Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : Edum Journal

OPTIMALISASI MONITORING KEHADIRAN PEGAWAI: IMPLEMENTASI SISTEM ABSENSI BERBASIS BARCODE UNTUK EFISIENSI DAN KEDISIPLINAN Puspitasari, Yulinda; Lilianti, Lilianti; Deluma, Ridwan
Edum Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v8i1.252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas sistem absensi berbasis barcode dalam optimalisasi monitoring kehadiran pegawai di Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikmudora) Kota Kendari. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi untuk mengumpulkan data dari berbagai pihak, termasuk pegawai dan manajemen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi sistem ini berhasil meningkatkan efisiensi proses pencatatan kehadiran, dengan pengurangan waktu pemrosesan hingga 50% dan peningkatan rata-rata kehadiran pegawai sebesar 15%. Meskipun demikian, tantangan seperti masalah infrastruktur dan resistensi pegawai terhadap teknologi baru diidentifikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem absensi berbasis barcode tidak hanya meningkatkan kedisiplinan pegawai tetapi juga memerlukan dukungan teknis yang optimal agar dapat berfungsi dengan baik. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan sistem administrasi yang lebih efisien di instansi pemerintah.
PERAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PROSES BELAJAR MENGAJAR DI SD-SMP NEGERI SATAP 8 KONAWE SELATAN Endriani, Endriani; Razilu, Zila; Lilianti, Lilianti
Edum Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v8i1.298

Abstract

Penelitian ini dilakukan mengingat teknologi informasi sangat penting dalam mendukung proses pembelajaran yang efektif di SD-SMP Negeri Satap 8 Konawe Selatan, di mana akses terhadap teknologi masih terbatas. Selain itu, pengintegrasian TI dalam pendidikandi sekolah tersebut diharapkan dapat mengurangi kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi integrasi teknologi informasi (TI) dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah tersebut. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi kendala, strategi optimalisasi, serta implikasi penerapan TI dalam konteks sekolah terpencil. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi TI masih menghadapi berbagai kendala, termasuk keterbatasan infrastruktur, kompetensi guru, dan akses internet, dengan hanya 30% guru merasa cukup terampil menggunakan TI dalam pembelajaran. Namun, strategi seperti peningkatan pelatihan guru, pengadaan infrastruktur, serta kolaborasi dengan komunitas lokal mampu mendukung optimalisasi penerapan TI. Temuan ini menegaskan pentingnya kebijakan pendidikan yang berfokus pada peningkatan aksesibilitas teknologi dan penguatan kompetensi guru. Temuan ini memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan pendidikan berbasis TI di daerah terpencil serta peluang aplikasi lebih lanjut dalam konteks serupa.
IMPLEMENTASI MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH UNTUK PENGEMBANGAN PROFESIONAL GURU: TANTANGAN DAN PELUANG Herliani, Herliani; Lilianti, Lilianti; Halima, Halima
Edum Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v8i1.303

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya implementasi Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) dalam pengembangan profesional guru di SMA Negeri 11 Kendari. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana persepsi guru terhadap implementasi MBS dan dampaknya terhadap pengembangan profesional mereka. Tujuan penelitian adalah menganalisis persepsi guru terhadap implementasi MBS dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya dalam pengembangan profesional guru. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap guru-guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa MBS memberikan fleksibilitas dan otonomi yang lebih besar kepada guru dalam pengembangan pembelajaran, namun juga menimbulkan tantangan berupa peningkatan beban administratif. Temuan utama mengindikasikan bahwa keberhasilan implementasi MBS bergantung pada dukungan sistem, kepemimpinan sekolah yang efektif, dan partisipasi aktif komunitas sekolah. Selain itu, kolaborasi antara guru, orang tua, serta pemangku kepentingan lainnya turut memperkuat keberlanjutan program. Kejelasan regulasi, alokasi sumber daya yang memadai, serta evaluasi berkala juga menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan pendidikan yang optimal. Kesimpulan dari penelitian ini adalah MBS dapat meningkatkan profesionalisme guru ketika didukung oleh strategi yang tepat dan keseimbangan antara otonomi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sekolah.
MENGOPTIMALKAN PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR Ningsih, Sindi Eka; Lilianti, Lilianti; Nurzaima, Nurzaima
Edum Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v8i1.306

Abstract

Penelitian ini adalah kondisi pengelolaan sarana prasarana yang belum optimal, yang berdampak pada kualitas pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan sarana prasarana dapat ditingkatkan dan bagaimana dampaknya terhadap kualitas pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain studi kasus, melibatkan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarana prasarana di SDN 28 Kendari masih menghadapi beberapa kendala, seperti perencanaan pengadaan yang belum berbasis analisis kebutuhan, keterbatasan pendanaan, inventarisasi yang tidak rutin, pemeliharaan yang belum terprogram, dan pemanfaatan sarana prasarana yang belum maksimal. Namun, ditemukan juga beberapa praktik inovatif seperti sistem rotasi penggunaan fasilitas pembelajaran dan kemitraan antar sekolah yang menunjukkan potensi positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa optimalisasi pengelolaan sarana prasarana memerlukan pendekatan sistemik yang mengintegrasikan aspek perencanaan berbasis data, pengadaan yang efisien, pemeliharaan preventif, monitoring evaluasi terstruktur, dan pengembangan kapasitas pengelola. Penelitian ini juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dan penguatan program pemeliharaan berbasis komunitas. Rekomendasi utama adalah pengembangan model pengelolaan sarana prasarana yang adaptif dengan konteks dan kebutuhan sekolah dasar, penguatan sistem perencanaan berbasis data, pengembangan program pemeliharaan preventif, peningkatan kapasitas pengelola dalam pemanfaatan teknologi, dan pengembangan mekanisme monitoring evaluasi yang lebih terstruktur.
PERAN MOTIVASI GURU PENGGERAK DALAM PELAKSANAAN TRANSFORMASI PEMBELAJARAN DI SMA KOLAKA UTARA Junawati, Junawati; Rasid, Rasid; Lilianti, Lilianti
Edum Journal Vol. 8 No. 1 (2025): Edum Journal
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/edumjournal.v8i1.305

Abstract

Transformasi pembelajaran memerlukan agen perubahan yang dapat memotivasi dan membimbing implementasi inovasi pembelajaran di sekolah. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran motivasi guru penggerak dalam pelaksanaan transformasi pembelajaran di SMA Negeri 1 Kodeoha dan SMA Negeri 1 Pakue. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana strategi guru penggerak dalam membangun kesadaran, memberikan dukungan, dan memastikan keberlanjutan transformasi pembelajaran. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen serta informannya meliputi guru penggerak, kepala sekolah, guru mitra, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa guru penggerak berhasil membangun kesadaran kolektif dan momentum perubahan melalui pendekatan adaptif yang mencakup refleksi praktik, sharing pengalaman, dan pendampingan bertahap. Sistem dukungan komprehensif yang dikembangkan meliputi aspek teknis, pedagogis, dan psikologis melalui buddy teaching dan komunitas pembelajaran profesional. Transformasi pembelajaran berdampak pada meningkatnya partisipasi aktif siswa dan berkembangnya kemampuan berpikir kritis. Kesimpulannya, keberhasilan transformasi pembelajaran bergantung pada kemampuan guru penggerak dalam membangun motivasi intrinsik dan mengembangkan sistem dukungan berkelanjutan