Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

EDUKASI MENGENAI NYERI PUNGGUNG BAWAH (NPB) PADA PASIEN POLI SARAF RUMAH SAKIT UNIVERSITAS MATARAM Muhammad Ghalvan Sahidu; Ilsa Hunaifi; Herpan Syafii Harahap
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 3 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i3.432

Abstract

Keluhan nyeri punggung bawah (NPB) sering dijumpai pada praktik sehari-hari. Sebanyak 17-31% dari total populasi pernah mengalami NPB semasa hidupnya. Hal tersebut menyebabkan penurunan kualitas hidup serta memiliki dampak sosial dan ekonomi yang buruk. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat awam mengenai nyeri punggung bawah dan bagaimana pencegahannya. Pengabdian ini dilaksanakan di poli saraf Rumah Sakit Universitas Mataram. Sebanyak 13 pasien saraf yang berada di depan poli mengikuti kegiatan, yang meliputi pre-test, penyuluhan dalam bentuk slide mengenai nyeri punggung bawah (NPB), dan diakhiri dengan post-test. Soal-soal pre-test dan post-test yang diberikan adalah 10 butir soal jenis pilihan ganda seputar penyakit nyeri punggung bawah (NPB), dan diambil nilai rerata nya. Dalam kegiatan ini, dapat dipaparkan perbedaan rerata nilai pre-test dan post-test pada pasien, antara lain rerata 76.9 untuk pre-test dan 82.2 untuk post-test. Sebanyak 9 pasien (60%) mengalami peningkatan nilai atau pengetahuan, dan 3 pasien (23%) tidak menunjukkan adanya peningkatan, 1 pasien yang pre-test dan post-test nya mendapat nilai sempurna (100), dan nilai post-test yang lebih rendah dari nilai pre-test sebanyak 1 pasien (7%). Dalam kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa komunikasi, informasi, dan edukasi merupakan solusi yang efektif untuk meningkatan pengetahuan pasien. Pengabdian ini merupakan langkah awal untuk kegiatan intervensi promosi yang perlu ditindaklanjuti dengan kegiatan serupa pada populasi yang lebih luas, sehingga upaya penemuan penyakit NPB menjadi meningkat dan luaran klinis penderitanya menjadi lebih baik
EDUKASI KEJANG, PSEUDO KEJANG DAN PREPARASI OBAT KEJANG PADA TENAGA KESEHATAN RUMAH SAKIT UNIVERSITAS MATARAM Ilsa Hunaifi; Herpan Syafii Harahap; Muhammad Ghalvan Sahidu; Dewi Suryani; Yanna Indrayana; Ni Made Amelia Ratnata Dewi; Ika Nur Fitria
Jurnal Abdi Insani Vol 8 No 3 (2021): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v8i3.433

Abstract

Kejang adalah aktivitas listrik yang abnormal serta tidak sinkron di otak dan studi menunjukkan bahwa sekitar 8-10 % populasi akan mengalami bangkitan dalam masa hidupnya. Sebaliknya, terdapat gangguan yang menyerupai kejang yang dinamakan Psychogenic Non Epileptic Seizure (PNES) yang karakteristiknya menyerupai epilepsi. Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit harus mampu membedakan keduanya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan dalam mengenali kejang, pseudo kejang dan preparasi obat kejang dengan baik dan benar. Edukasi menggunakan metode penyuluhan dengan menampilkan gambar dan video epilepsi dan PNES yang diikuti dengan materi preparasi obat kejang. Pre dan Post test dengan menggunakan aplikasi Kahoot digunakan untuk evaluasi pemahaman peserta. Evaluasi penyelenggaraan seminar menggunakan google form. Sebanyak 24 orang tenaga kesehatan ikut serta dalam kegiatan ini. Rerata pre dan post test masing-masing 43.6 dan 68.78 poin dengan peningkatan sebesar 25.18. Rerata nilai kepuasan peserta tergolong baik terhadap penyelenggaraan kegiatan yaitu 4,77 (dari skala likert 0-5). Aspek penyelenggaraan yang mendapatkan nilai tertinggi adalah pre dan post test dengan aplikasi kahoot dan penggunaan video untuk membedakan kejang dan pseudo kejang. Edukasi harus diberikan secara luas dan reguler kepada semua tenaga kesehatan di rumah sakit untuk meningkatkan pengetahuan terhadap kejang dan pseudo kejang
Korelasi Total Nasal Symptom Score (TNSS) dengan kualitas tidur penderita rhinitis alergi mahasiswa fakultas kedokteran Universitas Mataram Ni Made Metrya Savita Gera; Didit Yudanto; Muhammad Ghalvan Sahidu; Ilsa Hunaifi
Intisari Sains Medis Vol. 12 No. 1 (2021): (Available online : 1 April 2021)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.863 KB) | DOI: 10.15562/ism.v12i1.877

