Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Konvergensi Media RRI Pro 1 Samarinda Dalam Meningkatkan Eksistensi Di Era Digital Andini Zeshira Maharani; Kezia Arum Sary; Kadek Dristiana Dwivayani; Ziya Ibrizah
Science and Education Journal (SICEDU) Vol 5 No 2 (2026): Science and Education Journal 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/sicedu.v5i2.698

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya pemanfaatan konvergensi media yang dilakukan RRI Pro 1 Samarinda dalam meningkatkan eksistensinya di era digital. Perkembangan teknologi komunikasi menuntut lembaga penyiaran untuk beradaptasi melalui integrasi berbagai media dan platform digital guna mempertahankan relevansi serta memperluas jangkauan audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap informan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RRI Pro 1 Samarinda telah menerapkan konvergensi media melalui strategi 3M, yaitu multimedia, multichannel, dan multiplatform. Penerapan strategi tersebut dilakukan melalui pemanfaatan berbagai format konten digital, distribusi informasi melalui beragam saluran komunikasi, serta integrasi siaran radio dengan platform digital. Strategi 3M yang diterapkan mampu memperluas jangkauan audiens, meningkatkan kemudahan akses terhadap konten siaran, memperkuat interaksi dengan pendengar, serta mempertahankan eksistensi dan relevansi RRI Pro 1 Samarinda sebagai lembaga penyiaran publik di era digital.
Peran Media Sosial Instagram Dalam Pembentukan Identitas Olahraga Sebagai Praktik Gaya Hidup Sehat Berkelanjutan Richard Dio Commas; Ziya Ibriyah; Rina Juwita; Kadek Dristiana Dwivayani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 2 (2026): Maret - Juni
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i2.10987

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran media sosial Instagram dalam pembentukan identitas komunitas olahraga Tenis Akhir Pekan (TAP) Samarinda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan Teori Konstruksi Realitas Sosial Berger dan Luckmann yang meliputi eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan enam informan yang terdiri atas pendiri komunitas, admin media sosial, pelatih, dan tiga peserta aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas komunitas TAP Samarinda dibangun melalui nilai-nilai gaya hidup sehat, sportivitas, inklusivitas, dan kekeluargaan yang kemudian direpresentasikan secara konsisten melalui konten Instagram. Representasi tersebut membentuk citra komunitas yang aktif, sehat, dan terbuka serta mendorong anggota untuk mengembangkan rasa memiliki dan identitas kolektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Instagram berperan penting sebagai media konstruksi identitas komunitas olahraga yang menghubungkan aktivitas di ruang nyata dengan representasi di ruang digital.  
Analisis Integrasi Komunikasi Pemasaran dalam Event Culinary Playland Samarinda 2025 oleh Seven Promosindo: Penelitian Salwa Salsabila; Kezia Arum Sary; Kadek Dristiana Dwivayani
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi komunikasi pemasaran dalam event Culinary Playland Samarinda (CPS) 2025 yang diselenggarakan oleh Seven Promosindo berdasarkan lima konstruk IMC Audit. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, sedangkan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui identifikasi elemen bauran komunikasi pemasaran yang digunakan, kemudian mengaudit integrasinya menggunakan lima konstruk IMC Audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Seven Promosindo memanfaatkan enam elemen bauran komunikasi pemasaran yang dikelola secara terintegrasi melalui struktur kerja berbasis kode warna, satu panduan komunikasi (guideline), dan pertemuan koordinasi rutin. Integrasi paling kuat ditemukan pada konstruk organizational infrastructure, mission marketing dan strategic consistency, sementara konstruk interactivity dan planning and evaluation baru berjalan sebagian karena belum adanya basis data pengunjung yang menyeluruh dan evaluasi pascaevent yang terstruktur. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi komunikasi pemasaran dalam event CPS 2025 sudah berjalan baik, namun masih dapat diperkuat pada beberapa konstruk.
Personal Branding Andre Taulany sebagai Konten Kreator Multitalenta di Instagram Affifa Auliya Khotrunada; Kadek Dristiana Dwivayani; Kezia Arum Sary; Ziya Ibrizah
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.390

