Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Lesson Study Sebagai Sarana Meningkatkan Kemampuan Mengajar Dosen dan Kualitas Pembelajaran dalam Perkuliahan Mata Kuliah Kalkulus I Chusnal Ainy; Shoffan Shoffa; Sandha Soemantri
Jurnal Riset Pendidikan dan Inovasi Pembelajaran Matematika (JRPIPM) Vol. 1 No. 2 (2018): JRPIPM April 2018 Volume 1 Nomor 2
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrpipm.v1n2.p82-94

Abstract

Abstrak Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) sudah sepatutnya memperhatikan mutu pendidikan lembaganya berupa kualitas dosen dalam memahami dan menyampaikan materi serta kualitas perkuliahan dalam cara penyampaian materi yang baik, pemilihan metode yang tepat, serta mahasiswa yang berpartisipasi aktif. Peningkatan kualitas perkuliahan telah banyak dilakukan namun masih belum banyak hasilnya. Untuk itulah Prodi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) perlu melakukan penelitian berkaitan dengan peningkatan kualitas pembelajaran tersebut. Salah satu upaya untuk memenuhi peningkatan kualitas pembelajaran  tersebut adalah dengan melakukan penelitian. Penelitian ini menggunakan model Lesson Study (LS) untuk meningkatkan kemampuan dosen dan kualitas pembelajaran dalam mata kuliah Kalkulus I.  Lesson Study (LS) merupakan suatu model pembinaan profesi pendidik yang melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif, berkelanjutan, dan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas yang saling membantu dalam belajar untuk membangun komunitas belajar. Lesson study adalah suatu model pembinaan profesi pendidik dalam rangka mewujudkan prestasi dan atmosfer akademik secara kolaboratif dan berkelanjutan berdasarkan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun learning community.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang bagaimana pelaksanaan Lesson Study (LS), bagaimana peningkatan kemampuan dosen, serta bagaimana peningkatan kualitas pembelajaran pada perkuliahan mata kuliah Kalkulus I. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah gabungan antara kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif menggambarkan kondisi nyata data yang diteliti, sedangkan data kualitatif menjadi pelengkap data kuantitatif yang bertujuan mempelajari dan mendeskripsikan fenomena-fenomena yang diperoleh dari lapangan. Subjek penelitian adalah dua puluh sembilan orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan mata kuliah Kalkulus I tahun akademik 2015-2016. Dosen yang terlibat dalam tim kelompok bidang keahlian sebanyak empat orang. Observer dirangkap oleh tim KBK yang tidak menjadi dosen model. Dosen model yang ditunjuk adalah salah satu anggota tim KBK secara bergantian yang ditentukan dalam musyawarah.Setelah melalui 3 siklus proses pembelajaran, Lesson Study (LS) memberikan dampak yang cukup signifikan. Peningkatan pembelajaran dan peningkatan penguasaan dosen pada setiap siklus terlihat dari hasil kuesioner kepuasan mahasiswa. Dari siklus 1 ke siklus 2 mengalami kenaikan sebesar 218, sedangkan dari siklus 2 ke siklus 3 mengalami kenaikan sebesar 291. Peningkatan juga terlihat dari hasil tes dan ketuntasan yang dicapai oleh lebih dari 65% mahasiswa.   Abstract The Institute of Teacher Education should pay attention to the education quality of its institutions in the form of lecturer quality in understanding and delivering the material and the quality of lectures such as good material delivery, selection of appropriate methods, and how to involve students actively participate in the learning process. Much improvement in the quality of lectures has been done but there are still not many results. For this reason, Teaching and Education Faculty (FKIP) Mathematics Education Study Program of Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) needs to conduct research related to improving the quality of learning. This study used Lesson Study (LS) to improve the ability of lecturers and the quality of learning in Calculus I. Lesson Study (LS) is a model of educator professional development through the study of collaborative and sustainable learning, based on the principles of collegiality that help each other to build a learning community. Besides, it is also conducted to realize academic atmosphere and achievements collaboratively and sustainably based on collegiality principles and mutual learning to build learning community.This study aims to describe how the implementation of Lesson Study (LS), how to improve the ability of lecturers, and how to improve the quality of learning in the course of Calculus I. The approach used in this study is a combination of qualitative and quantitative. Quantitative data illustrates the real conditions of the data under study, while qualitative data complements quantitative data which aims to study and describe phenomena obtained from the field. The research subjects were 29 students who enroll Calculus I in the academic year 2015-2016. Four lecturers in the Expertise Group Team were involved. The Observer was held by the team which did not become a lecturer model. The appointed lecturer is one of the members of the team alternately specified in the deliberation.After going through 3 learning process cycles, Lesson Study (LS) has a significant impact. Improved learning and increased mastery of lecturers in each cycle can be seen from the results of the student satisfaction questionnaire. From cycle 1 to cycle 2 there was a score increase of 218, while from cycle 2 to cycle 3 it increased by 291. The increase was also seen from the results of tests and completeness achieved by more than 65% of students. 
Penguatan Konsep Operasi Bilangan Bulat Pada Siswa Inklusi Melalui Media Matryk (Math Story Book) Rusdiana Rina; Seroja Miftahul Jannah; Vina Erni Pratiwi; Sandha Soemantri
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v1i2.1354

