Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Problem Based Learning with ICT Based with Learning Creativity to Improve History Learning Achievement Erna Sukestini; Achmad Noor Fatirul; Hartono Hartono
Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol 53 No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.577 KB) | DOI: 10.23887/jpp.v53i1.24127

Abstract

The teaching and learning process were boring and made students’ participation in the classroom learning activities less enthusiastic that could make students’ achievement’ decreased. The main objective of this study was to analyze the effect of the Problem Based Learning model-based ICT with students' creativity on historical learning achievement. This research was a quasi-experimental study with a factorial design. The samples of this study were 4 classes, and each class consist of 34 students and total 170 students. The instrument used were learning outcome tests in the form of multiple-choice questions and creativity tests in the form of essay questions. The data on this study were analyzed using inferential statistics with the Two Way Anova technique formula. The results of this study obtained Fcount = 28,908 with a significance value of 0,000 less than 0,05, obtained Fcount = 4,623 with a significance value of 0,033 less than 0,05, the obtained Fcount = 6,060 with a significance value of 0,015 less than 0,05. From the result of this study, it can be implied to improve historical learning achievement, problem-based learning models can be used as an alternative model to create an interactive learning environment.
Peningkatan kesadaran pentingnya pendidikan keluarga melalui pelatihan parenting di Desa Kauman Kecamatan Sedayu Kabupaten Gresik Suhartono Suhartono; Atnuri Atnuri; Bernadetta Budi Lestari
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 16 No. 1 (2020): Transformasi Juni
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v16i1.2238

Abstract

[Bahasa]: Keluarga merupakan lingkungan awal bagi anak yang memiliki peran strategis dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan. Oleh karenanya, pemahaman tentang pentingnya parenting sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan keluarga. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini adalah untuk memberikan pemahaman tentang pentingnya parenting dalam keluarga yang merupakan tanggungjawab bersama dari orang tua, masyarakat, sekolah, dan pemerintah. Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Desa Kauman, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Gresik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pelatihan dengan ceramah, diskusi, dan games. Materi yang diberikan dalam pelatihan ini meliputi pengertian, aturan, penerapan parenting yang tepat, pihak-pihak yang harus berperan dalam terwujudnya parenting, dan bahaya yang ditimbulkan jika parenting dilakukan secara tidak tepat. Hasil kegiatan ini menunjukkan pemahaman peserta terhadap parenting sebelum dilaksanakan kegiatan adalah sebesar 16%. Setelah mengikuti pelatihan dalam PKM ini, pemahaman peserta terhadap parenting adalah sebesar 83%. Hasil ini menunjukkan kegiatan PKM ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang parenting yang bekontribusi pada kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan keluarga. Kata Kunci: parenting, orang tua, masyarakat, pemerintah [English]: Family is the initial environment for children who have a strategic role in supporting the delivery of education. Therefore, an understanding of the importance of parenting is needed to improve the quality of family education. This community service program aims to provide the parents an understanding of the importance of parenting in the family as a shared responsibility of parents, community, schools, and government. This progam was conducted in Kauman Village, Sedayu District, Gresik Regency. The method used was training with lectures, discussions, and games. The material provided in this training included the understanding, rules, proper application of parenting, parties who must play a role in the realization of parenting, and the dangers posed if parenting is done incorrectly. The results showed that participants' understanding of parenting before the training was 16%. After attending the training, participants' understanding of parenting was 83%. This shows that this program increases parents’ understanding of parenting that contributes to community awareness of the importance of family education. Keywords: parenting, parents, society, government
Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Pratikum Melalui Pendekatan Discovery Berbasis Inkuiri dan Gaya Kognitif Terhadap Hasil Belajar Siswa Eko Sugiarto; Hartono Hartono; Subandowo Subandowo
Jurnal Pijar Mipa Vol. 15 No. 2 (2020): Maret
Publisher : Department of Mathematics and Science Education, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (166.207 KB) | DOI: 10.29303/jpm.v15i2.1357

