Claim Missing Document
Check
Articles

Pemilihan Ulang Material Poros Saringan Gram Roll Grinding Machine#4 Hot Strip Mill (Hsm) Pt. Krakatau Steel (PERSERO) Tbk.: Indonesia Huda, Feblil; Pratama, Zikri
Asian Journal of Innovation and Entrepreneurship Volume 07, Issue 02, May 2023
Publisher : UII

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20885/ajie.vol7.iss2.art3

Abstract

Kegagalan material poros akibat dari pembebanan berlebihan sering kali terjadi pada dunia industri. Kegagalan tersebut biasanya berupa defleksi (lendutan) yang berdeformasi secara plastis. Pemilihan material ulang poros perlu dilakukan agar kegagalan serupa tidak kembali terjadi pada poros saringan gram roll grinding machine#4. Pemilihan ulang material poros saringan gram ini dilakukan menggunakan metode ashby dengan mempertimbangkan indeks dari material tersebut. Didapatkan bahwa awalnya poros menggunakan material AISI 1015 dengan yield Strength sebesar 300 MPa. Sementara itu tegangan maksimum yang terjadi pada poros akibat beban gram sebesar 318 Mpa, sehingga poros terdeformasi secara plastis. Material baru yang dipilih adalah Low Carbon Steel AISI 1022, namun dapat pula dipertimbangkan menggunakan Medium Carbon Steel AISI 1045. Pemilihan ini didasarkan dari tujuan pemilihan material poros yang selain kuat, namun juga relatif ringan dan juga relatif murah.
Application of Microcontroller-Based Temperature and Humidity Control Technology with Internet of Things (IoT) System in Betuah Mushroom MSMEs: Penerapan Teknologi Pengatur Suhu Dan Kelembapan Berbasis Mikrokontroller DenganSistem Internet Of Things(Iot)Pada UMKM Jamur Betuah Padil, Padil; Febrizal, Febrizal; Eteruddin, Hamzah; Dini, Isna Rahma; Huda, Feblil
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.24203

Abstract

Temperature and humidity in the barn greatly affect the growth of oyster mushrooms. Therefore, it is necessary to keep air circulation inside the barn optimised. Betuah mushroom SMEs faces the difficulties in controlling both optimum temperature and humidity for oyster mushroom growth. Therefore, this serviceaims to utilise Internet of Thing (IoT) technology to regulate temperature and humidity for oyster mushroom cultivation using DHT22 sensors in Betuah mushroom MSMEs located in Tuah Madani District, Pekanbaru City. The stages of the method used include socialisation, training, technology application, mentoring and evaluation and program sustainability. From the service carried out, microcontroller-based automatic temperature and humidity control technology with an IoT system was successfully applied. The resulting tool can control the temperature and humidity in the barn according to the set limits. The produced products improved in terms of quality, which the oyster mushroom's both flesh and color is respectively not hard nor yellow. The quantity of fresh mushrooms produced is stable and increasing per day, ranging from 15-20 kg/day to 20-30 kg/day production
PENERAPAN AERATOR JENIS KINCIR UNTUK KEBERLANJUTAN SUPLAI OKSIGEN TERLARUT PADA PERTANIAN TAMBAK UDANG [PENERAPAN AERATOR JENIS KINCIR UNTUK KEBERLANJUTAN SUPLAI OKSIGEN TERLARUT PADA PERTANIAN TAMBAK UDANG [IMPLEMENTATION OF TURBINE TYPE AERATOR FOR SUSTAINABLE SUPPLY OF DISSOLVED OXYGEN FOR SHRIMP FARMING] Iswadi Hasyim Rosma; Azriyenni Azhari Zakri; Abdul Gafar Arsaf; Feblil Huda; Agus Ika Putra
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 5 No. 1 (2020): October
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v5i1.1759

