p-Index From 2021 - 2026
7.999
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Psikologika : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Psikologi Jurnal Psikologi Jurnal Psikologi Tabularasa Journal of Educational, Health and Community Psychology Persona: Jurnal Psikologi Indonesia Jurnal Psikologi Psikodimensia: Kajian Ilmiah Psikologi The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health Jurnal Pengukuran Psikologi dan Pendidikan Indonesia (JP3I) INSAN Jurnal Psikologi dan Kesehatan Mental Jurnal Psikologi Ulayat: Indonesian Journal of Indigenous Psychology Jurnal Ecopsy Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia JURNAL DIVERSITA JEMA: Jurnal Ilmiah Bidang Akuntansi dan Manajemen Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Psychopolytan (Jurnal Psikologi) Psikostudia : Jurnal Psikologi Journal Psikogenesis Jurnal Psikologi : Jurnal Ilmiah Fakultas Psikologi Universitas Yudharta Pasuruan Psychocentrum Review ANIMA Indonesian Psychological Journal Jurnal Penelitian Pendidikan, Psikologi Dan Kesehatan (J-P3K) Budapest International Research and Critics Institute-Journal (BIRCI-Journal): Humanities and Social Sciences Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran Psyche 165 Journal Jurnal Transformasi Administrasi Annals of Human Resource Management Research Jurnal Humaniora dan Ilmu Pendidikan Psycho Idea Makara Human Behavior Studies in Asia Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Jurnal Indonesia Sosial Sains Eduvest - Journal of Universal Studies EcoProfit : Sustainable and Environtment Business
Claim Missing Document
Check
Articles

Budaya Organisasi Pembelajaran sebagai Moderator Hubungan antara Core Self-Evaluation dengan Kreativitas Karyawan: Organizational Learning Culture as a Moderator of the Relationship between Core Self-Evaluation and Employee Creativity Prita Adwi Minandarin Shamara; Arum Etikariena
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 12 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.125 KB) | DOI: 10.26740/jptt.v12n1.p103-116

Abstract

The aim of this research was to determine whether organizational learning culture plays a role as a moderator in the relationship between core self-evaluation and employee creativity. Data were gathered from three variety of industry in Indonesia, such as the state-owned bank industry, broadcast industry, and technology information industry, with N = 179 (52% woman, average age 22-30 years, average unmarried status, and S1 educational background) using cross sectional study. The analysis method for this study was a simple moderation technique from Hayes) and Harman’s single factor test technique for testing common method bias. The result of study showed that there were no significant interaction effect between core self-evaluation and organizational learning culture towards employee creativity. This result supports previous research which found that organizational learning culture had no significant role in strengthening the relationship between domain expertise, creative personality, and employee creativity.  Key words: Core self-evaluation, creativity, organizational learning culture   Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah budaya organisasi pembelajaran dapat menjadi moderator pada hubungan langsung antara core self-evaluation dengan kreativitas karyawan. Data diambil dari tiga jenis industri di Indonesia, seperti industri bank BUMN, industri penyiaran, dan industri teknologi dan informasi dengan N = 179 (52% perempuan; rata-rata usia 22-30 tahun, rata-rata berstatus lajang, dengan latar belakang pendidikan terakhir S1) melalui teknik penelitian cross sectional study. Proses analisis data menggunakan analisis moderasi sederhana dari Hayes dan teknik Harman’s single factor test untuk menguji common method bias. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tidak adanya efek interaksi yang signifikan antara core self-evaluation dan budaya organisasi pembelajaran terhadap kreativitas karyawan. Hasil ini mendukung penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa budaya organisasi pembelajaran tidak memiliki peran secara signifikan dalam menguatkan hubungan antara domain expertise, creative personality dengan kreativitas karyawan.
Kegagalan Kognitif Karyawan di Masa Pandemi: Apakah Pengaturan Kerja Fleksibel dan Persepsi Kontrol Berperan? Dea Shahnaz Virginia; Arum Etikariena
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 1 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.525 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.60297