Abstract

Studi penelitian ini adalah personal branding Andre Taulany sebagai konten kreator multitalenta di Instagram. Masalah penelitian berfokus pada bagaimana personal branding tersebut dibangun melalui konten. Tujuannya untuk menganalisis penerapan The 8 Laws of Personal Branding, dengan sasaran penelitian berupa konten Instagram yang diunggah sebagai objek observasi. Metode penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan netnografi sebagai metode untuk mengkaji perilaku dan konten di media digital. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi non-partisipatif dan dokumentasi terhadap konten Instagram Andre Taulany, dengan analisis menggunakan kerangka The 8 Laws of Personal Branding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa personal branding Andre Taulany sebagai konten kreator multitalenta di Instagram dibangun secara konsisten melalui penerapan The 8 Laws of Personal Branding, meliputi humor sebagai spesialis, keunikan konten, keaslian karakter, visabilitas, hingga reputasi positif, sehingga membentuk citra yang kuat, autentik, dan relevan di era digital. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa personal branding Andre Taulany terbentuk kuat, konsisten, dan autentik melalui penerapan The 8 Laws of Personal Branding. Disarankan peneliti selanjutnya menggunakan metode lebih mendalam seperti wawancara, serta bagi praktisi untuk menekankan spesialisasi, konsistensi, keunikan, dan reputasi positif dalam membangun personal branding di media digital.
MANAJAMEN IMPRESI PT BADAK NGL: ANALISIS ISI KUALITATIF RUBRIK CSR CORNER DALAM E-MAGAZINE SINERGY Yaasiina Nur Laila Aprilia; Kadek Dristiana Dwivayani; Ainun Nimatu Rohmah; Harry Isra Muhammad
Journal Media Public Relations Vol. 6 No. 1 (2026): Journal Media Public Relations (JMP)
Publisher : Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/5e8w3h89

Abstract

Komunikasi korporat melalui owned media merupakan instrumen strategis dalam membangun citra perusahaan di mata publik, terutama bagi perusahaan energi seperti PT Badak NGL yang beroperasi di tengah risiko sosial dan lingkungan yang tinggi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis strategi manajemen impresi yang digunakan PT Badak NGL dalam mengomunikasikan program CSR melalui rubrik CSR Corner pada E-Magazine Sinergy edisi 58–61 tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi kualitatif berbasis paradigma konstruktivis-interpretatif. Data primer diperoleh melalui dokumentasi empat edisi rubrik CSR Corner serta wawancara terstruktur bersama tiga coder dengan latar belakang praktisi CSR, wartawan lingkungan, dan akademisi komunikasi. Proses analisis didasarkan pada lima tipologi strategi manajemen impresi, yaitu ingratiation, self-promotion, exemplification, supplication, dan intimidation, dengan konsep PESO sebagai kerangka analisis media. Hasil penelitian menunjukkan kelima tipologi hadir dalam narasi CSR Corner, di mana exemplification memperoleh skor tertinggi (rata-rata 13,75/15), diikuti self-promotion (9,75/12) dan ingratiation (9,41/12), sementara intimidation dan supplication hadir secara moderat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa PT Badak NGL secara aktif membangun impresi sebagai perusahaan berintegritas dan bertanggung jawab sosial melalui narasi CSR terstruktur, membuktikan efektivitas E-Magazine Sinergy sebagai platform owned media yang berkelanjutan, sekaligus mengonfirmasi relevansi teori manajemen impresi dalam konteks komunikasi korporat organisasional.
Representasi Belis Sebagai Identitas Budaya Nusa Tenggara Timur dalam Film Nona Manis Sayange Maria Claudia Inesensia Setu; Kadek Dristiana Dwivayani; Silviana Purwanti; Harry Isra Muhammad
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i1.32619

