Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Land Suitability Analysis For Brackishwater Aquaculture Development In In Morotai Island District Rusdi; Wahidin, Nurhalis; Muhammad Aris; Taufiq Abdulah
Jurnal Ilmiah Platax Vol. 12 No. 2 (2024): ISSUE JULY-DECEMBER 2024
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jip.v12i2.56268

Abstract

This study aims to analyze the land suitability in the coastal area of Pulau Morotai Regency for whiteleg shrimp. The research was conducted in Raja Village. The observed parameters include infrastructure data such as distance to the market, distance to the highway, and distance to the hatchery. Water quality parameters are water temperature, salinity, dissolved oxygen (DO), water pH, total ammonia nitrogen (TAN), nitrite, nitrate, phosphate, and plankton abundance. Meanwhile, the observed soil quality parameter is soil pH. Land suitability analysis was conducted using geographic information systems and drones. The results show that the distances to the market, highway, and hatchery are >12 km, >5 km, and >12 km, respectively. Water temperature ranges from 15.40-27.10 ℃, salinity is 0 ppt, DO ranges from 1.00-2.20 mg L-1, water pH ranges from 6.00-7.00, TAN ranges from 0.001-0.043 mg L-1, nitrite ranges from 0.017-0.070 mg L-1, nitrate ranges from 0.005-0.045 mg L-1, phosphate ranges from 0.006-0.048 mg L-1, and plankton abundance is 2.3×109 cells L-1. Meanwhile, soil pH ranges from 4.00-7.00. The analysis indicates that the coastal area of Raja has 1000 Ha of marginally suitable land (S3) and 1000 Ha of unsuitable land (N) for brackishwater aquaculture development. Keywords: Brackishwater aquaculture; Coastal area; Pulau Morotai Regency; Whiteleg shrimp. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian lahan di pesisir Kabupaten Pulau Morotai untuk budidaya udang vaname. Penelitian dilakukan di Desa Raja, Kabupaten Pulau Morotai. Parameter yang diamati meliputi data infrastruktur yang diamati adalah jarak ke pasar, jarak ke jalan raya dan jarak ke hatchery. Data parameter kualitas air yang diamati adalah suhu perairan, salinitas, oksigen terlarut (DO), pH air, total ammonia nitrogen (TAN), nitrit, nitrat, fosfat dan kelimpahan plankton. Sementara data parameter kualitas tanah yang diamati adalah pH tanah. Analisis kesesuaian lahan dilakukan menggunakan sistem informasi geografis (GIS) dan drone. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak ke pasar, jalan raya, dan hatchery masing-masing >12 km, >5 km, dan >12 km. Suhu air 15,40 – 27,10 ℃, salinitas 0 ppt, DO 1,00 – 2,20 mg L-1, pH air 6,00 – 7,00, TAN 0,001 – 0,043 mg L-1, nitrit 0,017 – 0,070 mg L-1, nitrat 0,005 – 0,045 mg L-1, fosfat 0,006 – 0,048 mg L-1, dan kelimpahan plankton 2,3 × 109 Sel L-1. Sementara pH tanah 4,00 – 7,00. Analisis menunjukkan kawasan pesisir Raja memiliki 1000 Ha lahan yang cukup sesuai (S3) dan 1000 Ha yang tidak sesuai (N) untuk pengembangan budidaya air payau. Kata kunci: Budidaya air payau; Kabupaten Pulau Morotai; Kawasan pesisir; Udang vaname.
Implementasi Kebijakan Sistem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Pada Tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kota Makassar Muhammad Aris; Haerul; Rifdan
SEMINAR NASIONAL DIES NATALIS 62 Vol. 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional UNM ke-63 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi kebijakan sistem zonasi dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB) pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Makassar. Kebijakan zonasi, yang diadopsi melalui Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2018, bertujuan untuk menciptakan pemerataan kualitas pendidikan dan mengurangi kesenjangan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian literatur yang melibatkan analisis mendalam dari berbagai sumber akademis, laporan pemerintah, dan studi empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan zonasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan partisipasi pendidikan dan keterlibatan orang tua, serta mengurangi migrasi siswa antar daerah. Namun, masih terdapat tantangan seperti resistensi orang tua terhadap sekolah non-favorit, ketidakmerataan fasilitas dan tenaga pengajar, serta kesiapan infrastruktur. Implementasi kebijakan ini memerlukan komunikasi yang efektif, alokasi sumber daya yang adil, komitmen kuat dari pelaksana kebijakan, dan struktur birokrasi yang adaptif. Kesimpulannya, meskipun kebijakan zonasi memiliki potensi besar untuk mencapai pemerataan kualitas pendidikan, keberhasilan implementasinya bergantung pada kolaborasi yang baik antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat serta dukungan berkelanjutan dan penyesuaian kebijakan berdasarkan hasil evaluasi lapangan.
Analisa Produktivitas Dan Efektivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri Muhammad Aris; Heru Pramanda; Febrina Dian Kurniasari; Dedek Ariansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.422