Abstract

Situasi pandemi COVID-19 yang tengah terjadi saat ini, berdampak pada pembatasan aktivitas manusia, salah satunya dalam hal pekerjaan. Sebagian besar perusahaan memutuskan menerapkan pengaturan kerja fleksibel bagi para karyawan. Selain untuk membatasi penyebaran virus, bekerja secara fleksibel berperan dalam menurunkan kegagalan kognitif individu, baik di tempat kerja maupun di rumah. Selain itu kontrol yang baik juga membantu penurunan kegagalan kognitif yang dialami karyawan. Responden penelitian merupakan karyawan perusahaan di Indonesia yang berjumlah 225 orang. Data dianalisis menggunakan program makro PROCESS oleh Hayes. Hasil penelitian menunjukkan persepsi kontrol di tempat kerja berperan sebagai mediator dalam hubungan antara pengaturan kerja fleksibel dengan kegagalan kognitif di tempat kerja (β = -0,003, SE = 0,01, 95% BCa CI [-0,07. -0,01]). Akan tetapi, tidak ditemukan peran mediator dalam hubungan antara pengaturan kerja fleksibel dengan kegagalan kognitif di rumah, maupun dalam hubungan lintas domain. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran penerapan pengaturan kerja fleksibel terhadap kontrol individu atas tanggung jawab pekerjaan dan rumah tangga, yang dapat menurunkan kegagalan kognitif individu, khususnya dalam situasi pandemi.
Aktivitas Belajar dan Perilaku Kerja Inovatif pada Masa Pandemi Dimediasi oleh Efikasi-Diri Inovasi Dhea Rizky Ardini; Arum Etikariena
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 7, No 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.386 KB) | DOI: 10.22146/gamajop.67988

Abstract

Perilaku kerja inovatif telah diteliti sebagai salah satu hal yang berguna bagi keberlangsungan perusahaan di masa pandemi Covid-19. Namun, perubahan pada berbagai aspek dalam lingkungan kerja akibat penyebaran Covid-19 menimbulkan tantangan bagi karyawan untuk menampilkan perilaku inovatif. Diduga bahwa keyakinan individu untuk berinovasi dapat membantu karyawan untuk dapat konsisten memberikan performa terbaiknya dengan menampilkan perilaku inovatif di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran efikasi-diri inovasi sebagai variabel mediator dalam hubungan antara aktivitas belajar formal maupun informal terhadap perilaku kerja inovatif karyawan. Responden penelitian ini merupakan karyawan dengan rentang usia 24-44 tahun yang bekerja di area Jabodetabek dengan masa kerja minimal 1 tahun dan pendidikan terakhir minimal S-1. Skala yang digunakan adalah Skala Aktivitas Belajar Formal, Skala Aktivitas Belajar Informal, Skala Efikasi-Diri Inovasi, dan Skala Perilaku Kerja Inovatif. Studi kuantitatif dilakukan terhadap 165 responden menggunakan metode accidental sampling. Metode penelitian ini menggunakan metode survei dengan menyebarkan kuesioner daring. Untuk pengolahan data menggunakan analisis regresi mediasi dengan aplikasi statistik SPSS 25 PROCESS. Hasil analisis data menunjukkan bahwa efikasi diri inovasi memediasi sebagian hubungan antara aktivitas belajar formal dan informal dengan perilaku kerja inovatif. Hasil penelitian ini memberikan implikasi positif kepada karyawan, penyelia, maupun perusahaan.
The Relationship Between Adhocracy Culture and Innovative Work Behavior: The Role of Job Satisfaction as a Mediator Eikla Luwlu Yasmina; Arum Etikariena
JURNAL PSIKOLOGI Vol 18, No 2 (2022): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v18i2.16850

