Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Pengaruh BOPO dan NPF terhadap Return on Assets (ROA) Bank Umum Syariah pada Transisi Pandemi dan Pascapandemi 2020–2024 Kasmawati, Kasmawati; Albahi, Muhammad; Harahap, Raja Sakti Putra
Jesya (Jurnal Ekonomi dan Ekonomi Syariah) Vol 9 No 2 (2026): FORTHCOMING ARTICLES : JUNI 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Al-Washliyah Sibolga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36778/jesya.v9i2.2617

Abstract

Industri perbankan syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan aset yang signifikan pada periode 2020–2024, namun tidak diikuti dengan peningkatan profitabilitas yang konsisten. Hal ini tercermin dari fluktuasi Return on Assets (ROA) yang cenderung menurun pasca-pandemi COVID-19. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh faktor internal bank, khususnya efisiensi operasional yang diukur melalui rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) serta risiko pembiayaan yang diukur dengan Non-Performing Financing (NPF). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh BOPO dan NPF terhadap ROA baik secara parsial maupun simultan pada Bank Umum Syariah di Indonesia periode 2020–2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dari tujuh Bank Umum Syariah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda serta melalui uji asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian bahwa secara parsial BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, yang berarti semakin tinggi tingkat inefisiensi operasional maka profitabilitas bank akan menurun. Sementara itu, NPF berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap ROA, yang menunjukkan bahwa risiko pembiayaan memiliki kecenderungan menurunkan laba, tetapi dampaknya relatif kecil karena adanya pengelolaan risiko yang efektif. Secara simultan, BOPO dan NPF berpengaruh signifikan terhadap ROA dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,978, yang menunjukkan bahwa 97,8% variasi ROA dapat dijelaskan oleh kedua variabel tersebut. Penelitian ini disimpulkan bahwa efisiensi operasional merupakan faktor dominan dalam menentukan profitabilitas Bank Umum Syariah, sementara risiko pembiayaan tetap perlu dikendalikan untuk menjaga stabilitas kinerja keuangan. Oleh karena itu, bank syariah disarankan untuk meningkatkan efisiensi melalui optimalisasi biaya operasional serta memperkuat manajemen risiko pembiayaan guna meningkatkan daya saing di era pasca-pandemi.