Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Evaluasi Kinerja Alat Berat Pada Perkerasan Lentur Pada Ruas Jalan Lingkar Kota Kendari Tahun Anggaran 2021 (Studi Kasus: Ruas Jalan Lingkar Kota Kendari Tahun Anggaran 2021) Harsin Harsin; Nasrul Nasrul; Wayan Mustika
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 6, No 4 (2021)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v6i4.28750

Abstract

Jalan Poros Nanga-Nanga Kota Kendari Sulawesi Tenggara merupakan infasruktur yang menghubungkan suatu daerah ke daerah lain yang sangat penting dalam pelayanan masyarakat dari berbagai arah baik arah lalu lintas dari dalam maupun arus lalu lintas dari luar dengan status jalan nasional, Biaya Pekerjaan jalan poros nanga-nanga kota kendari dengan panjang segmen pekerjaan 1km merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pelayanan lalu lintas dan aksesibilitas yang baik serta keamanan dan kenyamanan bagi para pengguna jalan. Desain perkerasan jalan yang baik diperlukan agar jalan dapat beroperasi melayani lalu lintas selama umur rencana. Tujuan peneliti ini adalah membandingkan Biaya Pekerjaan Jalan Poros Nanga- Nanga Kota Kendari pada panjang segmen 1 km dengan metode analisa standar Bina Marga tahun 2018. Hasil penelitian ini didapatkan lapisan pondasi atas agregat kelas A 15 cm dengan adanya pekerjaan jalan menggunakan desain standar bina marga 2018.
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Bore Pile Jembatan Teluk Kendari Tryagum Tryagum; Sulha Sulha; Wayan Mustika
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.28767

Abstract

AbstractThe government continues to promote infrastructure development outside Java as an effort to equalize development, including Kendari City. This study aims to determine the implementation method, requirements and standards of bore pile work in the Kendari Bay Bridge project. The results of the research on the method of carrying out bore pile work on the Kendari Bay Bridge project include a series of preparations for casing bore pile erection, mobilization of bore pile steel casing, erection of bore pile steel casing, connection of bore pile steel casing, setting of RCD tools then drill bore pile points to the desired depth. specified on the plans, rebar installation, bore pile casting. Material requirements and standards used in bore piles for concrete use high-strength SCC (Self Compacting Concrete) concrete with a quality of fc 30 Mpa, by adding Retarder RD, Super Plastic SP and Fly Ash.AbstrakPengembangan infrastruktur di luar pulau Jawa terus digenjot pemerintah sebagai upaya pemerataan pembangunan, termasuk Kota Kendari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pelaksanaan, syarat dan standar pekerjaan bore pile di proyek Jembatan teluk Kendari. Hasil penelitian metode pelaksanaan pekerjaan bore pile pada proyek Jembatan Teluk Kendari antara lain rangkaian persiapan pemancangan casing bore pile, mobilisasi casing baja bore pile, pemancangan casing baja bore pile, penyambungan casing baja bore pile, setting alat RCD kemudian bor titik bore pile sampai kedalaman yang telah ditentukan pada gambar rencana, instalasi rebar, pengecoran bore pile. Syarat dan standar material yang dipakai pada bore pile untuk beton menggunakan beton mutu tinggi SCC (Self Compacting Concrete)  dengan mutu fc 30 Mpa, dengan menambahkan Retarder RD, Super Plasitis SP dan Fly Ash.
Tinjauan Mutu Agregat Lapis Pondasi Kelas A Pada Pekerjaan Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Asphalt Hot Mix Ac-Bc (Studi Kasus Quarry Desa Amesiu Kecamatan Pondidaha Kabupaten Konawe) Ikhsar Ikhsar; Umran Sarita; Wayan Mustika; Anafi Minmahddun
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.29279