Abstract

Meningkatkatnya jumlah Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia setiap tahunnya membuat pihak pemerintah harus melakukan penanganan bagi ABK khususnya dalam bidang pendididikan. Pihak pemerintah telah berusaha untuk memfasilitasi kebutuhan pendidikan bagi ABK dengan adanya Sekolah Luar Biasa. Namun realitasnya SLB kurang maksimal dalam memberikan pelayanan pendidikan terhadap anak didiknya, karena media yang digunakan hampir seluruh SLB di Indonesia masih berbentuk konvensional. Padahal dalam sebuah pembelajaran perlu adanya inovasi pembelajaran supaya peserta didik lebih bersemangat dan mudah memahami materi yang diajarkan, terutama dalam pelajaran matematika karena selama ini matematika masih menjadi pelajaran yang sulit dan tidak digemari siswa. Padahal anak ABK juga memerlukan matematika agar mampu berpikir secara matematis dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu upaya memperbaiki media pembelajaran dalam mata pelajaran matematika adalah dengan adanya inovasi media pembelajaran. Pembelajaran matematika untuk ABK dengan media visual 3 dimensi akan sangat menyenangkan dan diminati ABK. Adapun masyarakat sasaran dari program ini adalah siswa kelas I–V SDLB/C KUMARA II SURABAYA. Sebagian besar siswa merasa bosan bahkan tidak mampu memahami matematika dalam proses pembelajaran karena penggunaan media pembelajaran yang masih konvensional. Selain itu, data kuisioner media pembelajaran konvensional vs inovasi media pembelajaran menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kelas I–V SDLB/C KUMARA II SURABAYA lebih suka bermain sendiri atau keluar kelas daripada harus memperhatikan guru mengajar. Memperhatikan permasalahan yang ada, dilakukan program pengabdian kepada masyarakat MATRYK (Math Story Book) sebagai upaya dalam inovasi media pembelajaran melalui proses pembelajaran matematika di SDLB/C KUMARA II SURABAYA. Tujuan dari program ini adalah untuk membantu ABK memahami matematika dengan mudah melalui proses pembelajaran matematika dengan langsung mengaplikasikan matematika dalam cerita yang ada di buku sehingga dapat melatih siswa dalam mengatasi persoalan matematika sehingga dapat melatih kemampuan matematis anak sebagai bekal dalam kehidupan sehari-hari.  
Efektivitas Komik Digital sebagai Media Pembelajaran Daring pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Davi Maya Maghrobi Arum; Wahyuni Suryaningtyas; Sandha Soemantri
Journal of Education and Teaching (JET) Vol 3 No 1 (2022): JET Juni 2022
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhhammadiyah kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51454/jet.v3i1.127