Abstract

Introduction. Allergic rhinitis is a disease that is a worldwide concern because of its increasing prevalence and morbidity. Among the various symptoms of RA, nasal congestion is one of the most disturbing symptoms and is often associated with sleep problems. Sleep problems that occur will reduce the quality of sleep and then can cause other health problems. This study aims to determine the relationship between RA symptoms and the sleep quality of RA patients in students of the Faculty of Medicine, University of Mataram.Methods. This cross-sectional study involved students of the Faculty of Medicine, University of Mataram who met the inclusion criteria and did not meet the exclusion criteria. Data were collected by filling out the Total Nasal Symptom Score (TNSS) questionnaire to assess RA symptoms and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire to assess sleep quality using the google form application.Results. There were 50 respondents who filled out the questionnaire. Based on the results of the PSQI questionnaire, 98% had poor sleep quality and only 2% had good sleep quality. 46% of respondents with poor sleep quality had moderate RA, and 24% had severe RA. The Spearman rank correlation test showed a significant correlation (p value <0.05) between TNSS RA on sleep quality with a correlation coefficient (r) of 0.558.Conclusion. This shows that there is a moderate positive correlation between the TNSS and the sleep quality of students at the Faculty of Medicine, University of Mataram. Pendahuluan. Rhinitis alergi merupakan penyakit yang kini menjadi perhatian di dunia karena prevalensi dan morbiditasnya yang semakin meningkat. Dari berbagai gejala RA, kongesti hidung merupakan salah satu gejala yang sangat mengganggu dan sering dihubungkan dengan masalah tidur. Masalah tidur yang terjadi akan menurunkan kualitas tidur dan kemudian dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan gejala RA dengan kualitas tidur penderita RA di mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.Metode. Penelitian cross-sectional ini melibatkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi. Pengambilan data dilakukan melalui pengisian kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS) untuk menilai gejala RA dan  kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur menggunakan aplikasi google form.Hasil. Terdapat 50 responden yang melakukan pengisian kuesioner. Berdasarkan hasil kuesioner PSQI, sebanyak 98% memiliki kualitas tidur buruk dan hanya 2% yang memiliki kualitas tidur baik. Sebesar 46% responden dengan kualitas tidur yang buruk memiliki RA derajat sedang, dan 24% memiliki RA derajat berat. Uji korelasi rank Spearman menunjukkan adanya korelasi yang signifikan (nilai p <0,05) antara TNSS RA terhadap kualitas tidur dengan koefisien korelasi (r) sebesar 0,558.Kesimpulan. Hal ini menunjukkan adanya korelasi positif yang cukup antara TNSS dengan kualitas tidur mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Mataram.
Pengaruh kadar gula darah puasa terhadap ekspresi Glucose transporter type-4 (GLUT4) neuron hipokampus pada tikus model diabetes Ngakan Putu Proudy Laksmana; Rizka Vidya Lestari; Muhammad Ghalvan Sahidu; Ilsa Hunaifi; Herpan Syafii Harahap; Novrita Padauleng; Nurhidayati
Intisari Sains Medis Vol. 13 No. 2 (2022): (In Press : 1 August 2022)
Publisher : DiscoverSys Inc.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.394 KB) | DOI: 10.15562/ism.v13i2.1386

