Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN BAWANG MERAH DI DESA BANJAREJO KECAMATAN NGANTANG KABUPATEN MALANG Ubu Weking, Maria Magdalena Prasedis; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red onion is used as cooking spice and its role can not yet be replaced by other types of crops so that onion farming is profitable for farmers but farmers still experience constraints on marketing the results. The issue of onion marketing is inseparable from the farmer institution that has not functioned optimally and the capital institution has not been reached for the farmers. The purpose of this study is to analyze the cost of production, marketing channels, profit middlemen and the efficiency of onion marketing. Research location in Banjarejo Village, Ngantang District, Malang Regency. The method used in this study is purposive sampling with a sample of 70 people, data analysis techniques used in this study that is, calculate the marketing margin, share price. The research data was collected by distributing questionnaires. The conclusion of this study the amount of cost incurred by each marketing agency have an effect on the price determination of onion, marketing channel of shallots used by farmers are Farmers - Consumers, Farmers - Wholesalers - Retailers - Consumers, Farmers - Wholesalers - Wholesalers - Retailers Intercity - Consumers, Farmers who directly sell the results of onion farming to consumers get more benefits than using other marketing channels. The marketing channels II and III as a whole are not efficient yet, but as an alternative farmers can use marketing channel II, considering separately the share price of farmers exceeds the minimum minimum efficient. Bawang merah digunakan sebagai bumbu masakan dan perannya belum dapat digantikan oleh jenis tanaman lainnya sehingga usahatani bawang merah menguntungkan bagi petani akan tetapi petani masih mengalami kendala pada pemasaran hasil. Permasalahan pemasaran bawang merah tidak terlepas dari kelembagaan petani yang belum berfungsi secara optimal dan lembaga permodalan belum terjangkau bagi petani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya produksi, saluran pemasaran, keuntungan tengkulak dan efisiensi pemasaran bawang merah. Lokasi penelitian di Desa Banjarejo Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan sampel sebanyak 70 orang, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yakni, menghitung marjin pemasaran, share harga. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menyebarkan angket. Kesimpulan dari penelitian ini besarnya biaya yang dikeluarkan oleh setiap lembaga pemasaran berpengaruh terhadap penentuan harga jual bawang merah, Saluran pemasaran bawang merah digunakan oleh petani adalah Petani ? Konsumen, Petani ? Tengkulak ? Pengecer ? Konsumen, Petani ? Tengkulak ? Pedagang Besar ? Pengecer Antarkota ? Konsumen, Petani yang langsung menjualkan hasil pertanian bawang merah ke konsumen mendapatkan keuntungan lebih besar daripada menggunakan saluran pemasaran lain. Saluran pemasaran II dan III secara keseluruhan belum efisien, namum sebagai alternatif petani dapat menggunakan saluran pemasaran II, mengingat secara terpisah share harga petani melampui batas minimum efisien.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERAN ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI (KWT) DEWI SARTIKA DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DI DESA PETUNGSEWU KECAMATAN DAU KABUPATEN MALANG Alfines, Alfines; Suwasono, Son; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of backyard in the field of agriculture is one of the activities to meet the family needs such as vegetables and fruits and can create food independency in the household. in its application, the role of woman farmers becomes an important element in the implementation on the activities utilization of backyard. This study aims to examine the factors that affect the role of woman farmer group members and the most dominant factors that affect the role of woman farmer group Dewi Sartika in the utilization of backyardin Petungsewu Village, Dau Subdistrict. The research method used is quantitative descriptive by using multiple linear regression test with SPSS 2.1, and to obtain more in-depth data the researcher have done direct interview and questionnaire. The result of the research show that the factors that influence the role of woman farmer group members are age, education, family income, family members, time span, motivation, land area, counseling intensity and the most influential factor is time span, woman farmer in Petungsewu village in desperate need of counselor's guidance and mentoring from UPT BP Dau Subdistrict. Pemanfaatan lahan pekarangan adalah suatu kegiatan yang dapat memenuhi kebutuhan keluarga antara lain sayuran dan buah-buahan agar dapat mewujudkan kemandirian pangan dalam rumah tangga. Pada penerapannya, peran wanita tani menjadi unsur penting dalam pelaksanaan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang berpengaruh dan faktor paling dominan dalam mempengaruhi peran anggota kelompok wanita tani dalam pemanfaatan lahan pekarangan di Desa Petungsewu Kecamatan Dau. Metode penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif dengan menggunakan uji regresi linier berganda serta untuk memperoleh data yang lebih mendalam dilakukan dengan wawancara langsung serta kuisioner. Hasil Penelitian menujukkan bahwa faktor yang mempengaruhi peran anggota kelompok wanita tani adalah umur, pendidikan, pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, curahan waktu, motivasi, luas lahan, intensitas penyuluhan dan faktor yang paling berpengaruh adalah curahan waktu, wanita tani di Desa Petungsewu sangat membutuhkan bimbingan penyuluh dan pendampingan dari UPT BP Kecamatan Dau.