Abstract

This research is entitled Representation of Belis as Cultural Identity of East Nusa Tenggara in the Film Nona Manis Sayange. The background of the research suggests that the belis tradition plays an important role as a marker of cultural identity in East Nusa Tenggara, but also faces social problems including economic burdens, power relations, and gender dimensions that are mediated and represented through film. This research aims to identify and interpret the meaning of belis in the film Nona Manis Sayange 2023. The method used is qualitative with Roland Barthes' semiotic analysis to read signs at three levels of significance (denotation, connotation, and myth), as well as Stuart Hall's representational framework to understand the process of encoding-decoding meaning in the film text. Primary data in the form of selected scenes in a number of key scenes from the film's duration of 1 hour 42 minutes, then analyzed textually and visually. The results show that the film represents belis as a multi-layered phenomenon: denotatively it appears as a traditional ritual that connects families; connotatively it functions as an indicator of social status, economic pressure, and an arena for gender negotiation; at the mythical level, the film provokes discourse that belis can be a determinant of self-esteem and worthiness. However, the film also opens up space for criticism and reinterpretation, showing that belis can be preserved as a cultural heritage while being recontextualized to be more just and humane. The implications of this research recommend that cultural representation in the media be carried out contextually, reflectively, and sensitively to social dynamics.
Persepsi Anggota Pusdima Unmul Dibalik Keputusan Memboikot Produk Pro Israel Wisda Aprilia Syaka; Kezia Arum Sary; Ainun Ni'matu Rohmah; Kadek Dristiana Dwivayani
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i2.32680

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi komunikasi anggota Pusat Dakwah Islam Mahasiswa (PUSDIMA) Universitas Mulawarman dalam memutuskan membeli atau tidak membeli produk pro-Israel di tengah gerakan boikot. Fenomena boikot dipandang sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan terhadap Palestina dan menjadi isu global yang memengaruhi perilaku konsumsi mahasiswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik snowball sampling terhadap empat informan aktif PUSDIMA. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman dengan kerangka Theory of Reasoned Action (TRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi anggota PUSDIMA terbentuk melalui interaksi nilai agama, moral, pengalaman pribadi, dan pengaruh lingkungan sosial. Seluruh informan menunjukkan sikap negatif terhadap produk pro-Israel, didorong motivasi moral dan spiritual, serta diperkuat oleh norma sosial dalam komunitas dakwah kampus. Minat terhadap produk pro-Israel sangat rendah, bahkan cenderung nihil, meskipun secara kualitas dianggap baik. Keputusan untuk memboikot dilakukan secara konsisten dan tidak bersifat emosional sesaat, melainkan hasil pertimbangan etis yang matang. Temuan ini menegaskan bahwa sikap dan norma subjektif berperan penting dalam membentuk niat, yang kemudian diwujudkan dalam perilaku nyata berupa boikot. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian ilmu komunikasi, khususnya mengenai persepsi komunikasi dalam kaitannya dengan perilaku konsumsi berbasis nilai ideologis dan etis di kalangan mahasiswa Muslim.
Analisis Framing Isu Sosial dalam Konten Youtube Malaka Project: Kajian Atas Rasionalitas Madilog Tan Malaka: Penelitian Muhammad Alip Syahrul Lisan; Ainun Nimatu Rohmah; Kadek Dristiana Dwivayani; Dony Kristian
Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pustaka Cendekia Hukum dan Ilmu Sosial Volume 4 Nomor 1 February - May 2
Publisher : PT PUSTAKA CENDEKIA GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70292/pchukumsosial.v4i1.400