Abstract

Background: Diabetes mellitus causes many complications, both microvascular and macrovascular, especially cognitive function. Related studies are being carried out to determine the relationship between diabetes and cognitive decline as assessed through GLUT4 expression in the hippocampus. The aimed of this study was to determine the effect of fasting blood sugar on hippocampal neuronal GLUT4 expression in STZ and NA-induced diabetic rats. Methods: This study was an experimental design, using 24 males Rattus novergicus which were divided into a control group terminated on day 14 (A0) and 28 (B0) and a diabetes group terminated on day 14 (A1) and 28 (B2). Diabetes was induced using intraperitoneal injection of streptozotocin (STZ) and Nicotinamide (NA). Spatial memory (travel time) of rats was assessed on days 14 and 28. Sampling used secondary data, fasting blood glucose (FBG) was measured using a glucometer and brain tissue was taken to assess GLUT4 expression using immunohistochemical methods. Differences in the mean FBG and GLUT4 expression between groups on days 14 and 28 and were tested statistically using SPSS version 22 Results: The mean FBG and GLUT4 expression in the diabetic group were significantly higher than those in the control group on day 14 and day 28. However, it was not significant compared between diabetes groups on day 14 and day 28. Immunohistochemical examination confirmed these results. There is a strong correlation between mean FBG levels and mean GLUT4 expression with travel time in the diabetes group on days 14 and 28 (r=0.88, p<0.05). Conclusion: Fasting blood glucose levels significantly affected hippocampal neuronal GLUT4 expression in STZ and NA-induced diabetic rats.   Latar belakang: Diabetes mellitus banyak menimbulkan komplikasi serius baik mikrovaskuler dan makrovaskuler, khususnya pada fungsi kognitif. Studi terkait sedang terus dilaksanakan untuk mengetahui hubungan terkait antara kondisi diabetes dengan penurunan fungsi kognitif yang dinilai memalui ekspresi GLUT4 di hippocampus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh kadar gula darah puasa terhadap ekspresi GLUT4 neuron hipokampus pada tikus model diabetes. Metode: Penelitian dengan desain eksperimental, menggunakan 24 ekor Rattus novergicus jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol yang diterminasi pada hari ke-14 (A0) dan 28 (B0) dan kelompok diabetes yang diterminasi pada hari ke-14 (A1) dan 28 (B2). Diabetes diinduksi menggunakan suntikan streptozotocin (STZ) dan Nikotinamid (NA) secara intraperitoneal. Memori spasial (waktu tempuh) tikus dinilai pada hari ke-14 dan 28. Pengambilan sampel menggunakan data sekunder, gula darah puasa (GDP) diukur menggunakan glucometer dan pengambilan jaringan otak dilakukan untuk penilaian ekspresi GLUT4 menggunakan metode imunohistokimia. Perbedaan rerata GDP dan ekspresi GLUT4 antar kelompok pada hari ke-14 dan 28 serta dilakukan uji secara statistik menggunakan SPSS versi 22. Hasil: Rerata GDP dan ekspresi GLUT4 pada kelompok diabetes secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol pada hari ke-14 maupun hari ke 28. Akan tetapi tidak signifikan dibandingkan antar kelompok diabetes pada hari ke-14 dengan hari ke-28. Pemeriksaan imunohistokimia mengkonfirmasi hasil ini. Terdapat korelasi yang kuat pada hubungan yang rerata kadar GDP dengan rerata ekspresi GLUT4 dengan waktu tempuh pada kelompok diabetes pada hari ke-14 dan 28 (r=0,88, p<0,05). Simpulan: Kadar gula darah puasa berpengaruh secara signifikan terhadap ekspresi GLUT4 neuron hipokampus pada tikus model.
EDUKASI DETEKSI DINI PENYAKIT PARKINSON PADA KADER PUSKESMAS DALAM RANGKA HARI PARKINSON SEDUNIA Ilsa Hunaifi; Herpan Syafii Harahap; M Galvan Sahidu; Diayanti Tenti Lestari; Setyawati Asih Putri; Stefani Elizabeth Gunawan; Nyoman Ayu Susilowati
Jurnal Abdi Insani Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v9i3.714

