Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Penerapan Budaya Organisasi Di Lingkungan Start-Up Nolimit Yasmin, Farisa; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerapan budaya organisasi pada start-up sangat diperhatikan oleh masyarakat khususnya generasi saat ini, karena dinilai memiliki kecenderungan budaya yang bersifat lebih fleksibel dibandingkan dengan perusahaan pada umumnya. Namun berdasarkan data hasil survei menunjukkan bahwa 91% karyawan pada start-up memilih untuk mempertimbangkan mengundurkan diri dari perusahaan salah satu alasannya yaitu terkait budaya dan fleksibilitas. Berbeda halnya dengan Start-up NoLimit yang memperhatikan budaya organisasi sehingga dianggap baik oleh anggotanya. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui penerapan dari budaya organisasi pada Start-up NoLimit sehingga terciptanya lingkungan kerja yang baik di tengah beban kerja yang berat. Riset penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Kemudian eknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori elemen budaya organisasi yang dikemukakan oleh McKenna dan Beech (2004: 15) meliputi artifacts, espoused values, dan basic underlying assumption. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Start-up NoLimit memiliki caranya tersendiri untuk menerapkan elemen dari setiap budaya. Pada artifacts, NoLimit telah menyisipkan kesan transparan, kenyamanan, ketenangan, kepercayaan, dan kekeluargaan. Lalu untuk espoused values berupa tagline NoLimit dengan penerapan budaya melalui kegiatan yang melibatkan anggota. Untuk basic underlying assumption/ asumsi dasar yaitu berupa kedisiplinan dan komunikasi yang baik.Kata Kunci-budaya organisasi, fleksibilitas, start-up
Strategi Rebranding Pelindo Solusi Digital pada Era Digital Bil Balqis, Putri Shalsa; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa
eProceedings of Management Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses rebranding perusahaan memiliki strategi public relations sebagai hal penting, karena rebranding menggunakan rencana perubahan branding yang hendak disampaikan pada masyarakat. Penelitian ini membahas strategi rebranding Pelindo Solusi Digital pada era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi Pelindo Solusi Digital dalam melakukan rebranding perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus serta pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan strategi public relations menurut Cutlip Center dan Broom dalam Nova (2014) yakni fact finding, planning, communication, dan evaluation. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pelindo Solusi Digital melakukan proses rebranding perusahaan dengan mengacu pada teori Cutlip Center dan Broom. Dalam fact finding terdapat fakta bahwa rebranding terjadi karena terjadi perubahan pada strategi perusahaan, planning adalah membuat strategi yang akan digunakan selama proses rebranding, kemudian communication adalah tahapan mengimplementasikan proses rebranding, dan evaluation menjadi acuan mengukur keberhasilan dari strategi yang telah diimplementasikan.Kata Kunci-Pelindo Solusi Digital, rebranding, strategi public relations
Analisis Strategi Public Relations Shopee Indonesia Melalui Program Shopee Affiliate Fasha, Rayhan Muhamad; Sutarjo, Moch Armien Syifaa
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Public Relations (PR) Shopee Indonesia melalui program ShopeeAffiliate. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi, peran PR menjadi krusial dalam mempromosikan produkdan membangun hubungan dengan pemangku kepentingan. Penelitian ini difokuskan pada analisis strategi PR yangditerapkan oleh Shopee Indonesia melalui program Shopee Affiliate, yang merupakan program yang melibatkanmasyarakat umum dalam mempromosikan produk Shopee.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatifdengan mengumpulkan data melalui wawancara dan literature view. Paradigma yang digunakan adalah postpositivisme.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Shopee Indonesia telah berhasil menerapkan strategi PR yangefektif melalui program Shopee Affiliate. Program ini memungkinkan masyarakat umum untuk menjadi mitra dalammempromosikan produk Shopee dan mendapatkan penghasilan tambahan. Melalui pemanfaatan media sosial dandistribusi konten visual, Shopee Indonesia berhasil meningkatkan kesadaran merek, meningkatkan lalu lintaspengunjung, dan membangun hubungan yang positif dengan pemangku kepentingan. Kata Kunci-public relations, PR strategies, Shopee Indonesia, Shopee affiliate program, e-commerce.
Implementasi Strategi Komunikasi Eksternal PT Hutama Karya Dalam Membangun Citra Positif Perusahaan Ahmad, Fathiya Nuralifia; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT Hutama Karya dengan salah satu proyeknya yakni Jalan Tol Trans Sumatera memicu menimbulkan krisis karenabeberapa faktor pembangunan, sehingga diperlukan strategi komunikasi agar bisa menjalin relasi dengan stakeholderuntuk mengatasi hal tersebut . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi eksternal yang dilakukanHutama Karya dilihat dari kesesuaian pada teori komunikasi external menurut Suranto AW (2015) dengan memuatunsur pola komunikasi eksternal antara perusahaan dengan stakeholder. Penelitian ini menggunakan pendekatankualitatif metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasilpenelitian ini menunjukan komunikasi eksternal di Hutama Karya dilakukan melalui tahapan manajemen komunikasiyaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan evaluasi. Implementasinya dilakukan melalui beberapaprogram seperti campaign, Focus Group Discussion, optimalisasi media sosial, audiensi bersama pemerintah daerah,dan membina media. Komunikasi eksternal membantu Hutama Karya dalam menjalin relasi yang baik dan kerjasamadengan para stakeholder. Hal tersebut dibuktikan dengan penghargaan Hutama Karya di bidang komunikasi yangdidapat sepanjang 2022. Kata Kunci-citra perusahaan, komunikasi eksternal, strategi komunikasi
Penerapan Digital Employee Experience (DEX) dalam Strategi Komunikasi Internal Telkom Indonesia Cantika, Mega Prima; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 memberikan dampak transisi digital besar-besaran kepada perusahan Indonesia, tetapi PT TelkomIndonesia Tbk berhasil menghadapi percepatan digitalisasi tersebut sembari terus mendapatkan penghargaan dengankategori Best Workplace setiap tahunnya selama pandemi. Hal itu menjadi bukti nyata bahwa internal PT TelkomIndonesia Tbk memiliki pengalaman positif selama masa pandemi, baik secara digital dan secara emosional. Penelitianini bertujuan untuk melihat aspek digital dari strategi komunikasi internal employee experience (EX), yaitu digitalemployee experience (DEX) di Telkom Indonesia. Pendekatan penelitian adalah pendekatan kualitatif dengan metodestudi kasus tunggal dan paradigma konstruktivis untuk melihat proses penerapan DEX. Hasil penelitian yangdidapatkan bahwa Telkom Indonesia menggabungkan pola pikir digital yang berkepanjangan dengan pendekatanSDM humanis untuk menerapkan DEX melalui penyediaan alat dan media komunikasi digital, adaptasi dan literasidigital, sikap leadership, budaya dan lingkungan kerja digital, dan timbal balik dan evaluasi.Kata Kunci-komunikasi internal, digitalisasi, digital employee experience, DEX
Strategi Personal Branding Mahasiswa Bandung Melalui Media Sosial Instagram Hayya, Fadya Annisa; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Personal branding adalah hal yang penting dilakukan oleh mahasiswa karena memiliki berbagai manfaat, terutamadengan menggunakan teknologi media sosial Instagram. Penelitian ini membahas tentang strategi mahasiswa KotaBandung dalam membangun personal branding melalui media sosial Instagram. Tujuan dari riset ini adalah untukmengetahui pendapat mahasiswa Kota Bandung dalam melakukan personal branding serta mengetahui cara merekamelakukannya melalui media sosial Instagram. Riset penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metodedeskriptif mengenai mahasiswa Kota Bandung yang memanfaatkan Instagram sebagai portofolio mereka. Metodepengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian inimenggunakan konsep delapan konsep pembangun personal branding menurut Peter Montoya (2002) Hasil penelitianini adalah peneliti menemukan bagaimana cara para mahasiswa Kota Bandung dalam membangun personal brandingmereka di media sosial Instagram, serta mengetahui perbedaan dari mahasiswa Kota Bandung yang membangunpersonal branding mereka menggunakan konsep delapan pembangun personal branding milik Peter Montoya denganmahasiswa Kota Bandung yang tidak membangun menggunakan konsep tersebut. Tetapi tujuan dari membangunpersonal branding berbeda jadi hasilnya juga relatif tergantung dari tujuan mereka membangun personal branding diInstagram. Kata Kunci-mahasiswa Kota Bandung, media sosial Instagram, personal branding
Analisis Strategi Rebranding Pt Len Industri Melalui Pergantian Logo Perusahaan Rizky, Muhammad; Sutarjo, Moch. Armien Syifaa
eProceedings of Management Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024
Publisher : eProceedings of Management

