Claim Missing Document
Check
Articles

PUBLIC SPEAKING DAN HOSPITALITY COMMUNICATION TRAINING BAGI PEGIAT WISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN PANGANDARAN Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Fariza, Muhammad Rio; Widyaningrum, Septiana Yustika; Claudia, Febriyanti; Alwaton, Yogie; Rozaq, Miftahul
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/a8131a38

Abstract

Kegiatan Public Speaking dan Hospitality Communication Training bagi pegiat wisata dan pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Pangandaran dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi komunikasi yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pelayanan pariwisata. Pelatihan ini mencakup penyampaian materi, praktik public speaking, serta roleplay hospitality service untuk membantu peserta tampil lebih percaya diri dan profesional dalam berinteraksi dengan wisatawan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, workshop praktik, simulasi komunikasi layanan, serta evaluasi melalui observasi performatif dan wawancara dengan peserta serta perwakilan Disbudpar Pangandaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam teknik berbicara di depan umum, penggunaan bahasa tubuh, struktur penyampaian informasi, serta kemampuan bercerita mengenai destinasi wisata dan produk kreatif lokal. Selain itu, pelatihan hospitality communication membantu peserta memahami prinsip keramahan, empati, dan etika pelayanan yang menjadi standar dalam industri pariwisata. Wawancara dengan mitra Disbudpar mengonfirmasi bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas komunikasi pelayanan dan memperkuat citra Pangandaran sebagai destinasi yang ramah dan profesional. Peserta juga memberikan umpan balik positif dan menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan pekerjaan mereka di lapangan. Dengan demikian, pelatihan ini memberikan dampak nyata pada peningkatan kapasitas SDM serta mendukung upaya penguatan pelayanan wisata yang berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran. 
EDUKASI LITERASI MEDIA DAN KOMUNIKASI UNTUK MENINGKATKAN PROMOSI WISATA KABUPATEN PANGANDARAN Alwaton, Yogie; Rozaq, Miftahul; Fariza, Muhammad Rio; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Claudia, Febriyanti; Widyaningrum, Septiana Yustika
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/bqq32d81

Abstract

Kabupaten Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Jawa Barat, namun upaya promosi wisata masih terkendala rendahnya literasi media dan kemampuan komunikasi digital pelaku wisata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas literasi media dan keterampilan komunikasi digital melalui edukasi, workshop, dan praktik pembuatan konten. Pelatihan dilaksanakan pada Kamis (27/11/2025) di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pangandaran, diawali dengan sambutan mitra yang menekankan pentingnya kemampuan memilah informasi, menggunakan media digital secara tepat, serta menjaga kredibilitas promosi wisata. Pelatihan terdiri dari tiga sesi utama, yaitu: (1) edukasi literasi media tentang cara membedakan informasi valid dan hoaks, etika komunikasi digital, serta peran media sosial dalam pembentukan citra destinasi; (2) workshop storytelling dan penyusunan narasi promosi wisata berbasis pengalaman, nilai budaya, dan potensi lokal; serta (3) praktik pembuatan konten digital berupa foto dan video menggunakan smartphone, dilengkapi teknik komposisi visual serta editing sederhana. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan menghasilkan konten yang lebih kreatif serta komunikatif. Evaluasi melalui wawancara menunjukkan bahwa mitra Disbudpar menilai pelatihan ini sangat membantu meningkatkan kualitas informasi pariwisata yang disampaikan kepada publik. Peserta juga mengakui peningkatan pemahaman dan kepercayaan diri dalam membuat konten serta menerapkan strategi promosi digital. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif bagi peningkatan kapasitas komunikasi digital pegiat wisata dan memperkuat upaya promosi pariwisata Pangandaran.   
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL SEBAGAI SARANA PROMOSI WISATA KABUPATEN PANGANDARAN Rozaq, Miftahul; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Alwaton, Yogie; Claudia, Febriyanti; Fariza, Muhammad Rio; Widyaningrum, Septiana Yustika
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/y07ax617