Abstract

Madilog Tan Malaka dalam memaknai isu sosial di ruang publik digital, sekaligus menguji sejauh mana praktik komunikasinya konsisten dengan standar epistemologis Madilog yang dikampanyekannya sendiri. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis Framing model Robert N. Entman yang meliputi define problem, diagnose causes, make moral judgment, dan suggest remedies. Tiga video YouTube Malaka Project dipilih melalui purposive sampling dan data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, kemudian dianalisis secara lintas video. Hasil: Ketiga video secara konsisten membingkai persoalan sosial sebagai krisis cara berpikir, menempatkan faktor kognitif-kultural sebagai penyebab utama, menghakimi logika mistika secara moral, dan menawarkan Madilog sebagai solusi transformasi paradigma berpikir; namun diagnosis dan penilaian moral tersebut disampaikan tanpa data empiris yang memadai, serta ajakan berdialektika disampaikan melalui format monolog satu arah. Kesimpulan: Malaka Project berhasil membangun Framing yang runtut dan konsisten dalam mengampanyekan rasionalitas Madilog di ruang publik digital, tetapi prinsip materialisme dan dialektika Madilog belum sepenuhnya tercermin dalam praktik komunikasinya sendiri, sehingga diperlukan penguatan basis data empiris dan ruang dialog terbuka dalam konten-konten selanjutnya.
Bridging Culture and Technology: Digital Ecotourism and Local Wisdom Sustainability Hairunnisa Hairunnisa; Nurliah Nurliah; Kadek Dristiana Dwivayani; Dony Kristian; Husain Heriyanto
Fikri : Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya Vol. 11 No. 1 (2026): Fikri: Jurnal Kajian Agama, Sosial dan Budaya
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/jf.v11i1.7636

Abstract

This study discovers sustainable tourism by focusing on how digitalization is revolutionizing community-based ecotourism in rural Indonesia, particularly in Pela Tourism Village, East Kalimantan. It investigates how digital tools supercharge promotional strategies and bring local wisdom, like Mahakam dolphin conservation and traditional practices, to a global audience. This research fills critical gaps in localized ecotourism studies, where digital transformation often overlooks ties to environmental sustainability and community empowerment, while bolstering weak areas in tourism competitiveness such as ICT readiness and green practices. This research employs a qualitative descriptive approach with an intrinsic case study design. Researchers collected data via observations, interviews, and document reviews. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model, covering data reduction, data display, and conclusion drawing and verification. This research confirms that digital ecotourism in Pela thrives on five key pillars: knowledge, internetworking, convergence, communication, and innovation. Platforms like Instagram, TikTok, and QR codes dramatically expand reach, foster interactive engagement, preserve heritage, and craft a strong village identity, enhancing competitiveness despite hurdles like patchy internet. This research offers tourism scholars a village-level framework blending digitalization, ecotourism, and local wisdom, proving digital strategies are vital for sustainable development by safeguarding the environment, culture, and community well-being in the digital tourism era.
Strategi Komunikasi Krisis Humas PTMB dalam Mengelola Gangguan Layanan Air Perkotaan: Perspektif Situational Crisis Communication Theory Camelia Ananda Arifin; Silviana Purwanti; Kadek Dristiana Dwivayani
Takuana: Jurnal Pendidikan, Sains, dan Humaniora Vol. 5 No. 2 (2026): Takuana (July-September)
Publisher : MAN 4 Kota Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56113/takuana.v5i2.664

Abstract

Water supply disruptions in Balikpapan have evolved beyond technical service failures into a public communication challenge affecting organizational credibility. This study aims to analyze the crisis communication strategies employed by the Public Relations division of Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) in responding to water-related crises using the Situational Crisis Communication Theory (SCCT). A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving PTMB public relations personnel and service users. Data were analyzed using the Miles and Huberman interactive model and validated through source triangulation. The findings indicate that PTMB primarily implemented the Diminish Strategy through excuse and justification to explain the causes of water disruptions and distribution constraints. The organization also adopted Rebuild Strategy through apology and compensation and Bolstering Strategy through ingratiation, reminding, and victimage to reinforce stakeholder trust. No evidence of Denial Strategy was identified. Overall, PTMB's crisis communication emphasized reducing organizational responsibility attribution while maintaining public confidence. Nevertheless, challenges remain regarding response timeliness and consistency of information dissemination. The study highlights the importance of adaptive crisis communication in strengthening public trust within essential public service organizations.