Abstract

Pemilihan model atau metode pembelajaran yang sesuai untuk materi pelajaran tertentu, karakteristik materi pelajaran, dan karakteristik peserta didik (gaya kognitif) terhadap pencapaian hasil belajar. Penelitian eksperimen ini dengan desain treatment by level 2x2. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2 kelas eksperimen dan 2 kelas kontrol, masing-masing kelas berjumlah 38 peserta didik baik dari SMP Negeri 17 Surabaya maupun dari SMP Negeri 16 Surabaya, yang secara empirik dipandang cukup homogen serta memiliki karakter yang relatif sama. Instrumen yang digunakan terdiri dari 2 instrumen yaitu (1) instrumen untuk mengukur gaya kognitif dan (2) instrumen untuk mengukur hasil belajar. Instrumen yang pertama adalah Group Embedded Figures Test (GEFT) untuk mengukur gaya kognitif, sedangkan instrument yang kedua adalah tes pengetahuan awal (pre-test) dan setelah perlakuan (post-test) yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai probabilitas signifikansi  <  0,05 maka kesimpulan H0 ditolak dan H1 diterima. Hal ini terbukti;  (1) Ada perbedaan antara model pembelajaran pratikum melalui pendekatan discovery berbasis inkuiri dengan model pembelajaran pratikum tanpa melalui pendekatan discovery berbasis inkuiri pada materi sistem gerak pada manusia terhadap hasil belajar kelas 8 pada tahun pelajaran 2018-2019 di SMP Negeri 17 dan SMP Negeri 16 Surabaya; (2) Ada perbedaan antara gaya kognitif tinggi atau field Independence (FI) dan gaya kognitif rendah atau dependence (FD) pada materi sistem gerak pada manusia terhadap hasil belajar kelas 8 pada tahun pelajaran 2018-2019 di SMP Negeri 17 dan SMP Negeri 16 Surabaya; (3) Ada interaksi antara model pembelajaran pratikum melalui pendekatan discovery berbasis inkuiri dan gaya kognitif terhadap hasil belajar kelas 8 pada tahun pelajaran 2018-2019 di SMP Negeri 17 dan SMP Negeri 16 Surabaya.
KONTRIBUSI MULTIFAKTOR PADA PELATIHAN STRATEGI SELF-MANAGEMENT UNTUK MENGEMBANGKAN SIKAP AKTUALISASI DIRI GURU BIMBINGAN DAN KONSELING Hartono Hartono; Mudhar Mudhar
RESWARA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.315 KB) | DOI: 10.46576/rjpkm.v3i1.1667

Abstract

Sikap aktualisasi diri guru bimbingan dan konseling merupakan aspek penting yang perlu dikembangkan dalam upaya mewujudkan pelayanan bimbingan dan konseling yang bermutu kepada peserta didik. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi multifaktor yaitu faktor penghargaan, pujian, dan suasana kerja terhadap pengembangan sikap aktualisasi diri guru bimbingan dan konseling setelah mengikuti program pengabdian kepada masyarakat. Metode pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan model pelatihan strategi self-management yang dilaksanakan melalui tiga tahap yaitu tahap pertama pendalaman materi, tahap kedua simulasi, dan tahap ketiga pemberian tugas yang diikuti oleh peserta yaitu guru bimbingan dan konseling SMP dan SMA sederajat. Pada tahap pendalaman materi, peserta pengabdian menunjukkan perilaku aktif dalam mencermati materi yang dipresentasikan oleh narasumber melalui pertanyaan, tanggapan, dan argumentasi yang kritis. Pada tahap simulasi, secara kelompok peserta pengabdian melakukan praktik self-management pada konseling kelompok dan bimbingan kelompok yang teramati dan mendapatkan balikan dari narasumber. Sedangkan pada tahap penugasan, peserta pengabdian diberikan tugas untuk mengembangkan model verbatim praksis strategi self-management dalam konseling kelompok melalui google form. Setelah kegiatan selesai tim pengabdian melakukan evaluasi kepada peserta dengan menggunakan kuesioner melalui google form yang hasilnya menunjukkan bahwa kontribusi faktor penghargaan sebesar 80,26%, faktor pujian sebesar 83,66%, dan faktor suasana kerja sebesar 97,05% terhadap pengembangan sikap aktualisasi diri guru bimbingan dan konseling. 
Model Pembelajaran Problem Based Learning, Inkuiri Terbimbing, dan Learing Creativity Berpengaruh Terhadap Prestasi Belajar Matematika Tutut Winarti; Achmad Noor Fatirul; Hartono Hartono
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 3 No. 3 (2020): Oktober
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v3i3.29063