Abstract

The purpose of this study are to describe the teacher's implementation of managing learning, student activities during learning, student learning outcomes, student responses after participating in learning using Digital Comics as an online learning medium on SPLDV material. The method used is quantitative descriptive research with a One-Shot Case Study design. Subject the research consisted of 31 students of SMP Muhammadiyah 13 Surabaya. The results show that (1) the effectiveness of teachers in managing to learn is in the very good category with an average of 95%, (2) the effectiveness of student activities during learning is included in the very active category with an average of 3.70, (3) the effectiveness of completeness results student learning is said to be complete with a classical completeness percentage of 97%, (4) the effectiveness of student responses is included in the very positive category. From the result above, it can be concluded that the use of Digital Comics as an online learning media is effective for students learning mathematics outcomes in SPLDV subjects at SMP Muhammadiyah 13 Surabaya.
ANALISIS STRATEGI PESERTA DIDIK DALAM MENYELESAIKAN MASALAH SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL Mochammad Musa; Endang Suprapti; Sandha Soemantri
INSPIRAMATIKA Vol 4 No 2 (2018): Inspiramatika, December 2018
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Darul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.274 KB) | DOI: 10.52166/inspiramatika.v4i2.1270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecenderungan strategi peserta didik berdasarkan tingkat kemampuan tinggi, sedang, rendah, serta secara klasikal dalam menyelesaikan soal-soal SPLDV dari empat metode yang sudah dipelajari.Metode penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, subyek penelitian adalah peserta didik kelas VIII yang berjumlah 20 peserta didik di MTs Salafiyah Menganti Gresik. Teknik pengumpulan datanya melalui tes 1 butir soal cerita dan wawancara yang dilakukan terhadap peserta didik terpilih berdasarkan hasil yang didapatkan, peserta didik terpilih yang termasuk ke dalam golongan kemampuan tinggi, sedang, rendah, dimana masing-masing dipilih dua peserta didik secara acak. Sebelum dilaksanakan penelitian, terlebih dahulu instrumen penelitian diajukan kepada dua orang validator dengan tujuan agar instrumen penelitian dapat dikatakan valid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh peserta didik dalam menyelesaikan soal SPLDV secara umum cenderung menggunakan cara eliminasi, sedangkan secara khusus cenderung dengan menggunakan cara eliminasi varibael y saja dengan jumlah persentase sebanyak 35% dengan kriteria rendah. Persentase secara umum untuk masing-masing cara adalah (1) grafik 0% dengan kriteria kecenderungan sangat rendah, (2) substitusi 20% dengan kriteria sangat rendah, (3) eliminasi 65% dengan kriteria cukup, (4) campuran 15% dengan kriteria sangat rendah.
Penerapan Magical Book Geometry Voice Interaction Sebagai Sarana Belajar Matematika Bagi Penyandang Tuna Netra Masa Pandemi Di Smplb-A Ypab, Surabaya Sandha Soemantri; Junaidi Fery Efendi; Rizka Firdhayanti; Eriawan Ady Wicandra; Dimas Sholahudin; Alfina Damayanti
JAPI (Jurnal Akses Pengabdian Indonesia) Vol 7, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.241 KB) | DOI: 10.33366/japi.v7i1.3301

Abstract

Tahun 2020 menjadi tahun yang berat karena pandemi Covid-19 yang membuat difabel sebagai salah satu kelompok masyarakat yang terdampak serius. Kendala paling besar bagi difabel dalam pandemi Covid-19 adalah terbatasnya akses mobilitas. Seharusnya dalam situasi pandemi saat ini, siswa penyandang tunanetra memiliki media pembelajaran sendiri dirumah yang sifatnya konkrit dan memiliki nilai praktis dalam penggunanya. Oleh karena itu media pembelajaran tetap berorientasi pada pembelajaran berbasis aplikatif dan interaktif guna menjaga stabilitas belajar siswa. Magical Book Geometry Voice Interactionmerupakan media konkrit berbasis audio visual yang dikombinasikan textbraille bagi siswa SMPkhususnya materi bangun ruang. Dari implementasi media, kemampuan kognitif siswa tunanetra kelas IX di SMPLB-A YPAB Surabaya meningkat, guru dan siswa juga semakin termotivasi untuk belajar.
PENGGUNAAN METODE BLENDED LEARNING DENGAN MEDIA YOUTUBE BAGI MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA DI MASA PANDEMI Sandha Soemantri; Rio Febrianto Arifendi
Inteligensi : Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 5, No 2 (2022): Inteligensi Vol.5 No.2
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33366/ilg.v5i2.4025

