Kusumawardhani, Dianti Endang
Fakultas Psikologi Universitas Indonesia Dan Ikatan Psikologi Sosial-HIMPSI

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

GAMBARAN DUKUNGAN SOSIAL DARI GURU YANG DIRASAKAN OLEH SISWA SMA “X” Rahmaputri, Anisah Aninditya; Kusumawardhani, Dianti Endang
JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan) Vol. 6 No. 02 (2019): JKKP (Jurnal Kesejahteraan Keluarga dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.312 KB) | DOI: 10.21009/JKKP.062.01

Abstract

Teachers have an important role in educating students well. One way that teachers can do to be able to increase motivation and school engagement is by providing social support to students. This study aims to find out the overview of perceived social support from teachers by high school “X” students in South Tangerang. The research method is descriptive qualitative research with data collection techniques through focus group discussions and structured interviews. The results of data retrieval show that the perceived social support from some teachers by high school "X" students is quite satisfying for students but not from every teachers. This means it can still be improved again. This is because not all teachers are considered good enough at providing social support to students. The total number of teachers are 17 people and for students are 67. It should be able to be improved in communication skills so that they can provide better social support to students. Keywords : Adolescent, School, Social support. Abstrak Guru memiliki peran penting dalam mendidik siswa dengan baik. Salah satu cara yang dapat guru lakukan untuk dapat meningkatkan motivasi serta keaktivan siswa di sekolah adalah dengan memberikan dukungan sosial kepada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu gambaran dukungan sosial dari guru yang dirasakan oleh siswa SMA “X” di Tangerang Selatan. Metode penelitian berupa penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui focus group discussion dan wawancara terstruktur. Hasil pengambilan data menunjukkan bahwa gambaran dukungan sosial dari guru yang dirasakan oleh siswa SMA “X” cukup memuaskan bagi siswa tetapi masih dapat ditingkatkan lagi. Hal ini dikarenakan belum semua guru dianggap sudah bagus dalam memberikan dukungan sosial kepada siswa. Total guru yang berjumlah 17 orang untuk siswa sebanyak 67 orang seharusnya dapat ditingkatkan dalam kemampuan komunikasi sehingga mampu memberikan dukungan sosial kepada siswa dengan lebih baik lagi.
Individualisme dan Kolektivisme: Peran Budaya dalam Profil Pengambilan Keputusan Karir pada Mahasiswa di Indonesia Hidayat, Noor Shabrina; Kusumawardhani, Dianti Endang; Karlina, Dea; Azizah, Sharfina Nur; Sadida, Aghnia Hasya; Layyana, Eriastie; Johannes, Judith Caroline
Jurnal Diversita Vol. 11 No. 2 (2025): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v11i2.15546

Abstract

Keputusan karir tidak hanya dipengaruhi oleh faktor individu, tetapi juga oleh nilai budaya yang dianut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh nilai budaya individualisme dan kolektivisme terhadap profil pengambilan keputusan karir pada mahasiswa di Indonesia. Sebanyak 123 partisipan (64,3% perempuan) dengan rentang usia 18–25 tahun (M = 20,78; SD = 2,47) dilibatkan dalam penelitian ini. Individualisme dan kolektivisme diukur menggunakan Individualism and Collectivism Scale, sedangkan pengambilan keputusan karir diukur menggunakan Career Decision Making Profile. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa kolektivisme berkorelasi positif signifikan dengan locus of control (r = 0.313, p < 0.001), aspiration for an ideal occupation (r = 0.372, p < 0.001), dan using intuitive (r = 0.385, p < 0.001). Sementara itu, individualisme juga menunjukkan korelasi positif dengan aspiration for an ideal occupation (r = 0.349, p < 0.001) dan using intuitive (r = 0.325, p < 0.001). Hasil ini memperlihatkan bahwa nilai budaya berperan dalam membentuk gaya pengambilan keputusan karir mahasiswa dimana kolektivisme cenderung terkait dengan pertimbangan sosial dan perasaan dalam mengambil keputusan karir sementara individualisme lebih berkaitan dengan tujuan pribadi dan cara berpikir mandiri dalam menentukan pilihan karir.