ANALISIS USAHA TERNAK ITIK PENGHASIL TELUR RASA UDANG DI DESA KEJAPANAN KABUPATEN PASURUAN JAWA TIMUR Sanjaya, Hary; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Rofiatin, Umi
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Itik yang disebut bebek dalam bahasa Jawa berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar (Anas Moscha) atau wild mallard ini terus dijinakkan menjadi itik yang dipelihara sekarang yang disebut anas domesticus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan, biaya dan pendapatan, kelayakan pengembangan usaha itik ternak petelur di Desa Japanan Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif tentang latar belakang situasi sekarang dan interaksi lingkungan pada unit penelitian berlangsung. Dari perhitungan tercatat bahwa R / C dari 1,09 peternakan itik petelur dari upaya dalam ternak, karena peternakan memiliki R / Ratio C> 1 dengan arti mengalami keuntungan. Peritungan atas bahwa payback period (PBP) dari usaha pemeliharaan itik milik petelur dari bapak hasan basri di desa sub-provinsi kejapanan dari pasuruan dengan jumlah ternak 1000 ekor 15,14 per periode.
METODE KOMUNIKASI PADA PENYULUHAN PERTANIAN DALAM PENGEMBANGAN TANAMAN PADI DI KECAMATAN RUTENG. Jenarung, Refli Firman; Muljawan, Rikawanto Eko; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam kegiatan penyuluhan pertanian, komunikasi menjadi sebuah faktor penting yang dapat menunjang tercapainya tujuan-tujuan penyuluhan. Penyuluh dituntut untuk memiliki sebuah metode komunikasi agar objek penyuluhan dapat menerima pesan dengan baik dan tidak terjadi missunderstanding dalam proses penyuluhan. Dalam menunjang kegiatan penyuluhan dibutuhkan sarana dan prasarana kegiatan seperti LCD, laptop, print, Banner, papan, tempat pertemuan, lahan, kendaraan dan gedung dan peralatan kantor lainya. Penelitian ini dilaksanakan di BPK Kecamatan Ruteng. pelaksanaan penelitian dimulai dari tanggal 7 Januari sampai 27 Maret 2016. Teknik pengambilan data dengan mengadakan pengamatan secara langsung obyek yang diteliti untuk mengetahui fakta fakta yang ada di lapangan dan memberikan pertanyaan berupa kuisioner. Sedangkan metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode komunikasi yang digunakan dalam penyuluhan 70% menyatakan cukup baik, sedangkan 20% menyatakan baik dan 10% menyatakan tidak baik. Sedangkan sarana dan prasarana kegiatan penyuluhan menunjukan 30% menyatakan baik, 50% menyatakan cukup baik, dan 10 % tidak baik.
FAKTOR – FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMISKINAN PETANI Elisia, Elisia; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The largest contributory sector of poverty in Indonesia is the agricultural sector, which amounted to 51.67%. This study aims to determine what factors affect the poverty of farmers, to determine which factors are the most dominant that mempengerahui poverty of farmers, and to determine the efforts that can be done to improve the independence of farmers. The research method used is descriptive quantitative method. Research respondents are poor farmers, the method of data analysis used is multiple linear regression. The results showed that there are three factors that significantly affect the poverty of farmers in Sidoluhur Village, the factors are education (X1), land (X3), and technology (X4). While the factors that have no significant effect are capital factor (X2) and market factor (X5). The results of the study also showed that the program of increasing the independence of farmers in Sidoluhur Village based on the factors that have real effect, the problems faced, and the expectations of farmers are: Program improvement of facilities and infrastructure of economic institutions, and the procurement of special co-operatives for farmers, Farmer's human resource improvement program through training and counseling on value-added farming, Comparative study program in developed areas through cooperation among village government, Technical guidance program processing of agricultural products through training activities. Sektor penyumbang terbesar kemiskinan di Indonesia adalah sektor pertanian, yaitu sebesar 51,67 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor ? faktor apa saja yang mempengaruhi kemiskinan petani, untuk mengetahui faktor apakah yang paling dominan yang mempengerahi kemiskinan petani, dan untuk mengetahui upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemandirian petani. Metode pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif. Responden Penelitian adalah petani miskin, metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap kemiskinan petani di Desa Sidoluhur, faktor tersebut adalah faktor pendidikan (X1), lahan (X3), dan teknologi (X4). Sementara faktor yang tidak berpengaruh nyata adalah faktor modal (X2) dan faktor pasar (X5).Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa program peningkatan kemandirian petani di Desa Sidoluhur berdasarkan faktor ? faktor yang berpengaruh nyata, permasalahan yang dihadapi, dan harapan ? harapan petani adalah: Program peningkatan sarana dan prasarana kelembagaan ekonomi, melalui kegiatan peningkatan fungsi kelompok tani, maupun pengadaan koperasi khusus bagi petani, Program peningkatan SDM petani, melalui pelatihan dan penyuluhan mengenai usahatani yang bernilai tambah, Program studi banding di daerah yang maju pertaniannya melalui kerja sama antar pemerintah desa, Program bimbingan teknis pengolahan hasil pertanian melalui kegiatan pelatihan.