Abstract

This study aims to describe the results of student learning motivation after attending lectures using the blended learning method with YouTube media during a COVID-19c in the mathematics education department, Universitas Muhammadiyah Surabaya. This research was conducted because during the Covid COVID-19c there was a change in the flow of education which resulted in a decrease in motivation to study due to signal constraints, the ability to provide internet quota, and limited access. The type of research used in this study is a qualitative method with the subject of all students taking multivariable calculus courses as many as 35 students. The data collection technique uses a learning motivation questionnaire and is confirmed through interviews. The results showed that the blended learning method with YouTube media was able to increase student learning motivation and help students understand the material well, because students who felt left behind could repeat material videos and discuss together to complete the exercises and assignments given.
Pendidikan Kritis dan Strategi Authentic Learning: Studi Konsep Pendidikan KH. Ahmad Dahlan dan Paulo Freire Achmad Hidayatullah; Sandha Soemantri
Edukasia Islamika Volume 5, Number 1 2020, Edukasia Islamika: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, Institut Agama Islam Negeri Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28918/jei.v5i1.2377

Abstract

Pendidikan di Indonesia belum sepenuhnya menjawab permasalahan sosial masyarakat yang ada. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan kualitas pendidikan untuk menangani hal tersebut. Gagasan KH. Ahmad Dahlan dan Paulo Freire bisa dijadikan model dalam implementasi pendidikan agar bisa menjawab permasalahan sosial kehidupan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan pemikiran KH. Ahmad Dahlan dan Paulo Freire yang meliputi gagasan besar konsep pendidikan dan implementasinya dalam pembelajaran yang memuat strategi, pendekatan dan metode. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literature. Data dikumpulkan melalui penelusuran terhadap artefak, dokumen serta artikel ilmiah yang relevan dengan pokok bahasan penelitian ini. Hasil penelitian ini adalah, meskipun mereka hidup di tempat dan masa yang berbeda, namun peneliti menemukan empat persinggungan pemikiran keduanya. Pertama, pada gagasan besar baik KH. Ahmad Dahlan ataupun Paulo Freire menggunakan konsep pendidikan kritis. Kedua, Strategi yang digunakan oleh mereka untuk mengimplementasikan gagasan pendidikan adalah strategi authentic learning. Mereka membawa muridnya untuk membaca fenomena nyata yang dialami. Ketiga, keduanya memilih pendekatan student center learning. Keempat, metode yang mereka gunakan adalah dialog dengan para muridnya. Keempat persinggungan tersebut memiliki relevansi dengan pelaksanaan pendidikan Indonesia saat ini. Secara konseptual, strategi, pendekatan dan metode yang digunakan kedua tokoh di atas terwakili dengan adanya Kurikulum 2013.
Meta Analisis: Pengaruh Model Discovery Learning Terhadap Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematika: Meta Analysis: The Effect Of Discovery Learning Model On Increasing Mathematics Critical Thinking Ability Suwarno Zul Hanifah; Kristanti Febriana; Soemantri Sandha
Jurnal Derivat: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Derivat (Desember 2022)
Publisher : Pendidikan Matematika Universitas PGRI Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jderivat.v9i2.4240

