas ageism. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana ageism direpresentasikan dalam film Sweet 20. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis semiotika model Roland Barthes. Melalui denotasi, konotasi dan mitos dalam teori Barthes, peneliti dapat memahami makna ageism dalam film tersebut. Hasil penelitian diperoleh terdapat bentuk-bentuk atau perilaku yang dimaknai sebagai tindakan ageism terhadap lansia dan anak muda.
KONFUSIANISME DALAM FILM KIM JI YOUNG BORN 1982: PERSPEKTIF SEMIOTIKA Sarah Amalia; Zainal Abidin; Rastri Kusumaningrum
Jurnal Komunikasi Universitas Garut: Hasil Pemikiran dan Penelitian Vol 8, No 1 (2022): April 2022 Jurnal Komunikasi Universitas Garut : Hasil Pemikiran dan Penelitian
Publisher : Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52434/jk.v8i1.1291

Abstract

AbstrakFilm Kim Ji young born, 1982 adalah film adaptasi novel fenomenal karya Cho Nam Joo mengisahkan seorang perempuan bernama Kim Ji young yang mengalami diskriminasi sejak dia lahir hingga dia menikah dan memiliki anak akibat gender yang dia miliki. Penelitian ini bertujuan untuk melihat seperti apa dampak kepercayaan Konfusianisme yang dianut masyarakat Korea Selatan dalam film Kim Ji young born 1982 pada tokoh utama Kim Ji young. Metode penelitian yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara dan studi pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya tindakan marginalisasi atau sikap peminggiran terhadap tokoh Ji young akibat kepercayaan Konfusianisme yang dianut masyarakat Korea yang mengakibatkan terjadinya diskriminasi dan perbedaan perlakuan antara laki-laki dan perempuan. Diskriminasi gender yang dialami Tokoh Jiyoung di lakukan oleh lingkungan keluarga, peraturan perusahaan, dan ranah publik yang diakibatkan pengaruh nilai konfusianisme yaitu budaya patriarki yang direpresentasikan melalui beberapa scene film sesuai teori John Fiske The codes of television berupa dresscode/gaya busana, gesture, ekspresi atau mimik wajah, makeup, teknik pengambilan gambar, serta teknik pencahayaan.  Kata-kata kunci: Diskriminasi gender; film; konfusianisme; semiotika.  Abstract The film Kim Ji young born, 1982 is a film adaptation of a phenomenal novel by Cho Nam Joo about a woman named Kim Ji young who has experienced discrimination since she was born until she gets married and has children due to her gender. This study aims to see how the impact of Confucian beliefs held by South Korean society in the film Kim Ji young born 1982 on the main character Kim Ji young. The research method used is descriptive qualitative method. Data collection techniques through interviews and literature study. The results of this study indicate that there is an act of marginalization or marginalization of Ji Young's character due to the Confucian belief held by Korean society which results in discrimination and differences in treatment between men and women. The gender discrimination experienced by Jiyoung's character is carried out by the family environment, company regulations, and the public sphere due to the influence of Confucian values, namely patriarchal culture which is represented through several film scenes according to John Fiske's theory. facial expressions, makeup, shooting techniques, and lighting techniques.  Keywords: Gender discrimination; film; confucianism; semiotics.
Representasi Nelangsa pada Film Pendek Banyu Karya Richard Suwae dari Pandangan Semiotika Roland Barthes Digma Ihsan Nurrochman; Zainal Abidin; Made Panji Teguh Santoso
Jurnal Komunikasi dan Bisnis Vol 7, No 1 (2021): Jurnal Ilmu Komunikasi dan Bisnis
Publisher : STARKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36914/jikb.v7i1.588

Abstract

Film pendek Banyu karya Richard Suwae adalah film yang menceritakan tentang kehidupan Sri, seorang wanita yang hidup bersama anaknya Banyu. Anak yang dilahirkan dari kasus pemerkosaan pada dirinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adegan-adegan yang merepresentasikan makna nelangsa melalui analisa tahapan denotasi, konotasi, dan mitos. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Adegan yang menjadi objek penelitian terdiri dari lima adegan yang dapat menandakan makna nelangsa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban pemerkosaan yang hamil, lebih memilih mengaborsi karena khawatir anak tersebut mengalami kondisi hidup yang nelangsa, kurangnya penegakan hukum untuk orang-orang miskin dan nelangsa, dan menjadi seorang pelacur bukanlah sebuah keinginan tetapi sebuah keterpaksaan.
Strategi Komukasi Pemasaran Pada Starbucks Card di Starbucks Resinda Park Mall Ananda Putri; Mayasari Mayasari; Zainal Abidin
YUME : Journal of Management Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.2568/yum.v4i1.1161