Abstract

Parkinson's is a degenerative disease caused by the degeneration of dopaminergic neurons in the Substantia Nigra. The disease affects 1-2 per 1000 population and is estimated to double by 2040. Most of the patients don’t get adequate services and treatment in developing countries so the quality of life decreases. To increase awareness of the symptoms and signs of Parkinson's, it is necessary to involve the community in early detection. For this reason, education about the early detection of Parkinson's is needed for health cadres in Primary Health Care to reduce morbidity. This community engagement aims to provide education about the definition, signs and symptoms and how to early detection of Parkinson's disease to primary health care cadres to improve adequate health services for the patients. This community engagement was carried out at the Tanjung Karang Primary Health Care. The education method uses Powerpoint slides and video. Participants were given a pre-test, then continued with education about Parkinson's disease, and the last passed a post-test for participants 20 women participants took part in this event. Education begins with a pre-test with 10 questions about symptoms, signs, and methods for early detection of Parkinson's disease and an average score was 60 . Participants are then given the material on definitions, symptoms, early signs, how to do early detection of Parkinson's disease, and the role they can play as cadres in Primary Health Care. The education ended with a post- test. 17 participants (85%) was increased their knowledge and an average score of 89. Communication, information, and education is a solution to increase knowledge for detection Parkinson's disease in Primary Health Care cadres.
PERANAN NEUROHORMONAL DALAM NEUROINFLAMASI PADA STROKE ISKEMIK AKUT Felicia Theddy; Fadila Olivia; Sang Ayu Nyoman Putri Pradnyasari; Ilsa Hunaifi
JURNAL INOVASI PENDIDIKAN DAN SAINS Vol 3 No 3 (2022): Desember
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Nahdlatul Wathan Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51673/jips.v3i3.1208

Abstract

Stroke merupakan penyebab kematian paling umum kedua dan penyebab kecacatan paling umum ketiga di dunia. Secara global, sebesar 68% menderita stroke iskemik. Pasca stroke iskemik terjadi proses neuroinflamasi yang merupakan respon alami dari sistem imunitas terhadap iskemik jaringan. Proses inflamasi berkembang menjadi tiga fase yaitu fase akut yang dimulai beberapa saat setelah terjadinya stroke iskemik, fase subakut yang dimulai setelah beberapa hari pasca serangan stroke iskemik, dan fase akhir terjadi pemulihan astrosit dan mikroglia. Neuroinflamasi merupakan proses kompleks yang melibatkan sel - sel inflamasi, mediator inflamasi, mau pun hormon. Hormon yang berperan dalam proses neuroinflamasi baik meningkatkan mau pun menurunkan respon inflamasi yaitu estrogen, progesteron, testosteron, oksitosin, glukokortikoid, dan kortisol.
Effectiveness of Betahistine in the Management of Vertigo Ath-Thariq Ramadhan; Ilsa Hunaifi
Unram Medical Journal Vol 11 No 4 (2022): volume 11 no 4
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jku.v11i4.812

Abstract

Vertigo is an illusion of self-movement or environmental movement. This symptom produces some sensation of disorientation in space and is accompanied by vegetative disturbances (nausea, vomiting, sweating) or auditory symptoms (hearing loss, tinnitus, ear fullness). Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV), Ménière's disease, and vestibular neuritis are common cases in clinical practice. Treatment of vertigo usually includes the use of medication, physical therapy, and lifestyle adaptations. The most commonly used pharmacological modality is betahistine for the treatment of Ménière's disease and BPPV. Betahistine has activity modulating the histaminergic system, causing vasodilation and improving blood flow to the cochlea, thereby improving vertigo symptoms.
PENINGKATAN KAPASITAS PELAYANAN PENANGANAN STROKE ISKEMIK AKUT MELALUI PELATIHAN CODE STROKE DI RS UNIVERSITAS MATARAM Ilsa Hunaifi; Dewi Suryani; Mohammad Rizki; Didit Yudhanto; Triana Dyah Cahyawati; Herpan Syafii Harahap; Muhammad Ghalvan Sahidu
Jurnal Abdi Insani Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v10i3.1029