Abstract

Proyek pembangunan jalan bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas dengan melakukan pengaspalan yang tentunya menggunakan peralatan berat sehingga diperlukan perencanaan yang akurat dan optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa produktivitas dan efektivitas alat berat pada pekerjaan peningkatan jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri, dengan menggunakan data gambar kerja, gambar proyek, data alat berat dan time schedule dengan ketentuan Bina Marga 2018, yang bertujuan untuk menghitung kapasitas produksi alat yang akan digunakan dan waktu kerja yang diperlukan pada proyek tersebut. Adapun hasil yang didapatkan yaitu produktivitas pada pekerjaan base dan perkerasan aspal untuk excavator dengan nilai produktivitas per jam sebesar 189,71 Jam/m3 dalam satu hari 1328,00 m3/hari. Dump truck per jam adalah 31,96 Jam/m3 dalam satu hari 223,71 m3/hari, tandem roller perjam 128,97 m3/jam dan per hari 902,79 m3/hari. motor grader perjam adalah 188,30 m3/jam dan perhari sebesar 1318,14 m3/hari. water tank perjam 124,50 m3/jam dan perhari 871,50 m3/hari. Asphalt Finisher perjam yaitu 125,93 m3/jam dan perhari sebesar 871,50 m3/hari. jumlah excavator, tandem roller, motor grader dan water tank sebanyak 1 unit, dan dump truck 6 unit, Sedangkan dump truck yang ada dilapangan hanya ada 4 unit. Durasi dari tiap alat berat yang digunakan pada pekerjaan base memiliki durasi 2 hari, sedangkan untuk pekerjaan perkerasan aspal memiliki durasi 1 hari.
An ecosystem approach to manage pelagic thresher shark (Alopias pelagicus) based in Kutaraja Ocean Fishing Port, Aceh Inda Mardhatillah; Am Azbas Taurusman; Muhammad Fedi Alfiadi Sondita; Ilham Fajri; Muhammad Aris
Depik Vol 11, No 2 (2022): August 2022
Publisher : Faculty of Marine and Fisheries, Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13170/depik.11.2.25479

Abstract

Sharks is the dominant bycatch of purse seine and bottom longline vessels that landed in Kutaraja ocean fishing port, particularly pelagic thresher shark species (Alopias pelagicus). The management of shark fisheries in Aceh water is not well implemented. According to the IUCN red list, the pelagic thresher shark has been classified as an endangered species. The capture and trade of pelagic thresher sharks are regulated by CITES (Appendix II). So that Indonesia has to comply with the procedures of CITES due to it has been adopted through the Decree of Minister of Marine Affairs and Fisheries of the Republic of Indonesia Number 61/PERMEN-KP/2018. However, the exploitation and trading of the A. pelagicus continues and is not properly managed. It will threaten the extinction of the pelagic thresher shark population and in terms of a negative image of fisheries management in Indonesia, in particular. Thus, integrated management such as the ecosystem approach to fisheries management (EAFM) is needed to solve this problem. This study aims to evaluate the fisheries management status of the pelagic thresher shark based on EAFM indicator of fish resources domain, focusing in the Kutaraja ocean fishing port. This research was conducted by field measurement and interviews with key stakeholders. Data were analyzed using a multi-criteria analysis (MCA) approach through development of a composite index. The results showed that the trend of CPUE tends to fluctuate in the last 5 years. The total length of the sharks was relatively constant. The proportion of juvenile pelagic thresher sharks was 16% male, and 28% (female), and the shark was bycatch (1%) of the purse seine fishery, the fishing ground was getting further away and seemed to go close to the shark habitat. Based on this assessment, one could conclude that shark's fishery resources were in 'good' category, however, some indicators need to improve through better fisheries management actions.Keywords: EAFM; Alopias pelagicus; pelagic thresher shark; Kutaraja ocean fishing port
Analisa Produktivitas Dan Efektivitas Alat Berat Pada Pekerjaan Peningkatan Jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri Muhammad Aris; Heru Pramanda; Febrina Dian Kurniasari; Dedek Ariansyah
Jurnal Perencanaan dan Penelitian Teknik Sipil Vol 2 No 1 (2023): Maret
Publisher : Universitas Iskandar Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55616/prince.v2i1.422

Abstract

Proyek pembangunan jalan bertujuan untuk memperlancar arus lalu lintas dengan melakukan pengaspalan yang tentunya menggunakan peralatan berat sehingga diperlukan perencanaan yang akurat dan optimal. Oleh karena itu diperlukan suatu analisa produktivitas dan efektivitas alat berat pada pekerjaan peningkatan jalan Irigasi Kr. Jreu Kec. Indrapuri, dengan menggunakan data gambar kerja, gambar proyek, data alat berat dan time schedule dengan ketentuan Bina Marga 2018, yang bertujuan untuk menghitung kapasitas produksi alat yang akan digunakan dan waktu kerja yang diperlukan pada proyek tersebut. Adapun hasil yang didapatkan yaitu produktivitas pada pekerjaan base dan perkerasan aspal untuk excavator dengan nilai produktivitas per jam sebesar 189,71 Jam/m3 dalam satu hari 1328,00 m3/hari. Dump truck per jam adalah 31,96 Jam/m3 dalam satu hari 223,71 m3/hari, tandem roller perjam 128,97 m3/jam dan per hari 902,79 m3/hari. motor grader perjam adalah 188,30 m3/jam dan perhari sebesar 1318,14 m3/hari. water tank perjam 124,50 m3/jam dan perhari 871,50 m3/hari. Asphalt Finisher perjam yaitu 125,93 m3/jam dan perhari sebesar 871,50 m3/hari. jumlah excavator, tandem roller, motor grader dan water tank sebanyak 1 unit, dan dump truck 6 unit, Sedangkan dump truck yang ada dilapangan hanya ada 4 unit. Durasi dari tiap alat berat yang digunakan pada pekerjaan base memiliki durasi 2 hari, sedangkan untuk pekerjaan perkerasan aspal memiliki durasi 1 hari.