Abstract

The condition of Indonesian students' critical thinking skills is ranked 6th lowest with an average score of 379 on PISA 2018. The lack of students' critical thinking skills is found in learning that is still one-way using conventional models. This makes students less enthusiastic about listening and understanding the material presented. These conditions can be trained by applying exploratory learning so that students can find and understand, and solve problems. One learning model that can foster critical thinking skills in students is the discovery learning model which can support students to be maximally involved in identifying and organizing the way students learn to discover knowledge concepts. This study aimed to determine the effect of the discovery learning model on students' critical thinking skills using the Systematic Literature Review method according to the exclusion criteria and found 12 articles obtained through Google Scholar. The results of the meta-analysis show that the discovery learning model influences students' critical thinking skills at every level of education. The discovery learning model has the highest effect on elementary education level flat material with an effect size of 1.9. The junior high school level shows the highest effect size of 2.1 with social arithmetic material. The SMA/SMK level gives the highest effect of 1.18 in statistics. It can be concluded that the discovery learning model influences critical thinking skills in mathematics. Keywords: Critical Thinking, Discovery Learning, Mathematics
Studi Meta Analisis: Pengaruh Media Pembelajaran Berbasis Video Sebeum dan pada Waktu Pandemi Covid 19 Muhammad Rois Rafiqurrahman; Wahyuni Suryaningtyas; Sandha Soemantri
Journal of Education and Instruction (JOEAI) Vol 5 No 2 (2022): Journal of Education and Instruction (JOEAI)
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/joeai.v5i2.4829

Abstract

This study aims to determine the effect of video-based learning media before and during the pandemic. The method used is the systematic literature review method by reviewing and analyzing 6 articles related to the influence of video-based learning media before the pandemic and 6 articles during the pandemic on mathematics learning. The results of the meta-analysis using the effect size show that the influence of pre-pandemic video-based learning media has an influence on trigonometry material, flat sided geometric material, social arithmetic material, set material, and circle material and also has an influence on the dependent variable problem solving ability, understanding of mathematical concepts, learning outcomes, and creative thinking skills. The effect of video-based learning media during a pandemic had an influence on SPLDV material, number pattern material, statistics material, transformation material, straight line equation material and circle material and also had an influence on the dependent variable of learning outcomes, understanding of mathematical concepts, problem solving abilities. In conclusion, the effect of video-based learning media during a pandemic has an average effect size that is larger than the influence of video-based learning media before the pandemic. Keywords: Learning media, Learning videos.
Membangun Jiwa Tangguh Guru SD Muhammadiyah 9 Surabaya Melalui Pelatihan Edumat Psikososial Febriana Kristanti; Rofi’i Rofi’i; Sandha Soemantri
Humanism : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 3 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/hm.v3i3.15676

Abstract

Abstrak  Letak geografis SD Muhammadiyah 9 Surabaya (SDM 9 Surabaya) yang berada di pesisir pantai selat madura dengan keelokan dan keindahan pantainya menjadikan SDM 9 Surabaya sebagai sekolah berpanorama indah. Namun, letak geografis tersebut sebagai daerah rawan bencana,  menjadi situasi krisis bagi SDM 9 Surabaya sehingga berakibat mengganggu kesejahteraan psikososial guru dan siswa yang sering terlanda rasa khawatir, cemas, dan takut terhadap ancaman bencana alam. Kegiatan pelatihan EduMat (Edukasi Matematika) mempunyai tujuan yaitu pemberian latihan dan bimbingan melalui permainan media matematika yang dirancang dan didesain sehingga bersifat menghibur, menyenangkan, dan bernilai edukasi. EduMat-Psikososial Tangguh Bencana Alam adalah program pendampingan  guru dalam memberikan bantuan kepada siswa yang mengalami permasalahan psikososial melalui edukasi matematika sehingga terbangun sikap tangguh dalam menghadapi permasalaahan baik bencana alam, pendidikan, maupun permasalahan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu EduMat-Psikososial Tangguh Bencana Alam diharapkan bisa mengapresiasi guru dalam membangun kedekatan dengan siswa sehingga terbangun kepercayaan, keharmonisan dan mengikis mindset ketidaksukaan terhadap matematika dan dapat meninggkatkan hasil belajar siswa. Hasil pre-test dan post-tes menunnjukkan terdapat peningkatan pemahaman guru terhadap pentingnya media pembelajaran matematika dari 11% menjadi 32% dan peningkatan pemahaman guru terhadap dukungan psikososial dari 11% menjadi 29%. Kegiatan pelatihan EduMat Psikososial  memiliki pengaruh yang cukup signifikan. Kata Kunci: Edukasi, Matematika, Psikososial