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pesat dalam dunia bisnis dan persaingan yang semakin ketat mendorong banyak perusahaan untukmelakukan strategi rebranding sebagai upaya untuk memperkuat identitas merek mereka. PT Len Industri, sebuahperusahaan BUMN juga mengadopsi strategi ini dengan mengubah logo perusahaan mereka. Penelitian ini membahasStrategi rebranding PT Len Industri sebagai induk holding pertahanan Indonesia. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui strategi PT Len Industri dalam melakukan rebranding perusahaan. Penelitian ini menggunakanpendekatan kualitatif dengan metode deskriptif serta pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknikwawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan strategi public relation menurut Cutlip Centerdan Broom (2009) yakni fact finding, planning, communication, dan evaluation. Berdasarakan hasil penelitian, tahapfact finding terdapat fakta bahwa rebranding terjadi karena adanya perubahan pada strategi perusahaan, planningdiwujudkan melalui empat elemen utama rebranding yaitu repositioning, renaming, redesigning, dan relaunching,kemudian communication adalah tahapan mengimplementasikan proses rebranding, dan evaluation menjadi patokankeberhasilan dari strategi yang telah diimplementasikan. Kata kunci-rebranding, strategi public relation
PELATIHAN PERSONAL BRANDING DAN STRATEGI KOMUNIKASI BAGI TUTOR MUDA (TROOPERS) ARMIDALE ENGLISH COLLEGE (AEC) Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Diniati, Anisa; Mukhlisiana, Lusy
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 1 No. 1 (2023): JP2N: September - Desember 2023
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/bnse1712

