Claim Missing Document
Check
Articles

PERMINTAAN BERAS DI PROPINSI JAWA TIMUR Aron, Robertus; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the demand for rice in East Java. Demand of rice in East Java Province was collected from BPS and analyzed using multiple linear regression. Coefficient of determination (R2) resulting from this method amounted to 0.477 that meaning was 48% of demand of rice in East Java Province was explained by rice prices, corn prices, sweet potato prices, cassava prices, and per capita income. The remaining (52%) was explained by other variables other than methods such as population, consumer tastes, price of other foods. Demand of rice was influenced by price of rice, price of corn, and income per capita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan beras di Jawa Timur. Data permintaan beras di Propinsi Jawa Timur diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Koefisien determinasi (R2) yang dihasilkan dari metode ini sebesar 0.477. artinya 48% permintaan beras di Propinsi Jawa Timur dijelaskan oleh harga beras, harga jagung, harga ubi jalar, harga ubi kayu, dan pendapatan per kapita. Sisanya sebesar 52% dijelaskan oleh variabel lain di luar model permintaan beras seperti jumlah penduduk, selera konsumen, harga bahan pangan lain. Pemintaan beras di Propinsi jawa Timur dipengaruhi oleh harga beras itu sendiri, harga jagung, dan pendapatan perkapita.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP BUAH APEL IMPOR DAN LOKAL DI PASAR MODERN KOTA MALANG Aristo, Mario Andri; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The research objective was to analyzed consumer preferences and attributes that are most considered by consumers in choosing imported and local apples in the modern market of Malang City. Data collected from consumers was analyzed by chi square and multi-attribute fishbein. The results show there were differences in consumer preferences for apples in the modern market of Malang City. Imported apples that become consumer preferences were fruit flavor, fruit size and fruit skin color, while local apples are fruit flavor, fruit size and fruit skin color. The attribute most considered by consumers in purchasing imported apples wais the attribute of fruit flavor and local apples are the skin color of the fruit. Tujuan penelitian adalah menganalisis preferensi konsumen dan atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam memilih buah apel impor dan lokal di pasar modern Kota Malang. Data yang dikumpulkan dari konsumen dianalisis dengan chi square dan multiatribut fishbein. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan preferensi konsumen terhadap buah apel di pasar modern Kota Malang. Buah apel impor yang menjadi preferensi konsumen adalah rasa buah, ukuran buah dan warna kulit buah, sedangkan apel lokal adalah rasa buah, ukuran buah dan warna kulit buah. Atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam pembelian apel impor adalah atribut rasa buah dan apel lokal adalah warna kulit buah.
FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL PENENTU PERSEPSI PETANI TENTANG KINERJA PENYULUH PERTANIAN DI DESA PURWOREJO, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG Irensius, Irensius; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The agriculture counseling holds the important function to increase quality of farmer through process of study. the goal of this research is analysis performance of the agriculture counseling, perseption of farmer about performance of the agriculture counseling, and the effect internal and external factors toward inspection of the agriculture counseling. This research is done at village purworejo, Sub district ngantung, district malang by using dialogue method with the instrument research is quiztioner. The analysis data is description manner and double liners regression. The results of this research show that performance of Agriculture counseling is good declaration, perspective farmers are positive about performance of Agriculture counseling. The factors are age, formal education, non formal education, active farmer in group of farm, and knowledge of farmer towards performance of Agriculture counseling has significant effect toward perseption of farmer about performance of Agriculture counseling. Penyuluhan pertanian memegang peranan penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya petani melalui proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kinerja penyuluh pertanian, persepsi petani tentang kinerja penyuluh pertanian, dan pengaruh faktor internal dan eksternal terhadap kinerja penyuluh pertanian. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Purworejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dengan menggunakan metode wawancara dengan instrumen penelitian kuesioner. Data dianalisis secara deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa kinerja penyuluh pertanian dinyatakan baik, persepsi petani positif tentang kinerja penyuluh pertanian. Faktor umur, pendidikan formal, pendidikan non formal, keterlibatan petani dalam kelompok tani, dan pengetahuan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian berpengaruh signifikan terhadap persepsi petani tentang kinerja penyuluh pertanian.