Abstract

Stroke is the leading cause of death and disability in the world and Indonesia. The standard therapy for acute ischemic stroke is alteplase but only 10-20% of patients receive this standard therapy. Code stroke is quick response for management acute stroke to get alteplase. The success for code stroke requires good communication and cooperation of code stroke team. This training aims to provide code stroke training needed to increase the capacity of stroke services at Mataram University Hospital. The method of training include lecture, patient simulation, video on the code stroke and also preparation of the thrombolysis also discussion and the target of this training are doctors and staffs in the emergency wards, radiology, laboratorium, pharmacy, ICU and inpatient ward. Evaluation of participants' understanding through pre and post tests was assessed with the Kahoot application. Evaluation of the training was also assessed using the Google form. A total of 25 health workers participated in this activity. The mean pre and post test were 34,38% and 68,42% (an increase of 34%). Participants' satisfaction with the activity was good, namely 4.13 (from a Likert scale of 0 – 5). The aspect of material provided in this training had the highest satisfaction score. This education should be given periodically to all health workers to increase the capacity of stroke services.
Co-Authors Asri Buana Citra Dewi Asriningrum, Asriningrum Ath-Thariq Ramadhan Baiq Annisa Pratiwi Baiq Hilya Kholida Decky Aditya Zulkarnaen Dewi Suryani Diayanti Tenti Lestari Didit Yudanto Didit Yudhanto Dwi Rahmat Enny Ratna Indriyani Fadila Olivia Felicia Theddy ghalvan sahidu Ghalvan sahidu Habib, Phillip Herpan Syafi'i Harahap Herpan Syafii Harahap Herpan Syafii Harahap Herpan Syafii Harahap Herpan Syafii Harahap Herpan Syafii Harahap Herpan Syafii Harahap Herpan Syafii Harahap I Gede Andre Putra Rio I Gede Yasa Asmara I Made Brama Atmaja I Made Wikrama Resindra Ika Nur Fitria Indah Sapta Wardani Indrayana, Yanna Joko Anggoro Lestari, Rizka Vidya M Galvan Sahidu M Galvan Sahidu Mega Adwiatin Mohammad Rizki Muhammad Galvan Sahidu Muhammad Ghalvan Sahidu Muhammad Ghalvan Sahidu Muhammad Ghalvan Sahidu Muhammad Ghalvan Sahidu Muhammad Ghalvan Sahidu Ngakan Putu Proudy Laksmana Ni Made Amelia Ratnata Dewi Ni Made Metrya Savita Gera Ni Nyoman Ayu Susilawati Ni Nyoman Ayu Susilowati Novrita Padauleng Nurfadia, Muhammad Fabian Nurhidayati Nurhidayati Nyoman Ayu Susilowati Padauleng, Novrita Pujiarohman Pujiarohman Pujiarohman Putu Diah Ananda Putri Atmaja Qurrata’yuni Pratiwi Rina Lestari Rizka Vidya Lestari Rizki, Mohammad Rosmalasari Rosmalasari Sahidu, Muhammad Ghalvan Sahly, Aliza Raudatin Sampe, Ester Sang Ayu Nyoman Putri Pradnyasari Setyawati Asih Putri Setyawati Asih Putri Shahab, Fatimah Stefani Elizabeth Gunawan Stephanie Elizabeth Gunawan Subagiartha, I Wayan Triana Dyah Cahyawati Triana Dyah Cahyawati Wulandari, Dwi Astuti Yanna Indrayana Yusika Saftari Handini