Abstract

Hasil penilaian akhir semester 2, menunjukkan bahwa 30% peserta didik yang mendapatkan nilai di atas kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan, yaitu 75, sedangkan 70% peserta didik mendapatkan nilai di bawah kriteria ketuntasan belajar, hal ini disebabkan karena metode serta model pembelajaran yang diterapkan oleh pendidik masih didominasi ceramah dan latihan soal. Adapun tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk mengkaji hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika dengan mencari pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning (PBL), Guided inquiry, dan kreativitas terhadap prestasi belajar matematika. Jenis penelitian ini yakni kuasi eksperimen (Quasi-Experimentation) dengan pendekatan kualitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI-IPA yang tersebar dalam 5 kelas paralel berjumlah 170 siswa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data nilai tes yang diperoleh melalui tes prestasi belajar dan tes kreativitas siswa. Hasil penelitian ini memperoleh skor rata-rata pada kelas Problem-based learning sebesar 76,84 dan skor rata-rata prestasi belajar pada kelas Inkuiri terbimbing sebesar 70,96. Hal ini terjadi karena PBL mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Simpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan signifikansi prestasi belajar matematika antara kelompok yang dibelajarkan dengan model pembelajaran PBL dan kelompok yang dibelajarkan dengan model Guided Inquiry, terdapat perbedaan signifikansi prestasi belajar matematika antara kelompok yang memiliki kreativitas tinggi dan kelompok yang memiki kreativitas rendah, serta terdapat Interaksi yang signifikansi antara model pembelajaran (PBL dan Guided Inquiry) dan kreativitas belajar terhadap prestasi belajar matematika.
PENGEMBANGAN MODUL DIGITAL IPS MATERI MENGHARGAI PENINGGALAN SEJARAH DI LINGKUNGAN SETEMPAT Mochammad Noor Akhmadi; Rufi’i Rufi’i; Hartono Hartono
JIPI (Jurnal Ilmiah Penelitian dan Pembelajaran Informatika) Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : STKIP PGRI Tulungagung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29100/jipi.v7i2.2752

Abstract

Menciptakan pembelajaran yang efektif merupakan salah satu tugas guru. Pembelajaran yang efektif bisa dicapai jika guru mampu mempersiapkan materi secara terprogram, memilih dan menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang diajarkan, serta mengadakan evaluasi hasil belajar. Salah satu bahan ajar dalam bentuk elektronik adalah e-modul. Bahan ajar digital merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang dapat memfasilitasi belajar siswa karena memuat tujuan, materi pelajaran, lembar kegiatan yang jelas dan dapat memeriksa pemahaman siswa. Belum adanya bahan ajar digital tentang materi menghargai peninggalan sejarah di lingkungan setempat di SDN Plumbungan serta kurang sesuainya isi materi pembelajaran dengan lingkungan tempat tinggal siswa membuat peneliti termotivasi untuk mengembangkan bahan ajar digital IPS SD berbasis kontekstual agar tujuan pembelajaran bisa tercapai. Penelitian ini menggunakan model penelitian Borg Gall, peneliti melakukan modifikasi tahap pengembangan menjadi lebih sederhana. Karena keterbatasan waktu, tahapan-tahapan Borg Gall disederhanakan menjadi 9 tahap meliputi tahap studi pendahuluan, perencanaan, pengembangan draf awal produk, validasi ahli, revisi hasil validasi ahli, uji coba terbatas, perbaikan hasil uji coba terbatas, uji coba lapangan, dan penyempurnaan akhir. Jenis data yang digunakan yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Hasil uji kevalidan produk dari penilaian ahli materi dan ahli bahasa diperoleh skor rata-rata 95,46% yang menunjukkan kriteria sangat valid. Hasil uji kemenarikan produk dari angket respon siswa dan guru pada saat uji coba terbatas dan lapangan diperoleh skor rata-rata 86,71% dan 93,29% yang menunjukkan kriteria sangat menarik. Hasil uji kepraktisan produk diperoleh dari angket respon guru (94,82%) serta respon siswa (84,61%) yang menunjukkan kriteria sangat praktis. Produk buku ajar juga menunjukkan kriteria efektif terdapat peningkatan aktivitas belajar siswa dan aktivitas guru sebelum dan saat penggunakan bahan ajar digital yaitu aktivitas siswa sebelumya 46,75% menjadi 82,24% sedangkan aktivitas guru sebelumnya 74,43% menjadi 90,27% sehingga dapat disimpulkan bahan ajar digital IPS berbasis kontekstual sangat efektif dalam meningkatkan aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil tersebut, bahan ajar digital IPS SD berbasis kontekstual untuk Kelas IV sekolah dasar ini telah memenuhi persyaratan untuk digunakan dalam pembelajaran karena telah memenuhi kriteria valid, menarik, efektif, dan praktis.
Implementasi Nilai Musyawarah Pada Pancasila Melalui Metode Diskusi Kelas Dalam Mata Kuliah PKn Suhartono Suhartono
MENDIDIK: Jurnal Kajian Pendidikan dan Pengajaran Vol 7 No 1 (2021)
Publisher : Universitas Mathla'ul Anwar Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30653/003.202171.151

