Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Strategi Komunikasi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Kalimantan Timur dalam Melaksanakan Program Kerja Literasi Media di Kota Samarinda Periode Tahun 2022/2025 Mahpujah; Kadek Dristiana Dwivayani; Johantan Alfando Wikandana Sucipta; Dony Kristian
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 7 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i7.3688

Abstract

Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Kalimantan Timur (KPID-KALTIM)  adalah sebuah lembaga independen di Indonesia yang berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran di daerah khususnya Kalimantan Timur. Hadirnya KPID diharapkan mampu menekan dampak negatif dari penyiaran yang ada. KPID mempunyai wewenang diantaranya menetapkan standar program siaran, menyusun peraturan dan menetapkan pedoman perilaku penyiaran. KPID atas dasar amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran menjalankan program Pendidikan Literasi Media. Program ini bertujuan membekali masyarakat agar kritis terhadap terpaan media, mampu memilah informasi, dan memahami hak-hak mereka sebagai khalayak. Bentuk kegiatannya meliputi seminar, talkshow, dan sosialisasi yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMP/SMA, mahasiswa, organisasi masyarakat, hingga komunitas lokal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana Strategi Komunikasi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Kalimantan Timur dalam Mensosialisasikan Literasi Media. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan yaitu Pelaksanaan sosialisasi literasi media dalam mewujudkan penyiaran sehat, Adapun pelaksanaan sosialisasi yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah KALTIM tentang Literasi media dilakukan dalam bentuk, pertama, Pelaksanaan secara langsung dalam bentuk kegiatan sosialisasi yang berkaitan dengan Literasi Media dan P3SPS. Kedua, pelaksanaan menggunakan media massa (video edukasi pada platfom Instagram, seminar online, dan talkshow online).
Communication Strategy to Develop Local E-Marketplace in Samarinda City Ainun Nimatu Rohmah; Kadek Dristiana Dwivayani; Kheyene Molekandella Boer
Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia Vol. 6 No. 1 (2021): June 2021 - Jurnal Komunikasi Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia
Publisher : Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25008/jkiski.v6i1.508

Abstract

COVID-19 has impacted micro, small, and medium enterprises (MSMEs) business in Indonesia. One of the efforts of MSMEs to survive is by migrating to the digital market. The city government of Samarinda grabs the opportunity by releasing a mobile application called Behambinan. This study examines the Behambinan communication strategy to empower MSMEs, considering the apps as an innovation for the digital market in Samarinda. The Diffusion of Innovation Theory helps to parse the communication strategies of this innovation. The method used in this study is qualitative descriptive by conducting in-depth interviews with the Communication and Information Office of Samarinda City and its stakeholders as key actors of the diffusion process. The Behambinan application is currently at the dissemination stage to act effectively as the local digital forum for buying and selling. This study found some challenges during the diffusion process. First, MSME players (adopters) have difficulty understanding the application due to the lack of digital literacy and technical issues such as not having a smartphone and high expense for internet quotas to run the application. Second, the misalignment of interpersonal communication between key actors. Third, weaknesses in promotional strategies. This study found that interpersonal communication through localite channels has a significant role in the diffusion process. An integrated communication strategy among key actors and well-planned execution of localite and cosmopolite channels is essential to engage MSMEs and the public.
Strategi Komunikasi Desa Kedang Murung Dalam Pengembangan Objek Wisata Tanjung Sarai Muhammad Ramadhani Julistia; Kadek Dristiana Dwivayani; Ainun Ni'Matu Rohmah; Dony Kristian
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.5903

Abstract

This thesis discusses communication strategies which are an approach used to convey information, persuade and remind consumers about a promotion either directly or through the media. The aim of this research is to find out the communication strategy of Kedang Murung Village in developing the Tanjung Sarai tourist attraction. The research method used is qualitative with a descriptive approach, and data is collected through interviews, observation and documentation. The informants involved the village head, BumDes chairman and visitors. The research results show that the communication strategy for developing the Tanjung Sarai Lake tourist attraction uses all of Hafied Cangara's theories, namely, the selection of communicators involves a lot of the role of Bumdes and young people. In determining the target, the focus is local tourists. Then, in preparing the message, the themes raised were the authenticity of nature, the beauty of the panorama and the richness of local culture. The choice of media used is social media such as Instagram, TikTok and Facebook.  
Perencanaan Komunikasi pada Konser Malam Puncak HUT SMAN 5 Samarinda Tahun 2025 Agnes Viony; Kadek Dristiana Dwivayani; Kheyene Molekandella Boer; Ainun Nimatu Rohmah
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Media Informatika
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i3.6296

