Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

HATE SPEECH DAN PENANGGULANGANNYA MENURUT AL-QUR'AN DAN HADIS Farida, Umma
RIWAYAH Vol 4, No 2 (2018): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v4i2.4518

Abstract

Kemerdekaan bermedia sosial—disamping mendatangkan banyak manfaat—juga membawa dampak buruk dengan semakin berkembangnya hate speech ini. Persoalan hate speech menjadi semakin kompleks dengan semakin maraknya informasi, ujaran, dan berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan (hoax). Berbagai problematika kehidupan yang muncul sebaiknya dirujuk solusinya kepada kedua sumber agama Islam tersebut, yakni al-Qur’an dan Hadis. Termasuk pula, tatkala fenomena hate speech ini mencuat yang bisa memecah belah bangsa Indonesia, bahkan umat Islam khususnya, maka pencarian solusi teoritis melalui al-Qur’an dan Hadis diperlukan dalam rangka meminimalisir perpecahan dan provokasi antar umat beragama, serta mengukuhkan persatuan bangsa Indonesia pada umumnya.Kajian ini bersifat library research. Data dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, untuk selanjutnya dianalisis secara deskriptif-kualitatif. Penelitian ini mengungkap adanya beragam bentuk hate speech yang disinyalir dalam al-Qur’an dan hadis di antaranya: Sukhriyyah (meremehkan/mengejek) lamzu (mengolok-olok, mencela), ghibah (pencemaran nama baik, gunjingan buruk), fitnah, qadzaf (tuduhan tak berdasar) dan tanabuz (menghina). Sedangkan penanggulangannya dilakukan dengan klarifikasi atau tabayyun dan menganjurkan umat Islam untuk menyebarkan good speech.
Peran Abu Al-Arab At-Tamimi Al-Qayrawani dalam Pengembangan Hadis di Tunisia Farida, Umma
RIWAYAH Vol 1, No 2 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i2.1803

Abstract

Kuatnya dominasi madzhab Maliki di Tunisia menjadikan perhatian masyarakatnya terhadap hadis sangatlah besar, sehingga tidak mengherankan jika banyak ulama yang muncul dari negeri ini, salah satunya Abu al-Arab at-Tamimi. Tokoh yang dikaji ini memiliki kompetensi di bidang hadis dan sejarah. Ia banyak meriwayatkan dan mengajarkan hadis Nabi saw., di antaranya adalah hadis-hadis fadha’il Ifriqiyyah yang kontroversial dan menuai kritik dari beberapa ulama dan para pengkaji hadis berikutnya. Meskipun jika dikaji lebih jauh, periwayatan hadis tersebut menjadi sesuatu yang biasa bagi para muhaddits sekaligus muarrikh yang cenderung memberikan kelonggaran dalam hadis-hadis mengenai keutamaan suatu negeri, bangsa, bahkan bahasa. Selama hidupnya, Abu al-Arab tidak hanya berperan dalam meriwayatkan hadis Nabi saw. saja, tetapi ia juga mendokumentasikan pemikiran-pemikirannya yang terkait dengan rijal-hadits dan al-jarh wa at-ta’dil. Periwayatan dan gagasan-gagasan hadis Abu al-Arab selanjutnya dikembangkan oleh para ulama hadis berikutnya seperti Abu al-Hasan al-Qabisi, Atiq at-Tujibi, Abu Bakr Abdullah al-Maliki, Abd ar-Rahman ibn ad-Dabbagh, dan Abu al-Qasim ibn Naji, juga dinukil oleh beberapa pakar hadis terkemuka seperti Imam adz-Dzahabi dan Ibn Hajar al-Asqalani.
Perempuan Periwayat Hadis-Hadis Hukum dalam Kitab Bulugh Al-Maram Karya Imam Ibn Hajar Al-Asqalani Farida, Umma
RIWAYAH Vol 2, No 1 (2016): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v2i1.1611