Abstract

Pancasila adalah pandangan hidup bangsa Indonesia, terdiri dari lima sila yang memiliki nilai-nilai saling berhubungan satu sama lain. Nilai musyawarah adalah nilai-nilai Pancasila yang terdapat pada sila keempat, sebagai pedoman pengambilan keputusan sesuai nilai-nilai Pancasila. Metode Diskusi adalah salah satu metode yang dapat dipergunakan dosen untuk membiasakan Mahasiswa dalam belajar mengeluarkan pendapat dibangku perkuliahan. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai-nilai musyawarah yang terdapat pada Pancasila khususnya sila ke empat, yang dapat diimplementasikan dalam metode diskusi perkuliahan. Selain itu tujuan lain dari Penelitian ini ialah, mengetahui cara pengimplementasian nilai-nilai musyawarah yang terdapat pada Pancasila khususnya sila ke empat, serta untuk mengetahui hambatan dari pengimplementasian nilai-nilai musyawarah yang terdapat pada Pancasila khususnya sila ke empat. Teknik pengumpulan data dalam Penelitian ini ialah teknik wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi (kegiatan diskusi). Teknik analisis data yang digunakan data reduction, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik keabsahan data digunakan teknik triangulasi (teknik, sumber, dan waktu). Hasil yang dapat dijelaskan dalam penelitian ini ialah nilai-nilai musyawarah yang dapat diimplementasikan dalam praktik diskusi perkulihan yaitu: semangat kekeluargaan, berlandaskan rasa tanggungjawab, mendahulukan kepentingan umum, tidak memaksakan kehendak, memperhatikan peraturan, dipertanggungjawabkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Adapun langkah-langkah pengimplementasian yaitu, membagi tugas pelaksana, tanggapan sumber masalah, pemilihan sumber masalah, Mahasiswa menanggapi, menyimpulkan. Hambatan dalam pengimplementasian adalah mahasiswa pasif, mahasiswa memaksakan kehendak, mahasiswa menonjol, mahasiswa mementingkan kepentingan pribadi. Simpulan dan saran yang dapat ditulis oleh peneliti agar penelitian ini bermanfaat khususnya bagi mahasiswa agar lebih memahami materi mata kuliah PKn, dan memahami nilai-nilai Pancasila dalam praktik berdiskusi.
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER PADA LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING Hartono Hartono
WAHANA Vol 57 No 2 (2011)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.74 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v57i2.1377

Abstract

Character education is an important tool in the formation of student character. In practical guidance and counseling services in the schooling setting, character education is implemented through two ways, first directly through the services of guidance and counseling provided to students/counselees, which are grouped into four components: (1) the component of basic service, (2) the component of responsive service, (3) the component of individual planning service, and (4) the components of the system support service. Loads of character education materials written in guidance and counseling services that include the areas of personal guidance, social guidance, learning guidance, career guidance, and character development. Second, indirectly, by example attitude and behavior of guidance and counseling teachers/counselors along with the cultivation of creative cultural, innovative, productive, collaborative, discipline, sense of belonging, and responsibility.
PEMANFAATAN WORDWALL SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN: PELATIHAN GURU DI SMA MUHAMMADIYAH 1 TAMAN SIDOARJO Suhartono Suhartono; Bernadetta Budi Lestari; Pandu Rudi Widyatama; Agnes Sandri Diana Selek; Kinanda Pandu Listanto
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 3 No. 1 (2022): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.142 KB) | DOI: 10.46306/jabb.v3i1.198

