Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

KETELADANAN GURU DAN INOVASI PENDIDIKAN ISLAM: (Sebuah Kajian di Pondok Pesantren DDI Mangkoso Barru) Wahid, Zakaria; Muhammad Amri; Syamsuddin; Muhammad Nur Korompot
ISTIQRA: Jurnal Hasil Penelitian Vol. 12 No. 1 (2024): Januari - Juni 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Datokarama Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to understand teachers’ perceptions of exemplary behavior in instilling Islamic values at DDI Mangkoso Islamic Boarding School in Barru Regency. The study employs a qualitative approach with a psychological orientation. Both primary and secondary data sources are utilized, and data collection methods include observation, interviews, and documentation. Data analysis involves data reduction, data display, and conclusion. The findings reveal that teachers employ a three-stage process, value transformation, value transaction, and value internalization in imparting Islamic values. Significant challenges arise from the varying characters of students in understanding and applying these values, necessitating innovative approaches beyond conventional methods employed by teachers. This calls for flexibility and adaptability in the teaching process. The implications of this research provide insights and recommendations to enhance the quality of DDI Mangkoso Islamic Boarding School in Barru Regency moving forward.
Peran Prodi Tasawuf dan Psikoterapi dalam Pembentukan Spiritualitas Alumni UIN Sunan Gunung Djati Bandung Andi Anugrah Nur Hidayat M; Andi Aderus; Muhammad Amri; Barsihannor; Rahmi D
Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol 6 No 1 (2025): Education and Islamic Studies
Publisher : STAI DDI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55623/au.v6i1.392

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali strategi prodi Tasawuf dan Psikoterapi dalam membentuk spiritualitas alumninya. Selanjutanya, untuk mengenali karakteristik spiritualitas alumni, dan untuk mengetehaui sejauh mana nilai-nilai spiritualitas alumni dalam pencegahan penyimpangan perilaku di era modern. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan metode kualitatif-deskriptif. Pendekatan yang diguanakan adalah fenomenologi, tasawuf, dan psikologis. Sumber data meliputi ketua Prodi, sekretaris Prodi, dan alumni angkatan 2017-2023. Adapaun pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, kuesioner terbuka dan juga dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Prodi Tasawuf dan Psikoterapi melalui kurikulumnya pada pembelajaran formal yaitu melalui mata kuliah di kelas secara teoritis, maupun kegiatan nonformal yaitu manaqib dan studi lapangan di berbagai instansi seperti tarekat, yayasan sosial, BNN, sekolah, dan juga rumah sakit. Kegiatan tersebut berperan dalam membentuk spiritualitas alumni, berdasarkan karakteristik spritulitas dari Imam Al-Ghazali. Aspek spritual pertama yakni tazkiyatun nafs dibuktikan dengan muhasabah dan istighfar sehingga dapat dirasakan ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Aspek taqarrub ilallah dijalani melalui dzikir, doa, serta ibadah sunnah. Akhlak dan moralpun tercermin dalam sikap menghargai orang lain, pengendalian emosi serta menjaga hubungan sosial dengan berpikir positif. Aspek zuhud cukup tercapai dengan menyeimbangkan kepentingan akhirat dan kebutuhan duniawinya, namun beberapa alumni dalam implementasinya sering kali tertantang oleh kebutuhan materil dan status sosial. Beberapa maqam seperti sabar dan syukur berhasil diterapkan, meski tidak semua maqam tersebut membuahkan ahwal (kondisi batin) yang ideal dalam pengalaman spiritualnya.
Epistimologi Barat Modern: Analisis Kritis terhadap Asas, Kelemahan dan Pengaruhnya terhadap Dunia Islam Avid Rusyadi; Muhammad Muhammad; Abdul Azis; Muhammad Amri; Ari Ramadhanu Saputra; Hikmatunnazilah Hikmatunnazilah; Rina Setyaningsih
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 4 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v4i2.5278

Abstract

The foundations of Western epistemology are profoundly rooted in ancient Greek philosophy. Throughout its historical development, this epistemological tradition has been shaped by rational, secular, and value-neutral modes of thought. It has given rise to dominant paradigms such as rationalism, empiricism, critical philosophy, and intuitionism. While these paradigms differ in their methodologies and approaches to acquiring knowledge, they are all grounded in a shared philosophical outlook that prioritizes human reason and sensory experience. This study investigates the core aspects of Western epistemology, including its historical evolution, defining traits, inherent limitations, and adverse effects. The research adopts a qualitative method based on literature review and philosophical analysis, employing a systematic and reflective approach. Data were gathered from library sources and examined using various analytical tools, including interpretation, induction and deduction, coherence analysis, holistic reasoning, heuristics, and descriptive analysis. The study concludes that Western epistemology is characterized by an overreliance on rational and empirical methods, a dichotomous worldview, anthropocentrism, resistance to spiritual insight, perpetual doubt, secularism, and a dismissal of sacred values. These traits give rise to fundamental weaknesses such as extreme rationalism, a fragmented view of truth and reality, secularist ideology, and the elevation of humanism and existentialism as ultimate values. The impact of Western epistemology extends beyond the West, influencing Islamic intellectual traditions by encouraging secularization, liberalism, and the advancement of scientific disciplines that exclude recognition of divine authority.
KONSEP PLURALISME DALAM TASAWUF FALSAFI Daud, Amiril Mueminin; Muhammad Amri; Muhaemin Latif
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.3891

