Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

KONSEP NAFKAH BAGI SUAMI PRA BALIGH PERSPEKTIF IMAM SYAFI’I Kasanova, Ahmad Aris; Sukardi, Imam
NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial Vol 9, No 2 (2022): NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jips.v9i1.2022.331-342

Abstract

Tidak sedikitnya kasus lelaki menikah sebelum akil baligh, dan kewajiban suami untuk memberi nafkah secara ma’ruf, penulis tertarik untuk meneliti bagaiamana pendapat Imam Syafi’i mengenai wajibnya suami yang belum akil baligh dalam memberi nafkah kepada istri. Nafkah berarti kewajiban yang harus dipenuhi berupa pemberian belanja yang berkaitan dengan kebutuhan pokok, antara lain suami kepada istri dan suami kepada anak-anaknya atau keluarga besarnya. (1) Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: menjelaskan pendapat Imam Syafi'i tentang konsep penghidupan suami Pra Baligh. (2) Menjelaskan metode Iatinbath Imam Syafi'i tentang konsep penghidupan mantan suami Balif. Penelitian ini merupakan penelitian (library research) dengan menggunakan data berdasarkan dokumen primer dan dokumen sekunder yang berkaitan dengan masalah penelitian.  Analisis data yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu melalui metode berpikir berjalan dan induktif.  Sehingga  dapat  diperoleh  gambaran  pemikiran  Imâm Syâfi‘ī tentang konsep nafkah bagi suami pra baligh dengan jelas. Penelitian ini menunjukkan bahwa Pemikiran Imâm Shâfi’i dalam konsep nafkah bagi suami pra baligh  mempunyai dampak dalam kajian ini. Ada beberapa pendapat yang telah di kemukakan oleh imam syafi’i terkait konsep nafkah,imam  syafi’i berpendapat bahwa apabila si suami belum baligh bebitu pula istrinya maka sang suami wajib memberikan nafkah kepada istri. Alasan kenapa tetap diwajibkan karena disitu terdapat mani’ (penghalag) dari kedua belah pihak. jika suami sudah baligh dan istri belom baligh maka suami tetap wajib memberikan nafkah. Mengapa suami tetap wajib memberikan nafkah alasanya yaitu karena mani’ (penghalang) dari salah satu belah pihak saja, maka disini suami tetap wajib memberikan nafkah.
Optimization of Human Resource Management in Islamic Boarding Schools Susanto, Tri Joko; Baidi, Baidi; Imam Sukardi
Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 11 No 2 (2025): Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan UIN Raden Fatah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/tadrib.v11i2.32179

Abstract

This study aims to analyze the human resource management system (HR) at the Daar El Qolam 3 Islamic Boarding School in Tangerang as a model of modern Islamic education management that integrates spiritual values with the principles of professionalism. This research focuses on three main aspects: (1) the management of teaching and education personnel, (2) the management of students through an integrated education and parenting system, and (3) the management and empowerment of alumni as part of the sustainability strategy of the Islamic boarding school. This study uses a qualitative descriptive approach using a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation studies of internal documents of the pesantren, and analyzed using the Miles and Huberman interactive model.  The findings show that HR management at Daar El Qolam 3 operates in a systematic and value-based manner. Faculty management is carried out through selective recruitment, training, competency certification, and performance evaluation based on moral and spiritual values. Student management is carried out in an integrative manner, combining academic education and character development through the MUMTAZA student organization as well as leadership and social programs. Alumni management is carried out through IKADEQ, an alumni organization that functions as a platform for collaboration and strengthening academic, social, and international networks with foreign universities.  This study concludes that the success of HR management in Daar El Qolam 3 is supported by the internalization of Islamic values such as sincerity, simplicity, brotherhood, and responsibility into the modern managerial system. This model increases the attractiveness and competitiveness of Islamic boarding schools in the global era and serves as a reference for other Islamic educational institutions in building professional, spiritual, and sustainable human resource management.