Abstract

Academics including lecturers, students, and educators are expected to contribute integrally to the implementation of the Tri dharma in higher education. As we understand education is a means for the state to produce superior human resources. The creation of a quality educational academic atmosphere is inseparable from supporting factors, in addition to curriculum design and learning infrastructure prepared in such a way, no less important is the role of a teacher in the implementation of teaching and learning activities in their respective classes. In the field, in the practice of teaching and learning activities, there are still many teachers who have not utilized and maximized the availability of technological developments and digital platforms that are already available in teaching and learning practices. Academics including lecturers, students, and educators are expected to contribute integrally to the implementation of the Tri dharma in higher education. As we understand education is a means for the state to produce superior human resources. The creation of a quality educational academic atmosphere is inseparable from supporting factors, in addition to curriculum design and learning infrastructure prepared in such a way, no less important is the role of a teacher in the implementation of teaching and learning activities in their respective classes. In the field, in the practice of teaching and learning activities, there are still many teachers who have not utilized and maximized the availability of technological developments and digital platforms that are already available in teaching and learning practices. So it is felt that there is a need for concrete efforts in providing skills training for teachers as educators in schools in order to increase their competence in utilizing digital platforms as a suggestion for learning media through community service activities. The availability of digital platforms is expected to help make it easier for teachers to support teaching and learning activities in schools, so that learning objectives can be achieved optimally. Talking about many kinds of digital platforms through the internet, on this occasion the team of lecturers of the PPKn study program, Faculty of Social Sciences and Humanities, PGRI Adi buana University Surabaya in collaboration with SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo regency will carry out community service activities. In this activity, training activities were carried out on teachers of Muhammadiyah 1 Taman High School in utilizing digital platforms, especially the use of the Worldwall application as a means of learning media. The Worldwall application can be used and managed by teachers to become a fun and not boring learning medium for students. Training and mentoring for teachers in the use of the Worldwall platform as a learning medium was chosen to produce an interesting learning atmosphere based on audio, visual and digital, so that learning is preferred and not boring for students. With this activity, teachers at SMA Muhammadiyah 1 Taman Sidoarjo have new skills and competencies in utilizing technology, especially the use of the Worldwall platform, so that later it can be used as a medium in teaching and learning activities carried out
Peran Nilai Persaudaraan Dalam Tradisi Kumpul Kope Terhadap Pelaksanaan Perkawinan Di Manggarai Desa Terong Kecamatan Satarmese Kornelis Agul; Dwi Retnani Srinarwati; Suhartono Suhartono
SNHRP Vol. 4 (2022): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 4 Tahun 2022
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tradisi Kumpul Kope yang diadakan sebagai bentuk solidaritas sosial pada masyarakat Desa Terong, Kecamatan Satarmese. Faktor yang mempengaruhi Kumpul Kope adalah tingginya harga belis dalam perkawinan, dan keinginan untuk mempererat tali persaudaraan antar anggota. Sehingga masyarakat di tempat tersebut sangat menjunjung tinggi tradisi Kumpul Kope. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Mendeskripsikan proses pelaksanaan Tradisi Kumpul Kope di Manggarai Desa Terong Kecamatan Satarmese. 2) Mendeskripsikan proses pelaksanaan perkawinan pada masyarakat Manggarai Desa Terong Kecamatan Satarmese. 3) Mengungkap peran nilai-nilai persaudaraan dalam Tradisi Kumpul Kope dalam pelaksanaan perkawinan pada Masyarakat Manggarai Desa Terong Kecamatan Satarmese. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa: 1) Proses tradisional kumpul kope yaitu tiga yang pertama, persiapan lahir dan batin calon mempelai pria (tae male). Kedua, persiapan awal/usaha awal). Ketiga, tradisi kumpul kope dilakukan, dimana keluarga yang datang hanya memberi uang, makan bersama, dan menyampaikan dari keluarga calon mempelai pria tentang pelaksanaan pernikahan. 2) Proses perkawinan adat Manggarai terdiri dari tiga tahap, yaitu: tuke mbaru (lamaran), kawin (nikah), wagal (pengukuhan). (3) Nilai persaudaraan dalam tradisi kumpul kope memegang peranan yang sangat penting dalam proses perkawinan. Jadi nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi kumpul kope: nilai solidaritas, nilai persatuan, nilai kekeluargaan