Abstract

Abstrak “Strategi Komukasi Pemasaran Pada Starbucks Card  di Starbucks Resinda Park Mall”. Program studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Singaperbangsa Karawang.Penelitian ini membahas tentang strategi komunikasi pemasaran Starbucks Card  yang ada di sebuah  kedai kopi yaitu Starbucks Coffee. Dalam artikel ini membahas  bagaimana Starbucks  Resinda Park Mall memasarkan Starbucks Card. Penelitian ini bertujuan untuk  mengetahui strategi komunikasi yang digunakan Starbucks Resinda Park Mall dalam  memasarkan Starbucks Card. Tempat penelitian yang digunakan peneliti yaitu Starbucks Resinda Park Mall. Penelitian ini mengambil subjek penelitian yaitu pimpinan toko, pegawai, dan pelanggan yang ada di Starbucks Resinda Park Mall. Pengumpulan data pada penelitian menggunakan wawancara mendalam dan observasi non partisipan, studi kepustakaan.Pada strategi komunikasinya Starbucks Resinda Park Mall telah melakukan yang terbaik dan memasarkan Starbucks Cardnya. Penelitian ini menggunakan Teori Intergrated Marketing Communication (IMC) yang didalamnya terdapat komponen-komponen yakni personal selling, periklanan, dan point of purchase communication. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif  dengan pendekatan deskriftif kualitatif yang bertujuan untuk lebih menjelaskan  atau mendeskripsikan bagaiman Starbucks Resinda Park Mall memasarkan Starbucks Card terhadap pelanggan. Hasil penelitian ini yakni Personal selling, Periklanan, dan  Point of purchase communication.Kata Kunci: Personal selling, Periklanan, dan  Point of purchase communication Abstract               "Marketing Communication Strategy on Starbucks Card at Starbucks Resinda Park Mall". Communication Studies study program, Faculty of Social and Political Sciences, Singaperbangsa University Karawang. This study discusses the Starbucks Card marketing communication strategy in a coffee shop, namely Starbucks Coffee. In this article, we discuss how Starbucks Resinda Park Mall markets the Starbucks Card. This study aims to determine the communication strategy used by Starbucks Resinda Park Mall in marketing the Starbucks Card. The research place used by researchers is Starbucks Resinda Park Mall. This study took the subject of research, namely store leaders, employees, and customers at Starbucks Resinda Park Mall. Collecting data in this study using in-depth interviews and non-participant observation, literature study. In its communication strategy, Starbucks Resinda Park Mall has done its best and marketed its Starbucks Card. This study uses the theory of Integrated Marketing Communication (IMC) in which there are components, namely personal selling, advertising, and point of purchase communication. The research method used is a qualitative research method with a qualitative descriptive approach which aims to better explain or describe how Starbucks Resinda Park Mall markets Starbucks Card to customers. The results of this study are Personal selling, Advertising, and Point of purchase communication.Keywords: Personal selling, Advertising, and Point of purchase communication
Hubungan Antara Tayangan K-Drama di Televisi dengan Perilaku pada Anak Remaja dalam Mengimitasi Korean Fashion Zainal Abidin
KOMUNIKA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol 13 No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Dakwah UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.981 KB) | DOI: 10.24090/komunika.v13i1.2075