Abstract

Kabupaten Pangandaran memiliki potensi wisata alam, bahari, budaya, dan UMKM yang kuat, namun pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi masih belum optimal. Tantangan utama yang dihadapi mitra, yaitu Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disbudpar) serta komunitas pengelola wisata, meliputi keterbatasan kemampuan produksi konten digital, rendahnya konsistensi unggahan, serta minimnya strategi komunikasi yang terstruktur. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas promosi digital melalui pelatihan strategi media sosial, workshop pembuatan konten kreatif, dan pendampingan berkelanjutan melalui 30-day posting challenge. Metode yang diterapkan mencakup ceramah interaktif, diskusi, praktik pengambilan foto dan video, analisis konten lokal, serta evaluasi melalui wawancara dengan perwakilan mitra dan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap teknik produksi konten menggunakan smartphone, penggunaan storytelling visual, dan pengelolaan akun berbasis insight. Umpan balik dari peserta menyatakan bahwa pelatihan memberikan keterampilan praktis yang sebelumnya belum dimiliki, sedangkan perwakilan Disbudpar menilai kegiatan ini efektif dalam memperkuat kapasitas SDM promosi daerah. Monitoring melalui tantangan konsistensi selama 30 hari juga menunjukkan peningkatan minat dan komitmen peserta dalam mengelola media sosial secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mengoptimalkan kemampuan promosi digital pelaku wisata dan mendukung upaya branding daerah secara lebih profesional dan terarah.
Pengembangan Website Desa Wisata Alamendah Sebagai Strategi Penguatan Branding dan Transformasi Digital Desa Moch. Armien Syifaa Sutarjo; Gendra Wisnu Buana; Elvi Bertha Debora; Miftahul Rozaq; Rizchika Sakinah Octafia
HUMANUS : Jurnal Sosiohumaniora Nusantara Vol. 3 No. 3 (2026): HUMANUS (Jurnal Sosiohumaniora Nusantara)
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/q0eqf967

Abstract

Transformasi digital desa merupakan bagian dari agenda pembangunan nasional berbasis teknologi informasi yang bertujuan memperkuat daya saing ekonomi lokal. Desa Wisata Alamendah di Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung memiliki potensi unggulan di sektor agrowisata, hortikultura, serta UMKM berbasis pertanian pegunungan. Namun hingga saat ini belum tersedia website kelembagaan resmi yang terintegrasi sebagai pusat informasi destinasi, promosi usaha, serta representasi identitas organisasi desa wisata. Ketiadaan platform digital terpusat menyebabkan fragmentasi informasi, lemahnya positioning digital, dan terbatasnya akses promosi berbasis mesin pencari. Program pengabdian ini bertujuan mengembangkan website kelembagaan Desa Wisata Alamendah yang profesional, responsif, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kapasitas SDM dalam pengelolaan konten dan tata kelola digital. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perancangan sistem, pengembangan, pelatihan, implementasi, serta monitoring dan evaluasi berbasis indikator kinerja digital. Luaran program meliputi website aktif, modul pelatihan, SOP pengelolaan, artikel ilmiah, serta peningkatan kompetensi digital mitra. Program ini diharapkan memperkuat branding desa wisata dan mendorong keberlanjutan ekonomi lokal berbasis transformasi digital.
Reconfiguring Mosque-Based Civic Networks: Religious Messaging, Emotional Appeal, and Social Intimacy in Hijrah Movement of ‘Kopdar Masjid BDG Raya’ WhatsApp Group Muhammad Sufyan Abdurrahman; Moch. Armien Syifaa Sutarjo; Muhammad Al Assad Rohimakumulloh; Aqida Nuril Salma
Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies Vol 19 No 2 (2025): Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies
Publisher : Faculty of Da'wah and Communication, UIN Sunan Gunung Djati, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/idajhs.v19i2.39553

Abstract

This study examines how the WhatsApp group Kopdar Masjid BDG Raya operates as a civic micro-network that reshapes mosque-based Islamic participation among urban youth engaged in the hijrah movement in Greater Bandung. Using virtual ethnography and one-year observation (July 2023–June 2024), the research explores how religious messaging, emotional resonance, and social intimacy are constructed and maintained in everyday group interaction. The findings show that daily spiritual prompts, repentance narratives, and offline gatherings foster a collective moral journey rooted in transformation and belonging. Rather than solely distributing da‘wa content, the group nurtures trust, accountability, and coordinated mosque-based activities that deepen civic religiosity. While the group demonstrates stability and active participation, it is not without limitations. Informants noted some content fatigue and silent readership patterns, as well as subtle frictions when mosque administrators differed in da‘wa orientation or program intensity. These limitations suggest that digital hijrah activism relies on negotiated interaction, ongoing trust-building, and careful coordination with offline mosque authorities. This paper contributes to the study of digital Islamic movements by highlighting the evolving role of WhatsApp as a medium for sustaining spiritual commitment, facilitating civic bonds, and navigating the informal structures of religious authority in contemporary Indonesian cities.