Abstract

Uniting Allah swt is one of the obligatory foundations in Islam. Therefore, Islamic scholars flocked to look for a valid concept of the oneness of Allah when faced with the plurality of things that can be sensed by humans, be it the sun, moon, mountains, trees, animals, to the plurality of humans themselves. As one of the colors of Islam, Sufism was also present to develop the concept of monotheism. Which is filled with debates between the pros and cons to this day. His understanding that looks eccentric/anti-mainstream is often in the spotlight. So that not a few Sufi figures were excommunicated, imprisoned, tortured and killed. Concepts such as fana', baqa', ittihad, Hulul, Wihdat al-Manifest, Nur Muhammad to the limits of the Ahlu Sunnah wal Jama'ah madhhab in Sufism are intellectual and cultural properties that were inherited by the previous Sufis to the generations of Islam after them. Therefore, this research is a library research, which tries to answer questions about the Sufism concept of the plurality of beings and the oneness of The Creator.
Sejarah Teologi Rustam Rustam; Muhammad Amri; Indo Santalia
Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober : Jurnal Riset Rumpun Agama dan Filsafat
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jurrafi.v2i2.1489

Abstract

Secara historis pergulatan panjang yang menjadi penyebab tercetusnya aliran teologi yang berbeda dalam umat islam bermula pada persoalan politik tanpa menyinggung agama dan berakhir menjadi perpecahan, bukannya menjadi partai politik belakangan yang timbul adalah partai agama dengan membawa dalil yang mengukuhkan pendapat masing-masing hingga melahirkan sejarah kelam dimana antar sesama umat islam saling memerangi atas dasar perbedaan pandangan politik, dengan membawa dalil yang berbeda. Bermula dari terbunuhnya khalifah Usman bin Affan, berlanjut pada perang saudara Antara Mu’awiyah dan Sahabat Ali yang menyebabkan terbunuhnya khalifah Ali, sehingga menyebabkan perpecahan pada umat islam yang mulanya persoalan imamah dan berakhir pada pergulatan politik agama yang berimbas pada perbedaan pandangan dalam teologi. Untuk memahami sejarah dan latar belakang perkembangan ilmu teologi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam menjelaskan sejarah teologi.
Sunni Syiah: Titik Perbedaan dan Kemungkinan Harmonisasi antara Keduanya Andi Eki Dwi Wahyuni; Muhammad Amri; Andi Aderus
IQRO: Journal of Islamic Education Vol. 7 No. 1 (2024): JULI 2024
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam FTIK IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/iqro.v7i2.5242

Abstract

Artikel ini membahas perbedaan dan potensi harmonisasi antara Muslim Sunni dan Syiah melalui tinjauan pustaka yang komprehensif. Studi ini meneliti akar sejarah perpecahan, menganalisis perbedaan teologis dan yurisprudensial utama, dan mengeksplorasi titik temu dan peluang kerja sama. Dengan menggunakan metode analisis komparatif dan kritis, studi ini mengidentifikasi beberapa kesalahpahaman dan prasangka yang menghambat harmonisasi dan menawarkan rekomendasi untuk membangun jembatan dialog dan kerja sama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat perbedaan yang signifikan, terdapat pula potensi harmonisasi yang cukup besar melalui pendekatan inklusif, saling menghormati, dan fokus pada nilai-nilai bersama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap upaya membangun hubungan yang lebih harmonis antara Sunni dan Syiah serta mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di dunia Islam.
Kajian Kritis tentang Jiwa dalam Pemikiran Islam: Bedah Anatomi Jiwa dari Berbagai Perspektif Annisa Rayyahun; Muhammad Amri; Abdullah Thalib
CBJIS: Cross-Border Journal of Islamic Studies Vol. 6 No. 2 (2024): Desember
Publisher : Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAI Sultan Muhammad Syafiuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37567/cbjis.v6i2.3453

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi konsep jiwa (nafs) dalam pemikiran Islam melalui pendekatan kajian kritis multidisipliner yang mendalam. Fokus utama penelitian adalah menganalisis kompleksitas pemahaman jiwa dari berbagai perspektif filosofis, teologis, psikologis, dan spiritual dalam tradisi intelektual Islam. Melalui metode penelitian kepustakaan (library research) yang komprehensif, studi ini membedah konstruksi epistemologis dan ontologis jiwa dengan merujuk pada sumber-sumber klasik dan kontemporer. Kajian mendalam dilakukan terhadap pemikiran para filosof, teolog, sufi, dan pemikir muslim terkemuka seperti Al-Ghazali, Ibn Sina, Ibn Arabi, dan pemikir modern lainnya. Penelitian mengungkap dinamika konseptual jiwa yang meliputi dimensi spiritual, psikologis, dan metafisik, serta transformasinya dalam berbagai aliran pemikiran Islam. Analisis kritis difokuskan pada tipologi jiwa, tahapan perkembangannya, mekanisme spiritual, dan hubungannya dengan kesadaran manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep jiwa dalam Islam merupakan konstruksi kompleks yang melampaui pemahaman materialistis, mencakup interaksi dinamis antara dimensi rasional, emosional, dan spiritual. Studi ini menghadirkan kerangka integratif yang mensinergikan pendekatan filosofis, teologis, dan psikologis dalam memahami hakikat jiwa manusia. Signifikansi penelitian terletak pada kontribusinya dalam memperluas wawasan akademis tentang konsepsi jiwa dalam pemikiran Islam, serta menawarkan perspektif komprehensif yang dapat menjembatani dialog antara tradisi intelektual keislaman dan diskursus kontemporer dalam studi jiwa dan kesadaran manusia.