Abstract

Recent phenomenon of television is often shows a variety of Korean products and one of them was Korean drama (K-Drama). K-Drama is one of the television drama series that is famous until today and very popular among public. The objective of this research was to find out is there a relationship between K-Drama shows in television with behavior of the teenager to imitate Korean fashion at Bhinneka highschool Karawang. This research used quantitative with correlational analysis data by using social learning theory from Albert Bandura. The Theory was discovered by Albert Bandura to discuss the learning process through media massa as opposite to traditional learning process. The starting point of learning process is a phenimenon that can be observed, directly or indirectly. That phenomenon may occur in the person's daily activities, and also be presented directly by television, books, films and other media massa. The results of this study found there was a significant relationship between the intensity of K-Drama show with low but definite relationship (rs = 0.375), K-Drama message content with medium relationship (rs = 0,517) and K-Drama show attractiveness with strong relationship (rs = 0.641) with behavior of teenager to imitate Korean fashion. Fenomena belakangan ini televisi sering menyajikan berbagai produkproduk Korea salah satunya K-Drama (Drama Korea). Drama Korea sebagai salah satu serial drama televisi yang saat ini sedang booming dan diminati khalayak khsususnya remaja. Riset ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tayangan drama Korea dengan perilaku pada anak remaja dalam mengimitasi Korean fashion dengan mengambil sampel penelitian di SMK Bhinneka Kabupaten Karawang. Metode riset ini adalah kuantitatif dengan analisis korelasional dan teori yang digunakan adalah teori social learning Albert Bandura. Social Learning Theory berasumsi bahwa belajar bisa dilakukan melalui media massa dan tidak harus dilakukan dengan cara yang konvensional. Awal mula proses belajar adalah mengamati sebuah fenomena yang sedang terjadi, yang bisa dilakukan secara langsung ataupun melalui sebuah fasilitas oleh seseorang. Sebuah fenomena di sekeliling kita bisa terjadi pada siapapun yang dapat diamati secara langsung dari televisi, buku, film dan media massa lainnya. Hasil dari penelitian ini memperlihatkan bahwa ada hubungan intensitas tayangan drama Korea dengan hubungan yang signifikan (rs = 0,375), isi pesan tayangan drama Korea dengan hubungan yang signifikan (rs = 0,517) dan daya tarik tayangan drama Korea dengan yang signifikan (rs = 0,641) dengan perilaku pada anak remaja dalam mengimitasi Korean fashion.
Pengaruh Kegiatan Marketing Public Relations “Saturday Barbeque Night” Terhadap Pembentukan Citra Swiss Bel Inn Hotel Karawang Zainal Abidin; Siti Nursanti; H. Lukmanul Hakim; Putri Uli Handayani Br. Saragih
Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM) Vol 1 No 1 (2019): JPRMEDCOM
Publisher : Journalism, Public Relation and Media Communication Studies Journal (JPRMEDCOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/jprmedcom.v1i1.3254

Abstract

Berawal dari ketertarikan peneliti untuk mengangkat bagaimana Swiss Bel Inn membentuk citranya dengan menggunakan kegiatan marketing public relations. Kegiatan marketing public relations yang diangkat oleh Swiss Bel Inn ini berbentuk special event berjudul Saturday Barbeque Night yang diadakan secara rutin oleh Swiss Bel Inn Karawang pada Sabtu malam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan Marketing Public Relations berpengaruh terhadap pembentukan citra perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekaatan kuantitatif dengan analisis data path analysis dengan dukungan dari teori Integrated Marketing Communication. Teori Integrated Marketing Communications adalah teori yang menerangkan bahwa terdapat strategi dalam proses bisnis yaitu seputar membuat perencanaan, pembangunan, pengeksekusian, dan pengevaluasian pelaksanaan program komunikasi merek yang terkordinasi pada konsumen, pelanggan, atau sasaran lain yang relevan dengan audiens ekternal dan internal. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa bentuk, isi dan frekuensi kegiatan marketing public relations yang dilakukan oleh Swiss Bel Inn Karawang yaitu special event Saturday Barbeque Night berpengaruh terhadap pembentukan citra Swiss Bel Inn Karawang bagi responden dilihat dari segi presepsi, kognisi, afeksi serta motivasi.Kata Kunci: Marketing Humas, Event, Citra
MENGUNGKAP MAKNA DISKRIMINASI PADA SERIAL DRAMA THAILAND THE GIFTED Tiana Syafira Anandita; Zainal Abidin; Muhammad Ramdhani
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 8, No 7 (2021): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v8i7.2021.1953-1964