FAKTOR SOSIAL EKONOMI PETANI YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DI DESA NGIJO, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Ciet, Markus; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 4, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor pertanian merupakan sektor strategis dan berperan penting dalam perekonomian nasional, namun dewasa ini keberlanjutan sektor pertanian dihadapkan pada ancaman serius yakni konversi lahan pertanian yang terjadi secara masif hingga mencapai 100 ribu hektar pertahun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2015 sampai Februari 2016.Tujuan penelitian ini menganalisis faktor sosial ekonomi petani yang mempengaruhi alih fungsi lahan pertanian di Desa Ngijo Kecamatan Karangploso Kabupaten Malang. Sampel dalam penelitian ini adalah petani yang melakukan alih fungsi lahan dengan jumlah sebanyak 42 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus, sedangkan analisis statistik yang digunakan adalah regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa usia petani, tingkat pendapatan, jumlah tangungan anggota keluarga,luas lahan yang dimiliki dan tingkat pendidikan memiliki pengaruh terhadap alih fungsi lahan, dengan nilai koefisien determinasi R2= 0,874 atau 87,4%. Variabel tersebut memiliki pengaruh terhadap alih fungsi lahan sebesar 87,4%, sedangkan sisanya (12,6%) dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun faktor yang paling berpengaruh terhadap alih fungsi lahan yaitu tingkat pendidikan dengan koefisien regresi 0,265 pada taraf signifikan 0,016 < ? 0,05.Disarankan kepada petani untuk mempertimbangkan kembali sebelum mengambil keputusan untuk alih fungsi lahan, sehingga dapat membantu pemerintah dalam menciptakan ketahanan pangan berkelanjutan.
ANALISIS KEUNGGULAN KOMPARATIF BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI DESA NGANTRU, KECAMATAN NGANTANG, KABUPATEN MALANG Umbu Tamu, Marselinus Roberto; Arvianti, Eri Yusnita; Pudjiastuti, Agnes Quartina
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Red onion produced in almost all parts of Indonesia. The main producing red onion north Sumatra, West Sumatra, West Java, Central Java, East Java, West Nusa Tenggara, Central Sulawesi and South Sulawesi. The purpose of this study was to analyze the comparative advantages of onion businesses in Ngantru village. This research is a qualitative research with methods of analysis used was the analysis of Domestic Resources Cost (DRC). The population in this study was 60 and 30 samples. The sampling technique used random sampling while the data collection took place in January-June 2016 using questionnaires.Results of statistical analysis showed that onion farming in the village of Ngantru, Ngantang, Malang Regency experienced excellence both private (6,652,221,805) and social advantages (39.1307 billion) calculations.This meant that onion farming was efficient and it could be concluded of having competitive value for the benefit of farmers and have comparative advantages. From two indicators measuring competitiveness: cost ratio of private (private cost ratio or PCR) showed that onion farming was more competitive with PCR
FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KINERJA PENYULUH PERTANIAN PEGAWAI NEGERI SIPIL DALAM MELAKSANAKAN TUPOKSI DI KABUPATEN MALANG Mayor, Fenny Marthina; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Suwasono, Son
Fakultas Pertanian Vol 7, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Current implementation of agricultural extension is expected to be able to become a facilitator, motivator and regulator of agricultural business actors and be able to build a highly competitive agribusiness system. This study aims to analyze internal and external factor of civil servant agriculture instructors: education, motivation, training, lenght of service, infra-structure, distance to work area, number of target villages, and quantity of target farmer groups and their influence on performance of agricultural instructors civil servant in carrying out TUPOKSI. Research was carried out in seven Technical Implementation Units of Counseling Centers namely: UPT-BP Kec. Singosari, UPT-BP Kec. Lawang, UPT-BP Kec. Karangploso, UPT-BP Kec. Dau, UPT-BP Kec. Pakis, UPT-BP Kec. Pujon, UPT-BP Kec. Pakisaji Malang Regency. Research location was determined purposively and sample was