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan komunikasi yang diterapkan oleh panitia dalam penyelenggaraan konser malam puncak HUT SMAN 5 Samarinda tahun 2025. Konser ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi upaya dalam mempromosikan dan membentuk citra baik sekolah kepada publik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang berfokus pada tiga tahapan perencanaan komunikasi Purba yaitu penetapan tujuan komunikasi, penentuan target audiens, dan pemilihan media komunikasi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dan pendukung. Selain itu dilakukan pula observasi pada media sosial resmi dari kegiatan ini serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panitia berhasil menerapkan prinsip perencanaan komunikasi secara cukup efektif, meskipun belum sepenuhnya maksimal. Tujuan komunikasi dirumuskan melalui diskusi internal untuk membangun citra sekolah dan memperkuat warisan kegiatan yang diturunkan dari angkatan sebelumnya. Meskipun segmentasi audiens tidak dirumuskan secara eksplisit, panitia membagi audiens dalam kategori internal dan eksternal, serta memilih media komunikasi seperti Instagram, TikTok, baliho, radio, dan media partner lokal yang dinilai relevan. Dalam praktiknya, panitia juga menerapkan konsep dan teori perencanaan komunikasi oleh Purba dan Charles Berger. Adapun kesimpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa perencanaan komunikasi yang dilakukan tergolong efektif namun dapat dimaksimalkan kembali dalam penyelenggaraan kegiatan selanjutnya dan dapat dijadikan model dalam penyelenggaraan event serupa di lingkungan institusi pendidikan.
Analisis Proksemik Dalam Komunikasi Interpersonal Di Kedai Kopi Maaw Kota Samarinda Faishal Arif Erawan; Rina Juwita; Kadek Dristiana Dwivayani; Ziya Ibrizah
Jurnal Media Informatika Vol. 7 No. 1 (2026): Edisi Januari - Februari
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v7i1.7971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penggunaan ruang dan jarak (prosemik) membentuk pola komunikasi interpersonal di Kedai Kopi Maaw Kota Samarinda. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif guna memahami pengalaman pengunjung dalam berinteraksi, serta bagaimana tata ruang kedai kopi sebagai ruang ketiga memengaruhi dinamika komunikasi mereka. Data diperoleh melalui oberservasi non-partisipatif, wawancara mendalam kepada manajer dan pengunjung, serta dokumentasi, kemudian dianalisis melalui proses koding, tematik, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa zona proksemik di Kedai Kopi Maaw muncul secara konsisten dalam interaksi pengunjung, mulai dari jarak intim, personal, hingga sosial. Pengaturan kursi dan meja yang fleksibel memungkinkan pengunjung memilih jarak interaksi sesuai kebutuhan, tingkat keakraban, serta kenyamanan sosial. Temuan lain mengungkap bahwa makna interaksi seperti kedekatan, privasi dan keakraban dibentuk melalui proses simbolik yang muncul dari pilihan tempat duduk, jarak, fisik dan situasi percakapan. Lingkungan kedai yang tenang, aksesibel, serta suasana informal juga memperkuat fungsi Kedai Maaw sebagai ruang publik alternatif yang mendorong interaksi interpersonal. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa proksemik berperan penting dalam menentukan kualitas komunikasi interpersonal, di mana ruang dan jarak fisik menjadi elemen kunci dalam terbentuknya interaksi sosial yang efektif.
Simulacra as a Distortion of the Meaning of the Mass for the Dead in the Music Video “Dalam Hitungan” by the Band.Feast Daffa Kamal Pasya; Nurliah Nurliah; Kadek Dristiana Dwivayani; Harry Isra Muhammad
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i2.2222

Abstract

This study examines simulacra as a form of distortion of the meaning of the ritual of the Soul Mass in the video clip "In Count" by the band. Feast which is released in 2023. This video clip is interesting to study because it presents a representation of religious rituals that is full of visual symbols, but placed in a digital culture context that emphasizes media documentation, visibility, and connectivity. This research aims to understand how simulacra is displayed as a distortion of the meaning of the ritual of the Soul Mass through visual symbols that appear in a series of scenes. The method used is interpretive qualitative research with Roland Barthes semiotic analysis, which includes the reading of denotative, connotative, and mythical meanings. The selection of units of analysis was carried out through Jean Baudrillard's simulacra theory, focusing on ten scenes representing the five aspects of simulacra. The results show that these video clips build on the dominant myth that represents social media and digital connectivity as a new authority in contemporary religious practices. The ritual of the Mass of the Spirits is no longer fully interpreted as a sacred experience that is transcendent, but is reduced to a visual performance that can be recorded, displayed, and socially validated. These findings confirm the existence of a process of desacralization of worship, as well as serve as a social critique of the shift in the religious orientation of the people in today's visual and digital culture.