Abstract

Organizational culture is proven to have an influence on the work behavior of employees. This study aims to reveal the relationship between adhocracy as an organizational culture and employee innovative behavior, mediated by job satisfaction. There are 110 employees as respondents in this study who come from several start-up companies from various industries. Convenience sampling is used as the sampling method in this study. Mediation analysis using Hayes' PROCESS Macro (Model 4) was performed in this study. The results of data analysis showed that job satisfaction partially mediates the relationship between the organizational culture of adhocracy and innovative work behavior. The implications of this study can be considered by organizations to improve and increase their supports for innovation and supports for their employees’ job satisfaction, with the purpose of the employees’ innovative work behaviors will emerge and eventually that behavior will give benefits for the organization.Keywords: adhocracy culture, innovative work behavior, job satisfaction, mediation analysis, start-up company
Hubungan antara Sikap Kompetitif Berlebihan dan Perilaku Kerja Inovatif Dania Agusta Dwiastuti; Arum Etikariena
Jurnal Diversita Vol. 6 No. 1 (2020): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v6i1.2734

Abstract

Globalisasi yang pesat menimbulkan dampak terhadap ketatnya persaingan yang terjadi antar perusahaan di dunia. Inovasi menjadi hal yang penting untuk dilakukan oleh perusahaan. Inovasi perusahaan dapat dilakukan oleh karyawan sehingga karyawan yang dapat melakukan inovasi menjadi sumber daya yang penting bagi organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara sikap kompetitif berlebihan dan perilaku kerja inovatif karyawan. Pengambilan data akan dilakukan kepada karyawan tetap dari perusahaan yang mengedepankan inovasi. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 53 orang yang telah menjadi karyawan tetap. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang meminta partisipan untuk mengisi kuesioner Skala Perilaku Kerja Inovatif  (α = .92) dan Skala Sikap kompetitif berlebihan (α = .74). Analisa korelasi menunjukkan bahwa sikap kompetitif berlebihan tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku kerja inovatif (r=,04 n= 53, p> ,05, two-tailed). Penelitian ini mendiskusikan alasan teoritis dan metodologis yang menyebabkan hasil tersebut dan kemungkinan pengembangan riset di kemudian hari. Hasil penelitian didiskusikan sesuai tujuan penelitian. Keterbatasan dan saran diberikan untuk studi selanjutnya.
Family-Supportive Supervisor Behavior dan Work Engagement Di Era Pandemi Deri Natria; Arum Etikariena
PSIKODIMENSIA Vol 21, No 2: Desember 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/psidim.v21i2.4858

Abstract

Era pandemi mengubah lingkungan kerja karyawan menjadi lebih banyak dilakukan di rumah, hal ini menimbulkan pertanyaan apakah terdapat perubahan work engagement karyawan. Work engagament merupakan faktor yang penting dalam organisasi. Interaksi lingkungan kerja mempengaruhi work engagement karyawan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme hubungan tidak langsung family-supportive supervisor behavior, work-family enrichment, dan work engagement selama era pandemi yang dimoderasi work-family culture. Data diperoleh dari pegawai instansi pemerintah yang berlokasi di Jakarta dan menerapkan work from home ataupun sistem kerja hybrid, dengan masa kerja minimal satu tahun di bawah atasan yang sama. Pengambilan data dilakukan menggunakan convenience sampling, dengan N = 174 (64,9 persen perempuan, usia rata-rata 36,5 tahun). Dalam penelitian ini, analisis regresi dengan Hayes PROCESS model 14 digunakan sebagai metode analisis. Hasil studi mendukung adanya efek moderasi work-family culture pada hubungan tidak langsung family-supportive supervisor behavior pada work engagement melalui work-family enrichment. Untuk meningkatkan work engagement di era pandemi ini, organisasi dapat menerapkan program yang meningkatkan family-supportive supervisor behavior, mengurangi work-family enrichment, dan meningkatkan work-family culture.
Peran Budaya Organisasi terhadap Hubungan antara Empowering Leadership dengan Komitmen Organisasi Fauzan, Muhammad Labib; Etikariena, Arum
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.759 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v6i1.3783