EFISIENSI PENGGUNAAN FAKTOR PRODUKSI DAN BIAYA USAHA TANI KENTANG (SOLANUM TUBEROSUM L. ) (STUDI KASUS DI DESA NGANTRU KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG) Haluwalu, Fredi Tungga; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potato is one of the vegetable commodities that has economic value because it can bring benefits and a bright prospect for both domestic and foreign marketing, and not easily damaged like other farming vegetables. The success of increasing production and income of farmers is determined by the success of farmers to allocate the factors of production (land, seed, labor, fertilizer, and pesticides), so that obtained maximum production which means the use of production factors economically efficient. The research aimed to find out how big was the cost of production of potato farming in Ngantru Village, Ngantang District Malang Regency. To know the net income of potato farming. Variable area of land, seeds, labor, fertilizer and pesticides had significant effect on production result. Based on the result, it is concluded that the influence of the use of production factor and farming cost to the production was good as it can be seen from R square value equal to 0,819 or 81,9% while 0,181 or 18,1% influenced by other factor. Total production cost for one time harvest was IDR 475,068,000, - if calculated production cost per person during one harvest was the total production cost: total of respondent IDR. 15,835,600, -. The revenue of potato farming for one-time harvest was IDR. 5,068,000, - so it could be said that the farming is considered beneficial due to R / C was more than one. Kentang merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomi karena dapat mendatangkan keuntungan mempunyai prospek yang cerah baik untuk pemasaran dalam negeri maupun luar negeri, tidak mudah rusak seperti sayuran lain petani. Keberhasilan peningkatan produksi dan pendapatan petani ditentukan oleh keberhasilan petani mengalokasikan faktor produksi (lahan,benih,tenaga kerja, pupuk, dan pestisida), sehingga diperoleh produksi yang maksimal.yang berarti penggunaan faktor produksi secara ekonomis sudah efisien. Penelitian bertujuan Untuk mengetahui seberapa besar biaya produksi usaha tani kentang di Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Untuk mengetahui pendapatan bersih usahatani kentang. Variabel luas lahan, bibit, tenaga kerja, pupuk dan peptisisda berpengaruh signifikan terhadap hasil Produksi. Berdasarkan hasil disimpulkan bahwa pengaruh penggunaan faktor produksi dan biaya usahatani terhadap hasil Produksi adalah baik yang dapat dilihat dari nilai R square sebesar 0,819 atau 81,9% sedangkan 0,181 atau 18,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Biaya total produksi selama satu kali panen adalah sebesar Rp.475.068.000,- jika dihitung biaya produksi perorang selama satu kali panen adalah total biaya produksi:total responden = Rp. 15.835.600,-. Pendapatan petani usahatani kentang sekali panen sebesar Rp. 5.068.000,- sehingga bisa dikatakan usahatani dianggap menguntungkan dikarenakan R/C lebih dari satu.
PENGARUH PRODUKSI CPO DOMESTIK HARGA CPO INTERNASIONAL DAN NILAI TUKAR TERHADAP VOLUME EKSPOR CPO INDONESIA Indayati, Dewi; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to analyze the influence of domestic CPO production, international CPO price and exchange rate to export volume of CPO. This research explanotory research uses secondary data per month during period 2012-2015 with data source come from BPS, Bank Indonesia, Info Sawit. Data analysis method used is multiple linear regression analysis. The results of this study indicate the coefficient of determination of 0.507 which means the independent variables are able to explain the dependent variable of 51%. The analysis shows that international CPO prices significantly influence the export volume of CPO while domestic CPO production and exchange rate do not significantly influence the export volume of Indonesian CPO. The price of international CPO has the most dominant effect on the volume of CPO Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh produksi CPO domestik, harga CPO internasional dan nilai tukar terhadap volume ekspor CPO. Penelitian explanotory research ini menggunakan data sekunder per bulan selama periode 2012-2015 dengan sumber data berasal dari BPS, Bank Indonesia, Info Sawit. Metode analisis data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan koefisien determinasi sebesar 0,507 yang berarti variabel bebas mampu menjelaskan variabel terikat sebesar 51%. Hasil analisis menunjukkan harga CPO internasional berpengaruh secara signifikan terhadap volume ekspor CPO sedangkan produksi CPO domestik dan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor CPO Indonesia. Harga CPO internasional berpengaruh paling dominan terhadap volume CPO Indonesia.
