Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Logistica

ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK CACAT DENGAN METODE Plan, Do, Check, Action (PDCA) Muhammad Rizqi Maulana; Wiwiek Fatmawati; Brav Deva Bernadhi
JURNAL LOGISTICA Vol. 1 No. 1 (2022): VOL 1. NO.1. DESEMBER 2022
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada industri kue rumahan memproduksi kue dengan sistem produksi dibuat sesuai pesanan dengan produk kue basah, kue kering dan kue ulang tahun. Permasalahan yang dialami oleh pelaku usaha yaitu terdapat cacat pada produk kue kering yang dapat mempengaruhi biaya produksi sehingga diperlukan analisa yang tepat untuk mengendalikan dan menekan tingkat kecacatan pada produksi. Terdapat tiga jenis cacat pada produk kue kering yaitu cacat luber 0,031 DPU, cacat remuk 0,022 DPU dan cacat hangus 0,015 DPU. Diperoleh cacat dominan yaitu luber sebesar 0,031 DPU sehingga ditetapkan target penurunan cacat sebesar 0,015 DPU dari cacat terkecil. Akar masalah yang terdapat pada cacat luber antara lain faktor manusia yaitu pekerja tidak mempunya panduan kerja, permasalahan faktor metode yaitu tidak ada SOP, permasalahan faktor material yaitu bahan baku terlalu lama di mixer, permasalahan faktor mesin yaitu tidak adanya timer dan permasalahan faktor lingkungan yaitu terbatasnya ruangan. Hal tersebut dapat ditanggulangi dengan pembuatan SOP dan efisiensi ruangan. Rekomendasi usulan yang sudah diimplementasikan telah menurunkan DPU cacat luber dari 0,15 DPU menjadi 0,09 DPU.
ANALISIS RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDER PADA PEKERJA PROYEK DEMOLISH ATTB DENGAN METODE REBA DAN RULA Ani Ramadanti; Wiwiek Fatmawati; Sukarno Budi Utomo
JURNAL LOGISTICA Vol. 1 No. 1 (2022): VOL 1. NO.1. DESEMBER 2022
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek Demolish adalah kegiatan pembongkaran bangunan atau aset yang sudah tidak terpakai lagi. Terdapat dua pekerjaan pada kegiatan proyek ini, kegiatan pemotongan pipa scrap kegiatan mobilisasi pipa scrap dengan tenaga manusia ke truk pengangkut. Pekerja melakukan aktivitas dalam jangka waktu yang lama dengan posisi tubuh yang kurang ergonomis. Posisi membungkuk saat berdiri maupun berjongkok pada pemotongan pipa serta berat beban pipa scrap yang terbilang cukup berat dan tajam sehingga mengakibatkan beberapa pekerja mempunyai keluhan cedera/ rasa tidak nyaman pada tulang belakan. Untuk menganalisa permasalahan tersebut maka digunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA). Berdasarkan hasil analisa postur pekerja pada pekerjaan proyek demolish ATTB dengan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) dapat diketahui bahwa dari 10 pekerja tersebut terdapat 3 pekerjaan dengan resiko sedang sehingga membutuhkan penelusuran dan penerapan perubahan secepatnya. Kemudian 3 pekerjaan dengan resiko tinggi dan 4 pekerjaan dengan resiko yang sangat tinggi sehingga membutuhkan penerapan perubahan. Berdasarkan hasil analisa postur pekerja dengan metode Rapid Upper Limb Assessment (RULA) menunjukkan bahwa proses pemotongan pipa membutuhkan penelusuran dan penerapan perubahan secepatnya sedangkan pekerjaan mobilisasi pipa scrap membutuhkan penyelidikan dan perubahan.
Pengukuran Tingkat Efisiensi Aktivitas Proses Produksi Menggunakan Metode Data Envelopment Analysis (DEA) Wiwiek Fatmawati; Novi Marlyana; Anindya Gita Atina
JURNAL LOGISTICA Vol. 1 No. 2 (2023): Vol.1 No. 2 Juni 2023
Publisher : LPPM-ITEBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebuah perusahaan garmen yang bergerak dibidang konveksi dengan produk yang dihasilkan berupa pakaian anak-anak memiliki permasalahan dalam memenuhi order dari pelanggan. Perusahaan berusaha mengatasi hal ini dengan menambah jam kerja atau lembur. Hal ini menjadi tidak efektif dan solusi tersebut menyebabkan adanya pemborosan biaya yang dikeluarkan dan dapat merugikan perusahaan jika dibiarkan secara terus menerus. Maka dari itu, perlu adanya pengukuran efisiensi untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi proses produksi dan menentukan strategi perbaikan bagi proses produksi yang tidak efisien dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Pengukuran efisiensi ini melibatkan empat variabel input yaitu jumlah tenaga kerja, jumlah jam kerja, upah karyawan, dan upah lembur. Sedangkan variabel output-nya yaitu jumlah produksi. Hasil perhitungan efisiensi 9 DMU menggunakan metode DEA dengan alat bantu program DEAP 2.1 menunjukkan bahwa terdapat 3 DMU yang dinyatakan efisien yaitu DMU 6, DMU 8, dan DMU 9. Sedangkan untuk 6 DMU lainnya mengalami inefisiensi yaitu pada DMU 1 60,9%, DMU 2 90,3%, DMU 3 80,6%, DMU 4 85,6%, DMU 5 96,3%, dan DMU 7 83%. Sehingga perlu adanya perbaikan pada 6 DMU yang inefisien dengan acuan DMU yang efisien.