Abstract

In the midst of competition in the digital era like today, every individual is required to be able to always improve their abilities in order to continue to compete. Every individual must improve their abilities. Two things that are very important in facing a competitive business environment are personal branding and communication strategies. Therefore, we, the Telkom University Community Service team, would like to fully support the Armidale English College (AEC) Troopers to develop their knowledge and skills regarding personal branding and communication strategies by providing offline training. Building a good personal branding requires continuous knowledge enrichment and training. With the knowledge of the importance of building a strong personal branding and managing good communication strategies, it is hoped that these young tutors can set a good example for their juniors and also prepare themselves to face the increasingly fierce competition in the future where each individual must be able to showcase their own strengths. By participating in the training and mentoring program for a predetermined period of time. Partners will gain specific knowledge and skills in implementing personal branding, from introduction to evaluation.
Examining How Rituals Reinforce Organizational Culture within Gen Z Learning Community Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Wisudawaty, Hanna; Fariza, Muhammad Rio
Jurnal Dinamika Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/dinamika.v11i2.6073

Abstract

This study examines how organizational rituals reinforce culture and identity within a Gen Z–based educational community. Using a descriptive qualitative approach, data were gathered through interviews, participant observation, and document analysis in the Troopers community of Armidale English College (AEC), Bandung, Indonesia. Five participants of different seniority levels were purposively selected to represent varied cultural experiences. The findings show that rituals perform four main functions: (1) onboarding and identity building, where initiation activities convey core organizational values; (2) institutional learning, as meetings and peer-led programs serve as platforms for experiential training; (3) social cohesion, where informal rituals like sports and casual gatherings foster trust and solidarity; and (4) collective identity formation, expressed through shared symbols such as uniforms and chants. These practices combine formal and spontaneous elements, linking classical views of organizational culture (Schein, 2010; Goffman, 1967) with Gen Z’s emphasis on authenticity and collaboration. The study contributes theoretically by framing rituals as communicative strategies that sustain organizational culture in youth-oriented learning environments. Practically, it provides insights for educational and volunteer organizations to design culturally relevant engagement strategies that enhance communication, loyalty, and identity formation in the post-pandemic context.
PUBLIC SPEAKING DAN HOSPITALITY COMMUNICATION TRAINING BAGI PEGIAT WISATA DAN EKONOMI KREATIF KABUPATEN PANGANDARAN Sutarjo, Moch. Armien Syifaa; Fariza, Muhammad Rio; Widyaningrum, Septiana Yustika; Claudia, Febriyanti; Alwaton, Yogie; Rozaq, Miftahul
JP2N : Jurnal Pengembangan Dan Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2025): JP2N: September- Desember 2025
Publisher : Yayasan Pengembangan Dan Pemberdayaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62180/a8131a38

Abstract

Kegiatan Public Speaking dan Hospitality Communication Training bagi pegiat wisata dan pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Pangandaran dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan peningkatan kompetensi komunikasi yang selama ini menjadi tantangan utama dalam pelayanan pariwisata. Pelatihan ini mencakup penyampaian materi, praktik public speaking, serta roleplay hospitality service untuk membantu peserta tampil lebih percaya diri dan profesional dalam berinteraksi dengan wisatawan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah interaktif, workshop praktik, simulasi komunikasi layanan, serta evaluasi melalui observasi performatif dan wawancara dengan peserta serta perwakilan Disbudpar Pangandaran. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengalami peningkatan signifikan dalam teknik berbicara di depan umum, penggunaan bahasa tubuh, struktur penyampaian informasi, serta kemampuan bercerita mengenai destinasi wisata dan produk kreatif lokal. Selain itu, pelatihan hospitality communication membantu peserta memahami prinsip keramahan, empati, dan etika pelayanan yang menjadi standar dalam industri pariwisata. Wawancara dengan mitra Disbudpar mengonfirmasi bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas komunikasi pelayanan dan memperkuat citra Pangandaran sebagai destinasi yang ramah dan profesional. Peserta juga memberikan umpan balik positif dan menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan pekerjaan mereka di lapangan. Dengan demikian, pelatihan ini memberikan dampak nyata pada peningkatan kapasitas SDM serta mendukung upaya penguatan pelayanan wisata yang berkelanjutan di Kabupaten Pangandaran.