METODE KOMUNIKASI PADA PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN PADI DI KECAMATAN RUTENG Jenarung, Refli Firman; Muljawan, Rikawanto Eko; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, komunikasi menjadi sebuah faktor penting yang dapat menunjang tercapainya tujuan-tujuan penyuluhan.Penyuluh dituntut untuk memiliki sebuah metode komunikasi agar objek penyuluhan dapat menerima pesan dengan baik dan tidak terjadi missunderstanding dalam proses penyuluhan. Dalam menunjang kegiatan penyuluhan dibutuhkan sarana dan prasarana kegiatan seperti LCD, laptop, print, Banner, papan, tempat pertemuan, lahan, kendaraan dan gedung dan peralatan kantor lainya. Penelitian ini dilaksanakan di BPK Kecamatan Ruteng. pelaksanaan penelitian dimulai dari tanggal 7 Januari sampai 27 Maret 2016. Teknik pengambilan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung obyek yang diteliti untuk mengetahui fakta fakta yang ada di lapangan dan memberikan pertanyaan berupa kuisioner.Sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode komunikasi yang digunakan dalam penyuluhan 70% menyatakan cukup baik, sedangkan 20% menyatakan baik dan 10% menyatakan tidak baik. Sedangkan sarana dan prasarana kegiatan penyuluhan menunjukan 30% menyatakan baik, 50% menyatakan cukup baik, dan 10 % tidak baik.
ANALISIS PERMINTAAN RUMAH TANGGA AKAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) Lorensius, Lorensius; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Chili pepper (Capsicum frutescens L.) is a type of commercial vegetables that has long been cultivated. The price of chili pepper in Landungsari and Tlogomas is relatively high. This is due to the unstable number of chilies produced and the amount of consumer demand that fluctuate so as to have an impact on the instability of the market price of peppers. This study aims to analyze household demand for cahili pepper, analyze the factors that influence household demand for cahili pepper, and analyze the most dominant factors affecting household demand for chili pepper in Landungsari and Tlogomas. The analysis method that used in this research is descriptive quantitative method. Quantitative method use the multiple linear regression. Data were obtained by direct interview and questionnaire. The results showed that household demand for cahili pepper in Landungsari subdistrict of Dau and Tlogomas subdistrict of Lowokwaru were 2.08 and 1.94 Kg / month with average purchase frequency 7 times in a month, and average price for chili pepper is Rp. 31.400 and Rp.30.100. Factors that affecting the household demand for chili pepper are tomato price, household income, and education level. The most dominant factor affecting household demand for chili in Landungsari is the price of tomato, while in Tlogomas is the household income. Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu jenis sayuran komersial yang sejak lama telah dibudidayakan. Harga cabai rawit di Kelurahan Landungsari dan Kelurahan Tlogomas hingga saat ini masih relatif tinggi. Hal ini karena tidak stabilnya jumlah cabai yang diproduksi dan jumlah permintaan konsumen yang berfluktuatif sehingga dapat memberikan dampak pada ketidakstabilan harga cabai dipasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis permintaan rumah tangga akan cabai rawit, menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit, dan menganalisis faktor yang paling dominan mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit di Kelurahan Landungsari dan Kelurahan Tlogomas. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Metode kuantitatif menggunakan regresi linear berganda. Data diperoleh dengan cara wawancara langsung dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permintaan rumah tangga akan cabai rawit di Kelurahan Landungsari Kecamatan Dau dan Kelurahan Tlogomas Kecamatan Lowokwaru masing-masing sebesar 2,08 dan 1,94 Kg/bulan dengan rata-rata frekuensi pembelian 7 kali dalam sebulan, dan harga rata-rata cabai rawit adalah Rp. 31.400 dan Rp.30.100. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit adalah harga tomat, pendapatan rumah tangga, dan tingkat pendidikan. Faktor yang paling dominan mempengaruhi permintaan rumah tangga akan cabai rawit di Kelurahan Landungsari adalah harga tomat, sedangkan di Kelurahan Tlogomas adalah pendapatan rumah tangga.
PENGARUH PENGGUNAAN SARANA PRODUKSI TERHADAP PENDAPATAN USAHATANI PADI Neri, Fhilipus; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Khoirunnisa', Ninin
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of the use of farming production facilities that allegedly affect the income of farming in Jatirejoyoso Village, Kepanjen Subdistrict. Data collected in the study were analyzed using regression model. The results of this study indicate that the variables of land area, urea fertilizer, and NPK fertilizer have an effect on rice farming income, while the variable of labor, seed, TSP fertilizer, and pesticide have no significant effect. The area of land used for rice farming is 1.10 Ha; seeds used with the amount of 34 Kg / Ha; manpower with the number of 5 people / Ha; and the fertilizer used are: Urea 138 Kg / Ha, TSP 92 Kg / Ha, NPK 143 Kg / Ha; the drugs used are: herbicide 2 L / Ha, insecticide 2 L / Ha. The net income of rice farming in Jatirejoyoso village is Rp.35.483.948 / Ha. with production of 8,333 Kg / Ha, revenue of Rp.37.650.000 / Ha, and production cost of Rp.2.166.052 / Ha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan sarana produksi usahatani yang diduga mempengaruhi pendapatan usahatani di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen. Data yang dikumpulkan dalam penelitian dianalisis menggunakan model regresi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel luas lahan, pupuk urea, dan pupuk NPK berpengaruh terhadap pendapatan usahatani padi, sedangkan variabel tenaga kerja, benih, pupuk TSP, dan pestisida tidak mempunyai pengaruh signifikan. Luas lahan yang digunakan untuk usahatani padi rata-rata 1,10 Ha; benih yang digunakan dengan jumlah 34 Kg/Ha; tenaga kerja dengan jumlah 5 orang/Ha; serta pupuk yang digunakan adalah: Urea 138 Kg/Ha, TSP 92 Kg/Ha, NPK 143 Kg/Ha; obat-obatan yang digunakan adalah: herbisida 2 L/Ha, insektisida 2 L/Ha. Pendapatan bersih usahatani padi sawah di Desa Jatirejoyoso yaitu sebesar Rp.35.483.948 /Ha. dengan produksi sebesar 8.333 Kg/Ha, penerimaan sebesar Rp.37.650.000/Ha, dan biaya produksi sebesar Rp.2.166.052/Ha.