Abstract

Road is a transportation infrastructure that functions to support human activities and needs in terms of mobility to achieve economic and non-economic goals. The purpose of this research was  to find out class A aggregate material quality usedwith refers to the general specifications of Bina Marga in 2018. Theresearch carried out by surveying the locations stock pile, this method was needed to obtain primary and secondary data. The results of testing the characteristics of the aggregate, the results obtained  Sieve analysis tests have met the specifications for class A aggregate, specific gravity of coarse aggregate is 3.20, specific gravity of fine aggregate is 2.81, density of loose coarse aggregate is 1.58 and dense is 1.82, density of loose fine aggregate is 1.81 and dense 1.90, aggregate wear 24.22%, maximum dry density 2.689 gram/ cm3, optimum moisture content 3.80%, CBR 100% γd maximum 142%, CBR 95% γd maximum 108%.conclusionIn Class A aggregate material used Fulfill General Specifications for Highways 2018 (Division 5). Jalan merupakan suatu prasarana transportasi yang berfungsi mendukung aktivitas dan kebutuhan manusia dalam hal  mobilitas untuk mencapai tujuan ekonomi dan non ekonomi. Tujuan  penelitian ini untuk mengetahui mutu material agregat kelas A yang digunakan dengan mengacu pada spesifikasi umum Bina Marga tahun 2018. Metode penelitian dilakukan  dengan melakukan survey pada lokasi stock pile, metode ini  dibutuhkan untuk mendapatkan data primer dan  sekunder. Hasil pengujian karakteristik agregat , diperoleh  hasil  pengujian analisa saringan telah memenuhi spesifikasi agregat kelas A,  berat jenis agregat kasar 3,20  , berat jenis agregat halus 2,81 , berat isi agregat kasar lepas 1,58 dan padat 1,82, berat isi agregat halus lepas 1,81 dan padat 1,90, keausan agregat 24,22%, kepadatan kering maksimum 2,689 gram/ cm3, kadar air optimum 3,80%, nilai CBR 100% γd maksimum 142%, CBR 95% γd maksimum 108%. Kesimpulannya material agregat kelas a yang digunakan memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Divisi 5).
Pengujian Kelayaksan Material Gunung Bente Desa Madampi Kecamatan Lawa Kabupaten Muna Barat Sebagai Lapis Pondasi Kelas A Muhamad Nasrul; Muhamad Handy Dwi Adityawan; Wayan Mustika
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 2 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i2.29913

Abstract

"This research aims to determine the feasibility of Mount Bente Material in Madampi Village as a Class Foundation Layer. From the results of research in the laboratory that based on existing tests, the characteristics of the material for Mount Bente in Madampi Village are not suitable for use as a class A road pavement layer because they do not meet the General Highways 2018 specifications (Devision 5). In testing the aggregate sieving analysis of Mount Bente in Madampi Village does not meet General Specifications for Bina Marga 2018 Revision 2 (Division 5) on sieve numbers 1”, 40, and 200 For Class A foundation layer, For laboratory CBR testing of class A aggregates, Mount Bente material, Madampi Village, Lawa District, Muna Barat Regency, 66% also do not meet the Standards specifications implied is 90%.”“Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan Material Gunung Bente Desa Madampi Sebagai Lapis Pondasi Kelas. Dari hasil penelitian dilaboratorium bahwa berdasarkan pengujian yang ada, karakteristik dari material Gunung Bente Desa Madampi tidak layak digunakan sebagai lapis perkerasan jalan kelas A karena tidak memenuhi spesifikasi Umum Bina Marga 2018 (Devisi 5).Pada pengujian analisa saringan agregat Gunung Bente Desa Madampi tidak memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 (Divisi 5) pada saringan nomor 1”, 40, dan 200 Untuk lapis Pondasi Kelas A, Untuk pengujian CBR laboratorium agregat kelas A material Gunung Bente Desa Madampi Kecamtan Lawa Kabupaten Muna Barat 66 % juga tidak memenuhi Standar spesisifikasi yang diisyaratkan yaitu 90%.”
PENGUJIAN MATERIAL DESA AMBAIPUA KECAMATAN RANOMEETO, KABUPATEN KONAWE SELATAN SEBAGAI KONSTRUKSI JALAN Ibnu Ramadhan; Sulha Sulha; Wayan Mustika; Mursalim Ninoy La Ola
Media Konstruksi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 8, No 3 (2023)
Publisher : PRODI D3 TEKNIK SIPIL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jmk.v8i3.35304

Abstract

Soil is one of the construction materials that must be considered its role. Earthfill buildings, river embankments and highway embankments all use economical land as construction material however, as with other constructions land must be used after going through a quality control/testing process. One of them is by means of compaction in order to obtain a soil that is stable and of structural value. Good subgrade strength will support the strength of the structure above it, where strength can be obtained by compaction. The strength of the soil itself is influenced, among other things, by the characteristics of the soil itself, this is evidenced in cases where excessive compaction of the soil actually causes the soil structure to be damaged and does not reach the expected maximum density. Compaction effort is one of the ways to improve/strengthen soil stability, therefore the soil material used must meet the applicable requirements, if this does not meet the requirements then it is certain that the soil material cannot be used as material for road and building works. The material to be used was aggregate derived from natural aggregates (soil). The material used in this study was soil material from Ambaipua Village, Ranomeeto District, South Konawe Regency. Abstrak Tanah merupakan salah satu bahan konstruksi yang harus di perhatikan peranannya. Bangunan urugan, tanggul sungai, dan timbunan jalan raya, kesemuanya menggunakan tanah yang ekonomis sebagai bahan konstruksi walau demikian, sama halnya dengan konstruksi lainnya tanah harus dipakai setelah melalui proses pengendalian mutu/pengujian. Salah satunya adalah dengan cara melakukan pemadatan agar diperoleh tanah yang stabil dan bernilai structural. Kekuatan tanah dasar yang baik akan mendukung kekuatan struktur diatasnya, dimana kekuatannya dapat diperoleh dengan cara melakukan pemadatan. Kekuatan tanah itu sendiri dipengaruhi antara lain oleh karakteristik tanah itu sendiri, hal ini di buktikan pada kasus-kasus dimana pemadatan berlebihan pada tanah justru menyebabkan struktur tanah menjadi rusak dan tidak mencapai kepadatan maksimum yang diharapkan. Usaha pemadatan adalah salah satu cara yang dilakukan untuk memperbaiki/memperkuat stabilitas tanah, oleh karena itu material tanah yang dipakai harus nmemenuhi syarat-syarat yang berlaku, apabila hal ini tidak memenuhi syarat maka dapat dipastikan bahwa material tanah tersebut tidak dapat di jadikan sebagai bahan pada pekerjaan jalan maupun bangunan. Material yang akan digunakan adalah agregat yang berasal dari agregat alam (tanah). Material yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah material tanah yang berasal dari Desa Ambaipua, Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.
Pendampingan Masyarakat Rencana Penggunaan Sumber Daya Air Sungai Wolo di Kelurahan Wolo Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka Viska Inda Variani; Muhammad Zamrun Firihu; Armid; Fahmiati; Uniadi Mangidi; Rini Sriyani; Wayan Mustika; Erick Nov Putra; Anafi Minmahddun; Permatahati, Yustika Intan; Dedy Oetama; Muhamad Alim Marhadi
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 2 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v2i1.41