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel empowering leadership terhadap komitmen organisasi pada karyawan dengan menggunakan clan culture sebagai moderator. Hal ini dikarenakan Komitmen dapat menunjukkan niat untuk bertahan dalam suatu tindakan sehingga organisasi sering mencoba untuk menumbuhkan komitmen pada karyawan mereka untuk mencapai stabilitas dan mengurangi biaya yang mahal. Penelitian ini ingin melihat peran gaya kepemimpinan untuk meningkatkan komitmen organisasi karyawan. Secara khusus, variabel yang diukur untuk melihat gaya kepemimpinan adalah empowering leadership. Responden penelitian ini adalah karyawan yang sedang bekerja di perusahaan dan didapatkan 82 responden. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi Hayes model 1. Dan didapatkan hasil p = 0.013 < 0.05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya korelasi yang signifikan dari empowering leadership terhadap komitmen organisasi. Ditemukan pula bahwa clan culture dapat berperan sebagai moderator yang efektif. Pengaruh yang diberikan dari dua variabel secara bersama-sama memiliki peran sebesar 32%
The Role of Work Engagement as Moderator of Perceived Stress toward Innovative Work Behavior Astika Syafitri; Arum Etikariena
Journal of Educational, Health and Community Psychology VOL 12 NO 1 MARCH 2023
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jehcp.v1i1.25533

Abstract

Previous studies stated that innovative work behavior is negatively affected by perceived stress and positively correlated with work engagement. Work engagement plays an essential role in reducing the effect of perceived stress. This study aims to determine the moderating role of work engagement between perceived stress and innovative work behavior. This research is cross-sectional non-experimental quantitative research. Data were collected among 263 healthcare workers using IWB-9, PSS-10, and UWES-9 as instruments. The data were analyzed with moderation using Hayes’s PROCESS program on SPSS Statistics v22.0.0. This study showed that Work Engagement has no significant role as a moderator on the effect of Perceived Stress on Innovative Work Behavior (t = .14; p = .89 > .05) on healthcare workers. The findings also implied that the negative antecedent variables do not affect innovative work behavior; therefore, the following studies should examine other positive variables on innovative work behavior.
Perilaku Kerja Inovatif Pada Perusahaan Rintisan: Peran Kepemimpinan Inklusif, Keamanan Psikologis, dan Pemberdayaan Psikologis Mayang Pramudita Yusuf; Arum Etikariena
Gadjah Mada Journal of Psychology (GamaJoP) Vol 9, No 1 (2023)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/gamajop.78672

Abstract

Perusahaan rintisan atau startup merupakan jenis perusahaan yang memiliki pertumbuhan pesat di Indonesia. Akan tetapi saat ini kondisi perkembangan perusahaan rintisan di Indonesia sedang berada pada kondisi yang mengkhawatirkan dan banyak menghadapi ancaman kegagalan. Oleh karena peran besar perusahaan rintisan sebagai penunjang pertumbuhan bisnis di Indonesia, penelitian mengenai perilaku karyawan perusahaan rintisan menjadi penting dilakukan untuk mendukung keberlangsungan organisasi. Diduga bahwa ketika seorang karyawan merasakan perasaan aman dan berdaya, hal tersebut dapat membantunya menampilkan suatu perilaku inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran keamanan psikologis dan pemberdayaan psikologis sebagai mediator simultan dari hubungan antara kepemimpinan inklusif dengan perilaku kerja inovatif. Metode penelitian menggunakan metode survei secara daring hingga menghasilkan sebanyak 117 orang responden, dengan kriteria karyawan perusahaan rintisan, memiliki masa kerja minimal 6 bulan dan berlatar pendidikan minimal SMA. Alat ukur penelitian ini adalah Skala Kepemimpinan Inklusif, Psychological Capital Scale, Skala Pemberdayaan Psikologis dan Skala Perilaku Kerja Inovatif. Pengolahan data menggunakan analisis regresi mediasi paralel berganda dengan aplikasi SPSS 25 PROCESS. Hasil analisis menunjukkan bahwa keamanan psikologis dan pemberdayaan psikologis tidak memediasi hubungan antara kepemimpinan inklusif dan perilaku kerja inovatif secara simultan, melainkan pemberdayaan psikologis yang berperan sebagai mediator hubungan tersebut dalam keadaan keamanan psikologis terkontrol.
Karyawan inovatif menghadapi COVID-19: Bagaimana peran pengaturan kerja fleksibel, beban kerja, dan keterikatan kerja? Pricilla Mourine Ham; Arum Etikariena
Jurnal Psikologi Ulayat Vol 9 No 1 (2022)
Publisher : Konsorsium Psikologi Ilmiah Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24854/jpu204