Abstract

An aerator is a device that utilized to produce dissolved oxygen in water through a diffusion process. Generally, the aerators employed by farmers are operated manually by an operator. The design and utilization of a smart device such as the Zelio Smart Relay is one of the objectives of this article. With the use of smart relays, it is expected that the presence of operator can be eliminated and able to reduce operational cost. The type of aerator discussed in this article is a dual turbine aerator. Each turbine has 6 blades. In order to have the smart relay to operate properly, at least 2 (two) sensors are needed as inputs, namely the light intensity and the temperature sensor. Furthermore, dissolved oxygen levels in water are categorized as high (30 mg / L) if the light intensity is higher than 100,000 lux and the temperature lower than 350 C. It shows in the results that the implementation of aerator has the capabilty to increase dissolved oxygen from 8 mg / L - 14.4 mg / L in 45 minutes, therefore the quantity and the quality of dissolved oxygen required by shrimp farming can be fulfilled properly.BAHASA INDONESIA ABSTRACT: Aerator adalah salah satu alat bantu yang berfungsi untuk memproduksi oksigen terlarut dalam air melalui proses difusi. Sampai saat ini, aerator yang dimanfaatkan oleh para petani pada umumnya masih bersifat manual dengan cara dioperasikan dan dikendalikan oleh tanaga operator (manusia). Perancangan dan pemanfaatan teknologi cerdas seperti Zelio Smart Relay merupakan salah satu bahasan pada artikel ini. Dengan adanya pemanfaatan smart relay tersebut diharapkan pekerjaan operator pada pertanian tambak udang dapat dipermudah dan mampu menekan biaya operasional. Jenis aerator yang dibahas pada artikel ini adalah aerator turbine ganda yang memiliki 6 buah sudu di tiap tiap kincirnya. Agar sistem kendali yang dirancang pada smart relay beroperasi dengan baik, maka diperlukan sedikitnya 2 (dua) buah sensor yaitu sensor intensitas cahaya dan sensor suhu yang terukur pada kolam (air). Selanjutnya kadar oksigen terlarut dalam air dikategorikan tinggi (30 mg/L) apabila intensitas cahaya > 100.000 lux dan untuk suhu < 350 C. Dari hasil penerapan aerator di kolam dapat diketahui bahwa aerator dengan penambahan Zelio Smart Relay ini dapat bekerja sesuai dengan perancangan, yaitu dapat meningkatkan oksigen terlarut dari 8 mg/L - 14.4 mg/L dalam 45 menit, dengan demikian kuantitas oksigen terlarut yang dibutuhkan oleh pertanian udang dapat dipenuhi dengan baik. 
Program Evaluasi Penghematan Konsumsi Energi Listrik pada Gedung Tiga Lantai di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat Iswadi Hasyim Rosma; Hidayatul Catra Burhan; Feranita Abdul jalil; Feblil Huda; Agus Ika Putra; Ahmad Jamaan
BATOBO: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1 No 2: BATOBO: Desember 2023
Publisher : Jurusan Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/batobo.1.2.56-63

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tim pelaksana pengabdian Universitas Riau. Lokasi kegitan pengabdian ini bertempat di Gedung Politeknik Pelayaran Sumatera Barat (Poltekpel Sumbar). Adapun kegiatan yang dilaksanakan bertujuan untuk melakukan evaluasi penghematan konsumsi energi listrik pada bangunan tiga lantai di Politeknik tersebut. Secara umum, tahapa pengabdian ini terdiri atas survei awal dan survei lapangan, melakukan pengukuran system penerangan, menganalisis konsumsi energi system penerangan Gedung, dan membuat rekomendasi potensi penghematan konsumsi energi system penerangan. Program pengabdian ini telah dapat terlaksana dengan baik dimana pihak poltekpel sumatera barat teralibat aktif saat survei dan penyediaan data. Dari hasil survei dan evaluasi yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa kuat pencahayaan penerangan saaat digunakan pada malam hari masih dibawah ketentuan yang disyaratkan. Potensi penghematan konsumsi energi listrik yang dapat diterapkan adalah metode pendekatan efisiensi energi yaitu dengan cara penggantian lampu TL dengan lampu LED. Penghematan energi listrik yang didapat mampu mencapai 2.393,1 kWh/bulan.
EVALUASI KAPASITAS PRODUKSI DAN IDENTIFIKASI KEBUTUHAN PENGEMBANGAN MESIN LEMANG BERBASIS VOICE OF CUSTOMER Anggraini Dwi Saputri; Anita Susilawati; Awaludin Martin; Feblil Huda; Dinni Agustina; Yogie Rinaldy Ginting; Herisiswanto Herisiswanto; Annisa Wulan Sari; Dedy Masnur; Putri Nawang Sari; Ari Andriyas Puji; Dodi Sofyan Arief; Yohanes Yohanes
Jurnal Pengabdian Kompetitif Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Kompetitif (JPK)
Publisher : Komunitas Manajemen Kompetitif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35446/pengabdiankompetif.v5i1.2931

Abstract

The implementation of the Closed Rotary Lemang Baking Machine at Rumah Lemang MSME in Pekanbaru improved burning time efficiency by 50%–62.5% per batch. However, field evaluation revealed a critical capacity gap: machine capacity (10 bamboo/batch) was significantly lower than traditional production capacity (40 bamboo/batch), resulting in lower actual throughput (6–7 bamboo/hour vs. 10–13 bamboo/hour) and reduced daily output (20–30 vs. 40 bamboo). This study analyzed this gap through throughput analysis and identified second-generation machine requirements using Voice of Customer (VoC). Methods included in-depth interviews with the MSME owner, production performance measurement, and comparative gap analysis. VoC results identified an ideal capacity of 50 bamboo/batch, with the owner already planning an independent modification as an indication of active technology adoption. This study recommends an iterative development approach with modular second-generation machine specifications grounded in real user needs.
Bolted Joint Loosening Analysis Due to Structural Vibrations using Short-Time Fourier Transform and Wavelet Transform Rahmatsyah Maksum Ramsi; Meifal Rusli; Feblil Huda
METAL: Jurnal Sistem Mekanik dan Termal Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Sistem Mekanik dan Termal (METAL)
Publisher : Department of Mechanical Engineering, Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/metal.9.2.130-138.2025