Abstract

The Gifted merupakan serial drama Thailand yang bergenre thriller, misteri, sekolah, drama dan supernatural yang membahas tentang kehidupan sekolah di salah satu sekolah menengah “Ritdha High School”. Sekolah tersebut menerapkan sistem penggolongan siswa ke dalam beberapa tingkatan sesuai dengan kecerdasan siswa yang dapat menimbulkan kecemburuan sosial dan tindakan diskriminatif pada ranah pendidikan. Hal ini menjadi suatu ketertarikan bagi peneliti dalam membahas makna diskriminasi dari simbol-simbol yang ada dalam serial The Gifted. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana makna diskriminasi pendidikan dalam serial drama Thailand yang berjudul “The Gifted”. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif analisis semiotika John Fiske berdasarkan kode-kode televisi tiga level semiotika (level realitas, level representasi dan level ideologi). Nilai-nilai diskriminasi pada level realitas dapat dilihat melalui tanda berupa tampilan pakaian, lingkungan, perilaku, tata rias, ekspresi dan sebagainya. Pada level representasi, diskriminasi digambarkan pada technical codes seperti teknik pengambilan gambar, pencahayaan, karakter, suara/musik, dialog dan sebagainya yang dapat mendukung makna pada serial ini. Lalu pada level ideologi, hasil dari proses realitas dan representasi kemudian diorganisasikan dan dikategorikan dalam sebuah kode-kode ideologis yaitu diskriminasi pendidikan.  Hasil dari penelitian ini menunjukkan kebaruan bahwa terdapat diskriminasi pendidikan pada tayangan serial Thailand The Gifted setelah diamati dengan semiotika John Fiske.
Analisis Semiotika Mengenai Representasi Rasisme Terhadap Orang Kulit Hitam Dalam Film BlacKkKlansman Andrico Rafly Fadjarianto; Zainal Abidin; Fardiah Oktariani Lubis
SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi Vol 14, No 2 (2020): SEMIOTIKA: Jurnal Komunikasi
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/s:jk.v14i2.2242

Abstract

Rasisme menjadi permasalahan dunia yang hingga saat ini masih belum bisa diselesaikan, rasisme yang paling sering terjadi adalah rasisme dari orang kulit putih terhadap orang kulit hitam. Penyampaian isu-isu rasisme saat ini sudah masuk ke media elektronik seperti contohnya adalah film. Film dapat mempengaruhi pandangan seseorang melalui pesan-pesan yang mereka sampaikan. Film BlacKkKlansman merupakan salah satu film yang mengangkat isu rasisme terhadap orang kulit hitam yang khususnya terjadi di Amerika Serikat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi denotasi, konotasi, dan mitos yang terbentuk mengenai rasisme yang terdapat dalam film BlacKkKlansman ini.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis semiotika. Data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah adegan atau scene yang terdapat dalam film BlacKkKlansman yang khususnya terdapat unsur-unsur rasisme terhadap kulit hitam. Dari data-data yang sudah peneliti dapatkan, peneliti melakukan analisis dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Analisis dilakukan melalui dua tahap, yaitu signifikasi tahap pertama, yaitu makna denotasi, serta signifikasi tahap kedua, yaitu makna konotasi, selanjutnya pada signifikasi tahap kedua, tanda juga bekerja melalui mitos.Hasil yang diperoleh adalah bahwa dari scene-scene yang telah dipilih terdapat sikap, perilaku, perkataan, dan tindakan rasisme yang ditujukan kepada kulit hitam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah makna denotasi yang terdapat dalam film BlacKkKlansman adalah contoh nyata sikap, perilaku, perkataan ataupun tindakan rasisme yang orang kulit hitam dapatkan dari orang kulit putih. Selain itu, makna konotasi yang terdapat dalam film BlacKkKlansman adalah orang kulit putih yang masih memandang rendah orang kulit hitam. Dan mitos yang terdapat dalam film BlacKkKlansman adalah bagaimana sikap, perilaku, perkataan dan tindakan rasisme tersebut diturunkan dari generasi ke generasi ataupun di wariskan sehingga sikap, perilaku, perilaku, dan tindakan rasisme tersebut masih ada hingga saat ini.Kata Kunci: Rasisme, Orang Kulit Hitam, BlacKkKlansman, Semiotika