determined based on simple random sampling of 29 civil servant instructors and analyzed with multiple linear regression analysis. The analysis shows that four independent variables have a positive influence on the performance of instructors, namely education, training, work tenure, number of target villages. Performance of agriculture instructors for Civil Servants with likert scale analysis showed very good results with a value of 88,10%. Penyelenggaraan penyuluhan pertanian saat ini diharapkan mampu menjadi fasilitator, motivators dan regulator pelaku usaha pertanian serta mampu membangun sistem agribisnis yang berdaya saing tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal penyuluh pertanian Pegawai Negeri Sipil yang meliputi: pendidikan, motivasi, pelatihan, masa kerja, sarana prasarana, jarak tempuh ke wilayah kerja, jumlah desa binaan dan jumlah kelompok tani binaan serta pengaruhnya terhadap kinerja penyuluh pertanian Pegawai Negeri Sipil dalam melaksanakan TUPOKSI. Penelitian dilakukan di tujuh Unit Pelaksana Teknis Balai Penyuluhan yaitu: UPT-BP Kec. Singosari, UPT-BP Kec.Lawang, UPT BP Kec. Karangploso, UPT BP Kec. Dau, UPT BP Kec. Pakis, UPT BP Kec. Pujon,dan UPT BP Kec. Pakisaji KabupatenMalang. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive dan sampel ditentukan berdasarkan simple random sampling sebanyak 29 orang penyuluh PNS dan dianalisis dengan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan empat variabel independen memberikan pengaruh positif terhadap kinerja penyuluh yaitu pendidikan, pelatihan, masa kerja dan jumlah desa binaan. Kinerja penyuluh Pegawai Negeri Sipil dengan analisis skala likert menunjukkan hasil yang sangat baik dengan nilai 88,10%.
MODEL PENGEMBANGAN KELOMPOK WANITA TANI DALAM USAHATANI CABE DAN TOMAT KAITANNYA DENGAN PERAN DOMESTIK DI DESA BOCEK, KECAMATAN KARANGPLOSO, KABUPATEN MALANG Zulkarnain, Zulkarnain; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Muljawan, Rikawanto Eko
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Farmer Women Group is an activity of a group of women farmers who createjobs for housewives who want to participate in agricultural activities, while alsoincreasing the income of rural communities while increasing welfare in an effort toalleviate poverty. The method used is descriptive qualitative with the informant Determination technique used is Purposive Sampling. Based on the results of the studythat the Model of Farmer Women Group Development in Relation to Domestic Functionsis quite good which can be seen from the Characteristics of Respondents, DecisionMaking for Chili Plants, Decision Making in Tomato Plants, Rangga House Activities,Existing Development Method / Development Model Current and Reasons to Become aFarm Woman. Supporting factors in the implementation of the Women's Farmers Groupactivities in relation to domestic functions are in the form of fertilizers, farming tools,seeds, and a large area of land in the form of tractors and hoes. While the inhibitingfactors in agricultural activities are in the form of disease pests, lack of information sothat the level of knowledge of farmers is still lacking and the climate is uncertain. Kelompok Wanita Tani merupakan Kegiatan kelompok wanita tani yang menciptakan lapangan kerja bagi para ibu rumah tangga yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan pertanian, selain dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di pedesaan sekaligus dapat meningkatkan kesejahteraan dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik penentuan informan yang digunakan adalah Purposive Sampling. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Model Pengembangan Kelompok Wanita Tani Dalam Kaitannya Dengan Fungsi Domestik sudah cukup baik dimana dapat dilihat dari Karakteristik Responden, Pengambilan Keputusan dalam Tanaman Cabe, Pengambilan Keputusandalam Tanaman Tomat, Kegiatan Rumah Tangga (Domestik), Metode/Model Pengembangan yang ada saat ini dan alasan menjadi Wanita Tani. Faktor pendukung pelaksanaan kegiatan Kelompok Wanita Tani dalam kaitannya dengan fungsi domestik yaitu berupa pupuk, alat tani, benih, dan lahan yang cukup luas serta berupa Traktor, dan cangkul. Sedangkan Faktor penghambat dalam kegiatan pertanian yaitu berupa hama penyakit, kurangnya informasi, Tingkat pengetahuan petani yang masih kurang dan iklim yang kurang menentu.