Abstract

Kajian mengenai peran perempuan dalam bidang keagamaan pada umumnya tetap menemukan signifikansinya mengingat kajian tentang ketokohan perempuan dalam bidang tersebutmasih sangat langka. Artikel ini mencoba mengungkap peran perempuan dalam periwayatan hadis dengan memfokuskan pada kitabBulu>gh al-Mara>m min Adillah al-Ah}ka>m yang ditulis oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dan merupakan salah satu kitab koleksi hadis hukum yang banyak dipelajari di pesantren-pesantren di Indonesia.Adanya partisipasi kaum perempuan dalam periwayatan hadis sebagaimana terkodifikasi dalam kitab Bulu>gh al-Mara>m menunjukkan perhatian perempuan yang besar terhadap hadis Nabi Saw. Jumlah para periwayat tersebut mencapai 19 orang dengan tema periwayatan yang beragam. Jumlah ini cukup banyak mengingat kesibukan kaum perempuan dalam ruang domestik yang melebihi kaum lelaki. Selain itu, juga dikarenakan aktifitas perlawatan ilmiah yang menjadi salah satu sarana perolehan hadis masih sulit dilakukan kaum perempuan pada saat itu.Meski demikian kaum perempuan tidak jauh ketinggalan dalam berpartisipasi dan memantapkan eksistensi dan kapabilitasnya dalam periwayatan hadis.Para muhaddis\in mengakui kualitas periwayatan hadis yang berasal dari sahabat perempuan. Hal ini terutama disebabkan kecenderungan para muhaddis\in yang tidak mempermasalahkan gender dalam periwayatan hadis. Dalam syarat-syarat ‘adalah dan dhabt}} yang harus diterapkan pada seorang periwayat hadis, misalnya, tidak terdapat ketentuan bahwa periwayat harus berjenis kelamin laki-laki.
Kontribusi Nur Ad-Din Ar-Raniri dan Abd Ar-Rauf As-Sinkili dalam Pengembangan Kajian Hadis di Indonesia Farida, Umma
RIWAYAH Vol 3, No 1 (2017): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v3i1.3433

Abstract

Kedudukan hadis sebagai sumber hukum kedua setelah al-Qur’an menjadikan perhatian dan kajian terhadapnya amatlah penting. Peran Nur ad-Din ar-Raniri dan Abd ar-Rauf as-Sinkili dalam mengembangkan kajian hadis di Indonesia pada abad ke-17 H. yang pada saat itu belum populer dan belum menjadi kajian keilmuan secara mandiri tidaklah dapat dipandang sebelah mata. Artikel ini hendak melihat kontribusi yang diberikan dua ulama tersebut, dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Ar-Raniri berhasil mendekatkan umat Islam Indonesia dengan hadis melalui karyanya, Hidâyat al-Hâbiîb at-Targîb wa at-Tarhîb. Demikian pula dengan as-Sinkili melalui dua karyanya, Syarh Latîf 'ala Arba'în Hadiîst al-Imam an-Nawawi dan al-Mawa'iz al-Badî'ah.The position of hadith as the second source after the Qur'an makes the study of it very important. The role of Nur ad-Din ar-Raniri and Abd ar-Rauf as-Sinkili in developing the study of hadith in Indonesia in the 17th century H. which was not popular and had not become a scientific study independently at that time can not be underestimated. This article looks at the contributions of these two scholars, using a descriptive-qualitative approach. Ar-Raniri was successfull in making Indonesian Muslims closer to the hadith through his work, Hidâyat al-Hâbiîb at-Targîb wa at-Tarhîb. Similarly, as-Sinkili through his two works, Syarh Latîf 'ala Arba'în Hadiîst an li al-Imam an-Nawawi and al-Mawa'iz al-Badî' ah.
Polemik Penulisan Hadis: Perspektif Michael A. Cook dalam The Opponents of the Writing of Tradition in Early Islam Farida, Umma
RIWAYAH Vol 1, No 1 (2015): Riwayah : Jurnal Studi Hadis
Publisher : Ilmu Hadis, Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/riwayah.v1i1.1226

Abstract

AbstractCook’s work entitled The Opponents  of the Writing  of Tradition in Early Islam focuses more on opposition to writing traditions (hadith) that occurred in the early days of Islam in the process of shifting the oral tradition in Hadith narration into a written tradition, and did not expose the chronology for writing  tradition itself. Cook classified the opposition in writing hadith in the early days of Islam into two phases, namely Basra phase and common phase which includes Kufa, Medina, Mecca, Yemen, and Syria, and their arguments which are built by each phase, as well as patterns of compromise adopted to connect the two opposite opinions