Abstract

Rencana pengambilan air oleh industri yang bersumber dari Sungai Wolo dengan membangun bangunan pengambil (intake) di daerah aliran Sungai Wolo berpotensi menimbulkan konflik dengan masyarakat. Hal ini disebabkan kekhawatiran masyarakat akan hilangnya akses penggunaan air pasca pembangunan intake. Untuk menghindari konflik tersebut, tim pengabdian kepada masyarakat UHO menggagas Pertemuan Konsultasi Masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk menjelaskan proses pembangunan intake Sungai Wolo dan bagaimana proses pengambilan air oleh industri. Kegiatan ini sekaligus menjawab kekhawatiran masyarakat terkait dampak pembangunan intake terhadap kondisi keseharian warga. Semua jawaban yang diberikan berdasarkan kajian ilmiah sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku. Penjelasan sedapat mungkin dapat dimengerti oleh masyarakat awam. Proses pelaksanaan kegiatan Pendampingan Masyarakat Rencana Penggunaan Sumber Daya Air Sungai Wolo di Kelurahan Wolo Kecamatan Wolo Kabupaten Kolaka ini diharapkan akan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan air oleh industri. Sebagai salah satu tugas Tridharma Perguruan Tinggi, kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pendampingan ini merupakan hal yang sangat penting untuk menghindari salah paham di tengah-tengah masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dapat terus berlangsung, mengingat masyarakat memiliki peran dalam mengawasi kegiatan pengambilan air oleh industri yang diatur oleh undang-undang.  
Analisis Perbandingan Metode Fast Track Dan Metode Crashing Terhadap Efisiensi Biaya Dan Aktivitas Waktu Pelaksanaan Fitriah Fitriah; Wayan Mustika; Romy Talanipa; Syahrul Ramadhan
MEDIA KONSTRUKSI Vol. 9 No. 4 (2024)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/medkons.v9i4.88

Abstract

Pembangunan proyek memerlukan sumber daya manusia, material, peralatan, metode, uang, informasi, dan waktu, dengan tiga aspek penting, yaitu waktu, biaya, dan mutu (Kerzner, 2006). Meskipun mutu harus tetap dijaga, namun sering terjadi pembengkakan biaya dan keterlambatan waktu (Praboyo, 1999) yang dapat menurunkan efisiensi dan nilai kompetitif pengembang (Mora dan Li, 2001). Lokasi penelitian adalah Proyek Rehabilitasi D.I Wawotobi, Kabupaten Konawe (Paket-2) oleh PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk – PT. Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk KSO. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis percepatan proyek dengan metode Fast Track dan Crashing, mengukur persentase durasi dan biaya proyek, serta menilai metode mana yang lebih efektif untuk proyek ini. Penelitian menggunakan metode Fast Track dan Crashing, metode Fast Track menata ulang aktivitas pekerjaan secara paralel tanpa mempengaruhi biaya, sedangkan metode Crashing mengurangi waktu proyek secara terstruktur dan logis dari kegiatan proyek. Berdasarkan hasil analisis, Fast Track mempercepat penyelesaian proyek sebesar 2,04% (5 hari) dan menghemat biaya sebesar 0,05% (Rp 42.950.813), sedangkan Crashing mempercepat penyelesaian proyek sebesar 18,78% (46 hari) dan menghemat biaya sebesar 1,01% (Rp 817.060.274). Metode Crashing lebih efektif dalam mengurangi durasi dan biaya proyek.