Abstract

Pandemi COVID-19 menghadapkan perusahaan pada tantangan baru. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk bertahan adalah dengan berinovasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji peran keterikatan kerja dalam memediasi hubungan antara pengaturan kerja yang fleksibel dengan perilaku kerja yang inovatif, di mana beban kerja diajukan sebagai variabel moderator dalam hubungan antara pengaturan kerja fleksibel dan keterikatan kerja. Metode pengumpulan data dilakukan melalui survei secara daring untuk mengukur perilaku kerja inovatif, pengaturan kerja yang fleksibel, keterikatan kerja, dan beban kerja kuantitatif. Partisipan penelitian ini adalah 262 orang karyawan di Indonesia (Mage= 33.70; SD = 10.79). Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja yang rendah dapat membantu karyawan yang menerapkan pengaturan kerja fleksibel untuk menjadi lebih terikat dengan pekerjaannya sehingga dapat meningkatkan perilaku inovatif. Hasil studi ini menyajikan informasi yang bermanfaat bagi perusahaan di Indonesia, terutama yang menerapkan pengaturan kerja yang fleksibel, dalam mengatur beban kerja karyawan sehingga karyawan tetap merasa menjadi bagian di dalam pekerjaannya dan mampu berinovasi.
Co-Authors Achmad, Mulhimi Admaja, Wahyu Dwi Agita Novi Alice S.M. Gleichmann Alice Salendu Alviyani, Ira Amru, Muhammad Fahizza Andi Kurnia, Andi Armina, Sesaria Nur Arvidyani Anindita Astika Syafitri Athifa An Umillah Aurelia, Fatina Zahra Az Zahra, Afifah Chusna Aziza, Meilda Aulia Bella Carissa Carissa, Bella Claristia, Agnes Dania Agusta Dwiastuti Dea Shahnaz Virginia Deri Natria Deviyanti Anggini Putri Dewi, Anak Agung Istri Ratna Kumala Dewi, Puspita Buana Amartya Dhea Rizky Ardini Dina Ramadhani Eikla Luwlu Yasmina Ellysabeth Ayuni Fadhilah Dianty Fatihah, Rezky Nurul Fauzan, Muhammad Labib Gafriella Sa&#039;adah Ghaisa Marin Hartono Hafizhah, Rana Haidar Zuhdi Hamdi Muluk Hertina, Dewi Ariani Hidayat, Noor Shabrina Hilmi, Yusuf Hukom, Stephanie Andrea Frederica Iqbal, Rofiq Iswahyudi, Didik Johannes, Judith Caroline Kalimashada, Shanindya Bias Imaji Karina A. H. Putri Khaerunnisa, Nadia Kusuma, Aflaha Hadini Lukitasari, Dania Luxmaning Hutaki Widiastari Madhani, Alya Aqilah Maeshade, Sheila Mayang Pramudita Yusuf Pitaloka, Yolla Chintya Pricilla Mourine Ham Prita Adwi Minandarin Shamara Putri, Hilda Elsa Qotrunnada, Rifdah Rahmadanty, Vivian Elfrida Ratna Kumala Dewi, Anak Agung Istri Retno Windiarsih Rezky Nurul Fatihah Rifdah Qotrunnada Romulus, Marthin Salsabiah Firdausiah Sarah Marua Seno, Zidan Raleto Setyowati Setyowati Shabrina, Devika Nur Sugandi, Ramdan Fatra Tsalitsa Haura Syarifah Vina Amelia Yulianti Vissy Vandiya Widiaristi, Monica Sekar Yoga Aji Nugraha Zuhdi, Haidar