Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

ANALISIS PENERIMAAN INTERACTIVE E-COMIC SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS BERBASIS KEBUTUHAN VOKASIONAL: PERSPEKTIF TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL: ANALYSIS OF THE ACCEPTANCE OF INTERACTIVE E-COMICS AS AN ENGLISH LANGUAGE LEARNING MEDIUM BASED ON VOCATIONAL NEEDS: A TECHNOLOGY ACCEPTANCE MODEL PERSPECTIVE Kurniawan, Eddy; Farid, Achmad; Yusuf, Adi; Ahmad, Fandi; Nur Faidah, Desi
EDUCATE Vol 11 No 1
Publisher : Program Studi Teknologi Pendidikan FKIP Universitas Ibn Khaldun, Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/educate.v11i1.22245

Abstract

Siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) membutuhkan kompetensi bahasa Inggris yang selaras dengan bidang kejuruan spesifik mereka. Namun, materi pembelajaran yang tersedia saat ini sering kali tidak memiliki relevansi kontekstual, dan adopsi teknologi digital masih berada pada tingkat yang kurang optimal. Tujuan penellitian ini adalah untuk menginvestigasi faktor-faktor penentu utama penerimaan siswa terhadap integrasi interactive e-comic dalam pembelajaran bahasa Inggris, menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) sebagai kerangka kerja teoretis. Pengumpulan data dilakukan melalui metodologi survei kuantitatif dengan sampel sebanyak 99 siswa. Partisipan ini direkrut dari tiga program kejuruan yang berbeda (Multimedia, Teknik Komputer Jaringan, dan Rekayasa Perangkat Lunak) di SMK Telekomunikasi Darul Ulum Jombang. Analisis statistik dilaksanakan menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan program SPSS versi 26.0. Hasil temuan utama secara krusial menunjukkan bahwa Perceived Usefulness (β=0,428) dan Perceived Ease of Use (β=0,341) secara signifikan memprediksi Attitude Toward Using e-comic, dengan kedua hubungan tersebut mencapai ambang batas signifikansi statistik (p<0,001). Selanjutnya, analisis mengungkapkan adanya efek moderasi yang signifikan secara statistik dari Content Relevance (β=0,293, p=0,003) terhadap prediksi Attitude dari Perceived Usefulness. Dengan demikian, pengaruh Perceived Usefulness terhadap Attitude siswa bersifat kondisional berdasarkan tingkat relevansi konten. Model yang diuji mampu menjelaskan 69,1% varians dalam Behavioral Intention. Penerimaan e-comic didorong terutama oleh persepsi kemanfaatan (Perceived Usefulness) dalam meningkatkan kompetensi bahasa Inggris kejuruan dan persepsi kemudahan penggunaannya (Perceived Ease of Use). Penyelarasan konten (Content Relevance) dengan bidang kejuruan siswa secara signifikan meningkatkan penerimaan teknologi. Kata kunci : Technology Acceptance Model; E-Comic; Pembelajaran Bahasa Inggris Vokasional; Media Digital; SMK.
Implementasi Manajemen Dakwah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Lumajang dalam Penguatan Budaya Al-Qur’an melalui Khotmil Qur’an Massal Fathulloh, Ziaulhaq; Farid, Achmad
Dakwatuna: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam Vol. 12 No. 1 (2026): FEBRUARI
Publisher : Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/dakwatuna.v12i1.3831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi manajemen dakwah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz (JQH) Kabupaten Lumajang dalam upaya penguatan budaya Al-Qur’an melalui kegiatan Khotmil Qur’an Massal. Fokus penelitian diarahkan pada empat fungsi utama manajemen dakwah, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, serta dokumentasi pada struktur pengurus Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz dan pelaksana kegiatan Khotmil Qur’an Massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dakwah dilakukan secara terstruktur melalui penetapan tujuan, segmentasi jamaah, dan penyusunan program tahunan. Pengorganisasian terwujud dalam pembagian tugas yang jelas antara pengurus, qari’, huffadz, dan panitia lapangan. Pelaksanaan kegiatan Khotmil Qur’an Massal berjalan efektif karena memadukan pendekatan ritual, edukatif, dan sosial yang mampu meningkatkan partisipasi masyarakat. Sementara itu, evaluasi dilakukan secara berkala untuk menilai keberhasilan program dan merumuskan perbaikan kegiatan selanjutnya. Secara keseluruhan, implementasi manajemen dakwah Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadz Lumajang terbukti berkontribusi signifikan dalam memperkuat budaya Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya melalui pengembangan tradisi khotmil Qur’an sebagai media pembinaan spiritual dan sosial.