Abstract

This research investigates the influence of bolt loosening on the dynamic behavior of a steel beam structure under continuous vibration excitation for 30 minutes. Bolted joints play a critical role in maintaining structural integrity; however, loosening caused by vibration remains one of the most common failure mechanisms in mechanical structures. To capture the effect of bolt loosening, acceleration responses were analyzed using time-domain inspection, Fast Fourier Transform (FFT), Short-Time Fourier Transform (STFT), and Continuous Wavelet Transform (CWT). The experimental setup involved controlled vibration excitation applied to a steel beam with bolted connections, and response signals were recorded at different stages of loosening progression. The time-domain analysis showed a gradual reduction in acceleration amplitude as bolt tightness decreased, indicating energy dissipation and stiffness loss. FFT provided an overview of frequency content but lacked sensitivity to localized variations. STFT and CWT enabled a more detailed examination of the time-frequency domain, revealing a loss of high-frequency components and significant redistribution of energy patterns during the loosening process. Both methods successfully identified shifts in natural frequencies and variations in response amplitude. Especially, CWT exhibited superior resolution in detecting early-stage loosening compared to STFT, making it more effective for practical monitoring applications. These results highlight the potential of time-frequency analysis as a diagnostic tool for vibration-based Structural Health Monitoring (SHM) systems. Early detection of bolt loosening through non-destructive vibration analysis can improve safety, reduce maintenance costs, and extend the service life of mechanical structures.
ANALISIS UMUR KOPLING SCREW COMPRESSOR JENIS T.B. WOODS ELASTOMERIC DI UNIT PEMELIHARAAN MESIN KILN & COAL MILL V PT. SEMEN PADANG Feblil Huda; Ramli Ali Safrudin
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 19 No 1 (2020): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kopling T.B Woods Elastomeric merupakan kopling yang digunakan pada mesin kompresor udara jenis screw. Kebakaran pada kompresor pernah terjadi di PT Semen Padang, yang diakibatkan tidak terdeteksinya kerusakan pada kopling berbahan buttyl rubber tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis umur dan penyebab kegagalan kopling kompresor screw melalui penghitungan teoritis. Bagian kopling terdiri atas gigi-gigi pencekam, bidang utama, serta lubang kopling yang diberi hub. Bidang utama kopling berbentuk seperti silinder bertingkat dengan sambungan berupa chamfer. Tegangan maksimum terdapat pada bidang utama kopling sebesar 1,0852 MPa dengan jumlah siklus akibat fatik sebesar 5,6x107 siklus, sehingga lifetime dari kopling adalah 164,5 hari. Beban torsi dari putaran poros motor dan rotor secara terus menerus mengakibatkan terjadinya fatik, yang meyebabkan retakan pada daerah chamfer dan merambat ke seluruh bagian kopling.
ANALISIS DATA DOMAIN WAKTU DAN WAVELET TRANSFORM PIPA YANG MENGALAMI SUMBATAN DAN KEBOCORAN Willy Hartino Siregar; Feblil Huda; Nazaruddin Nazaruddin
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 20 No 2 (2021): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada penelitian ini disusun metode untuk mendeteksi kerusakan pada pipa menggunakan sinyal suara. Pendeteksian kerusakan pada pipa dilakukan dengan menggunakan sinyal suara dan empat mikrofon. Metode sinyal suara merupakan smart structural health monitoring yang dapat mendeteksi kerusakan dengan biaya yang lebih murah. Eksitasi suara diberikan dengan menggunakan loudspeaker dan respon sinyal suara dicuplik menggunakan empat mikrofon yang dihubungkan dengan PC-Oscilloscope yang berfungsi untuk mengkonversi sinyal analog hasil rekaman suara menjadi sinyal digital berupa nilai domain waktu dan kemudian menggunakan Continous Wavelet Transform (CWT) untuk menentukan letak kerusakan yang terjadi pada selubung pipa. Untuk mendeteksi letak kerusakan pipa di berbagai posisi kerusakan dapat dicari dengan membandingkan wavelet coefficient dari keempat mikrofon. Kerusakan yang diberikan berupa sumbat dan bocor dengan jarak dan posisi polar yang berbeda-beda. Dari hasil eksperimen diperoleh dengan kondisi kebocoran pada jarak 0,7 meter dengan arah 90°, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 2 sebesar 0,02534 dan kebocoran pada jarak 1,2 meter dengan arah 90°, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 2 sebesar 0,05038 sesuai dengan letak kerusakan yang terjadi pada sudut 90° dan untuk sumbatan pada jarak 1 meter, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 4 sebesar 0,2001 serta sumbatan pada jarak 1,4 meter, wavelet coefficient tertinggi terjadi pada mikrofon 4 sebesar 0,176 sesuai dengan bentuk sumbatan yang diberikan berada dasar pipa.