PREFERENSI KONSUMEN TERHADAP SAYURAN ORGANIK DI PASAR MODERN KOTA MALANG Pebryanto, Alfredo; Pudjiastuti, Agnes Quartina; Sa'diyah, Ana Arifatus
Fakultas Pertanian Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine consumer preferences and attributes most considered by consumers in the decision to purchase organic vegetables in the Modern Market of Malang City. The analytical method used is the analysis of Chi Square and Fishbein Multiattributes. Organic vegetables that become consumer preferences in the Modern Market in Malang City are successively, for spinach vegetables are fresh vegetables, color, packaging, physical perfection and taste. for mustard vegetables are fresh vegetables, color, taste, physical perfection and packaging. The attributes of organic vegetables that are considered by consumers in the decision to purchase vegetables in the Modern Market in Malang City are the freshness of vegetables. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji preferensi konsumen dan atribut yang paling dipertimbangkan oleh konsumen dalam keputusan pembelian sayuran organik di Pasar Modern Kota Malang. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis Chi Square dan Multiatribut Fishbein. Sayuran organik yang menjadi preferensi konsumen di pasar Modern Kota Malang secara berturut-turut adalah, untuk sayuran bayam adalah kesegaran sayuran, warna, kemasan, kesempurnaan fisik dan rasa. Atribut sayuran organik yang menjadi pertimbangan konsumen dalam keputusan pembelian sayuran di Pasar Modern Kota Malang adalah kesegaran sayuran.
Co-Authors Alfines, Alfines Amir Hamzah Anak Agung Keswari Krisnandika Apria Fransiska Aristo, Mario Andri Aron, Robertus Asgar, Forestio Baksih, Baksih Bambang Purwiyono BERE, NOPRIANO Budi Prihatminingtyas Budi Prihatminingtyas Cakti Indra Gunawan Ceme, Grogorius Ciet, Markus Dangkung, Lukas Irwantus David Kaluge Dyanasari, Dyanasari Elisia Elisia, Elisia Eri Yusnita Arvianti Fahmi, Mijar Alif Farah Mutiara Firliyan, Enis Fransiska, Apria Gede Mekse Korri Arisena Grogorius Ceme Halimaking, Rosalina Ose Haluwalu, Fredi Tungga Hardiyanto, Yosef Harmono, Harmono Hary Sanjaya Hendrik Suhendri Hendrik Suhendri, Hendrik Indayati, Dewi Irensius, Irensius Isidorus Banggut Ismindarto, Anang Jenarung, Refli Firman Jusuf Sugiharto Kamil, Mohammad Kartini, Maria Talisia Kholil, A. Yusuf Kopek, Jeki Kurniasih, Defa Lebu, Junaidi Bebe Leksono, Anita Lende, Marselinus Lero, Oni Ringgu Ludovikus Ronaldus Unta Lukas Irwantus Dangkung Ma’sum, Zuhdi Maria Wini Dowa Marpaung, Jupri Johanes SM Mayor, Fenny Marthina Meilani, Ema Mendonca, Agustinho Muljawan, Rikawanto Eko Nazizah, Nur Neri, Fhilipus Ninin Khoirunnisa’ Nur Ida Iriani Nur Ida Iriani Nurhananto, Dwi Asnawi Nurhananto, Dwi Asnawi Onifasia Adah Palus, Fridolin Triayen Pebrianto, Petrus Pebryanto, Alfredo Piran, Ronaldus Don Prasetyo Nugroho Priyambodo, Ayu Wulandari Ririn Khuswati Rizky Ardianto Robertus Cio Rofiatin, Umi Rofiatin, Umi Rofiatin Sa'edi, Sa'edi Sadiyah, Ana Arifatus Saputra, Stephens Ermanda Sardan, Sardan Setiaji, Jatmiko Son Suwasono, Son Sri Andika Putri Sri Kusmaryatun Sriyutun Saghu, Yustina Suhudi . Sumarno . Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Sumarno Tallo, Yohanes Fischer Tirta Yoga Toni, Toni Ubu Weking, Maria Magdalena Prasedis Umbu Tamu, Marselinus Roberto Wahid, Moh. Waty, Klaudia Rewinda Widowati Yulita Yulita Zuhdi Ma’sum Zulkarnain Zulkarnain