ANALISIS PERMINTAAN BAHAN PANGAN STRATEGIS (BERAS, DAGING SAPI DAN CABAI MERAH) DI INDONESIA Meilani, Ema; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the factors that are suspected to affect strategic food demand (rice, beef and red pepper) in Indonesia. The analysis was performed using multiple linear regression analysis model. The data used in the study is the annual time series data with a span of time for 30 years (1986-2015). Variables used are rice price, beef price, red chili price, population, income per capita, and production amount (rice, beef and red pepper). The results of the analysis show that multiple linear regression model is suitable to be used as a model of estimation equation from demand of rice, beef and red pepper. This is evident from the statistical F test on 3 (three) models of real demand at 99% confidence level, while viewed from the value of coefficient of determination (R2), free variable demand rice model contributes a value of 90.6%, beef demand model for 93.4% and the demand for red chili is 61.3%. The elasticity analysis shows that rice and red pepper are inferior goods, while beef is elastic. Rice is substitute for beef and red pepper. Beef is substitute to rice and complementary to red pepper. The red chili is complementary to rice and beef. The findings in this study are expected to have implications of government policies or intansi relating to the food of the people, especially in the making of food policy related to the demand of rice, beef and red pepper so that economic development indicators can be fulfilled in accordance with expectations in order to realize the welfare of Indonesian society. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang diduga mempengaruhi permintaan bahan pangan strategis (beras, daging sapi dan cabai merah) di Indonesia. Analisis dilakukan menggunakan model analisis regresi linear berganda. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data time series tahunan dengan rentang waktu selama 30 tahun (tahun 1986-2015). Variabel yang digunakan yaitu harga beras, harga daging sapi, harga cabai merah, jumlah penduduk, pendapatan perkapita, dan jumlah produksi (beras, daging sapi dan cabai merah). Hasil analisis menunjukkan bahwa model regresi linear berganda sesuai untuk digunakan sebagai model persamaan penduga dari permintaan beras, daging sapi dan cabai merah. Hal ini terbukti dari uji F statistik pada 3 (tiga) model permintaan nyata pada taraf kepercayaan 99%, sedangkan dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2), model permintaan beras variabel bebas memberikan kontribusi nilai sebesar 90,6%, model permintaan daging sapi sebesar 93,4% dan model permintaan cabai merah sebesar 61,3%. Hasil analisis elastisitas menunjukkan bahwa beras dan daging sapi merupakan barang inferior, sedangkan cabai merah merupakan barang normal. Beras bersifat substitusi terhadap daging sapi dan cabai merah. Daging sapi bersifat substitusi terhadap beras dan komplementer terhadap cabai merah. Cabai merah bersifat komplementer terhadap beras dan daging sapi. Penemuan dalam penelitian ini diharapkan mempunyai implikasi kebijakan pemerintah atau intansi yang berhubungan dengan pangan masyarakat, khususnya dalam pengambilan kebijakan pangan yang berkaitan dengan permintaan beras, daging sapi dan cabai merah sehingga indikator pembangunan ekonomi dapat terpenuhi sesuai dengan harapan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERMINTAAN CABAI RAWIT DI DESA GIRIMOYO KECAMATAN KARANGPLOSO KABUPATEN MALANG Halimaking, Rosalina Ose; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Mutiara, Farah
