Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengembangan Modul Pembelajaran Matematika Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) untuk Meningkatkan Komunikasi Matematis Pada Siswa SMP Adi Saputro; Teguh Wibowo; Prasetyo Budi Darmono
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 12 No. 3 (2025): Jurnal Derivat (Desember 2025)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/j.derivat.v12i3.4190

Abstract

AbstrackOne of the abilities that support the mathematics learning process so that it can run well is mathematical communicatin skills. To achieve the learning process it needs to be developed among students. Communication plays a role in the llearning process, including math learning. Environment can be a source f learning mathematics in real life. Mathematics in everyday life is known as Contextual Teaching and Learning (CTL). This research is motivated by the unavailability of mathematics based learning Contextual Teaching and Learning (CTL) in the school according to the background of the problem. The purpose of this research is to produt in the from of a mathemicaal module thaa combines material and everiday life problem. The developen mode used is ADDIE. The reseach produces a module that links mathematics with everiday life problem on the material of linear equations of two variables valid, practical, efective. Keywords: Modules, Contextual Teaching And Learning, Mathematical Communication
ANALISIS BERPIKIR GEOMETRIS SISWA DALAM MENYELESAIKAN MASALAH MATEMATIKA Faiga Rahmatia; Teguh Wibowo; Mita Hapsari Jannah
EduMa: Mathematics education learning and teaching Vol. 8 No. 1 (2019)
Publisher : Jurusan Tadris Matematika UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/eduma.v8i1.3232

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tahapan berpikir geometris yang dimiliki oleh siswa SMA dalam menyelesaikan masalah matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan siswa kelas X yang mempunyai nilai matematika di atas rata-rata sebagai subjek penelitian. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan lembar masalah sebagai instrumen pendukung untuk mengetahui tahapan berpikir geometris yang dimiliki siswa. Lembar masalah berupa pertanyaan yang berfungsi untuk merangsang munculnya tahapan berpikir geometris yang dimiliki siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi, catatan lapangan, dan lembar jawaban siswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis dari Miles & Huberman yang meliputi tiga aktivitas yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada suatu aktivitas yang belum masuk pada tahapan berpikir geometris menurut Van Hiele dan Musa. Aktivitas tersebut adalah menentukan rencana untuk menyelesaikan masalah matematika, dan dalam penelitian ini peneliti sebut sebagai level 1,5 yaitu mengorganisasi.
Pendekatan Inkuri Menggunakan Model Realistic Mathematics Education dalam Mengatasi Kesulitan Siswa Mengonstruksi Model Matematika Khoerun Nisa; Teguh Wibowo; Dita Yuzianah
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.845

Abstract

Kemampuan mengonstruksi model matematika merupakan salah satu kompetensi penting dalam pembelajaran matematika. Pada praktiknya banyak siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami mengonstruksi model matematika. Salah satu cara mengatasi hal tersebut dengan menggunakan pendekatan inkuiri dengan model Realistic Mathematics Education (RME). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendekatan inkuiri yang dipadukan dengan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) dalam mengatasi kesulitan siswa dalam mengonstruksi model matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Subjek dalam penelitian adalah kelas VIII SMP Negeri 1 Klirong di Kabupaten Kebumen. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pra-pembelajaran, observasi selama proses pembelajaran, analisis pekerjaan siswa, tes pasca-pembelajaran, serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan inkuiri berbasis RME dengan LKPD dapat membantu siswa dalam mengonstruksi model matematika. Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam membentuk model matematika secara formal dan melakukan generalisasi. Dengan demikian, penerapan pendekatan inkuiri yang dipadukan dengan model Realistic Mathematics Education (RME) terbukti efektif dalam membantu siswa mengonstruksi model matematika secara bertahap, meskipun masih diperlukan pendampingan lebih lanjut pada tahap formalisasi dan generalisasi.
Analisis Kesalahan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Cerita Matematika Berdasarkan Prosedur Newman Alfia Kurnianingsih; Teguh Wibowo; Wharyanti Ika Purwaningsih; Erni Puji Astuti
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan Vol 7, No 2 (2026)
Publisher : Pusat Studi Penelitian dan Evaluasi Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59698/afeksi.v7i2.846

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika pada materi Sistem Persamaan Linier Dua Variabel (SPLDV) berdasarkan prosedur analisis Newman. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal cerita matematika, khususnya dalam memahami masalah, mentransformasikan soal ke dalam model matematika, serta menentukan penyelesaian yang tepat. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive dengan pertimbangan siswa kelas VIII pada semester genap yang sudah mempelajari materi dan minta rekomendasi guru yang sesuai dengan penelitian ini. Subjek yang terlibat dalam penelitian ini terdiri dari 3 siswa kelas VIII, dimana siswa yang dipilih adalah yang paling banyak melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika menurut analisis Newman. Proses pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes soal cerita SPLDV dalam bentuk uraian, wawancara tidak terstruktur, dokumentasi, dan catatan lapangan. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi metode. Hasil penelitian ini adalah siswa yang masih melakukan kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita matematika berdasarkan prosedur Newman. Terdapat 5 jenis kesalahan berdasarkan prosedur Newman yaitu: 1) kesalahan membaca, 2) kesalahan memahami, 3) kesalahan transformasi, 4) kesalahan keterampilan proses, dan 5) kesalahan penulisan jawaban akhir. Sedangkan dalam penelitian ini jenis-jenis kesalahan yang dilakukan siswa terdapat 4 kesalahan berdasarkan prosedur Newman antara lain: 1) kesalahan memahami (siswa tidak memahami apa yang diketahui dan ditanyakan dari soal cerita secara lengkap), 2) kesalahan transformasi (siswa mengalami kesulitan dalam menciptakan model matematis dari data yang tersedia pada soal dan siswa tidak mengetahui teknik yang harus diterapkan untuk menyelesaikan soal tersebut, 3) kesalahan keterampilan proses (siswa tidak mengikuti langkah-langkah yang benar untuk melakukan operasi dan siswa membuat kesalahan dalam melakukan perhitungan, dan 4) kesalahan penulisan jawaban akhir (siswa tidak dapat menemukan hasil yang tepat dari soal berdasarkan langkah yang telah diambil dan siswa tidak menyimpulkan jawaban akhir sesuai dengan konsep matematika dan instruksi dalam soal).