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cayenne pepper (Capsicum frutescens L.) is one type of chili known as vegetables, spices or herbs that the community needs as a flavoring dish. The amount of availability with the amount of demand for cayenne pepper is not always balanced. This is due to the unstable number of chilies produced or the number of consumer demand so that the price of chili is not stable. The aim of this research is to analyze the factors influencing the demand of cayenne pepper, the most dominant factor and the response of pepper demand to the change of cayenne pepper price, red chili price, onion price and family income. Data collected from households were analyzed by multiple linear regression tests. The results of this research show that factors influencing the demand of cayenne pepper are the price of cayenne pepper, the price of red pepper, the price of onion, the number of family member and the family income. The most dominant factor influencing the demand of cayenne pepper is the price of cayenne pepper. The demand for cayenne pepper is inelastic. Cayenne pepper is a normal item, or an item whose number of requests increases if the income of the family also increases. Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu jenis cabai yang dikenal sebagai sayuran, rempah atau bumbu dapur yang diperlukan masyarakat sebagai penyedap masakan. Jumlah ketersediaan dengan jumlah permintaan cabai rawit tidak selalu seimbang. Hal ini disebabkan karena tidak stabilnya jumlah cabai yang diproduksi atau jumlah permintaan konsumen sehingga harga cabai tidak stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor - faktor yang mempengaruhi permintaan cabai rawit, faktor yang paling dominan dan respon permintaan cabai terhadap perubahan harga cabai rawit, harga cabai merah, harga bawang merah dan pendapatan keluarga. Data yang dikumpulkan dari rumah tangga dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa, Faktor - faktor yang mempengaruhi permintaan cabai rawit adalah harga cabai rawit, harga cabai merah, harga bawang merah, jumlah anggota keluarga dan pendapatan keluarga, Faktor yang paling dominan mempengaruhi permintaan cabai rawit adalah harga cabai rawit. Permintaan cabai rawit bersifat inelastis. Cabai rawit merupakan barang normal, atau barang yang jumlah permintaannya meningkat apabila pendapatan keluarga juga meningkat.
Co-Authors Alfines, Alfines Amir Hamzah Anak Agung Keswari Krisnandika Apria Fransiska Aristo, Mario Andri Aron, Robertus Asgar, Forestio Baksih, Baksih Bambang Purwiyono BERE, NOPRIANO Budi Prihatminingtyas Budi Prihatminingtyas Cakti Indra Gunawan Ceme, Grogorius Ciet, Markus Dangkung, Lukas Irwantus David Kaluge Dyanasari, Dyanasari Elisia Elisia, Elisia Eri Yusnita Arvianti Fahmi, Mijar Alif Farah Mutiara Firliyan, Enis Fransiska, Apria Gede Mekse Korri Arisena Grogorius Ceme Halimaking, Rosalina Ose Haluwalu, Fredi Tungga Hardiyanto, Yosef Harmono, Harmono Hary Sanjaya Hendrik Suhendri Hendrik Suhendri, Hendrik Indayati, Dewi Irensius, Irensius Isidorus Banggut Ismindarto, Anang Jenarung, Refli Firman Jusuf Sugiharto Kamil, Mohammad Kartini, Maria Talisia Kholil, A. Yusuf Kopek, Jeki Kurniasih, Defa Lebu, Junaidi Bebe Leksono, Anita Lende, Marselinus Lero, Oni Ringgu Ludovikus Ronaldus Unta Lukas Irwantus Dangkung Ma’sum, Zuhdi Maria Wini Dowa Marpaung, Jupri Johanes SM Mayor, Fenny Marthina Meilani, Ema Mendonca, Agustinho Muljawan, Rikawanto Eko Nazizah, Nur Neri, Fhilipus Ninin Khoirunnisa’ Nur Ida Iriani Nur Ida Iriani Nurhananto, Dwi Asnawi Nurhananto, Dwi Asnawi Onifasia Adah Palus, Fridolin Triayen Pebrianto, Petrus Pebryanto, Alfredo Piran, Ronaldus Don Prasetyo Nugroho Priyambodo, Ayu Wulandari Ririn Khuswati Rizky Ardianto Robertus Cio Rofiatin, Umi Rofiatin, Umi Rofiatin Sa'edi, Sa'edi Sadiyah, Ana Arifatus Saputra, Stephens Ermanda Sardan, Sardan Setiaji, Jatmiko Son Suwasono, Son Sri Andika Putri Sri Kusmaryatun Sriyutun Saghu, Yustina Suhudi . Sumarno . Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Tallo, Yohanes Fischer Tirta Yoga Toni, Toni Ubu Weking, Maria Magdalena Prasedis Umbu Tamu, Marselinus Roberto Wahid, Moh. Waty, Klaudia Rewinda Widowati Yulita Yulita Zuhdi Ma’sum Zulkarnain Zulkarnain